Bab 6

“Antar mama ke tempat nenek yuk” ucap mamanya Andi setelah menelpon suaminya yang tidak bisa pergi

“Memangnya ada acara apa ma” tanya Andi

“Mama mau bicarakan tentang ada deh” jawab mama Andi kocak

“Mamah mah gitu, ayolah ma” Andi menekuk wajahnya, mengambil kunci mobil dan berjalan ke luar rumah

Mama Andi cengengesan melihat anak bujangnya yang sebentar lagi menjadi suami orang.

“Ma cepat” teriak Andi dari dalam mobil

“Iya sebentar mama ambil handphone” keluar dari rumah menuju mobil, membuka pintu mobil “gak sabaran banget sih” gerutuk mama Andi

Andi hanya tersenyum melihat mamanya.

Aku begitu bahagia dengan apa yang terjadi pada hari ini, semuanya begitu indah seperti yang kuharapkan, pelabuhan cintaku berakhir di Andi. Andi benar - benar seperti pangeran berkuda putih yang selama ini aku tunggu. Kebaikannya melebihi apa pun, rasa sayangnya begitu besar.

“Terima kasih ya Allah engkau telah memberikan lelaki yang begitu baik kepadaku” aku membaringkan tubuhku di tempat tidur.

Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah seperti biasa.

# di sekolah

“Ada pengantin baru nih” ejek bu husna

“Siapa yang pengantin baru” jawabku yang berjalan menghampiri mereka yang sedang duduk di bangku piket

“Kamu lah” jawab bu Nisa

“Haha masih jadi calon bu belum lagi jadi pengantinnya” jawabku seraya tertawa

“Iya juga ya” Bu Husna mengiyakan pertanyaannya sendiri

Andi juga pergi ke kantornya

“Selamat ya ndan” seru Pak Wahyu

“Terima kasih” jawab Andi seraya melakukan finger print

“Acaranya kapan” tanya Pak Wahyu lagi

“Tunggu undangan saja” jawab Andi dengan tertawa kecil

“Selamat ya Ndan sudah jadi calon adik ipar” seru Bang Adam yang baru datang

“Oh jadi sama adiknya pak Adam” tanya Pak Wahyu

“Iya, panggil aku abang ipar ya ndan” Adam merangkul Andi

Andi mengambil handphonenya lalu mengetikkan pesan

# via chattingan

Andi

Selamat pagi sayang

Tak lama aku membalas pesan dari Andi

Aku

Pagi kembali sayang

Andi

Lagi apa

Aku

Lagi mikirin kamu

Andi

Eeaaak

Aku

Ih apa sih, berharap ya dipikirin aku

Andi

Eh enggak tuh, orang kamu sendiri yang bilang lagi mikirin aku

Aku

Hahah dasar bucin

Andi

Hei nona siapa yang bucin, saya ataukah dirimu

Aku

Yee gak apa - apa kali ngebucinin cami sendiri

Andi

Cami?? Cumi - cumi

Aku

Ih bukanlah CAMI calon suami

Andi

Ah ibu negara bisa aja nih, pagi - pagi sudah bikin orang GR

Aku

Hahaha kamu terlalu biasa di luar buat aku

Andi

Luar biasa kali neng

Chattingan itu pun berakhir. Aku melanjutkan aktifitasku. Bel masuk berbunyi, aku bersama guru lain segera masuk ke kelas masing - masing.

Aku berjalan menuju ke kelas VIII C

“Assalamualaikum” aku memasukin ruangan kelas

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” seru semua siswa - siswi kelas viii c.

“Baiklah anak - anak sebelum kita memulai pelajaran kita berdoa dulu, kalian baca surah Al Fatihah kemudian dilanjutkan dengan doa belajar”

“Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Alḥamdu lillāhi rabbil'ālamīn

Ar raḥmānir raḥīm

Māliki yaumid dīn

Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

Sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ ḍāllīn

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Robbis rohlii shodrii, wa yassirliiamrii, wahlul ‘uqdatam millisaani yafqohu qoulii

“Alhamdullah, sekarang kalian buka buku catatan kalian, hari ini kalian membuat catatan tentang materi kita yaitu tentang sel” perintahku kepada siswa - siswi

“Baik bu”

Semua siswa membuka buku catatannya memulai untuk menulis catatannya.

