“Antar mama ke tempat nenek yuk” ucap mamanya Andi setelah menelpon suaminya yang tidak bisa pergi
“Memangnya ada acara apa ma” tanya Andi
“Mama mau bicarakan tentang ada deh” jawab mama Andi kocak
“Mamah mah gitu, ayolah ma” Andi menekuk wajahnya, mengambil kunci mobil dan berjalan ke luar rumah
Mama Andi cengengesan melihat anak bujangnya yang sebentar lagi menjadi suami orang.
“Ma cepat” teriak Andi dari dalam mobil
“Iya sebentar mama ambil handphone” keluar dari rumah menuju mobil, membuka pintu mobil “gak sabaran banget sih” gerutuk mama Andi
Andi hanya tersenyum melihat mamanya.
Aku begitu bahagia dengan apa yang terjadi pada hari ini, semuanya begitu indah seperti yang kuharapkan, pelabuhan cintaku berakhir di Andi. Andi benar - benar seperti pangeran berkuda putih yang selama ini aku tunggu. Kebaikannya melebihi apa pun, rasa sayangnya begitu besar.
“Terima kasih ya Allah engkau telah memberikan lelaki yang begitu baik kepadaku” aku membaringkan tubuhku di tempat tidur.
Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah seperti biasa.
# di sekolah
“Ada pengantin baru nih” ejek bu husna
“Siapa yang pengantin baru” jawabku yang berjalan menghampiri mereka yang sedang duduk di bangku piket
“Kamu lah” jawab bu Nisa
“Haha masih jadi calon bu belum lagi jadi pengantinnya” jawabku seraya tertawa
“Iya juga ya” Bu Husna mengiyakan pertanyaannya sendiri
Andi juga pergi ke kantornya
“Selamat ya ndan” seru Pak Wahyu
“Terima kasih” jawab Andi seraya melakukan finger print
“Acaranya kapan” tanya Pak Wahyu lagi
“Tunggu undangan saja” jawab Andi dengan tertawa kecil
“Selamat ya Ndan sudah jadi calon adik ipar” seru Bang Adam yang baru datang
“Oh jadi sama adiknya pak Adam” tanya Pak Wahyu
“Iya, panggil aku abang ipar ya ndan” Adam merangkul Andi
Andi mengambil handphonenya lalu mengetikkan pesan
# via chattingan
Andi
Selamat pagi sayang
Tak lama aku membalas pesan dari Andi
Aku
Pagi kembali sayang
Andi
Lagi apa
Aku
Lagi mikirin kamu
Andi
Eeaaak
Aku
Ih apa sih, berharap ya dipikirin aku
Andi
Eh enggak tuh, orang kamu sendiri yang bilang lagi mikirin aku
Aku
Hahah dasar bucin
Andi
Hei nona siapa yang bucin, saya ataukah dirimu
Aku
Yee gak apa - apa kali ngebucinin cami sendiri
Andi
Cami?? Cumi - cumi
Aku
Ih bukanlah CAMI calon suami
Andi
Ah ibu negara bisa aja nih, pagi - pagi sudah bikin orang GR
Aku
Hahaha kamu terlalu biasa di luar buat aku
Andi
Luar biasa kali neng
Chattingan itu pun berakhir. Aku melanjutkan aktifitasku. Bel masuk berbunyi, aku bersama guru lain segera masuk ke kelas masing - masing.
Aku berjalan menuju ke kelas VIII C
“Assalamualaikum” aku memasukin ruangan kelas
“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” seru semua siswa - siswi kelas viii c.
“Baiklah anak - anak sebelum kita memulai pelajaran kita berdoa dulu, kalian baca surah Al Fatihah kemudian dilanjutkan dengan doa belajar”
“Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Alḥamdu lillāhi rabbil'ālamīn
Ar raḥmānir raḥīm
Māliki yaumid dīn
Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ ḍāllīn
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Robbis rohlii shodrii, wa yassirliiamrii, wahlul ‘uqdatam millisaani yafqohu qoulii
“Alhamdullah, sekarang kalian buka buku catatan kalian, hari ini kalian membuat catatan tentang materi kita yaitu tentang sel” perintahku kepada siswa - siswi
“Baik bu”
Semua siswa membuka buku catatannya memulai untuk menulis catatannya.
