[3]

Stella langsung menuju ke ruang kelas, dan ternyata ke sembilan dari anak tadi juga ada disana. Sudah duduk dibangku pilihannya. Hanya bangku barisan depan yang tersisa, dia benar-benar sangat tak beruntung. "Aishhh!!" Ucap Stella, sambil menyimpan tas nya di meja.

"Gimana kita tukeran bangku?" Ucap Stella pada laki-laki bernama Rami.

"Untung apa gue pindah ke tempat lo?"

"Lo kan pinter, lo gak mau kan terganggu dengan gue yang duduk di depan lo?"

"Tapi, gue ogah" Sudah tak ada harapan, aku harus menerimanya dengan lapang dada.

"Selamat pagi anak-anak!"

"Selamat pagi bu!"

"Kelihatannya, banyak anak baru di kelas ini. Bagaimana kalian satu persatu memperkenalkan diri? Dimulai dari kamu" Ucapnya lalu menunjuk ke arah Stella.

"Nama gue Stella Vionaly, semoga kita gak akur yah" Sorakan bergemuruh terus terlontarkan ke arah Stella.

"Nama gue Arumi Jeornali, gue juga gak minat buat kenal sama lo pada"

"Nama gue Mutiara Naura, kalo lo mau jadi temen gue boleh. Tapi, gue gak sudi buat temenan sama anak miskin"

"Gue Renila Vanila, lo juga boleh temanan sama gue. Tapi, lo harus sanggup keluarin duit lo pada demi gue. Karena, gue suka duit"

"Gue Yudistira. Atlet basket, taekwondo, voli, juga renang. Tapi gue udah sold out. Karena, gue udah punya cewek"

"Gue males nih kaya beginian, lo pada punya mata kan? Liat aja name tag gue" Ucapnya sambil menunjuk name tag di seragamnya.

"Gue Vixa Alexsandro. Tipe cewek gue terlalu berat untuk kalian kaum wanita. Karena, tipe cewek gue jenny black pink"

"Gue Jimi Narata. Lo pada termasuk tipe gue, jadi lo bisa daftar untuk jadi pacar gue. Tenang aja, kita pacaran diem-diem karena sekolah ini punya peraturan aneh dan gak masuk akal, yang memang harus dilanggar"

"Rami Jayasentosa itu nama gue. Gue gak suka dengan suasana bising! Siap-siap lo pada abis di tangan gue"

"Gue Jije Hoperana, panggil gue Jije. Kalo lo butuh ke gue, jangan dateng ke gue. Karena, gue orangnya risihan"

"Gue Jinata. Udah itu aja, cukup, sekian, terimakasih"

"Baiklah, kelas ini sudah dipenuhi berbagai macam spesies murid yang luar biasa. Dan sekarang ditambah pula 10 murid yang amat masyaAllah sekali. Alangkah baiknya, saya memulai pelajaran saya bagaimana?" Ucapnya dengan gereget.

Satu setengah jam mereka melewati masa sulit mereka, belajar matematika. Yang memang sangat syulit sekali, untuk dimengerti. "Aaaa! Kepala gue pening banget. Lo bisa jelasin gak nomor ini ke gue?" Ucap Stella pada Rami.

"Yang mana?"

"Ini loh yang X Y X Y. Gue udah cari, kenapa hasil gue sampe 20 han yah? Sementara, di pilihannya cuma ada -1,1,0, sama 3. Lo jawabannya apa?"

"Jadi, lo mau tau jawabannya. Atau mau tau caranya?"

"Langsung jawabannya aja gimana?"

"Pikir sendiri"

"Yaudah, kasih tau caranya. Kesananya nanti gue yang cari, tapi lo jangan kemana-mana dulu sampe gue selesai kerjainnya" Rami hanya mengangguk-ngangguk.

"Awas aja lo kalo mabur!"

"Yaudah kasih tau gue gimana caranya?!"

Rami langsung memberi cara demi cara kepada Stella. Dengan sabarnya dia terus mengajari Stella dengan perlahan, hingga Stella mengerti. "Baik banget loh, makasih yah. Gue bakal teraktir lo nanti di kantin"

"Gak perlu, gue banyak duit"

"Idih! Sombong banget loh! Yaudah, lo traktir gue"

"Idih! Gak sudi"

"Pelit banget anjir! Jajanan kantin gak seberapa bagi anak horang kaya kayak lo"

"Kagak!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!