Kuntilanak Ikut Berteduh

"Kok gitu sih."

" ... "

"Ya, kenapa dadakan? Bunda harus nya bilang dong kalo mau nginep di rumah Nenek tuh. Aku kan bisa ajak Zia ke sini, atau tidur di rumah Zia."

" ... "

"Bun, gak tau ah. Mana aku gak ada motor, gak bisa ke mana mana."

" ... "

"Givan! Givan! Lama lama Givan aku panggil Daddy deh."

Echa menutup panggilan sebelum Bunda mengata kan banyak hal lagi tentang Givan. Dia menyimpan ponsel nya di samping, kemudian melempar tubuh nya ke kasur.

"Bunda, ih!" Echa merajuk kesal, apa lagi saat mendengar suara gemuruh hujan di luar.

Dia tidak suka di tinggal sendirian di rumah, apa lagi semaleman dan saat turun hujan seperti inu. Bukan karena Echa memiliki trauma atau apa. Keadaan ini selalu membuat nya kalut dalam over thinking.

Salah satu konten kreator di Youtube pernah bilang, kala hujan, kuntilanak kuntilanak di tepi jalan biasa nya ikut berteduh di rumah. Echa percaya itu.

"Aish." Echa melihat jam di ponsel nya, sudah menunjuk kan pukul enam dan hujan di luar masih deras. Echa belum mengganti seragam nya yang sedikit basah karena ke hujanan saat berjalan dari gerbang kompleks ke rumah.

Tidak pulang bersama Givan lagi?

Tidak lah. Mana mungkin.

Jika tadi pagi tidak terpepet, Echa juga tidak akan pergi dengan Givan.

Echa memutus kan untuk cepat tidur malam ini, agar malam cepat berlalu tanpa perlu lebih lama merasa takut, dan sekaligus lupa kalau dia sedang sendirian di rumah.

Setelah membersih kan diri dan berganti baju, Echa berhasil naik ke tempat tidur nya, memejam kan mata dan tidur dalam keadaan lampu kamar terang benderang.

Namun, empat jam kemudian, tepat nya pukul sebelas malam, Echa terbangun karena haus dan merasa lapar.

Echa masih mendengar suara hujan yang deras di luar. Dan apa yang di lihat nya? Ke mana lampu kelap kelip di kamar nya?

Tak ada.

Hanya ada gelap.

Echa langsung terbangun dan panik seketika. Suara petir membuat Echa menjerit dan memanggil Bunda nya, lalu itu mengingat kan Echa kalau Bunda tidak ada di rumah.

Tunggu. Jadi, seberapa menakut kan kondisi nya saat ini?

Malam, hujan, sendirian, dan gelap.

Paket double combo ekstra!

"Berapa banyak kuntilanak yang bakal ikut neduh di rumah gue?" Echa histeris.

Otak nya berfikir cepat dan sampai pada ke simpulan. Jika kuntilanak pada masuk ke rumah nya, maka dia yang akan ke luar.

Sambil berteriak teriak di tengah ke gelapan, Echa ke luar dari kamar nya lalu ke luar rumah. Entah apa yang ada dalam pikiran nya saat ini, setelah menutup pintu, begitu melihat pintu rumah Givan di seberang, Echa berlari begitu saja ke sana.

Sampai di rumah Givan dalam keadaan basah, Echa mencet mencet tombol bel nya, berulang kali.

"Ke luar, ke luar, ke luar, gue mohon!"

Gerakan tangan yang memencel bel pintu terhenti begitu melihat pintu terbuka. Sosok Givan berdiri di sana dalam balutan kaos putih, dengan rambut yang beranta kan, wajah mengantuk campur kesal, dan.... membuat Echa tertegun melihat nya, bisa tetap tampan juga ternyata ya, Givan, walau dalam keadaan sekacau itu?

Eh.

"Kenapa lo ribut ribut di sini?"

Pertanyaan Givan menyadar kan Echa, tentang hal hal yang mengeri kan yang ada dalam pikiran nya tadi. Dia menyatu kan tangan nya di depan dahi. "Tolong gue."

Givan berdecak. Tanpa bertanya dulu apa yang bisa di bantu, Givan menggeleng singkat. Dia sudah menyentuh pintu hendak menutup nya kembali saat tiba tiba saja dia mendengar,

DUAR!

Petir menyambar suara nya memekak kan telinga dan kilat nya menyilau kan mata.

Echa yang sedang dalam keadaan takut itu tak berpikir dua kali untuk..... meloncat, memeluk Givan yang ada di depan nya dengan erat.

