“Terima kasih kak” ucapku kepada mas - mas yang mengantar mangkok baksonya
“Silahkan sayang” aku menggeserkan mangkok ke depan Andi
“Makasih sayang” Andi mengambil sambal lalu membumbui baksonya
Aku juga mengambil sambal, kecap dan saos untuk membumbui baksonya.
“Jangan banyak - banyak sambalnya sayang, nanti kamu sakit perut” Andi memperhatikan aku membumbui kuah baksonya.
“Iya, santai saja abang, ini gak pedas kok” aku mencicipi kuahnya. “Nah kan gak pedas sama sekali” aku mengambil beberapa sendok sambal lagi
“Gak dengar ya, bandel sekali kamu”
Aku tidak menghiraukan Andi karena bagiku kalau menikmati bakso itu mesti kuahnya harus pedas mantap.
Dua puluh menit kemudian Andi telah menghabiskan makanannya. “Sayang makasih ya hubungan kita sudah sampai di sini, adek sudah mau menerima abang dengan segala kekurangan abang”
Suasana itu mendadak romantis Andi mengutarakan isi hatinya dan perasaannya setelah sejauh itu hubungannya denganku.
“Kok abang ngomong gitu, seharusnya adek yang sangat berterima kasih kepada abang karena abang sudah memilih adek menjadi calon istri abang” aku meletakkan sendok setelah menyeruput kuah bakso, aku melihat kearah Andi yang duduk bersebelahan denganku “adek bukan wanita yang sempurna, adek bahkan gak sebaik wanita lain tapi abang sudah menerima keadaan adek”
“Abang bukan orang yang pemilih kalau wanita itu sudah memikat hati abang, abang akan selalu setia bersama wanita itu”
“Bang adek gak butuh janji, sudah ribuan janji yang adek dengar dari mulut laki - laki”
“Abang gak janji doang abang akan buktikan semuanya” Andi langsung menyeka omonganku
“Adek harap begitu bang”
“Bukankah cincin di jari manis adek itu salah satu bukti keseriusan abang” Andi menunjukkan cincin di jariku.
“Iya abang seperti itulah yang menjadi harapan adek”
“Semoga urusan kita lancar ya sayang kita segera menikah”
“Aaamiin sayang”
“Sayang nanti pas kita nikah kamu mau dimakeupin dimana” Andi mulai membicarakan hal yang lain
“Eum dimana ya bang, kemaren - kemaren adek sukanya dimakeupin di Rins make up”
“Dimana itu sayang” Andi menatapku
“Di jalan Pondok indah itu loh sayang” aku menjelaskan jalannya “oh ini ada IG nya coba abang lihat” aku menunjukkan hasil make up Rins make up yang ada di sosmednya
Andi mengambil handphoneku
“Gimana, abang suka”
Setelah melihatnya Andi mengganggukkan kepalanya “Bagus sayang, gak terlalu menor make up nya simple gitu”
“Iya kan sayang” aku mengiyakan omongan Andi dan melihat sosmed Rins make up
“Kemaren waktu nikahan kak Anti bagus juga dimake up nya abang suka”
“Ada fotonya abang” aku meminta foto weddingnya kak Anti untuk melihat riasan make up nya
“Ada tuh di handphone” jawab Andi singkat yang masih memperhatikan make up dari Rins make up
Aku mengambil handphonenya Andi yang terletak di atas meja kemudian membuka isi gallerynya
“Ada sayang” Andi melirikku yang masih mengscroll isi gallery
“Belum ini, kebanyakan foto abang” gerutukku
Andi tertawa mendengar jawaban dariku
“Narsis” ledekku
“Biarin kan handphone baru jadi wajib narsis lah, adek gimana suka pakai handphonenya” Andi menanyakan perihal handphone yang telah dibelinya di hari pertunangan.
“Suka bangetlah, makasih ya sayangku” aku mencubit pipi cubby nya dengan sedikit keras”
“Aw” Andi meringis kesakitan “Makasih saja ni” Menganggkat sebelah alisnya sambil tersenyum
“Terus”
“Ciumlah”
“ Genit ya kamu sekarang” aku memukul lengannya Andi lalu menggelitik pinggangnya
Andi tertawa terbahak - bahak
“Ah sudah ah pulang yuk sayang”
“Sebentar abang bayar dulu” Andi bangun dari duduknya lalu pergi ke kasir. Setelah membayarnya Andi kembali “sayang yuk”
“Iya sayang” aku mengambil tas dan memegang dua handphone di tanganku lalu berjalan di samping Andi.
