[8]

"Anjir, kok lengket banget sih ni jaket?!" Ucap Stella yang terus menerus berusaha melepas jaket, yang baru saja Yudistira pakaikan kepadanya.

Yudistira terus mengikik tertawa, tanpa suara. "Anjir! Jaket lo ada apa nya!!"

"Sengaja gue lemin jaket mulung tadi di tong sampah, biar kagak lepas-lepas di tubuh lo" Ucap santai Yudistira. Membuat kedua pupil mata Stella terbelalak.

"YUDIS ANJ!" Ucapnya, membuat Yudistira lari terbirit-birit menjauh dari amukan Stella.

"Awas aja lo yah! Gue bakal bales dendam!!" Yudistira terus tertawa terengah-engah, dengan puas.

Stella langsung pergi ke WC, terus berusaha melepas jaket yang penuh dengan lem itu. Sekujur tubuhnya kini sangat lengket sekali.

"Stella!"

"Sini-sini! Sorry banget nih gue jadi ngerepotin lo"

"Nah, tuh lo sadar! Gue lagi asik-asik makan di kantin, malah lo ganggu. Ish! Bau apaan nih?!"

"Astaga, Stella! Lo mandi lem?"

"Gue dikerjain si Yudis. Anj banget tuh anak!"

"Bngst! Gimana kalo lo bales dendam?"

"Emang mau kali! Yakali gue bakal diem aja. Bukan Stella namanya kalo gak bales dendam" Ucapnya sambil tersenyum ke arah Arumi.

Selesainya, masih jam istirahat. Stella tak melihat keberadaan Yudistira di kelas. Dan dirinya mulai menjalankan aksinya. Senyuman mulai tampak berseri di wajahnya. Dia langsung menumpahkan lem super kuat di bangku Yudistira, tanpa ampun. Hingga habis tak tersisa.

Jam istirahat berbunyi, Stella terus menunggu Yudistira untuk menduduki jebakannya itu. Hingga, beberapa menit Yudistira masuk ke kelas. "Dis! Gantian tempat duduk hari ini yah. Biasa sekarangkan pelajaran matematika, gue males di depan" Mendengar itu Stella juga Arumi tercengang. Jebakannya malah salah sasaran.

Jimi duduk di kursi itu. Kursi yang penuh lem. Sementara, Yudistira seakan mengetahui perbuatan Stella, dia terus tertawa, senang akan ekpresi yang diberikan Stella. "Gitu banget muka nya? Salah sasaran yah?" Tambah dibuat geger, ternyata benar dia sudah mengetahui perbuatannya itu.

"Anjir! Ini napa kursi kagak mau lepas sih!"

"Kenapa lo?"

"Bantu gue Vi!" Vixa terus membantu Jimi melepaskan kursi itu. Begitu juga Yudistira. Namun, celana Jimi malah sobek. Hingga suara sobekkan itu terdengar kencang sekali.Sekarang semua mata tertuju padanya. Mereka terus menertawainya, Jimi harus menanggung malu akibat kelakuan Stella. "Ada yang jail nih" Celetuk Yudistira sambil menatap kearah Stella.

Stella memalingkan muka nya, terus memegang tangan Arumi pertanda dirinya butuh bantuan. "Lo yang lakuin, gue gak ikut-ikutan" Ucapnya dengan jelas pada Stella. Namun, tak sadar suara itu sampai ke telinga teman sekelasnya. Stella terus menatap kearah Arumi, sudah tak ada harapan sama sekali. Seisi kelas jadi mengetahui jika Stella lah pelakunya. Kini semua mata tertuju padanya, Jimi pun menjadi kesal. "Sasaran utama gue Yudis. Lagian lo kenapa tiba-tiba minta tukeran tempat duduk sih? Bukan salah gue lah"

"Terus sekarang gue yang salah?"

"Ya, bukan gitu"

"Udahlah laporin aja ke kepsek, biar dihukum tuh anak" Yudis memanas-manasi suasana.

"Gak bisa gitu dong"

"Lagian tuh cewek kan niatnya emang bukan ke lo. Udahlah maafin aja" Ucap Vixa.

"Tuh bener apa yang tadi temen lo bilang" Tambah Rami.

"Oke! Gue gak bakal aduin lo ke kepsek. Tapi, lo bakal dapet hukuman dari gue"

"Hah?!"

"Gimana? Mau hukuman dari gue, atau dari kepsek?" Stella tak ada jalan lagi, dia harus menerima hukuman dari Jimi. Yang tadinya dia fikir tidak akan lebih buruk dari hukuman kepsek. Nyatanya malah lebih gila.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!