Bab 13

“Iya gimana mau cewek apa cowok sayang”

“Siapa”

“Iih” aku menjadi kesal dengan jawaban Andi

“Kalau abang sekasih Allah saja mau cowok apa cewek kita harus terima karena itu buah cinta kita”

“Tumben jawabnya benar”

“Kan iya sayang karena Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan yang penting setelah nikah nanti kita program terus biar cepat kita usaha dan berdoa” Andi mencolek hidungku.

“Iya sayang aaamiin, jadi gak sabar nih pengen cepat - cepat punya dedek bayi biar ada yang nangis - nangis nanti”

“Iya sabar sayang”

“Adek punya loh nama anak cewek gitu bang”

“Oh ya siapa”

“Safa Cantika Humaira”

“Bagus sayang namanya, seeh kamu ini diam - diam sudah menyiapkan nama yang bagus gini”

“Iya abang adek suka banget sama nama itu nanti kita bisa panggil dia Cantik atau Safa sayang”

“Semoga ya sayang cita - cita kita cepat terkabulkan, by the way abang jatuh hati loh sama nama itu kaya pas gitu di hati abang Safa Cantika Humaira”

“Tapi bang, adek sedih deh nama itu sudah dipakai duluan sama sepupu adek untuk nama anaknya gak sama persis sih nama anaknya Safa Zayyana Humaira”

“Ya kan gak apa - apa sayang, nama anak kita besok Safa Cantika Humaira kan beda tuh walaupun sedikit, lagian nama itu sudah adek buat dari lama ya biarin lah kalau sama kan kita gak nyontek” Andi memberiku semangat

“Iya sih bang, adek pikirnya gitu juga, kemaren tu bang waktu adek di undang acara aqiqahannya pas adek tahu namanya Safa Zayyana Humaira ya Allah” menghela nafas berat

“Syok gitu ya dek”

“Banget bang” aku meluapkan kekecewaanku yang tidak bisa kuutarakan kepada siapa pun.

“Sudah sayang yang penting cepat - cepat punya dedeknya dulu atau kita buat sekarang terus”

“Apa sih kamu” aku menampar pipinya Andi pelan

“Becanda sayang, biar kamu ketawa”

Waiters membawakan pesanan kami.

“Makasih kak”

“Iya kak silahkan dinikmati” waiters pergi meninggalkan kami.

Andi dan aku menyantap pesanan yang telah dibawakan selagi hangat.

Seperti biasa Andi selesai makan duluan “Sayang adek ada kepengen beli apa gitu biar abang belikan” tanya Andi sambil menatapku.

“Gak ada sayang, emang kenapa” tanyaku heran.

“Beli baju yu, kan abang gak pernah beli baju buat adek”

“Gak usah abang” menyeruput minuman “nanti saja waktu adek sudah gajian”

“Oh kalau gitu sekarang pakai gaji abang dulu berarti”

“Janganlah nanti habis gajinya abang, abang harus hemat tahu kan kita mau nikah sayang”

“Gimana kalau kita beli bakal kain saja yang couple gitu nanti kalau pergi - pergi sudah couple an kita”

“Boleh juga sayang, ayo lah”

“Ngomong gitu baru mau dia”

Nyengir kuda “tapi bentar lagi lah sayang masih PW nih kenyang lagi”

“Dasar ndut” ledek Andi

“Orang gendut bahagia tahu” jawabku yang duduk bersender di kursi.

“Jadi kamu bahagia sekarang” tanya Andi lagi

“Iyalah, tau gak kenapa aku bisa sebahagia sekarang” duduk tegap menghadap Andi

“Kenapa”

“Kamu lah alasan ku bahagia”

“Oh” jawab Andi singkat

“Oh doang” tanyaku kesal

“Terus apa lagi sayang”

“Tahu ah males” jawabku dengan wajah jutek

Andi cengengesan melihat wajahku “kamu juga alasan abang bahagia sayang, abang saja sudah mulai gendut sekarang lihat ini perut abang” memegang perutnya.