Seminggu kemudian
Via chattingan
Sayang ketemuan yuk, kangen nih
Aku yang lagi mengajar mendengar notifikasi chat lalu membukanya. Aku melihat isi chatnya yang membuatku jadi salah tingkah.
Via chattingan
Aku
Boleh sayang nanti sore ya
Andi
Iya sayang, nanti sore abang jemput seperti biasa ya
Aku
Oke sayang, adek lagi ngajar
Andi
Iya saya maaf sudah ganggu ya bohate
(Bohate itu \= buah hati / kekasih)
Bel istirahat berbunyi
“Baiklah anak - anak PR nya jangan lupa dikerjakan ya sekarang kalian boleh keluar” seruku
Semua siswa - siswi berhamburan keluar untuk membeli jajan.
Aku berjalan ke kantor.
“Eh ibu Kanza” sapa pak Aman
“Iya pak Aman, gimana pak Aman”
“Baru keluar kelas ya buk”
“Iya pak” aku mengambil kursi lalu bergabung dengan guru - guru lain.
“Guys aku ada bawa buah pepaya ni” seru bu Fizza yang datang dari kantor utama dengan menenteng buah pepaya.
“Aku ambil bumbu rujaknya dulu” jawab bu Nina yang berdiri lalu masuk ke dalam kantor
“Yee ngerujak lagi kita sudah lama gak ngerujak” teriakku pelan
“Sini saya kupas” seru bu Fitri yang mengambil pisau lalu mengupas buah pepaya mangkal
“Aku buat video ya” seru pak Mus yang mengvideokan bu Fitri yang mengupas pepaya kemudian menyoroti kami yang berbincang - bincang.
“Oke silahkan” seru bu Fitri setelah selesai mengupas dan memotong - motong pepayanya
“Pak Mus kirimin dong videonya”
“Sebentar saya edit dulu” setelah mengeditnya pak Mus mengirimkan video hasil editannya
“Wah bagus banget pak” seru ku “upload dulu lah nanti kalian repost ya” aku mengupload di IG
“Oke buk Kanza”
“Oke buk Kanza”
Kami semua menikmati rujak buah pepaya sampai habis.
Bel setelah istirahat berbunyi krriiiiiiing
“Yang ada jam yang ada jam” seru pak Said seperti biasa dengan nada bercandanya “amanah bapak kepala sekolah tadi yang ada jam sudah bisa masuk”
“Biasa pak kami parte jam terakhir” jawabku “bapak sendiri gak ada jam” tanyaku balik
“Ada, ini mau masuk”
“Bagus pak Said silahkan masuk kelas pak Said” jawab bu Fizza
Tak terasa bel jam pulang pun berbunyi semua siswa - siswi keluar kelas untuk pulang ke rumah begitu juga dengan guru - guru yang melakukan fingerprint sebagai absen sebelum pulang.
“Sudah fingerprint bu” tanyaku kepada buk Siska yang juga baru keluar kelas.
“Belum, yuk bareng” ajak bu Siska
“Iya mari bu” aku dan bu Siska berjalan ke kantor utama untuk fingerprint, setelah itu pulang ke rumah masing - masing.
Sore harinya aku telah bersiap - siap dengan kemeja berwarna hitam dan jeans berwarna hitam serta hijab berwarna coksu.
Skkkkkkrttt skkrttttt getar handphoneku
Via telpon
Aku
Assalamualaikum
Andi
Waalaikumussalam sayang abang di depan sama Ayah kamu keluar terus ya
Aku berjalan ke pintu lalu menemui Andi yang duduk bareng Ayah mereka terlihat sangat akrab mengobrol
“Bang ayuk” ajakku menghentikan pembicaraan mereka
“Iya” Andi berdiri dan merapikan baju dinasnya “pinjam Kanzanya bentar ya yah” mencium tangan Ayah
Aku tersenyum salting “pergi ya yah ma” melihat mama yang baru keluar rumah.
Aku dan Andi berjalan ke pagar lalu masuk ke dalam mobil. Andi menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankannya
“Sayang kita langsung jalan - jalan apa abang pulang dulu mandi sebentar mandi”
“Terserah sama abang” jawabku singkat
“Abang pulang dulu ya lecek kali sudah abang ini”
“Iya bau juga” aku mendekati Andi, mengendus bau Andi dan menutup hidung.
“Ish gak ya, masih wangi ni abang” mengangkat tangannya mencium keteknya
“PD banget bapak padahal sudah bau kambing”
“Terus ibu kenapa mau sama kambing”
“Iya habis kambingnya ganteng”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Re Studio
makasih up nya😍
2022-12-16
1