“Iya gimana mau cewek apa cowok sayang”
“Siapa”
“Iih” aku menjadi kesal dengan jawaban Andi
“Kalau abang sekasih Allah saja mau cowok apa cewek kita harus terima karena itu buah cinta kita”
“Tumben jawabnya benar”
“Kan iya sayang karena Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan yang penting setelah nikah nanti kita program terus biar cepat kita usaha dan berdoa” Andi mencolek hidungku.
“Iya sayang aaamiin, jadi gak sabar nih pengen cepat - cepat punya dedek bayi biar ada yang nangis - nangis nanti”
“Iya sabar sayang”
“Adek punya loh nama anak cewek gitu bang”
“Oh ya siapa”
“Safa Cantika Humaira”
“Bagus sayang namanya, seeh kamu ini diam - diam sudah menyiapkan nama yang bagus gini”
“Iya abang adek suka banget sama nama itu nanti kita bisa panggil dia Cantik atau Safa sayang”
“Semoga ya sayang cita - cita kita cepat terkabulkan, by the way abang jatuh hati loh sama nama itu kaya pas gitu di hati abang Safa Cantika Humaira”
“Tapi bang, adek sedih deh nama itu sudah dipakai duluan sama sepupu adek untuk nama anaknya gak sama persis sih nama anaknya Safa Zayyana Humaira”
“Ya kan gak apa - apa sayang, nama anak kita besok Safa Cantika Humaira kan beda tuh walaupun sedikit, lagian nama itu sudah adek buat dari lama ya biarin lah kalau sama kan kita gak nyontek” Andi memberiku semangat
“Iya sih bang, adek pikirnya gitu juga, kemaren tu bang waktu adek di undang acara aqiqahannya pas adek tahu namanya Safa Zayyana Humaira ya Allah” menghela nafas berat
“Syok gitu ya dek”
“Banget bang” aku meluapkan kekecewaanku yang tidak bisa kuutarakan kepada siapa pun.
“Sudah sayang yang penting cepat - cepat punya dedeknya dulu atau kita buat sekarang terus”
“Apa sih kamu” aku menampar pipinya Andi pelan
“Becanda sayang, biar kamu ketawa”
Waiters membawakan pesanan kami.
“Makasih kak”
“Iya kak silahkan dinikmati” waiters pergi meninggalkan kami.
Andi dan aku menyantap pesanan yang telah dibawakan selagi hangat.
Seperti biasa Andi selesai makan duluan “Sayang adek ada kepengen beli apa gitu biar abang belikan” tanya Andi sambil menatapku.
“Gak ada sayang, emang kenapa” tanyaku heran.
“Beli baju yu, kan abang gak pernah beli baju buat adek”
“Gak usah abang” menyeruput minuman “nanti saja waktu adek sudah gajian”
“Oh kalau gitu sekarang pakai gaji abang dulu berarti”
“Janganlah nanti habis gajinya abang, abang harus hemat tahu kan kita mau nikah sayang”
“Gimana kalau kita beli bakal kain saja yang couple gitu nanti kalau pergi - pergi sudah couple an kita”
“Boleh juga sayang, ayo lah”
“Ngomong gitu baru mau dia”
Nyengir kuda “tapi bentar lagi lah sayang masih PW nih kenyang lagi”
“Dasar ndut” ledek Andi
“Orang gendut bahagia tahu” jawabku yang duduk bersender di kursi.
“Jadi kamu bahagia sekarang” tanya Andi lagi
“Iyalah, tau gak kenapa aku bisa sebahagia sekarang” duduk tegap menghadap Andi
“Kenapa”
“Kamu lah alasan ku bahagia”
“Oh” jawab Andi singkat
“Oh doang” tanyaku kesal
“Terus apa lagi sayang”
“Tahu ah males” jawabku dengan wajah jutek
Andi cengengesan melihat wajahku “kamu juga alasan abang bahagia sayang, abang saja sudah mulai gendut sekarang lihat ini perut abang” memegang perutnya.
Aku melirik perutnya
“Perut abang sudah buncit sixpack nya sudah meleleh tahu” dia melototkan matanya
Aku tertawa ngakak di sampingnya
“Apa lagi kalau sudah nikah”
“Makin gendutlah kamu celana sobek - sobek ini nanti” memegang celana Andi di bagian sobeknya “bukan kek gini lagi robeknya sudah besar” ketawa “coba ya adek bayangin kalau abang gendut lebih gendut dari ini” aku membayangkan Andi yang badannya gendut dan pipinya tembam.
“Gak usah dibayangin” jawab Andi kesal dengan matanya melotot ke arahku
Aku tertawa ngakak dengan muka kesalnya.
“Jahat banget sih kamu” Andi menekuk wajahnya
“Siapa” ledekku
“Tahu ah”
“Duh duh anak bayi gede aku ngambek ya” aku mengunyel - ngunyel pipinya. “Jangan ngambek lah nanti aku beliin es krim ya” aku memberantakkan rambutnya.
“Jadi mau disogok pakek es krim ni” melirik ke arah ku
“Iya mau kan” mengedipkan mata ke arah Andi menggodanya supaya tidak ngambek lagi.
“Boleh, yasudah ayo”
“Iya”
“Abang bayar dulu” Andi pergi ke kasir lalu membayarnya dan kembali menemuiku.
Aku dan Andi pergi ke minimarket.
***
Di minimarket
“Abang mau es krim apa ambil saja bebas” aku berjalan di depan Andi.
“Kalau tong es krimnya boleh”
“Buat apa tongnya”
“Mau abang masukkin kamu”
“Rese banget sih” aku mencubit pinggangnya karena geram dengan tingkahnya yang super duper ngeselin, nyebelin dan dan dan tapi aku sayang banget”
“Ih jangan” memegang pinggangnya “nanti kempesy akunya”
“Dikira balon apa”
“Iya dong balon bohate, pernah lihat gak adek”
“Gak tuh”
“Kamu sih asik sama Suga”
“Jealous ya“
“Aku” menunjuk dirinya “aku jealous oh no” teriaknya di telingaku.
“Kalau jealous bilang saja pak” godaku lagi.
“Aku jealous nya kalau ada cowok lain yang dekat sama kamu di sini, kalau suga kan dia beda alam sama kamu” jawabnya seraya memegang kedua pipiku sampai membuat bibirku membulat.
Tak sengaja karena tubuhku menghadap Andi alhasil aku bertabrakan
Baaaaam
“Auuuuu” teriak orang yang tak sengaja ku tabrak itu.
“Mmamaaf kak” aku membalikkan badan ke arah seseorang yang kutabrak. Namun betapa tak disangka orang yanh aku tabrak adalah sahabatku ketika SMA dia adalah Salsa. “Salsa” teriakku
“Kanza” dia melihat ke arahku “ya ampun sudah lama ya gak jumpa sama kamu, kamu gimana sehat, sudah nikah ya sama Roni kok gak undang - undang aku sih” Salsa melemparkan banyak pertanyaan kepadaku serasa sensus penduduk.
“Baik - baik. Belum, belum nikah aku, aku sudah lama pisah dari dia”
“Oh ya, ya ampun maaf ya aku gak tahu, terus ini siapa” melirik ke arah Andi yang berdiri di sampingki.
“Ini bang Andi tunangan aku, bang kenalin Salsa”
“Andi” Andi mengulurkan tangannya.
“Salsa” mengulurkan tangannya.
“Ganteng banget” bisik Salsa di telingaku dengan melirik Andi
“Bisa saja kamu”
“Ya sudah aku duluan ya”
“Sudah belanjanya, main - main ya ke rumah”
“Iya aman” jawabnya mengambil langkah untuk pergi.
“Kayaknya semua orang ya tahu kamu sama Roni” Entah apa yang dipikirkan Andi dia tiba - tiba saja cemburu dengan Roni mantan kekasihku.
“Duh sayang maaf ya sudah buat kamu gak nyaman, Salsa itu kan sahabat aku pas SMA dan si Roni - Roni itu juga SMA di sana”
“Sudah ah gak usah dibahas lagi, bikin bete saja”
“Sayang kan aku gak ada apa - apa lagi sama dia, sekarang” aku menggemgam tangan Andi “aku sudah sama kamu, seluruh rasa sayang aku, cinta aku semuanya untuk kamu, gak ada celah sedikit pun untuk orang lain termasuk Roni” aku menatap mata Andi “kamu percaya kan sama aku”
“Iya sayang, aku percaya kok, ah mana es krimnya”
“Iya - iya ayuk ambil” berjalan kembali ke kulkas es krim “ku kira sudah lupa” seru ku pelan.
“Apa sayang” tanya Andi yang mendengarnya dengan samar - samar.
“Hah, enggak kok. Aku gak ngomong apa - apa” aku membantah apa yang di dengar Andi.
Setelah mengambil beberapa es krim.
“Sudah sayang”
“Sudah nih” jawab Andi yang tangannya dipenuhi es krim kanan kiri. “Adek gak mau beli apa - apa lagi”
“Kosmetik sayang, tapi di toko sebelah, ke kasir terus biar adek bayar”
“Yakin ni adek bayar”
“Iya ayok ah” aku menarik tangan Andi ke kasir. “Kak berapa ini” tanyaku ke penjaga kasir.
“Semuanya jadi 80.000”
Aku mengeluarkan uang dari dompetku kemudian membayarnya. Mbak kasir memasukkan es krim ke dalam kantong lalu menyerahkan kembali kepada kami.
“Sayang ke sana bentar ya” aku berjalan ke toko kosmetik iringi dengan langkah Andi di sampingku.
“Kak ada liptin” tanyaku
“Ada yang ini” tanya penjaga toko balik
“Iya”
“Abang mau beli apa” tanya ku yang melihay Andi diam saja di sampingku.
“Eum… gak sayang, habis ini kita ke toko parfum saja” jawabnya yang tidak ingin membeli apa - apa di toko kosmetik.
“Oke sayang, berapa kak” tanyaku ke kasir.
“Semuanya 120.000”
“Ini uangnya” aku memberikan uang pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu.
Kasirnya memberikan aku uang kembalian.
Setelah keluar dari toko kosmetik aku dan Andi melanjutkan ke toko kain untuk memilih kain baju couplean.
***
Di toko kain
“Sayang memangnya kita mau beli kain yang gimana, abang gak ngerti soalnya”
“Kita tanya ke penjaga tokonya saja sayang”
Penjaga toko datang menghampiri kami yang sedari tadi celingak celinguk kebingungan“Ada yang bisa saya bantu”
“Iya mas rencananya kami mau bikin baju couple an gitu, tapi bingung mau cari kain yang gimana” jelas Andi
“Oh mari ke sini mas mbak” penjaga dan kami berjalan mengikutinya. “Kalau couple biasa pakai yang batik boleh nanti di kombinasi”
“Gimana sayang” lirik ke Andi
“Silahkan mas dan mbaknya pilih - pilih dulu motifnya, saya tinggal dulu” penjaga toko pergi ke pelanggan yang lain membiarkan kami menentukan pilihannya.
“Yang mana sayang” tanya Andi yang matanya melirik ke beberapa motif kain.
“Kalau yang ini gimana sayang” aku menunjukkan sebuah motif yang simpel dan berwarna dasar hitam.
“Bagus sayang, kita ambil ini saja” Setelah selesai memilih Andi memanggil penjaga tokonya lagi.
Setelah kainnya di bungkus Andi membayarnya di kasir, lalu Andi dan aku keluar dari tokonya dan berjalan ke toko parfum yang ada di sebelahnya. Setelah membeli semua barang - barang Andi mengantarku kembali ke rumah.
“Thank fot today” seru ku yang membuka pintu mobil “ kamu hati - hati ya pulangnya ke rumah terus jangan kemana - mana lagi” jelasku sambil mengambil barang - barang dari mobil.
“Iya ibu negara” Andi menancap gas lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Re Studio
betol orang gendut bahagia
2022-12-16
1