[13]

"Tapi bohong hayyu~"

"Biasa aja kali muka nya, serius amat. Hhaha. Lagi pula siapa juga yang mau pacaran sama lo, kagak ada Stell. Kagak ada!"

"Bae-bae lo kemakan omongan sendiri"

"Cowok kayak gue gak akan pernah suka sama cewek kaya lo! Atau jangan-jangan lo berharap tadi gue ungkapin perasaan gue ke lo itu beneran yah? Hhaha"

"Cowok modelan kaya lo banyak, pasaran banyak photocopyan nya malah. Ngapain juga gue harus berharap sama cowok modelan kayak lo? Mantan gue aja lebih ganteng dari lo! Lagi pula di kamus gue itu, tepat di halaman 23 pojok kanan barisan 2 yang tertulis 'Carilah sesuatu yang lebih-lebih dari pada mantan yang lalu, dan kau akan lebih bahagia'. Lo tuh gak sebanting dari mantan gue yang dulu, jadi jangan banyak berharap kalo gue suka sama lo!"

"Dalam kamus gue halaman 20 pojok kiri barisan 1 yang tertulis 'Jangan lah kamu mencari pasangan bernama Stella, karena dia akan membuat hidupmu akan sengsara' " Jelasnya sambil mengangkt halisnya dengan tersenyum.

"Bagus deh kalo gitu, hidup gue bakal lebih tenang karena mulai hari ini lo gak akan gangguin gue"

"Siapa bilang? Dalam kamus gue itu harus gangguin lo seumur hidup, biar hidup gue tenang"

"Yang ada dengan lo gangguin hidup gue terus, malah hidup lo lebih gak tenang!"

"Kalo di jalanin dengan lapang dada bakal seru-seru aja kan? Karena, setiap buat lo kesel. Hidup gue bakal lebih bahagia"

"Astaga~" Stella sudah tak bisa berkata-kata lagi. Yudistira sudah amat sangat membuatnya kesal sekali.

"Kenapa? Kalo mau kesel, kesel aja. Itung-itung asupan kebahagian gue kan?"

"Kebahagian lo, bukan gue!" Mendengar itu Yudistira hanya tersenyum.

"Jangan lagi-lagi lo senyum ke gue!"

"Kenapa? Lo mulai kepincut kan sama senyuman gue ini?"

"Jangan mimpi!"

"Jujur aja kali, gak baik membohongi diri"

"Dari pada lo ngebacot terus, mending lo cepet pel aula ini sekarang juga!"

"Males, lo aja! Ngapain ngajak-ngajak!"

"Mau gue aduin lo ke bu Popi sekarang juga?"

"Yaelah, mainnya ngadu-ngadu segala. Iya-iya! Gue bakal pel sekarang juga!"

"Sekalian pel mulut lo, biar lain kali mulut lo bisa ngomong agak bener dikit!"

"Sebelum gue pel mulut gue. Gue bakal lebih dulu pel mulut lo. Ngoceh mulu, kagak sadar mulut sendiri juga ngomong gak pernah bener!"

"Gue lagi gak mau ribut sama lo ya Yudis!"

"Yang mau ribut sama lo siapa?! Perasaan lo aja yang selalu ngegas kalo ada gue! Mangkanya gasnya jangan dulu di pasangin setiap kali lo deket sama gue, mungkin gak akan nyebur terus tuh cerocosan lo!"

"Ngomong apa sih lo!"

"Ya gak akan ngerti lah omongan gue barusan, lo itu kan gak pernah bisa ngertiin gue. Mangkanya, daftar deh jari penggemar gue. Baru lo bakal ngerti apa yang gue tadi omong" Stella hanya melongo mendengar ucapan yudis tadi. Ucapannya semakin di luar nalar, mungkin Yudis sebenarnya alien yang menyamar sebagai manusia.

Stella kembali fokus mengerjakan hukumannya, tak memedulikan seriap kali Yudis tidak berbicara. Dia selalu mengabaikannya, hingga membuat Yudistira menjadi kesal sendiri. Sebab, Stella malah adem ayem saja di ganggunya dari tadi.

Melihat itu dan menyadari akan Yudistira yang menjadi kesal. Perlahan senyum puas Stella terbentuk di bibirnya. Dengan umpatan-umpatan dalam hati yang terus dia layangkan pada Yudistira.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!