“Bu” panggil salah satu siswa
“Iya kenapa Syifa” tanyaku kepada siswa yang mengacungkan jarinya ke atas
“Bu, apakah kita memiliki sel” tanya Syifa yang berhenti sejenak menulis catatannya
“Iya semua makhluk hidup memiliki sel, siapa saja yang termasuk makhluk hidup ada yang tahu” tanyaku balik
“Tumbuhan, hewan bu” jawab Zaki
“Kalau manusia” tanyaku lagi
“Iya bu manusia lagi” jawab Zira menambah jawaban dari Zaki
“Iya betul makhluk hidup itu ada tumbuhan, hewan dan manusia, jadi semua makhluk hidup itu seluruh tubuhnya terdiri atas sel, kemudian sel itu berkumpul maka akan membentuk yang namanya jaringan”
“Setelah itu bu” tanya Salwa
“Setelah itu jaringan juga akan berkumpul dan melakukan tugasnya lalu membentuk yang namanya organ, organ itu berkumpul lagi lalu membentuk sistem organ dan terakhir akan membentuk individu, ada yang tahu apa contoh organ” tanyaku lagi
Semua siswa diam tidak ada yang memberikan jawabannya
“Kenapa gak ada yang jawab, nah jadi contoh organ itu adalah mata, telinga, jantung, hati, tangan, kaki dan masih banyak lagi, jadi dibab ini nanti kita akan mengenal bagaimana bentuk sel, jaringan, apa saja organ yang ada di tubuh manusia atau di hewan dan organ yang pada tumbuhan” jelasku secara singkat
Seluruh siswa berantusias ingin mengetahui materi yang sedang diajarkan, rasa penasaran mereka menjadi lebih tinggi.
Bel ganti pelajaran berbunyi.
“Baiklah anak - anak, minggu depan kita sambung lagi, nanti kita akan melakukan praktikum untuk melihat sel di mikroskop” jelasku
“Yeee” siswa - siswi berteriak gembira, mereka sangat senang jika memasuki ruang laboratorium
Aku keluar dari kelas VIII C kembali ke kantor.
Selang beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi, semua siswa - siswi berhamburan keluar kelas, begitu juga guru - guru yang pulang.
Sorenya Andi datang ke rumah ku
“Assalamualaikum” Andi mengetuk pintu
“Waalaikumsalam” mama berjalan ke arah pintu membukakan pintu “oh abang, silahkan masuk”
“Iya ma” Andi mencium tangan mama “Kanza mana ma” tanya Andi lagi
“Ada di kamar, sebentar ya mama panggilkan” mama berjalan ke arahku “kak ada abang di depan”
“Hah” aku terkejut dengan kedatangan Andi yang tiba - tiba tanpa pemberitahuan “iya ma, kakak keluar” aku bangun dari tempat tidur dan keluar ke ruang tamu “Abang” bersalaman dengannya “kok ke sini gak bilang - bilang dulu”
“Kenapa memangnya, gak boleh kah, ini kan rumah aku juga” jawab Andi
“Yee PD banget bapak” ledekku
“Kita ke sigli bentar yuk” Andi meneguk minumnya
“Untuk apa sayang” tanyaku
“Ke rumah teman abang ada perlu, siap - siap sana” Andi menyuruhku mengganti baju
“Oke” aku berdiri kemudian berjalan ke kamar
15 menit kemudian
Aku keluar dari kamar menemui Andi kembali yang masih duduk manis di ruang tamu. Andi menatapku “Sibungoeng keumang ban beungeuh uroe kumbang trok jipoe yak cok mahkota lon pandang gata tari that adoe sang - sang ulon nyo ka jatoh cinta”
Aku tertawa mendengar pantun dari Andi “jadi ceritanya abang jatuh cinta sama adek, kemana aja sayang” tanyaku yang masih tertawa
“Gak kemana - mana”
“Jadi kenapa sekarang baru jatuh cinta”
“Karena” Andi menghentikan ucapannya “udah ah yuk pergi”
“Ma, aku pergi sama bang Andi sebentar ya” aku berpamitan pada mama yang di dapur “yuk bang”
Aku dan Andi berjalan ke luar rumah, lalu memasuki mobil dan berangkat.
