Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah begitu juga Andi yang pergi ke kantornya.
Handphone ku berdering
Via telpon
Aku
Assalamualaikum
Yang menelpon
Waalaikumsalam, adek ni kak Anti
Aku
Oh kak Anti, kenapa kak
Anti
Dek besok pergi sama kakak mau
Aku
Kemana kak
Anti
Jadi di Banda ada temannya kakak yang resepsi, jadi kakak ajak adek buat temanin kakak nanti setelah acaranya adek bebas mau kemana saja
Aku
Eum boleh kak
Anti
Makasih sayang, besok pagi - pagi kakak jemput ya sayang
Aku
Oke kak
Anti adalah calon kakak iparku. Dia bernama asli Susanti Adriansyah, kakak satu - satunya yang dimiliki Andi. Aku mengirimkan pesan ke Andi
Aku
Sayang
Setengah jam kemudian Andi membalaskan pesanku
Andi
Iya sayang
Aku
Kak Anti tadi ngajak adek ke resepsi temannya.
Andi
Pergilah sayang
Aku
Tapi adek malu
Andi
Duh sama kakak sendiri pun malu, pergi itu terus awas saja kalau sampai kak Anti ngadu ke abang kamu malu - malu besok
Aku
Iya
Andi
Jangan iya saja, kak Anti asik kok orangnya.
Aku
Iya sayang iya, yasudah adek mau pulang dulu ya sudah selesai ini ngajarnya.
Andi
Oke hati - hati sayang pulangnya, jalannya ke kiri terus ya
Aku
Apa sih abang ini, bercanda saja
Andi
Hidup kadang butuh bercanda sayang selow bek panik
( bek panik adalah jangan panik)
Aku pulang dari sekolah, kemudian memasak.
“Aku telpon bang Andi dulu lah” aku mengambil handphoneku di kamar kemudian mencari kontak bang Andi.
Via telpon
Aku
Assalamualaikum, abang dimana
Andi
Waalaikumsalam, abang di kantor ni, kenapa sayang
Aku
Siang ini adek anterin abang makan siang ya
Andi
Eh gak usah, nanti ngerepotin adek
Aku
Makanan sudah siap ini, tinggal diantar saja
Andi
Baiklah kalau begitu ibu negara, abang tunggu ya
Aku
Adek jalan sekarang ya
Aku pun berangkat ke kantornya Andi yang berada 5 km dari rumahku.
Tak berapa lama aku sampai di kantornya
“Pak, pak Andi dimana” tanyaku kepada salah satu tentara yang duduk di luar kantor
“Oh sebentar ya saya panggilkan” bapak itu berjalan ke dalam kantor untuk memanggilkan Andi
“Sayang” Andi keluar dari kantornya
“Ini makanannya bang” aku memberikan sekotak makanan “adek pulang terus ya”
“Kenapa buru - buru” tanya Andi
“Biar abang makan terus” jawabku
“Makasih ya sayang, oh iya besok hati - hati ya perginya”
“Iya yasudah adek pulang ya” aku keluar dari kantornya menuju ke motor lalu mengendarainya
“Ya… pak Andi diantar bekal ini sama ibu negara” goda pak Agus
Andi tersenyum salting.
Andi membuka kotak nasinya lalu menghabiskan makanannya dengan sangat menikmati
“Bisa - bisa gendut nih kalau makan masakan ibu negara setiap hari” ucap Andi seraya memasukkan nasi ke mulutnya.
Andi mengambil handphonenya lalu mengirimkan pesan kepada ku.
Via chattingan
Andi
Sayang terima kasih atas makanannya ya
Aku membuka handphone kemudian membaca pesannya
Via chattingan
Aku
Iya sama - sama abang.
Keesokan harinya Anti menjemputku ke rumah.
Via telpon
Anti
Assalamualaikum dek
Aku
Waalaikumsalam kak
Anti
Kakak di depan ni, adek keluar terus ya
Aku
Iya kak
Aku menutup panggilannya, lalu berpamitan kepada mama “ma kakak pergi ya” mencium tangan mama
“Iya sayang hati - hati ya” jawab mama
Aku keluar menemui kak Anti
“Kak” membuka pintu mobil, masuk ke dalamnya
“Udah kan dek, kita berangkat ya” Anti mengendarai mobilnya.
