Bab 7

Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah begitu juga Andi yang pergi ke kantornya.

Handphone ku berdering

Via telpon

Aku

Assalamualaikum

Yang menelpon

Waalaikumsalam, adek ni kak Anti

Aku

Oh kak Anti, kenapa kak

Anti

Dek besok pergi sama kakak mau

Aku

Kemana kak

Anti

Jadi di Banda ada temannya kakak yang resepsi, jadi kakak ajak adek buat temanin kakak nanti setelah acaranya adek bebas mau kemana saja

Aku

Eum boleh kak

Anti

Makasih sayang, besok pagi - pagi kakak jemput ya sayang

Aku

Oke kak

Anti adalah calon kakak iparku. Dia bernama asli Susanti Adriansyah, kakak satu - satunya yang dimiliki Andi. Aku mengirimkan pesan ke Andi

Aku

Sayang

Setengah jam kemudian Andi membalaskan pesanku

Andi

Iya sayang

Aku

Kak Anti tadi ngajak adek ke resepsi temannya.

Andi

Pergilah sayang

Aku

Tapi adek malu

Andi

Duh sama kakak sendiri pun malu, pergi itu terus awas saja kalau sampai kak Anti ngadu ke abang kamu malu - malu besok

Aku

Iya

Andi

Jangan iya saja, kak Anti asik kok orangnya.

Aku

Iya sayang iya, yasudah adek mau pulang dulu ya sudah selesai ini ngajarnya.

Andi

Oke hati - hati sayang pulangnya, jalannya ke kiri terus ya

Aku

Apa sih abang ini, bercanda saja

Andi

Hidup kadang butuh bercanda sayang selow bek panik

( bek panik adalah jangan panik)

Aku pulang dari sekolah, kemudian memasak.

“Aku telpon bang Andi dulu lah” aku mengambil handphoneku di kamar kemudian mencari kontak bang Andi.

Via telpon

Aku

Assalamualaikum, abang dimana

Andi

Waalaikumsalam, abang di kantor ni, kenapa sayang

Aku

Siang ini adek anterin abang makan siang ya

Andi

Eh gak usah, nanti ngerepotin adek

Aku

Makanan sudah siap ini, tinggal diantar saja

Andi

Baiklah kalau begitu ibu negara, abang tunggu ya

Aku

Adek jalan sekarang ya

Aku pun berangkat ke kantornya Andi yang berada 5 km dari rumahku.

Tak berapa lama aku sampai di kantornya

“Pak, pak Andi dimana” tanyaku kepada salah satu tentara yang duduk di luar kantor

“Oh sebentar ya saya panggilkan” bapak itu berjalan ke dalam kantor untuk memanggilkan Andi

“Sayang” Andi keluar dari kantornya

“Ini makanannya bang” aku memberikan sekotak makanan “adek pulang terus ya”

“Kenapa buru - buru” tanya Andi

“Biar abang makan terus” jawabku

“Makasih ya sayang, oh iya besok hati - hati ya perginya”

“Iya yasudah adek pulang ya” aku keluar dari kantornya menuju ke motor lalu mengendarainya

“Ya… pak Andi diantar bekal ini sama ibu negara” goda pak Agus

Andi tersenyum salting.

Andi membuka kotak nasinya lalu menghabiskan makanannya dengan sangat menikmati

“Bisa - bisa gendut nih kalau makan masakan ibu negara setiap hari” ucap Andi seraya memasukkan nasi ke mulutnya.

Andi mengambil handphonenya lalu mengirimkan pesan kepada ku.

Via chattingan

Andi

Sayang terima kasih atas makanannya ya

Aku membuka handphone kemudian membaca pesannya

Via chattingan

Aku

Iya sama - sama abang.

Keesokan harinya Anti menjemputku ke rumah.

Via telpon

Anti

Assalamualaikum dek

Aku

Waalaikumsalam kak

Anti

Kakak di depan ni, adek keluar terus ya

Aku

Iya kak

Aku menutup panggilannya, lalu berpamitan kepada mama “ma kakak pergi ya” mencium tangan mama

“Iya sayang hati - hati ya” jawab mama

Aku keluar menemui kak Anti

“Kak” membuka pintu mobil, masuk ke dalamnya

“Udah kan dek, kita berangkat ya” Anti mengendarai mobilnya.