Dalam kondisi itu, tanpa melihat Givan yang ke bingungan dalam diam, masih sempat sempat nya mulut Echa berkata. "Gue bakal tidur di rumah lo, pokok nya malam ini."

***

Di luar masih hujan, masih.

Petir sialan masih menyambar sesekali.

Listrik masih mati.

Echa duduk di ruang tamu rumah Givan, meringkuk di sofa dan menutup telinga nya sendiri. Sementara Givan duduk di sofa seberang sambil melipat tangan, dan memejam kan mata.

Kepala nya tertunduk, nafas nya teratur, dia tidur? Dengan posisi duduk?

Echa baru tahu kalau Givan tinggal sendiri. Di ketahui dari kata kata nya kemaren, Givan tidak memiliki Ibu? Kemudian Ayah nya. Ketika Echa basa basi bertanya saat masuk tadi, Givan bilang Ayah nya ada di Jakarta, tinggal di sana menjalan kan bisnis keluarga.

Entah ada berapa anggota keluarga Givan dan ke mana saja mereka, yang pasti Givan tinggal sendiri. Kasihan juga, tapi bukan itu masalah nya.

Mau bagai mana Echa sekarang?

Setelah reflek mulut nya yang luar biasa ajaib tadi.

Bilang mau tidur di tempat laki laki yang tinggal sendiri? Gila!

"Gue gak serius sama apa yang gue bilang." kata Echa sambil melihat Givan yang tidak tahu mendengar kan nya atau tidak.

"Bagus," desis Givan. Mata laki laki itu masih terpejam.

Echa menghembus kan nafas nya dengan kasar. Echa merasa jengkel sendiri. Iya, baik, memang bagus. Memang nya harus bilang apa lagi?

Masa Givan harus bilang 'Oh tidak, jangan Echa, tidur saja di sini. Kamu boleh, aku tidak ke beratan'

Menggeli kan dan sangat mustahil terjadi.

"Lo percaya kalau hujan itu, kuntilanak di jalanan suka masuk dan ikut berteduh di rumah?" tanya Echa, berniat menjelas kan alasan dia tadi begitu panik datang ke sini. "Ini lagi hujan----"

Givan membuka mata nya, melihat dengan malas. "Gue percaya," tanggap nya dengan datar.

Bagus lah Givan percaya itu. Jadi cowok itu tidak akan berpikir yang tidak tidak tentang Echa yang tiba tiba datang ke sini. Echa menganggap Givan mengerti, dan baru saja akan mengangguk saat Givan melanjut kan perkataan nya.

"Rumah ini juga baru di masuki sama kuntilanak," tambah nya.

Echa merasa kan bulu kuduk nya meremang seketika. "Serius?" Dia melihat ke sekitar. "Kok lo tau?"

"Gue bisa liat," papar Givan membuat Echa semakin bergidik ngeri, ujung ujung jari nya terasa dingin sekarang. "Lo mau tau kuntilanak nya ada di mana?"

Echa takut, tapi juga penasaran. Memang definisi karakter tidak pintar di film film horor. Dia mengangguk. "Di mana?" tanya nya, dengan jantung yang berdegup keras. Sambil menunggu jawaban, Echa menduga duga apa Givan ini anak indigo.

...Bersambung.... ...