“Bu” panggil salah satu siswa

“Iya kenapa Syifa” tanyaku kepada siswa yang mengacungkan jarinya ke atas

“Bu, apakah kita memiliki sel” tanya Syifa yang berhenti sejenak menulis catatannya

“Iya semua makhluk hidup memiliki sel, siapa saja yang termasuk makhluk hidup ada yang tahu” tanyaku balik

“Tumbuhan, hewan bu” jawab Zaki

“Kalau manusia” tanyaku lagi

“Iya bu manusia lagi” jawab Zira menambah jawaban dari Zaki

“Iya betul makhluk hidup itu ada tumbuhan, hewan dan manusia, jadi semua makhluk hidup itu seluruh tubuhnya terdiri atas sel, kemudian sel itu berkumpul maka akan membentuk yang namanya jaringan”

“Setelah itu bu” tanya Salwa

“Setelah itu jaringan juga akan berkumpul dan melakukan tugasnya lalu membentuk yang namanya organ, organ itu berkumpul lagi lalu membentuk sistem organ dan terakhir akan membentuk individu, ada yang tahu apa contoh organ” tanyaku lagi

Semua siswa diam tidak ada yang memberikan jawabannya

“Kenapa gak ada yang jawab, nah jadi contoh organ itu adalah mata, telinga, jantung, hati, tangan, kaki dan masih banyak lagi, jadi dibab ini nanti kita akan mengenal bagaimana bentuk sel, jaringan, apa saja organ yang ada di tubuh manusia atau di hewan dan organ yang pada tumbuhan” jelasku secara singkat

Seluruh siswa berantusias ingin mengetahui materi yang sedang diajarkan, rasa penasaran mereka menjadi lebih tinggi.

Bel ganti pelajaran berbunyi.

“Baiklah anak - anak, minggu depan kita sambung lagi, nanti kita akan melakukan praktikum untuk melihat sel di mikroskop” jelasku

“Yeee” siswa - siswi berteriak gembira, mereka sangat senang jika memasuki ruang laboratorium

Aku keluar dari kelas VIII C kembali ke kantor.

Selang beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi, semua siswa - siswi berhamburan keluar kelas, begitu juga guru - guru yang pulang.

Sorenya Andi datang ke rumah ku

“Assalamualaikum” Andi mengetuk pintu

“Waalaikumsalam” mama berjalan ke arah pintu membukakan pintu “oh abang, silahkan masuk”

“Iya ma” Andi mencium tangan mama “Kanza mana ma” tanya Andi lagi

“Ada di kamar, sebentar ya mama panggilkan” mama berjalan ke arahku “kak ada abang di depan”

“Hah” aku terkejut dengan kedatangan Andi yang tiba - tiba tanpa pemberitahuan “iya ma, kakak keluar” aku bangun dari tempat tidur dan keluar ke ruang tamu “Abang” bersalaman dengannya “kok ke sini gak bilang - bilang dulu”

“Kenapa memangnya, gak boleh kah, ini kan rumah aku juga” jawab Andi

“Yee PD banget bapak” ledekku

“Kita ke sigli bentar yuk” Andi meneguk minumnya

“Untuk apa sayang” tanyaku

“Ke rumah teman abang ada perlu, siap - siap sana” Andi menyuruhku mengganti baju

“Oke” aku berdiri kemudian berjalan ke kamar

15 menit kemudian

Aku keluar dari kamar menemui Andi kembali yang masih duduk manis di ruang tamu. Andi menatapku “Sibungoeng keumang ban beungeuh uroe kumbang trok jipoe yak cok mahkota lon pandang gata tari that adoe sang - sang ulon nyo ka jatoh cinta”

Aku tertawa mendengar pantun dari Andi “jadi ceritanya abang jatuh cinta sama adek, kemana aja sayang” tanyaku yang masih tertawa

“Gak kemana - mana”

“Jadi kenapa sekarang baru jatuh cinta”

“Karena” Andi menghentikan ucapannya “udah ah yuk pergi”

“Ma, aku pergi sama bang Andi sebentar ya” aku berpamitan pada mama yang di dapur “yuk bang”

Aku dan Andi berjalan ke luar rumah, lalu memasuki mobil dan berangkat.