Aku melirik perutnya

“Perut abang sudah buncit sixpack nya sudah meleleh tahu” dia melototkan matanya

Aku tertawa ngakak di sampingnya

“Apa lagi kalau sudah nikah”

“Makin gendutlah kamu celana sobek - sobek ini nanti” memegang celana Andi di bagian sobeknya “bukan kek gini lagi robeknya sudah besar” ketawa “coba ya adek bayangin kalau abang gendut lebih gendut dari ini” aku membayangkan Andi yang badannya gendut dan pipinya tembam.

“Gak usah dibayangin” jawab Andi kesal dengan matanya melotot ke arahku

Aku tertawa ngakak dengan muka kesalnya.

“Jahat banget sih kamu” Andi menekuk wajahnya

“Siapa” ledekku

“Tahu ah”

“Duh duh anak bayi gede aku ngambek ya” aku mengunyel - ngunyel pipinya. “Jangan ngambek lah nanti aku beliin es krim ya” aku memberantakkan rambutnya.

“Jadi mau disogok pakek es krim ni” melirik ke arah ku

“Iya mau kan” mengedipkan mata ke arah Andi menggodanya supaya tidak ngambek lagi.

“Boleh, yasudah ayo”

“Iya”

“Abang bayar dulu” Andi pergi ke kasir lalu membayarnya dan kembali menemuiku.

Aku dan Andi pergi ke minimarket.

***

Di minimarket

“Abang mau es krim apa ambil saja bebas” aku berjalan di depan Andi.

“Kalau tong es krimnya boleh”

“Buat apa tongnya”

“Mau abang masukkin kamu”

“Rese banget sih” aku mencubit pinggangnya karena geram dengan tingkahnya yang super duper ngeselin, nyebelin dan dan dan tapi aku sayang banget”

“Ih jangan” memegang pinggangnya “nanti kempesy akunya”

“Dikira balon apa”

“Iya dong balon bohate, pernah lihat gak adek”

“Gak tuh”

“Kamu sih asik sama Suga”

“Jealous ya“

“Aku” menunjuk dirinya “aku jealous oh no” teriaknya di telingaku.

“Kalau jealous bilang saja pak” godaku lagi.

“Aku jealous nya kalau ada cowok lain yang dekat sama kamu di sini, kalau suga kan dia beda alam sama kamu” jawabnya seraya memegang kedua pipiku sampai membuat bibirku membulat.

Tak sengaja karena tubuhku menghadap Andi alhasil aku bertabrakan

Baaaaam

“Auuuuu” teriak orang yang tak sengaja ku tabrak itu.

“Mmamaaf kak” aku membalikkan badan ke arah seseorang yang kutabrak. Namun betapa tak disangka orang yanh aku tabrak adalah sahabatku ketika SMA dia adalah Salsa. “Salsa” teriakku

“Kanza” dia melihat ke arahku “ya ampun sudah lama ya gak jumpa sama kamu, kamu gimana sehat, sudah nikah ya sama Roni kok gak undang - undang aku sih” Salsa melemparkan banyak pertanyaan kepadaku serasa sensus penduduk.

“Baik - baik. Belum, belum nikah aku, aku sudah lama pisah dari dia”

“Oh ya, ya ampun maaf ya aku gak tahu, terus ini siapa” melirik ke arah Andi yang berdiri di sampingki.

“Ini bang Andi tunangan aku, bang kenalin Salsa”

“Andi” Andi mengulurkan tangannya.

“Salsa” mengulurkan tangannya.

“Ganteng banget” bisik Salsa di telingaku dengan melirik Andi

“Bisa saja kamu”

“Ya sudah aku duluan ya”

“Sudah belanjanya, main - main ya ke rumah”

“Iya aman” jawabnya mengambil langkah untuk pergi.

“Kayaknya semua orang ya tahu kamu sama Roni” Entah apa yang dipikirkan Andi dia tiba - tiba saja cemburu dengan Roni mantan kekasihku.

“Duh sayang maaf ya sudah buat kamu gak nyaman, Salsa itu kan sahabat aku pas SMA dan si Roni - Roni itu juga SMA di sana”

“Sudah ah gak usah dibahas lagi, bikin bete saja”

“Sayang kan aku gak ada apa - apa lagi sama dia, sekarang” aku menggemgam tangan Andi “aku sudah sama kamu, seluruh rasa sayang aku, cinta aku semuanya untuk kamu, gak ada celah sedikit pun untuk orang lain termasuk Roni” aku menatap mata Andi “kamu percaya kan sama aku”

“Iya sayang, aku percaya kok, ah mana es krimnya”

“Iya - iya ayuk ambil” berjalan kembali ke kulkas es krim “ku kira sudah lupa” seru ku pelan.

“Apa sayang” tanya Andi yang mendengarnya dengan samar - samar.

“Hah, enggak kok. Aku gak ngomong apa - apa” aku membantah apa yang di dengar Andi.

Setelah mengambil beberapa es krim.

“Sudah sayang”

“Sudah nih” jawab Andi yang tangannya dipenuhi es krim kanan kiri. “Adek gak mau beli apa - apa lagi”

“Kosmetik sayang, tapi di toko sebelah, ke kasir terus biar adek bayar”

“Yakin ni adek bayar”

“Iya ayok ah” aku menarik tangan Andi ke kasir. “Kak berapa ini” tanyaku ke penjaga kasir.

“Semuanya jadi 80.000”

Aku mengeluarkan uang dari dompetku kemudian membayarnya. Mbak kasir memasukkan es krim ke dalam kantong lalu menyerahkan kembali kepada kami.

“Sayang ke sana bentar ya” aku berjalan ke toko kosmetik iringi dengan langkah Andi di sampingku.

“Kak ada liptin” tanyaku

“Ada yang ini” tanya penjaga toko balik

“Iya”

“Abang mau beli apa” tanya ku yang melihay Andi diam saja di sampingku.

“Eum… gak sayang, habis ini kita ke toko parfum saja” jawabnya yang tidak ingin membeli apa - apa di toko kosmetik.

“Oke sayang, berapa kak” tanyaku ke kasir.

“Semuanya 120.000”

“Ini uangnya” aku memberikan uang pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu.

Kasirnya memberikan aku uang kembalian.

Setelah keluar dari toko kosmetik aku dan Andi melanjutkan ke toko kain untuk memilih kain baju couplean.

***

Di toko kain

“Sayang memangnya kita mau beli kain yang gimana, abang gak ngerti soalnya”

“Kita tanya ke penjaga tokonya saja sayang”

Penjaga toko datang menghampiri kami yang sedari tadi celingak celinguk kebingungan“Ada yang bisa saya bantu”

“Iya mas rencananya kami mau bikin baju couple an gitu, tapi bingung mau cari kain yang gimana” jelas Andi

“Oh mari ke sini mas mbak” penjaga dan kami berjalan mengikutinya. “Kalau couple biasa pakai yang batik boleh nanti di kombinasi”

“Gimana sayang” lirik ke Andi

“Silahkan mas dan mbaknya pilih - pilih dulu motifnya, saya tinggal dulu” penjaga toko pergi ke pelanggan yang lain membiarkan kami menentukan pilihannya.

“Yang mana sayang” tanya Andi yang matanya melirik ke beberapa motif kain.

“Kalau yang ini gimana sayang” aku menunjukkan sebuah motif yang simpel dan berwarna dasar hitam.

“Bagus sayang, kita ambil ini saja” Setelah selesai memilih Andi memanggil penjaga tokonya lagi.

Setelah kainnya di bungkus Andi membayarnya di kasir, lalu Andi dan aku keluar dari tokonya dan berjalan ke toko parfum yang ada di sebelahnya. Setelah membeli semua barang - barang Andi mengantarku kembali ke rumah.

“Thank fot today” seru ku yang membuka pintu mobil “ kamu hati - hati ya pulangnya ke rumah terus jangan kemana - mana lagi” jelasku sambil mengambil barang - barang dari mobil.

“Iya ibu negara” Andi menancap gas lagi.

Terpopuler

Comments

Re Studio

Re Studio

betol orang gendut bahagia

2022-12-16

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53 : Pak Said suka sama aku??
54 Bab 54 : Pelukan dari Andi
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 : Inna li llahi wa inna ilayhi rajiun
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62 : Ternyata Pak Said Menyukai ku
63 Bab 63 : Aku Rindu
64 Bab 64 : Kasus di Parkiran
65 Bab 65
66 Bab 66 : Panggilan itu
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Andi vs Anti
75 Bab 75 : Tatapan dokter Elita
76 Bab 76
77 Bab 77 : Andi Keluar dari Rumah Sakit
78 Bab 78 : Haruskah Hatiku Terluka
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82 : Apa yang Andi bicarakan??
83 Bab 83
84 Bab 84 : Andi Bakalan Pergi??
85 Bab 85 : Bersamamu
86 Bab 86
87 Bab 87 : Dokter Elita???
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90 : Siswa Kelas VIII d
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95 : Kanza Kecelakaan
96 Bab 96 : Kondisi Kanza
97 Bab 97
98 Bab 98 : Kanza Sadar
99 Bab 99 : Kasih sayangnya Andi
100 Bab 100 : Andi dan Dokter Elita
101 Bab 101 : Marahan
102 Bab 102
103 Bab 103 : Mawar Merah Bukti Cinta
104 Bab 104 : Fansnya Andi
105 Bab 105 : Andi Mencintai Wanita Lain
106 Bab 106 : Bakso
107 Bab 107 : Liburan
108 Bab 108 : Hari Pertama Liburan
109 Bab 109 : Pantai
110 Bab 110 : Andi Pergi
111 Bab 111 : Penantianku
112 Bab 112
113 Bab 113 : Ini Beneran Andi?
114 Bab 114
115 Bab 115 : Mengurus Pernikahan bagian 1
116 Bab 116 : Mengurus Pernikahan bagian 2
117 Bab 117 : Andi dan Kanza Bersatu
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53 : Pak Said suka sama aku??
54
Bab 54 : Pelukan dari Andi
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 : Inna li llahi wa inna ilayhi rajiun
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62 : Ternyata Pak Said Menyukai ku
63
Bab 63 : Aku Rindu
64
Bab 64 : Kasus di Parkiran
65
Bab 65
66
Bab 66 : Panggilan itu
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Andi vs Anti
75
Bab 75 : Tatapan dokter Elita
76
Bab 76
77
Bab 77 : Andi Keluar dari Rumah Sakit
78
Bab 78 : Haruskah Hatiku Terluka
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82 : Apa yang Andi bicarakan??
83
Bab 83
84
Bab 84 : Andi Bakalan Pergi??
85
Bab 85 : Bersamamu
86
Bab 86
87
Bab 87 : Dokter Elita???
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90 : Siswa Kelas VIII d
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95 : Kanza Kecelakaan
96
Bab 96 : Kondisi Kanza
97
Bab 97
98
Bab 98 : Kanza Sadar
99
Bab 99 : Kasih sayangnya Andi
100
Bab 100 : Andi dan Dokter Elita
101
Bab 101 : Marahan
102
Bab 102
103
Bab 103 : Mawar Merah Bukti Cinta
104
Bab 104 : Fansnya Andi
105
Bab 105 : Andi Mencintai Wanita Lain
106
Bab 106 : Bakso
107
Bab 107 : Liburan
108
Bab 108 : Hari Pertama Liburan
109
Bab 109 : Pantai
110
Bab 110 : Andi Pergi
111
Bab 111 : Penantianku
112
Bab 112
113
Bab 113 : Ini Beneran Andi?
114
Bab 114
115
Bab 115 : Mengurus Pernikahan bagian 1
116
Bab 116 : Mengurus Pernikahan bagian 2
117
Bab 117 : Andi dan Kanza Bersatu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!