Aku mengambil handphone lalu menghubungi Andi

Via telpon

Aku

Assalamualaikum

Andi

Waalaikumsalam adek sudah berangkat

Aku

Udah bang, ini mau pamitan sama abang

Andi

Iya hati - hati ya sayang awas tu jangan malu - malu sama kak Anti

Aku

Iya

Andi

Bilangin sama kak Anti jangan ngebut - ngebut

Aku

Abang Bilang saja sendiri

Andi

Yawdah adek kasih telponnya

Aku memberikan handphonenya ke kak Anti

“Kak bang Andi mau ngomong”

Anti mengambil handphonenya

Anti

Apa dek

Andi

Hati - hati ya kak nyetirnya jangan ngebut - ngebut ada bidadarinya Andi disitu

Anti

Iya tenang - tenang pasti kakak jagain kok kamu tenang saja ya

Andi

Haha iya - iya kakak kasih lagi handphonenya ke Kanza

Anti

Jadi cuma bilang itu doang

Andi

Iyalah

Anti

Nyebelin banget sih jadi adik, kakaknya gak dipeduliin

Andi

Kakak kan punya suami, telponlah mas mu itu

Anti

Awas saja kamu

Andi

Hahah iya kakak ku sayang yang paling cantik tapi lebih cantikan kanza sih hati - hati ya nyetirnya

Anti

Iya adek ku sayang

Anti mengembalikan handphone kepadaku “ni dek”

Aku

Hallo abang

Andi

Iya sayang

Aku

Abang dimana

Andi

Abang di kantor biasa

Aku

Oke

Aku mengakhiri panggilannya.

Perjalanan itu dilanjutkan. Anti menyetir mobilnya dengan sangat tenang.

“Dek kakak puterin lagu ya” Anti menyetel radio yang ada di mobilnya “bosan gak ada musik”

“Boleh - boleh kak” angguk ku

Aku mengambil ponsel ku lalu membuat story dengan caption ‘seharian bareng kakak ipar check’ tulisku di akun sosmed.

Anti memutarkan musik dari boyband BTS asal korea.

“Kakak suka korea” tanyaku ketika mendengar lagunya BTS

“Suka banget kakak, ini lagu favorit kakak” Anti memutarkan lagu Spring Day dari BTS

“Jadi kakak suka sama BTS” aku kegirangan mendengar pengakuan kak Anti

“Iya” jawab Anti

“Iii adek juga suka banget sama BTS, berarti kakak Army lah ya, sejak kapan kak jadi Army” tanyaku yang semakin kepo

“Eum kalau gak salah sejak 2015, kalau adek” tanya Anti balik

“Adek baru tahun 2019 sih kak”

“Dulu fandom apa adek”

“Gak ada kak, adek dulu kurang suka sama korea, tapi sedikit sukanya sama superjunior pas mereka lagi naik daun tu, cuma sekedar suka sih sama lagu - lagu mereka, gak ngikutin banget”

“Iya - iya kakak juga dulu suka banget tu sama superjunior apalagi sama siwon”

“Kalau adek sukanya sama lee teuk sih kak tapi gak tau orangnya yang mana, soalnya mukanya sama semua di mata adek cuma yang agak beda siwon sama shindong”

“Iya itu karena adek taunya sama mereka makanya muka mereka gak mirip lagi sama yang lain”

“Iya tuh kak, kaya member BTS pertama adek lihat juga kek gitu muka mereka hampir mirip apalagi kan potongan rambut mereka hampir sama semua, tapi sekarang nampak hidungnya pun udah bisa ketebak itu siapa”

“Iya itu lah adek tak kenal maka tak sayang”

“Oh iya kakak dulu suka lagunya suju (nama singkatan superjunior) yang mana kak” tanya ku lagi

“Rata - rata kakak suka semua sih, apa tuh judul lagu yang pertama mereka”

“Mr. Simple kak”

“Iya itu, kakak suka banget”

“Lagu ini lagi kak no other, bonamana, sorry sorry”

“Hafal ya dek”

“Iya dong kak” aku tertawa kecil mendengar godaan kak Anti

“Banyak sih boyband korea dulu, ada shinee”

“Iya kak shinee, adek ini paling suka lagi sama 2 NEI 1”

“Aa iya - iya lagunya Im the best kan” jawab Anti heboh serasa bertemu teman yang benar - benar akrab dengannya “ini lagi dek oppa gangnam style” memperagakan dancenya dengan sebelah tangannya

Aku tertawa dengan tingkahnya kak Anti. Aku pikir aku bakalan canggung dengan calon kakak iparku ini, ternyata ekspektasiku salah dia orang yang sangat asik, bisa dibilang hampir sefrekuensilah, batinku yang memandang kak Anti yang masih asik memperagakan dance oppa gangnam style sambil bernyanyi keras.