“Kita ke rumah bang Rafi dulu ya sayang, nanti bebas deh adek mau kemana” Andi menyetir mobilnya dengan tenang

“Iya beb”jawabku

“Beb, kamu panggil aku beb”

“Sekali - kali”

“Gak suka abang, kamu panggil abang saja”

“Hmm kuno kali abang satu ini” aku mencubit pipinya

Tak berapa lama aku dan Andi sama di rumah temannya

“Assalamualaikum” Andi mengetuk pintu

“Waalaikumsalam” seseorang membuka pintu

“Bang Rafi dimana kak” tanya Andi

“Ada di dalam, silahkan masuk” wanita itu menyuruh kami untuk masuk ke dalam rumahnya lalu berjalan ke ruang tamu “silahkan duduk, sebentar ya saya panggilalkan bang Rafi”

Rafi berjalan menghampiri kami “oh Andi” duduk di kursi “surat - suratnya sudah abang urus mungkin dua hari ke depan sudah dikirim ke sini”

“Oh gitu bang, baiklah saya pamit dulu” bersalaman dengan Rafi

Aku dan Andi keluar dari rumah Rafi menuju mobil.

“Adek mau kemana” Andi menyetir mobilnya kembali

“Cafe saja bang” jawabku singkat

Kami pergi ke cafe corner. Andi memarkirkan mobilnya lalu menggandeng tanganku masuk ke dalam cafe. Kami memilih tempat duduk

“Di sana saja ya dek” Andi menunjuk salah satu meja yang berdekatan dengan dinding.

“Boleh”

Langkah kami terus berjalan menuju meja yang telah ditunjuk Andi. Kami pun duduk

“Mau pesan apa” waiters memberikan buku menu

“Mie goreng saja dua, sama orange juice” jawab Andi

“Baik, ditunggu ya pesanannya” waiters mengambil kembali buku menunya lalu ke dapur.

“Sayang ngomong - ngomong soal nikah ni, adek mau pakai baju warna apa nanti” tanya Andi

“Kalau menurut abang gimana”

“Kalau abang, abang maunya warna putih biar kelihatan sakral gitu, nanti abang pakai baju putih celana putih kopiah putih terus pakai kain yang dipinggang tu apa namanya”

“Kain songket” jawabku

“Iya duuh pengen sekali abang tu”

“Adek juga suka warna putih berarti nanti kita pakai bajunya yang warna putih ya sayang”

Waiters membawa pesanan lalu meletakkannya di depan kami

“Makasih kak” seru ku

“Makan sayang selagi hangat” Andi menyuruhku untuk memakan mienya

“Yah adek lupa bilang tadi jangan di kasih touge” aku mengaduk - aduk mie yang dipenuhi touge

“Adek gak suka touge, yah maaf ya sayang abang gak tahu, kita pesan lagi saja ya”

“Gak usah bang, adek makan yang ini saja”

“Yaudah abang pilihin tauge nya ya” Andi mengambil piring mie yang berada di depanku lalu menyisihkan tougenya satu persatu

Aku memperhatikan tingkah Andi yang sungguh sangat memperdulikanku dalam hal sekecil itu.

“Kenapa liatin abang gitu” Andi menyadari aku memperhatikannya

Aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum

“Udah ni” Andi telah menyisihkan semua touge ke pinggir piringnya

“Makasih sayang” aku mengambil piring mie nya kembali

Andi mengambil piring mie nya lalu menyantapnya

“Sayang” aku berhenti mengunyah mie nya

“Iya kenapa” Andi menegakkan kepalanya

“Adek gak menyangka sebegitu perhatian abang kepada adek” air mataku seakan mau keluar, aku begitu terharu melihat lelaki yang sebentar lagi menjadi suamiku adalah lelaki yang luar biasa.

“Apa sih adek ini, udah ya makan terus lagi” Andi kembali mengunyah makanannya, matanya memperhatikan wajahku secara diam - diam

Kamu alasanku untuk bahagia, apapun akan aku lakukan untuk membahagiakanmu, batinnya

“Iya abang” aku meneguk minumannya.

“Sayang foto yuk jarang - jarang kan abang ngajak foto bareng” Andi mengeluarkan handphonenya lalu mengambil foto selfie, Andi menguploadnya di sosial media miliknya, Andi menambahkan caption Aku punya sejuta alasan yang tidak bisa beralasan.

