[7]

"Sebelum pergi, hukuman yang saya akan berikan ke kalian adalah cabut rumput halaman sekolah. Jam istirahat, saat saya cek semua harus sudah beres"

"Yakali bu cabutin rumput di halaman sekolah berdua aja. Halamannya aja udah kaya lapangan bola, yang ada nanti saya kepanasan, kulit saya jadi geheng. Ibu mau tanggung jawab bayarin perawatan saya?"

"Bukan hanya kalian, siswa yang tadi bantu siswi manjat juga ikut bantu kalian"

Kejadian sebelum terjadinya pertikaian. Renila yang sedari tadi terus berusaha memanjat tembok besar itu, dan berusaha melarikan diri dari amukan kepsek. Sama sekali tak memedulikan keberadaan kepsek disana.

Sementara, tiba-tiba tempat kejadian sudah penuh dengan asap tebal. Ternyata itu ulah Suga, dengan santai dia melempar smoke bomb ke arah kepsek. Membantu Renila melarikan diri dari tempat itu, hingga akhirnya dia berhasil keluar dari sekolah itu.

Dan tanpa Suga sadari, kepsek yang sedari tadi berusaha meloloskan dirinya dari asap tebal itu. Kini dirinya sedang berdiri di hadapan Suga dengan wajah yang sangar. "Ikut saya!"

"Apa lo?! Gue tabok lagi baru tau rasa!" Ucap kesal Stella yang sedari tadi menyadari jika Jin terus menatapnya.

Tiba-tiba, kedua matanya mereka terbelalak saat melihat Suga yang sedari tadi asik menyeruputi minuman. Tak mengerjakan hukumannya sama sekali, dia malah keasikan santai sembari sibuk ngerank.

"Bukannya kerjain hukuman, lo malah asik-asikan main game!" Celetuk Jin.

"Ada suara tapi kagak ada wujud, angker banget nih sekolah"

"Wes! Rank apa lo?" Tanya Stella.

"Cewek gak akan ngerti kayak beginian"

"Rank gue sih Glorious Mythic, gue yakin lo dibawah gue sih" Kedua mata Suga dan Jin terbelalak.

"Yaudah lo bantu gue"

"Imbalannya?"

"Gue bakal gantiin lo cabut rumput" Ucap Suga, membuat Stella amat sangat senang mendengarnya.

"Eh gak bisa gitu dong, keenakan dia kalo begini" Tak terima JIn.

"Dari pada lo terus ngebacot, mending lo bantu gue buat cabut semua rumput disini. Lagian yang salah sepenuhnya kan lo, tuh cewek cuma jalanin tugasnya aja nabok lo. Biar lo sadar aja kan?" Ucap nyelekit Suga sampai ke jantung Jin.

"Ngapain lo diem aja, cepetan!!"

Suga dan Jin terus membersihkan semua rumput di halaman sekolah yang sudah tinggi seatas mata kaki. Dengan memotong menggunakan parang, juga mencabutnya pakai tangan.

Jin terus menatap Stella yang malah keasikan bermain game di bawah pohon yang besar. Sementara, dirinya kepanasan. Ditambah kesal dengan mereka berdua.

Beberapa jam mereka menjalani hukumannya, hingga pada akhirnya dimana Suga melihat Kepsek yang tengah berjalan di lorong kelas. Hendak ingin memastikan hukuman mereka selesai. Namun, saat Suga akan memberitahu Stella. Jin langsung menghentikannya, membekam mulut Suga dengan kedua tangan yang kotor. Mereka terus berguling-guling di halaman sekolah. Stella masih asik dengan ponsel Suga.

"Woi!!"

"Sutt!! Sttt!!" Kode Vixa untuk Stella. Namun, dirinya masih tak menyadari akan kode yang diberikan Vixa untuk nya. Hingga pada akhirnya, Vixa melempar botol minum yang masih utuh.

"WAH!! Siapa nih?! Lo pikir gue tong sampah apa?!"

"Kepsek tolol!!"

Stella langsung menatap sekeliling. Kedua matanya membesar saat mengetahui keberadaan kepsek yang semakin mendekat. Dia langsung mengtap-tap air itu ke leher, wajah, juga menyiramnya ke bajunya. Tak lupa juga dirinya berakting terengah-engah, sambil memegang parang.

"Sudah selesai?"

"Sudah bu" Ucap Stella, membuat Jin melepaskan bekapan pada Suga.

"Cih!!" Suga terus membersihkan wajahnya yang penuh dengan tanah.

"Sepertinya kamu bekerja keras sekali yah Stella. Sampai-sampai keringat kamu sangat percucuran sekali" Ucap Kepsek membuat kedua laki-laki itu langsung menatap ke arah Stella.

Stella sudah basah kuyup, seakan di siram oleh seseorang. Bajunya basah, menembus. Membuat kedua laki-laki itu langsung mengalihkan pandangannya ke lain arah.

"Baiklah, karena kalian sudah bekerja keras. Waktu istirahat tinggal beberapa menit lagi, kalian bisa langsung pergi ke kantin saja sekarang"

"Terima kasih bu" Ucap Stella amat senang. Mengembalikan ponsel milik Suga dan pergi ke kantin.

Berjalan ke kantin, baru menginjakkan kakinya ke gedung sekolah. Tiba-tiba Yudistira memakaikan jaket miliknya ke tubuh Stella. "Bisa-bisa nya lo santai-santai aja daleman baju lo keliatan. Mana jelas banget, mana lo umbar sana-sini" Omel Yudistira.

"Anggap aja amal"

"Yang ada dosa anjir!"

"Pake jaket gue!"

"Ribet banget lo, pacar gue bukan! Atau mungkin lo udah timbul percikan-percikan cinta kan ke gue?" Tanyanya dengan ledekannya.

"Idih!"

"Yaelah ngaku aja kali, gak usah basa-basi begitu"

"Cepet pake!"

"Iya-iya biasa aja kali, ngegas mulu"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!