“Ah capek dek” berhenti bernyanyi

“Kakak minum dulu ni” aku mengambil botol minum di depannya lalu membukakannya

“Makasih dek” mengambil lalu meminum airnya

“Kakak semenjak 2015 itu udah suka banget sama BTS, kakak punya tu lightstick mereka, album”

“Oh ya kak, kalau adek mah army modal kuota saja”

“Kan gak apa dek, yang penting kan kita mendukung mereka dan sayang sama mereka”

“Bias kakak siapa” bias adalah member dari grup kpop yang paling terfavorit

“Siapa lagi kalau bukan si maknae kesayangan para hyung”

“Jekey” jekey adalah panggilan untuk jeon jungkook member BTS yang paling muda

“Yups, kalau adek”

“Adek suka banget sama suga” suga adalah nama panggung untuk Min Yoongi lead Rapper BTS

“Si rapper gemoy”

“Kakak kenapa sukanya sama jekey”

“Biasalah kakak suka sama kelakuan dia yang misalnya ni kalau mereka main game dia berusaha banget tu biar bisa menang, apalagi kalau dibilang sama hyungnya kayaknya jungkook gak bisa ini di permainan ini, terus dia pasti berusaha untuk membuktikan sama hyungnya kalau dia bisa, terus kakak suka sama mukanya yang baby face banget badannya kekar penuh otot tapi mukanya bayi banget apalagi gigi kelincinya dia itu”

“Iya tuh kak, dia lahir 1997 kak sama kaya adek”

“Oh ya dek”

“Iya kak, bulannya juga sama september”

“Beneran dek” Anti serasa tak percaya dengan omonganku

“Tanggalnya cuma beda 23 hari sama adek”

“Sekarang adek ini, kenapa suka sama yoongi” Anti menanya ku balik

“Adek jatuh cinta sama perjuangan dia kak, karena untuk sukses seperti dia sekarang itu gak mudah seperti kata dia sekarang kalo orang tanya gimana cara masuk ke bighit terus dia jawab oh itu mudah aku hanya perlu membuka pintu, padahal kan kak bukan gitu konsepnya”

“Iya dek kakak pernah dengar cerita itu padahal sedih sekali perjuangan dia dari yang orang tua nya gak setuju, terus dia cari kerjaan paruh waktu sampai dia menjadi korban tabrak lari kan”

“iya kak sedih kan dia gak bisa cerita sakitnya dia, itulah makanya adek kagum sama dia perjuangan dia untuk bisa sukses kaya sekarang bukan satu hal yang mudah”

“iya dek kakak juga kagum sama jungkook dia rela buang masa remaja dia buat sukses buat ngebanggain orang tuanya padahal umur segitu kan dia masih bermain dengan teman sekolahnya, masih waktunya main - mainlah”

“ iya kak dia kan sampai tunda masuk SMA “ tambahku

“haa kok jadi baper ya kita” suasana di dalam mobil mendadak haru biru

“hahaha sudahlah kak mari kita dengar lagunya lagi”

Anti menyetel lagu BTS lagi, aku dan Anti bernyanyi bersama.

Dua jam kemudian kami telah sampai di gedung resepsinya

“Yuk dek” Anti memarkinkan mobilnya, lalu mengambil tas dan turun dari mobil

Aku juga mengambil tas dan turun dari mobil

Kami berjalan ke pintu gedung, Anti bertemu dengan sahabatnya

“Duh yang makin cantik saja” ucap Rita sahabatnya Anti semasa kuliah

“Amiin terima kasih” Anti bersalaman dan bercipika cipiki dengannya Rita, Susan dan Amel

“Gimana si baby mana” tanya Susan

“Gak ikut, takut rewel nanti di jalan kasian kan” jawab Anti “oh ya kenalin ini calon adik ipt aku” merangkul tanganku

“Calonnya Andi”

“Iya kak” aku bersalaman dengan Rita, Amel dan susan

“Duh yang sebentar lagi punya adek cewek, nanti jangan lupa undangannya buat kami ya pengen banget ke sana kan guys”

“Memangnya harus ada acara dulu baru ke sana, kapan pun boleh kali”

“Makan - makan dulu yu”

Aku, Anti, Rita , Amel dan Susan mengambil makanan yang ada di meja prasamanan lalu duduk di salah satu meja tamu yang telah di sediakan.

“Setelah ini kita foto dulu sama kia ya” usul Amel yang berhenti mengunyah makanannya

“Boleh dong” jawab Anti cepat

Setelah makan kami naik ke atas panggung pelaminan dan berfoto bersama

“Selamat ya sayang” ucap Anti kepada pengantinnya

Setengah jam kemudian aku dan kak Anti berpamitan

“Hati - hati di jalan ya”

Kami berjalan ke parkiran

“Dek kita ke pantai ya healing dulu”

“Iya dong kak”

Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer akhirnya kami sampai di pantai. Anti memarkirkan mobilnya

Aku dan Anti berjalan di atas pasir

“Kita foto di sana yu kak” ajak ku yang menggandeng tangannya Anti

Ketika sedang memotret kak Anti

“Hai Kanza” seseorang memanggilku

“Ami” aku melihat orang yang berada di sampingku “ya ampun” aku memeluknya

“Gimana kabar kamu sehat”