“Sayang sudah jam 6 kita pulang ya” aku meminta Andi untuk segera pulang

“Iya sayang, abang bayar dulu ya” Andi berjalan ke meja kasir. Setelahnya “yuk sayang”

Aku dan Andi keluar dari cafe menuju mobil.

Terpopuler

Comments

Re Studio

Re Studio

seru kak

2022-12-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53 : Pak Said suka sama aku??
54 Bab 54 : Pelukan dari Andi
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 : Inna li llahi wa inna ilayhi rajiun
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62 : Ternyata Pak Said Menyukai ku
63 Bab 63 : Aku Rindu
64 Bab 64 : Kasus di Parkiran
65 Bab 65
66 Bab 66 : Panggilan itu
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Andi vs Anti
75 Bab 75 : Tatapan dokter Elita
76 Bab 76
77 Bab 77 : Andi Keluar dari Rumah Sakit
78 Bab 78 : Haruskah Hatiku Terluka
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82 : Apa yang Andi bicarakan??
83 Bab 83
84 Bab 84 : Andi Bakalan Pergi??
85 Bab 85 : Bersamamu
86 Bab 86
87 Bab 87 : Dokter Elita???
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90 : Siswa Kelas VIII d
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95 : Kanza Kecelakaan
96 Bab 96 : Kondisi Kanza
97 Bab 97
98 Bab 98 : Kanza Sadar
99 Bab 99 : Kasih sayangnya Andi
100 Bab 100 : Andi dan Dokter Elita
101 Bab 101 : Marahan
102 Bab 102
103 Bab 103 : Mawar Merah Bukti Cinta
104 Bab 104 : Fansnya Andi
105 Bab 105 : Andi Mencintai Wanita Lain
106 Bab 106 : Bakso
107 Bab 107 : Liburan
108 Bab 108 : Hari Pertama Liburan
109 Bab 109 : Pantai
110 Bab 110 : Andi Pergi
111 Bab 111 : Penantianku
112 Bab 112
113 Bab 113 : Ini Beneran Andi?
114 Bab 114
115 Bab 115 : Mengurus Pernikahan bagian 1
116 Bab 116 : Mengurus Pernikahan bagian 2
117 Bab 117 : Andi dan Kanza Bersatu
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53 : Pak Said suka sama aku??
54
Bab 54 : Pelukan dari Andi
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 : Inna li llahi wa inna ilayhi rajiun
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62 : Ternyata Pak Said Menyukai ku
63
Bab 63 : Aku Rindu
64
Bab 64 : Kasus di Parkiran
65
Bab 65
66
Bab 66 : Panggilan itu
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Andi vs Anti
75
Bab 75 : Tatapan dokter Elita
76
Bab 76
77
Bab 77 : Andi Keluar dari Rumah Sakit
78
Bab 78 : Haruskah Hatiku Terluka
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82 : Apa yang Andi bicarakan??
83
Bab 83
84
Bab 84 : Andi Bakalan Pergi??
85
Bab 85 : Bersamamu
86
Bab 86
87
Bab 87 : Dokter Elita???
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90 : Siswa Kelas VIII d
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95 : Kanza Kecelakaan
96
Bab 96 : Kondisi Kanza
97
Bab 97
98
Bab 98 : Kanza Sadar
99
Bab 99 : Kasih sayangnya Andi
100
Bab 100 : Andi dan Dokter Elita
101
Bab 101 : Marahan
102
Bab 102
103
Bab 103 : Mawar Merah Bukti Cinta
104
Bab 104 : Fansnya Andi
105
Bab 105 : Andi Mencintai Wanita Lain
106
Bab 106 : Bakso
107
Bab 107 : Liburan
108
Bab 108 : Hari Pertama Liburan
109
Bab 109 : Pantai
110
Bab 110 : Andi Pergi
111
Bab 111 : Penantianku
112
Bab 112
113
Bab 113 : Ini Beneran Andi?
114
Bab 114
115
Bab 115 : Mengurus Pernikahan bagian 1
116
Bab 116 : Mengurus Pernikahan bagian 2
117
Bab 117 : Andi dan Kanza Bersatu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!