[12]

"Sehari aja lo bisa kan gak ganggu gue?"

"Sehari kan? Besok gue ganggu lo lagi gimana? Deal?"

"Engga-engga, maksud gue sampai seterusnya"

"Kalo itu gak bisa, udah tugas gue buat terus gangguin lo"

"Ribut yuk! Ribut sekarang, mumpung aula basket luas nih"

"Ayo! Adu basket kan?"

"Siapa yang cetak poin lebih dulu, bisa buat 1 permintaan"

"Oke!"

Mereka berdua memulai permainannnya, bukannya langsung membersihkan aula yang sudah di tugaskan. Stella adalah atlet, begitu juga Yudistira. Sama-sama menginginkan keinginannya terkabul. Yang pasti keinginan Stella adalah untuk membebaskannya dari keberadaan Yudistira.

Dengan sikap santai, saling menatap satu sama lain. Bola kini ada di tangan Yudis. Sambil tersenyum menatap Stella, kedua mata gadis itu sangat membara. Membuat Yudistira tambah semangat, untuk lebih dulu mendapat score.

Tak butuh waktu lama dia langsung melayangkan bola itu, dari posisi yang memang amat jauh sekali. Dan, masuk. Stella yang memulai semua itu, Stella juga yang keheranan akan kemenangan Yudistira. "Ternyata bener, orang yang pertama memulai. Akhirnya, bakal kalah" Gumamnya, dengan perasaan masih terheran-heran.

"Gimana? Permintaan gue gak susah sih, lo harus jadi pacar gue selama 1 bulan aja"

"Apaan! Gak! Lagian juga, di sekolah ini kan di larang buat pacaran"

"Selama gak ketauan bu Popi ya gak apa-apa dong? Lagi pula banyak kok yang pacaran di sekolah ini, hubungannya masih adem ayem kan?"

"Tetep gue gak mau"

"Yaudah kalo gak mau, kiss gue gimana?"

"Apa sih, Yudis!"

"Pilih aja dari kedua itu, lo mau yang mana"

"Gak dua-dua nya"

"Kalo nolak, biar gue yang mulai" Sontak kedua pupil mata Stella membesar.

"Oke! Gue bakal jadi pacar lo selama 1 bulan!" Ucapannya, membuat Yudistira tersenyum senang.

"Eh, tunggu! Bukannya lo udah punya pacar?!"

"Ya gak salah kan punya pacar 2? 1 disana, dan 1 disini" Ucapnya dengan santai, sambil tersenyum kembali.

"Gila lo!"

"Gila demi kesenangan ya gak apa-apa"

"Gila sih ini udah, gue malah masuk ke kandang harimau dengan omongan gue sendiri. Kuat Stella, cuma 1 bulan aja. Gak lebih dan gak kurang" Gumamnya.

"Ayo, sayang kita bersihin ini aula" Ucap Yudistira, menggelitik tubuh Stella seketika.

"Anjir! Stop ya jangan panggil gue sayang!"

"Kan status kita udah pacaran, gimana sih?!"

"Pura-pura kan?!"

"Beneran lah! Oh, jadi lo pengen gue tembak dulu. Biar hubungan kita resmi?"

"Ya, engga gitu juga!"

"Yaudah, gue Yudistira. Hari ini bakal ngungkapin perasaan gue ke lo sekarang. Gue suka sama lo Stell, gue mau lo jadi pacar gue. Gue sayang sama lo, gue cinta sama lo. Gimana? Lo terima gue kan?" Ucapnya sambil memegang kedua tangan Stella, dengan erat.

"Kenapa nih anak kaya beneran suka sama gue sih? Apa cuma perasaan gue aja? Tapi, kenapa jantung gue degdegan banget sekarang. Sadar Stella, ini cuma permainannya aja. Lo cuma harus terima, dan putus kalo hubungan udah sampe 1 bulan" Gumamnya dalam hati.

"Harus banget gini yah! Terlalu resmi kalo begini" Ucap Stella, berusaha melepaskan genggaman Yudistira.

"Tinggal jawab apa susahnya"

"Ya kan, gak usah gini juga cara nya. Seakan-akan omongan lo tadi, dari lubuk hati lo banget loh"

"Ya memang dari lubuk hati gue, Stell. Gue emang beneran suka sama lo"

"Hah?!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!