Bab 2

Sementara aku dan kak yuni di motor

“Dek gimana sama Andi” teriak karena suara angin

“Kakak mau jodohin aku sama bang Andi”

“Kalau kamu suka ya lanjut dek, kakak setuju kalau kamu sama dia, dia baik kok orangnya dan keluarganya juga orang baik kakak sama bang Adam kenal baik sama keluarganya”

“Hehe”

“Kok ketawa sih, serius kakak bilang”

Kami pun akhirnya sampai. Malamnya Andi menghubungiku via Whatsapp

“Assalamualaikum”

Aku yang menonton televisi mendengar bunyi handphone dan mengambilnya kemudian membaca sebuah pesan yang berisi Assalamualaikum, aku membalas pesannya dengan Waalaikumussalam.

Kemudian Andi menanyaku sedang apa

“Lagi apa adek ganggu gak ni kalau abang chat”

Aku membalasnya

“Lagi nonton televisi ni, gak ganggu lah abang, abang sendiri lagi apa”

Dia membalasnya “biasa abang lagi jaga kantor”

Aku pun heran dengan jawabannya dan aku langsung membalasnya lagi “kok jaga kantor sih bang biar gak hilang ya kantornya”

Dia membalasnya lagi “ ah adek ini ada-ada saja”

Aku membalasnya “ya apa lagi kalau biar gak hilang kantornya makanya abang jagain”

Dia membalasnya dengan cepat “kan duduk dek, bergosip”

Aku tertawa dengan jawabannya “oh orang laki ada bergosip juga rupanya ya bang”

Dia membalasnya “iya dong dek, oh iya adek gak lagi telponan sama cowok adek tu”

Aku membalasnya “gak abg sekarang dia sudah jarang berkabar, ditelpon pun cuman seminggu sekali”

Dia menasehatiku supaya jangan galau karena masih ada dia yang mau perdulikan aku dan akan menjaga aku lebih dari 24 jam. Chattingan itu pun berakhir.

Aku yang kepikiran dengan kekasihku yang sekarang ini sama sekali lagi tidak menghubungiku lagi entah apa yang terjadi apa dia sibuk atau dia sudah punya kekasih baru.

“Aku gak nyangka semuanya seperti ini sekarang, keakrapan ku dengannya kini perlahan sirna, aku gak mau semua ini mengacaukan hidupku, dia memang penyemangatku, lagian aku punya bang Andi sekarang yang selalu baik sama aku ya walaupun aku tahu ia bukan milikku” mengeluarkan air mata

Aku mengapus air mata “aku tahu Allah akan kasih yang terbaik untukku dan keluargaku, amin” mengusap wajahnya dengan kedua tangan “jadi buat apa aku galau buat orang yang gak ngepeduliin aku lagi”

Telponnya berdering, aku mengecek dan menjawabnya, ternyata yang menelpon adalah Andi

“Assalamualaikum bang” suara serak habis nangis

Waalaikumsalam, lo adek nangis kenapa, tanyanya

“Gak kok abang”

Pasti gara-gara cowok adek lagi ya, udah ya dek jangan pikirkan dia lagi, jawabnya

“Iya bang masih gak nyangka aja bang dia begitu sekarang”

Udah mending sekarang adek hapus air matanya, adek ingat ya masih ada Allah yang bisa ngasih adek yang terbaik jadi adek gak boleh bersedih karena seseorang yang belum tentu juga dia jodoh adek ya, pintanya

“Iya bang makasih ya akan adek usahakan”

Iya dek, abang siap kok jadi teman adek yang siap ngebuat adek bahagia inshaallah abang akan ngelakuin apa saja yang bisa buat adek bahagia, pinta Andi kepadaku

“Iya bang, adek gak mau galau lagi dari sekarang, maaf ya abang telpon adek lagi nangis”

Haha itulah mungkin kenapa Allah menyuruh abang dekat sama adek biar bisa abang ngebahagiain adek, serunya

Panggilan itu berakhir. Malam semakin larut aku pun tertidur pulas.

Sebulan kemudian kedekatan Aku dengan Andi semakin akrab, sementara kekasihku ia benar-benar tidak ada lagi kabarnya.

Paginya Aku sedang duduk bersama guru lain di sekolah, ketika sedang berbincang-bincang ada pesan masuk di handphoneku, aku melihatnya

Via whatsapp

Assalamualaikum

Waalsikumussalam, balasku

Lagi apa sayang, tanyanya

Lagi sampul buku ni di perpustakaan, abang sedang apa? balasku lagi

Biasa di kantor lagi piket , balasnya yang membuatku terheran

Piket apa?, tanyaku

Hehe jaga kantor, siapa yang gak masuk kerja, pokoknya gitulah, balasnya

Emang kerja abang apa sih, tanyaku yang semakin penasaran saja

Adek dimana sekarang, kita pergi sebentar boleh, pintanya

Boleh bang

Chattingan berakhir aku menunggu kedatangannya.

Tak lama kemudian ada sebuah mobil yang parkir di depan gerbang sekolah. Handphone ku kembali berdering

“Assalamualaikum”

Waalaikumsalam, abang di depan pagar ni adek keluar ya

“Iya bang sebentar ya” mematikan telponnya “ibu saya keluar sebentar ya” pintaku kepada bosku

“Iya jangan lama-lama ya sebentar lagi istirahat nanti siswa-siswa ada yang meminjam buku”

“Iya bu” keluar dari perpustakaan dan menghampiri Andi

Sesampaiku di gerbang aku tidak melihat ada orang sama sekali hanya satu mobil yang berparkir di sana. Aku menelpon Andi

“Abang dimana”

Di dalam mobil depan adek berdiri, jawabnya

Tak pikir panjang aku langsung berjalan ke arah mobilnya lalu membuka pintu, betapa terkejutnya aku ternyata Andi yang kukenal selama ini adalah seorang…….

Ternyata Andi yang kukenal adalah seorang Prajurit TNI

“Gimana sudah lihat kan apa kerjanya abang”

“Hmm iya, adek pikir apa kerja abang ini, selalu kalau ditanya ikut bang Adamlah kerjanya, jagan kantorlah, piketlah apa itu sungguh membuat penasaran”

“Tapi sekarang sudah tahukan apa kerja abang gak bikin adek penasaran lagi”

“Iya bang, by the way kita mau kemana ni bang”

“Ke acara pesta abang sebentar ya”

“Boleh bang”

Aku dan Andi pergi ke pesta temannya Andi yang tidak jauh dari tempat kerjaku. Handphoneku berdering aku melihatnya dan menjawab panggilannya yang ternyata mamaku

“Kamu dimana sayang” tanyanya

“Lagi sama bang Andi ma, temanin dia ke pesta temannya sebentar”

Panggilan itu berakhir

“Siapa dek” tanya Andi yang lagi menyetir mobilnya

“Mamanya bang, tanya adek lagi dimana”

“Jadi mau ni kenalan sama mama”

“Kenalan saja”

“Nantilah, siapin mentalnya dulu”

Aku tertawa “masak bapak tentara malu-malu sih”

“Ya kan ini beda, ini sama calon mertua jadi mesti hati-hati waspada” ikut tertawa bersamaku “oh ya mamanya abang selalu menanyakan kamu, katanya kapan kamu ke rumah, mama pengen ketemu sama kamu”

Aku terkagum mendengarnya, lelaki yang beberapan bulan kukenal ini sudah mau memperkenalkan aku dengan orang tuanya. Sedangkan pacarku dulu yang sudah bertahun-tahun bersamaku tidak pernah sama sekali mengajak ku ke rumahnya untuk memperkenalkanku dengan keluarganya, batinku

“Mamanya abang kenal sama adek”

“Iyalah abang selalu certain adek di rumah, makanya mama penasaran banget sama kamu”

Aku tersenyum malu mendengarnya bagaimana tidak belum apa-apa aku sudah dispesialkan begini

“Bahkan ya dek, setiap abang pulang ke rumah bukan abang ya ditanyakin mama, tapi kamu tahu” tertawa menceritakannya