Aku mengambil handphone lalu menghubungi Andi
Via telpon
Aku
Assalamualaikum
Andi
Waalaikumsalam adek sudah berangkat
Aku
Udah bang, ini mau pamitan sama abang
Andi
Iya hati - hati ya sayang awas tu jangan malu - malu sama kak Anti
Aku
Iya
Andi
Bilangin sama kak Anti jangan ngebut - ngebut
Aku
Abang Bilang saja sendiri
Andi
Yawdah adek kasih telponnya
Aku memberikan handphonenya ke kak Anti
“Kak bang Andi mau ngomong”
Anti mengambil handphonenya
Anti
Apa dek
Andi
Hati - hati ya kak nyetirnya jangan ngebut - ngebut ada bidadarinya Andi disitu
Anti
Iya tenang - tenang pasti kakak jagain kok kamu tenang saja ya
Andi
Haha iya - iya kakak kasih lagi handphonenya ke Kanza
Anti
Jadi cuma bilang itu doang
Andi
Iyalah
Anti
Nyebelin banget sih jadi adik, kakaknya gak dipeduliin
Andi
Kakak kan punya suami, telponlah mas mu itu
Anti
Awas saja kamu
Andi
Hahah iya kakak ku sayang yang paling cantik tapi lebih cantikan kanza sih hati - hati ya nyetirnya
Anti
Iya adek ku sayang
Anti mengembalikan handphone kepadaku “ni dek”
Aku
Hallo abang
Andi
Iya sayang
Aku
Abang dimana
Andi
Abang di kantor biasa
Aku
Oke
Aku mengakhiri panggilannya.
Perjalanan itu dilanjutkan. Anti menyetir mobilnya dengan sangat tenang.
“Dek kakak puterin lagu ya” Anti menyetel radio yang ada di mobilnya “bosan gak ada musik”
“Boleh - boleh kak” angguk ku
Aku mengambil ponsel ku lalu membuat story dengan caption ‘seharian bareng kakak ipar check’ tulisku di akun sosmed.
Anti memutarkan musik dari boyband BTS asal korea.
“Kakak suka korea” tanyaku ketika mendengar lagunya BTS
“Suka banget kakak, ini lagu favorit kakak” Anti memutarkan lagu Spring Day dari BTS
“Jadi kakak suka sama BTS” aku kegirangan mendengar pengakuan kak Anti
“Iya” jawab Anti
“Iii adek juga suka banget sama BTS, berarti kakak Army lah ya, sejak kapan kak jadi Army” tanyaku yang semakin kepo
“Eum kalau gak salah sejak 2015, kalau adek” tanya Anti balik
“Adek baru tahun 2019 sih kak”
“Dulu fandom apa adek”
“Gak ada kak, adek dulu kurang suka sama korea, tapi sedikit sukanya sama superjunior pas mereka lagi naik daun tu, cuma sekedar suka sih sama lagu - lagu mereka, gak ngikutin banget”
“Iya - iya kakak juga dulu suka banget tu sama superjunior apalagi sama siwon”
“Kalau adek sukanya sama lee teuk sih kak tapi gak tau orangnya yang mana, soalnya mukanya sama semua di mata adek cuma yang agak beda siwon sama shindong”
“Iya itu karena adek taunya sama mereka makanya muka mereka gak mirip lagi sama yang lain”
“Iya tuh kak, kaya member BTS pertama adek lihat juga kek gitu muka mereka hampir mirip apalagi kan potongan rambut mereka hampir sama semua, tapi sekarang nampak hidungnya pun udah bisa ketebak itu siapa”
“Iya itu lah adek tak kenal maka tak sayang”
“Oh iya kakak dulu suka lagunya suju (nama singkatan superjunior) yang mana kak” tanya ku lagi
“Rata - rata kakak suka semua sih, apa tuh judul lagu yang pertama mereka”
“Mr. Simple kak”
“Iya itu, kakak suka banget”
“Lagu ini lagi kak no other, bonamana, sorry sorry”
“Hafal ya dek”
“Iya dong kak” aku tertawa kecil mendengar godaan kak Anti
“Banyak sih boyband korea dulu, ada shinee”
“Iya kak shinee, adek ini paling suka lagi sama 2 NEI 1”
“Aa iya - iya lagunya Im the best kan” jawab Anti heboh serasa bertemu teman yang benar - benar akrab dengannya “ini lagi dek oppa gangnam style” memperagakan dancenya dengan sebelah tangannya
Aku tertawa dengan tingkahnya kak Anti. Aku pikir aku bakalan canggung dengan calon kakak iparku ini, ternyata ekspektasiku salah dia orang yang sangat asik, bisa dibilang hampir sefrekuensilah, batinku yang memandang kak Anti yang masih asik memperagakan dance oppa gangnam style sambil bernyanyi keras.