Terpopuler

Comments

Aina Aina

Aina Aina

Lo Kunti nya Echa🤣

2022-12-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bola Futsal
2 Tour Guide
3 Di Hukum
4 'OMG! First Kiss gue!
5 Cium Bel Pintu
6 Emang Aku Barang
7 Kuncir Rambut Angga 56
8 Kuntilanak Ikut Berteduh
9 Siluman Monyet
10 Kuntilanak Gak Tau Diri
11 Kepala Gue Ada Resletingnya Gak
12 Gue Sundul Lo Sampe Akhirat
13 Kumis Sama Jambangnya Keliatan
14 Bukan Anak Kandung
15 Bayar Dua Ribu Lebih Mahal
16 Patah Hati Bukan Patah Tulang
17 Udah Sultan Lo?
18 Bukit Bintang
19 Penghibur bin Buaya
20 Ketek Ayam
21 Out Of Topic
22 Konferensi PERS
23 Sampai Zimbabwe Saja
24 Ada Setannya di UKS
25 Mana CPU?
26 Jigong Naga
27 Itu Simba
28 Dia Sebenci Itu, Kan?
29 Lihatin Lo ... Napas
30 Pembasmi Kutu
31 Awan Pipis
32 Sembur Angga
33 Lantaran Kancing Seragam
34 Dilempar Bunga Mau Gak?
35 Dedemit
36 Minuman Kaleng Doraemon
37 Mamam Wajah Ganteng Ayank
38 Mamam Wajah Ganteng Ayank
39 Aku Mau Jadi Pensil
40 Kokoroyok
41 Hirup Aroma Ketek Angga
42 Tadi Gue di Gigit
43 Fight 8 Fun
44 KUA
45 Jadi Givan? Omo!
46 Think-Think Hard
47 Di Kutuk Gak Sih?
48 Oca Awas Ada Zebra!
49 Jedag-Jedug
50 Ada CCTV
51 Kisseu, Kisseu, Popohe
52 Apa Givan ... Alien?
53 Gemoy Cekuli
54 Ada Asap! Ada Asap!
55 DEG! DEG! DEG!
56 ZOMBIE-ZOMBIEAN
57 Tapi Lo Lucu
58 Planet Hoka-Hoka
59 Halo. Halo. Halo
60 Mau Ke Racunan
61 Gak di Racun, Kan?
62 Takutnya Kaki Aku Copot
63 Cium Dulu, Gak?
64 Mm?
65 Gak Kesurupan, Kan?
66 Yeyegombel
67 Kuntilanak Jalan-Jalan?
68 Amplop Jackpot
69 Lo Tau Gak?
70 Jangan Gila!
71 Masih Lama!
72 Kiri? Maksudnya Angkot?
73 Gak Ada Gajah di Atas Gue!
74 Sales Chunky Bar
75 Ngereog Lo?
76 Berjiwa Koin Gope
77 Martabak Kerikil?
78 Roti, Roti, Roti.
79 Touching-Touching
80 'Si Kampret'
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bola Futsal
2
Tour Guide
3
Di Hukum
4
'OMG! First Kiss gue!
5
Cium Bel Pintu
6
Emang Aku Barang
7
Kuncir Rambut Angga 56
8
Kuntilanak Ikut Berteduh
9
Siluman Monyet
10
Kuntilanak Gak Tau Diri
11
Kepala Gue Ada Resletingnya Gak
12
Gue Sundul Lo Sampe Akhirat
13
Kumis Sama Jambangnya Keliatan
14
Bukan Anak Kandung
15
Bayar Dua Ribu Lebih Mahal
16
Patah Hati Bukan Patah Tulang
17
Udah Sultan Lo?
18
Bukit Bintang
19
Penghibur bin Buaya
20
Ketek Ayam
21
Out Of Topic
22
Konferensi PERS
23
Sampai Zimbabwe Saja
24
Ada Setannya di UKS
25
Mana CPU?
26
Jigong Naga
27
Itu Simba
28
Dia Sebenci Itu, Kan?
29
Lihatin Lo ... Napas
30
Pembasmi Kutu
31
Awan Pipis
32
Sembur Angga
33
Lantaran Kancing Seragam
34
Dilempar Bunga Mau Gak?
35
Dedemit
36
Minuman Kaleng Doraemon
37
Mamam Wajah Ganteng Ayank
38
Mamam Wajah Ganteng Ayank
39
Aku Mau Jadi Pensil
40
Kokoroyok
41
Hirup Aroma Ketek Angga
42
Tadi Gue di Gigit
43
Fight 8 Fun
44
KUA
45
Jadi Givan? Omo!
46
Think-Think Hard
47
Di Kutuk Gak Sih?
48
Oca Awas Ada Zebra!
49
Jedag-Jedug
50
Ada CCTV
51
Kisseu, Kisseu, Popohe
52
Apa Givan ... Alien?
53
Gemoy Cekuli
54
Ada Asap! Ada Asap!
55
DEG! DEG! DEG!
56
ZOMBIE-ZOMBIEAN
57
Tapi Lo Lucu
58
Planet Hoka-Hoka
59
Halo. Halo. Halo
60
Mau Ke Racunan
61
Gak di Racun, Kan?
62
Takutnya Kaki Aku Copot
63
Cium Dulu, Gak?
64
Mm?
65
Gak Kesurupan, Kan?
66
Yeyegombel
67
Kuntilanak Jalan-Jalan?
68
Amplop Jackpot
69
Lo Tau Gak?
70
Jangan Gila!
71
Masih Lama!
72
Kiri? Maksudnya Angkot?
73
Gak Ada Gajah di Atas Gue!
74
Sales Chunky Bar
75
Ngereog Lo?
76
Berjiwa Koin Gope
77
Martabak Kerikil?
78
Roti, Roti, Roti.
79
Touching-Touching
80
'Si Kampret'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!