“Sehat, kamu”

“Seperti yang kamu lihat”

Ami adalah sapaan dari Rahmi yang merupakan sahabatku semasa kuliah

“Sudah nikah ya, kok gak undang - undang sih” tanya Ami

“Belum, tapi segera inshaallah” Kak Anti berjalan mendekatiku yang masih mengobrol dengan Ami “ oh ya kenalin ini kakak aku”

“Ami kak” Mengulurkan tangannya

“Hai Anti” bersalaman dengannya

“Yaudah aku pulang dulu ya” ucap Ami yang berpamitan pergi

“Kok cepat sekali”

“Iya sudah dari pagi kamu di sini, tadi ada acara bakar - bakar”

“Oh oke deh, hati - hati ya pulangnya”

“Oke daah” Ami berjalan mengikuti rombongannya

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53 : Pak Said suka sama aku??
54 Bab 54 : Pelukan dari Andi
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 : Inna li llahi wa inna ilayhi rajiun
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62 : Ternyata Pak Said Menyukai ku
63 Bab 63 : Aku Rindu
64 Bab 64 : Kasus di Parkiran
65 Bab 65
66 Bab 66 : Panggilan itu
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Andi vs Anti
75 Bab 75 : Tatapan dokter Elita
76 Bab 76
77 Bab 77 : Andi Keluar dari Rumah Sakit
78 Bab 78 : Haruskah Hatiku Terluka
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82 : Apa yang Andi bicarakan??
83 Bab 83
84 Bab 84 : Andi Bakalan Pergi??
85 Bab 85 : Bersamamu
86 Bab 86
87 Bab 87 : Dokter Elita???
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90 : Siswa Kelas VIII d
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95 : Kanza Kecelakaan
96 Bab 96 : Kondisi Kanza
97 Bab 97
98 Bab 98 : Kanza Sadar
99 Bab 99 : Kasih sayangnya Andi
100 Bab 100 : Andi dan Dokter Elita
101 Bab 101 : Marahan
102 Bab 102
103 Bab 103 : Mawar Merah Bukti Cinta
104 Bab 104 : Fansnya Andi
105 Bab 105 : Andi Mencintai Wanita Lain
106 Bab 106 : Bakso
107 Bab 107 : Liburan
108 Bab 108 : Hari Pertama Liburan
109 Bab 109 : Pantai
110 Bab 110 : Andi Pergi
111 Bab 111 : Penantianku
112 Bab 112
113 Bab 113 : Ini Beneran Andi?
114 Bab 114
115 Bab 115 : Mengurus Pernikahan bagian 1
116 Bab 116 : Mengurus Pernikahan bagian 2
117 Bab 117 : Andi dan Kanza Bersatu
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53 : Pak Said suka sama aku??
54
Bab 54 : Pelukan dari Andi
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 : Inna li llahi wa inna ilayhi rajiun
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62 : Ternyata Pak Said Menyukai ku
63
Bab 63 : Aku Rindu
64
Bab 64 : Kasus di Parkiran
65
Bab 65
66
Bab 66 : Panggilan itu
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Andi vs Anti
75
Bab 75 : Tatapan dokter Elita
76
Bab 76
77
Bab 77 : Andi Keluar dari Rumah Sakit
78
Bab 78 : Haruskah Hatiku Terluka
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82 : Apa yang Andi bicarakan??
83
Bab 83
84
Bab 84 : Andi Bakalan Pergi??
85
Bab 85 : Bersamamu
86
Bab 86
87
Bab 87 : Dokter Elita???
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90 : Siswa Kelas VIII d
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95 : Kanza Kecelakaan
96
Bab 96 : Kondisi Kanza
97
Bab 97
98
Bab 98 : Kanza Sadar
99
Bab 99 : Kasih sayangnya Andi
100
Bab 100 : Andi dan Dokter Elita
101
Bab 101 : Marahan
102
Bab 102
103
Bab 103 : Mawar Merah Bukti Cinta
104
Bab 104 : Fansnya Andi
105
Bab 105 : Andi Mencintai Wanita Lain
106
Bab 106 : Bakso
107
Bab 107 : Liburan
108
Bab 108 : Hari Pertama Liburan
109
Bab 109 : Pantai
110
Bab 110 : Andi Pergi
111
Bab 111 : Penantianku
112
Bab 112
113
Bab 113 : Ini Beneran Andi?
114
Bab 114
115
Bab 115 : Mengurus Pernikahan bagian 1
116
Bab 116 : Mengurus Pernikahan bagian 2
117
Bab 117 : Andi dan Kanza Bersatu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!