Aku juga tertawa bahagia mendengarnya “abang gak boleh cemburu ya”

“Adek mau gak bicara sama mama sekarang”

“Abang mau ke tempat mama sekarang”

“Enggak, kita telpon saja beliau”

“Boleh bang, tapi adek takut bang, gak berani”

“Sama calon mertua gak boleh malu”

Andi pun menelpon mamanya

“Assalamualaikum ma”

Waalaikumsalam di, kenapa Andi, jawabnya suaranya begitu lembut memanggil nama putranya

“Andi lagi sama calon mantu mama ni” cengengesan sesekali melirik wajahku

Mana, tanyanya

“Ni sayang” memberikan handphonenya kepada

“Assalamualaikum tante” seruku

Waalaikumsalam kamu Kanza ya, duh mama senang banget bisa ngomong sama kamu, kamu kapan ke sini sayang, tanyanya yang sontak membuatku bahagia jantung berdegub kencang

“Iya tante nanti kapan-kapan Kanza main ke sana ya”

Iya sayang mama tunggu ya, oh ya kalian mau kemana ini, tanyanya lagi

Aku langsung memberikan handphonenya kembali ke Andi “ini bang handphonenya”

“Kenapa ma”

Itu tadi mama tanya kalian mau kemana, apa mau ke tempatnya wahyu. jelasnya

“Iya ma, ke tempat acaranya wahyu tadi Kanza gak kenal makanya dia kasih handphonenya ke Andi”

Mamanya tertawa “lucu sekali anak itu, makanya Ndi kenalan teman-teman kamu sama dia, biar dianya gak bingung” jelasnya lagi

“Iya ma”

Panggilan itu berakhir. Tak butuh waktu lama akhirnya kami sampai di tempat tujuan.

“Hai komandan selamat datang, silahkan nikmati hidangan”

“Siap-siap Dan”

“Ini siapa dan”

“Calon istri”

“Amin” Andi dan wahyu tertawa bersama.

“Dek” memanggilku “kenalin ni wahyu”

Aku mengulurkan tangan “kanza”

“Wahyu, masuk ke dalam terus ya”

Aku dan Andi masuk ke tempat acara dan menikmati hidangan, setelah mengambil beberapa makanan yang disediakan kami duduk di sebuah meja yang dekat dengan pengantin.

“Sayang, kapan ya kita gini” Andi melihat kearah pengantin lalu melihat wajahku

“Entah abang”

“Nanti ya, adek tunggu saja abang lagi usahakan ini” jawabnya yang memberiku harapan

“Sudah abang makan dulu saja, nanti keselek malu jadinya lagian abang diacara orang abang pake segala ngegombal”

“Kan sambil nyelam minum air sayang” nyehir kuda

“Awas tenggelam”

“Abang sudah tenggelam kok dek, dalam lautan cinta adek”

Aku tertawa ngakak “pandai ya abang ngegombalnya”

“Andi gitu, tapi cuma sama adek abang berani gombal kaya gini”

“Awas saja kalau berani sama yang lain”

“Kenapa kalau gombal sama yang lain, adek cemburu kah”

“Gak tuh, paling abang tinggal namanya saja nanti, abang tahukan istilah di indonesia bisa membunuh tanpa menyentuh” ancamku

“Uh sadis ya”

“Harus, oh ya abang kita balik yuk, nanti keburu pulang sekolahnya”

“Oke ayu” berdiri dan berjalan ke luar dari tempat pesta

Aku dan Andi kembali ke sekolah

“Dek gak bawa oleh-oleh” tanya salah satu guru di sana yang juga sahabatku dari kecil

“Aduh kak, cuman ke pesta tadi sebentar mana ada oleh-oleh”

“Lain kali dibawa ya oleh-olehnya ya kan bu Reza” mereka menggodaku

“Orang mana dek calonnya itu yang tadi jemput kamu” tanya bosku

“Orang indra puri bu”

“Kapan acaranya dek, nanti jangan lupa undang kami biar kami jadi bridesmaidnya ya” mereka lagi-lagi menggodaku yang membuat aku tersipu malu

“Insha allah bu doakan saja biar bisa secepatnya”

Bel pulang sekolah berbunyi semua siswa keluar kelas berhamburan.

Aku dan ibuku juga pulang ke rumah.

“Kakak tadi pergi sama Andi kemana” tanya mamaku yang penasaran dengan kepergianku dengan Andi tadi

“Gak ma, cuma nemanin dia ke acaranya temannya”

“Terus sama yang dulu gimana”

“Dia sudah gak ngehubungi kakak lagi ma, lagian bang Andi ini juga baik orangnya ma”jelasku pada mama

“Alhamdulillah kalau orangnya baik mama setuju, dia orang mana kak kok jemput kamu tadi”

“Dia asli indrapuri ma, ternyata dia tentara sama kaya bang Adam”

“Terus kok bisa kenal sama dia”

“Itu ma yang kemaren kakak diajak pergi sama kak yuni, ternyata ada bang Andi di sana jadi mereka kenalin aku sama dia”

Perbincangan itu semakin seru sehingga kami pun sampai ke rumah

Malamnya ketika kami semua sedang duduk bersama

“Kak mama mau tanya lagi tentang Andi” mamaku memulai perbincangan dia masih sangat penasaran dengan sosok Andi yang tadi siang aku ceritakan.

“Kenapa ma”

“Coba mama mau lihat fotonya yang mana sih orangnya”

“Ini ma” memperlihatkan foto Andi yang ada dihandphone ku

“Oh ganteng ya, gak kalah sama yang dulu”

“Iya ma, udah ganteng baik lagi orangnya. Tau gak ma kakak sudah dikenalin sama orang tuanya”

“Oh ya, alhamdulillah kak, terus gimana respon mamanya sama kamu”

“Alhamdulillah ma mamanya suka sama kakak walaupun belum ketemu, ini ya ma setiap hari pas Andi pulang ke rumah mamanya selalu tanyain kakak”

“Iya sayang kita kalau bisa dekat sama mertua ada poin plus dalam hidup kita sayang”

“Mama nanti kakak kenalin sama Andi ya ma, mama harus dekat juga sama dia”

“Iya kan calon anak laki-laki mama, tapi jujur kemaren mama sudah berharap dia yang menjadi anak laki-laki mama” mamaku masih mengenang baiknya mantan ku yang pergi begitu saja meninggalkan ku padahal sebelumnya kebaikannya begitu luar bisa sampai mamaku sangat menyayanginya.

“Iya, tapi gimana ma dia sudah gak mau dekat lagi sama Kanza, kan kita gak boleh maksa kan ma buat orang terus suka sama kita”

“Iya sayang, sabar saja semua akan indah pada waktunya”

Seminggu kemudian aku berencana jalan-jalan bersama 3 sahabatku Dewi, Laras dan Lia. Sebelum menjembut Dewi aku menelpon Andi

“Assalamualaikum bang”

Waalaikumsalam, jawabnya

“Abang kanza mau jalan-jalan sebentar ya sama kawan-kawannya kanza”

Kemana, tanyanya

“Biasa bang ke tempat bakso” bakso adalah makanan favoritku apa pun keadaannya tetpo bakso yang terngiang-ngiang di otakku.

Kamu selalu bakso ya, ledeknya

“Enak tahu bang, apalagi cuaca seperti hari ini, sangat mendukung kita kalau makan bakso”

Iya pergi terus, oh ya adek boleh mampir sebentar ke koramil mama ada nitip sesuatu buat adek

“Boleh bang, sebentar lagi adek ke sana ya”

Panggilan itu berakhir, aku menjemput Dewi. Setelah menjemput Dewi aku pergi ke koramil untuk menemuin Andi

Andi telah menungguku di sana. Betapa gantengnya dia ketika memakai seragam TNI sampai membuat kedua mataku tidak bisa berkedip, hatiku berdegub kencang

“Jadi dimana kalian mau makan baksonya”

“Di bakso cita rasa bang”

“Oh ya sebentar lagi abang harus berangkat ke medan untuk ikut seleksi”

“Kok abang ngasih tahunya mendadak”

“Iya soalnya abang juga baru tadi dikasih tahu komandan, jadi dari tadi abang siapin berkasnya bentar lagi abang pulang ke rumah buat packing”

“Iya bang hati-hati ya nanti di sana”

Terpopuler

Comments

Re Studio

Re Studio

lanjut kak🙏

2022-12-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53 : Pak Said suka sama aku??
54 Bab 54 : Pelukan dari Andi
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59 : Inna li llahi wa inna ilayhi rajiun
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62 : Ternyata Pak Said Menyukai ku
63 Bab 63 : Aku Rindu
64 Bab 64 : Kasus di Parkiran
65 Bab 65
66 Bab 66 : Panggilan itu
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Andi vs Anti
75 Bab 75 : Tatapan dokter Elita
76 Bab 76
77 Bab 77 : Andi Keluar dari Rumah Sakit
78 Bab 78 : Haruskah Hatiku Terluka
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82 : Apa yang Andi bicarakan??
83 Bab 83
84 Bab 84 : Andi Bakalan Pergi??
85 Bab 85 : Bersamamu
86 Bab 86
87 Bab 87 : Dokter Elita???
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90 : Siswa Kelas VIII d
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95 : Kanza Kecelakaan
96 Bab 96 : Kondisi Kanza
97 Bab 97
98 Bab 98 : Kanza Sadar
99 Bab 99 : Kasih sayangnya Andi
100 Bab 100 : Andi dan Dokter Elita
101 Bab 101 : Marahan
102 Bab 102
103 Bab 103 : Mawar Merah Bukti Cinta
104 Bab 104 : Fansnya Andi
105 Bab 105 : Andi Mencintai Wanita Lain
106 Bab 106 : Bakso
107 Bab 107 : Liburan
108 Bab 108 : Hari Pertama Liburan
109 Bab 109 : Pantai
110 Bab 110 : Andi Pergi
111 Bab 111 : Penantianku
112 Bab 112
113 Bab 113 : Ini Beneran Andi?
114 Bab 114
115 Bab 115 : Mengurus Pernikahan bagian 1
116 Bab 116 : Mengurus Pernikahan bagian 2
117 Bab 117 : Andi dan Kanza Bersatu
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53 : Pak Said suka sama aku??
54
Bab 54 : Pelukan dari Andi
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59 : Inna li llahi wa inna ilayhi rajiun
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62 : Ternyata Pak Said Menyukai ku
63
Bab 63 : Aku Rindu
64
Bab 64 : Kasus di Parkiran
65
Bab 65
66
Bab 66 : Panggilan itu
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Andi vs Anti
75
Bab 75 : Tatapan dokter Elita
76
Bab 76
77
Bab 77 : Andi Keluar dari Rumah Sakit
78
Bab 78 : Haruskah Hatiku Terluka
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82 : Apa yang Andi bicarakan??
83
Bab 83
84
Bab 84 : Andi Bakalan Pergi??
85
Bab 85 : Bersamamu
86
Bab 86
87
Bab 87 : Dokter Elita???
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90 : Siswa Kelas VIII d
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95 : Kanza Kecelakaan
96
Bab 96 : Kondisi Kanza
97
Bab 97
98
Bab 98 : Kanza Sadar
99
Bab 99 : Kasih sayangnya Andi
100
Bab 100 : Andi dan Dokter Elita
101
Bab 101 : Marahan
102
Bab 102
103
Bab 103 : Mawar Merah Bukti Cinta
104
Bab 104 : Fansnya Andi
105
Bab 105 : Andi Mencintai Wanita Lain
106
Bab 106 : Bakso
107
Bab 107 : Liburan
108
Bab 108 : Hari Pertama Liburan
109
Bab 109 : Pantai
110
Bab 110 : Andi Pergi
111
Bab 111 : Penantianku
112
Bab 112
113
Bab 113 : Ini Beneran Andi?
114
Bab 114
115
Bab 115 : Mengurus Pernikahan bagian 1
116
Bab 116 : Mengurus Pernikahan bagian 2
117
Bab 117 : Andi dan Kanza Bersatu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!