“Kita ke rumah bang Rafi dulu ya sayang, nanti bebas deh adek mau kemana” Andi menyetir mobilnya dengan tenang
“Iya beb”jawabku
“Beb, kamu panggil aku beb”
“Sekali - kali”
“Gak suka abang, kamu panggil abang saja”
“Hmm kuno kali abang satu ini” aku mencubit pipinya
Tak berapa lama aku dan Andi sama di rumah temannya
“Assalamualaikum” Andi mengetuk pintu
“Waalaikumsalam” seseorang membuka pintu
“Bang Rafi dimana kak” tanya Andi
“Ada di dalam, silahkan masuk” wanita itu menyuruh kami untuk masuk ke dalam rumahnya lalu berjalan ke ruang tamu “silahkan duduk, sebentar ya saya panggilalkan bang Rafi”
Rafi berjalan menghampiri kami “oh Andi” duduk di kursi “surat - suratnya sudah abang urus mungkin dua hari ke depan sudah dikirim ke sini”
“Oh gitu bang, baiklah saya pamit dulu” bersalaman dengan Rafi
Aku dan Andi keluar dari rumah Rafi menuju mobil.
“Adek mau kemana” Andi menyetir mobilnya kembali
“Cafe saja bang” jawabku singkat
Kami pergi ke cafe corner. Andi memarkirkan mobilnya lalu menggandeng tanganku masuk ke dalam cafe. Kami memilih tempat duduk
“Di sana saja ya dek” Andi menunjuk salah satu meja yang berdekatan dengan dinding.
“Boleh”
Langkah kami terus berjalan menuju meja yang telah ditunjuk Andi. Kami pun duduk
“Mau pesan apa” waiters memberikan buku menu
“Mie goreng saja dua, sama orange juice” jawab Andi
“Baik, ditunggu ya pesanannya” waiters mengambil kembali buku menunya lalu ke dapur.
“Sayang ngomong - ngomong soal nikah ni, adek mau pakai baju warna apa nanti” tanya Andi
“Kalau menurut abang gimana”
“Kalau abang, abang maunya warna putih biar kelihatan sakral gitu, nanti abang pakai baju putih celana putih kopiah putih terus pakai kain yang dipinggang tu apa namanya”
“Kain songket” jawabku
“Iya duuh pengen sekali abang tu”
“Adek juga suka warna putih berarti nanti kita pakai bajunya yang warna putih ya sayang”
Waiters membawa pesanan lalu meletakkannya di depan kami
“Makasih kak” seru ku
“Makan sayang selagi hangat” Andi menyuruhku untuk memakan mienya
“Yah adek lupa bilang tadi jangan di kasih touge” aku mengaduk - aduk mie yang dipenuhi touge
“Adek gak suka touge, yah maaf ya sayang abang gak tahu, kita pesan lagi saja ya”
“Gak usah bang, adek makan yang ini saja”
“Yaudah abang pilihin tauge nya ya” Andi mengambil piring mie yang berada di depanku lalu menyisihkan tougenya satu persatu
Aku memperhatikan tingkah Andi yang sungguh sangat memperdulikanku dalam hal sekecil itu.
“Kenapa liatin abang gitu” Andi menyadari aku memperhatikannya
Aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum
“Udah ni” Andi telah menyisihkan semua touge ke pinggir piringnya
“Makasih sayang” aku mengambil piring mie nya kembali
Andi mengambil piring mie nya lalu menyantapnya
“Sayang” aku berhenti mengunyah mie nya
“Iya kenapa” Andi menegakkan kepalanya
“Adek gak menyangka sebegitu perhatian abang kepada adek” air mataku seakan mau keluar, aku begitu terharu melihat lelaki yang sebentar lagi menjadi suamiku adalah lelaki yang luar biasa.
“Apa sih adek ini, udah ya makan terus lagi” Andi kembali mengunyah makanannya, matanya memperhatikan wajahku secara diam - diam
Kamu alasanku untuk bahagia, apapun akan aku lakukan untuk membahagiakanmu, batinnya
“Iya abang” aku meneguk minumannya.
“Sayang foto yuk jarang - jarang kan abang ngajak foto bareng” Andi mengeluarkan handphonenya lalu mengambil foto selfie, Andi menguploadnya di sosial media miliknya, Andi menambahkan caption Aku punya sejuta alasan yang tidak bisa beralasan.
“Sayang sudah jam 6 kita pulang ya” aku meminta Andi untuk segera pulang
“Iya sayang, abang bayar dulu ya” Andi berjalan ke meja kasir. Setelahnya “yuk sayang”
Aku dan Andi keluar dari cafe menuju mobil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Re Studio
seru kak
2022-12-14
1