“Ah capek dek” berhenti bernyanyi
“Kakak minum dulu ni” aku mengambil botol minum di depannya lalu membukakannya
“Makasih dek” mengambil lalu meminum airnya
“Kakak semenjak 2015 itu udah suka banget sama BTS, kakak punya tu lightstick mereka, album”
“Oh ya kak, kalau adek mah army modal kuota saja”
“Kan gak apa dek, yang penting kan kita mendukung mereka dan sayang sama mereka”
“Bias kakak siapa” bias adalah member dari grup kpop yang paling terfavorit
“Siapa lagi kalau bukan si maknae kesayangan para hyung”
“Jekey” jekey adalah panggilan untuk jeon jungkook member BTS yang paling muda
“Yups, kalau adek”
“Adek suka banget sama suga” suga adalah nama panggung untuk Min Yoongi lead Rapper BTS
“Si rapper gemoy”
“Kakak kenapa sukanya sama jekey”
“Biasalah kakak suka sama kelakuan dia yang misalnya ni kalau mereka main game dia berusaha banget tu biar bisa menang, apalagi kalau dibilang sama hyungnya kayaknya jungkook gak bisa ini di permainan ini, terus dia pasti berusaha untuk membuktikan sama hyungnya kalau dia bisa, terus kakak suka sama mukanya yang baby face banget badannya kekar penuh otot tapi mukanya bayi banget apalagi gigi kelincinya dia itu”
“Iya tuh kak, dia lahir 1997 kak sama kaya adek”
“Oh ya dek”
“Iya kak, bulannya juga sama september”
“Beneran dek” Anti serasa tak percaya dengan omonganku
“Tanggalnya cuma beda 23 hari sama adek”
“Sekarang adek ini, kenapa suka sama yoongi” Anti menanya ku balik
“Adek jatuh cinta sama perjuangan dia kak, karena untuk sukses seperti dia sekarang itu gak mudah seperti kata dia sekarang kalo orang tanya gimana cara masuk ke bighit terus dia jawab oh itu mudah aku hanya perlu membuka pintu, padahal kan kak bukan gitu konsepnya”
“Iya dek kakak pernah dengar cerita itu padahal sedih sekali perjuangan dia dari yang orang tua nya gak setuju, terus dia cari kerjaan paruh waktu sampai dia menjadi korban tabrak lari kan”
“iya kak sedih kan dia gak bisa cerita sakitnya dia, itulah makanya adek kagum sama dia perjuangan dia untuk bisa sukses kaya sekarang bukan satu hal yang mudah”
“iya dek kakak juga kagum sama jungkook dia rela buang masa remaja dia buat sukses buat ngebanggain orang tuanya padahal umur segitu kan dia masih bermain dengan teman sekolahnya, masih waktunya main - mainlah”
“ iya kak dia kan sampai tunda masuk SMA “ tambahku
“haa kok jadi baper ya kita” suasana di dalam mobil mendadak haru biru
“hahaha sudahlah kak mari kita dengar lagunya lagi”
Anti menyetel lagu BTS lagi, aku dan Anti bernyanyi bersama.
Dua jam kemudian kami telah sampai di gedung resepsinya
“Yuk dek” Anti memarkinkan mobilnya, lalu mengambil tas dan turun dari mobil
Aku juga mengambil tas dan turun dari mobil
Kami berjalan ke pintu gedung, Anti bertemu dengan sahabatnya
“Duh yang makin cantik saja” ucap Rita sahabatnya Anti semasa kuliah
“Amiin terima kasih” Anti bersalaman dan bercipika cipiki dengannya Rita, Susan dan Amel
“Gimana si baby mana” tanya Susan
“Gak ikut, takut rewel nanti di jalan kasian kan” jawab Anti “oh ya kenalin ini calon adik ipt aku” merangkul tanganku
“Calonnya Andi”
“Iya kak” aku bersalaman dengan Rita, Amel dan susan
“Duh yang sebentar lagi punya adek cewek, nanti jangan lupa undangannya buat kami ya pengen banget ke sana kan guys”
“Memangnya harus ada acara dulu baru ke sana, kapan pun boleh kali”
“Makan - makan dulu yu”
Aku, Anti, Rita , Amel dan Susan mengambil makanan yang ada di meja prasamanan lalu duduk di salah satu meja tamu yang telah di sediakan.
“Setelah ini kita foto dulu sama kia ya” usul Amel yang berhenti mengunyah makanannya
“Boleh dong” jawab Anti cepat
Setelah makan kami naik ke atas panggung pelaminan dan berfoto bersama
“Selamat ya sayang” ucap Anti kepada pengantinnya
Setengah jam kemudian aku dan kak Anti berpamitan
“Hati - hati di jalan ya”
Kami berjalan ke parkiran
“Dek kita ke pantai ya healing dulu”
“Iya dong kak”
Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer akhirnya kami sampai di pantai. Anti memarkirkan mobilnya
Aku dan Anti berjalan di atas pasir
“Kita foto di sana yu kak” ajak ku yang menggandeng tangannya Anti
Ketika sedang memotret kak Anti
“Hai Kanza” seseorang memanggilku
“Ami” aku melihat orang yang berada di sampingku “ya ampun” aku memeluknya
“Gimana kabar kamu sehat”
“Sehat, kamu”
“Seperti yang kamu lihat”
Ami adalah sapaan dari Rahmi yang merupakan sahabatku semasa kuliah
“Sudah nikah ya, kok gak undang - undang sih” tanya Ami
“Belum, tapi segera inshaallah” Kak Anti berjalan mendekatiku yang masih mengobrol dengan Ami “ oh ya kenalin ini kakak aku”
“Ami kak” Mengulurkan tangannya
“Hai Anti” bersalaman dengannya
“Yaudah aku pulang dulu ya” ucap Ami yang berpamitan pergi
“Kok cepat sekali”
“Iya sudah dari pagi kamu di sini, tadi ada acara bakar - bakar”
“Oh oke deh, hati - hati ya pulangnya”
“Oke daah” Ami berjalan mengikuti rombongannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments