Sementara aku dan kak yuni di motor
“Dek gimana sama Andi” teriak karena suara angin
“Kakak mau jodohin aku sama bang Andi”
“Kalau kamu suka ya lanjut dek, kakak setuju kalau kamu sama dia, dia baik kok orangnya dan keluarganya juga orang baik kakak sama bang Adam kenal baik sama keluarganya”
“Hehe”
“Kok ketawa sih, serius kakak bilang”
Kami pun akhirnya sampai. Malamnya Andi menghubungiku via Whatsapp
“Assalamualaikum”
Aku yang menonton televisi mendengar bunyi handphone dan mengambilnya kemudian membaca sebuah pesan yang berisi Assalamualaikum, aku membalas pesannya dengan Waalaikumussalam.
Kemudian Andi menanyaku sedang apa
“Lagi apa adek ganggu gak ni kalau abang chat”
Aku membalasnya
“Lagi nonton televisi ni, gak ganggu lah abang, abang sendiri lagi apa”
Dia membalasnya “biasa abang lagi jaga kantor”
Aku pun heran dengan jawabannya dan aku langsung membalasnya lagi “kok jaga kantor sih bang biar gak hilang ya kantornya”
Dia membalasnya lagi “ ah adek ini ada-ada saja”
Aku membalasnya “ya apa lagi kalau biar gak hilang kantornya makanya abang jagain”
Dia membalasnya dengan cepat “kan duduk dek, bergosip”
Aku tertawa dengan jawabannya “oh orang laki ada bergosip juga rupanya ya bang”
Dia membalasnya “iya dong dek, oh iya adek gak lagi telponan sama cowok adek tu”
Aku membalasnya “gak abg sekarang dia sudah jarang berkabar, ditelpon pun cuman seminggu sekali”
Dia menasehatiku supaya jangan galau karena masih ada dia yang mau perdulikan aku dan akan menjaga aku lebih dari 24 jam. Chattingan itu pun berakhir.
Aku yang kepikiran dengan kekasihku yang sekarang ini sama sekali lagi tidak menghubungiku lagi entah apa yang terjadi apa dia sibuk atau dia sudah punya kekasih baru.
“Aku gak nyangka semuanya seperti ini sekarang, keakrapan ku dengannya kini perlahan sirna, aku gak mau semua ini mengacaukan hidupku, dia memang penyemangatku, lagian aku punya bang Andi sekarang yang selalu baik sama aku ya walaupun aku tahu ia bukan milikku” mengeluarkan air mata
Aku mengapus air mata “aku tahu Allah akan kasih yang terbaik untukku dan keluargaku, amin” mengusap wajahnya dengan kedua tangan “jadi buat apa aku galau buat orang yang gak ngepeduliin aku lagi”
Telponnya berdering, aku mengecek dan menjawabnya, ternyata yang menelpon adalah Andi
“Assalamualaikum bang” suara serak habis nangis
Waalaikumsalam, lo adek nangis kenapa, tanyanya
“Gak kok abang”
Pasti gara-gara cowok adek lagi ya, udah ya dek jangan pikirkan dia lagi, jawabnya
“Iya bang masih gak nyangka aja bang dia begitu sekarang”
Udah mending sekarang adek hapus air matanya, adek ingat ya masih ada Allah yang bisa ngasih adek yang terbaik jadi adek gak boleh bersedih karena seseorang yang belum tentu juga dia jodoh adek ya, pintanya
“Iya bang makasih ya akan adek usahakan”
Iya dek, abang siap kok jadi teman adek yang siap ngebuat adek bahagia inshaallah abang akan ngelakuin apa saja yang bisa buat adek bahagia, pinta Andi kepadaku
“Iya bang, adek gak mau galau lagi dari sekarang, maaf ya abang telpon adek lagi nangis”
Haha itulah mungkin kenapa Allah menyuruh abang dekat sama adek biar bisa abang ngebahagiain adek, serunya
Panggilan itu berakhir. Malam semakin larut aku pun tertidur pulas.
Sebulan kemudian kedekatan Aku dengan Andi semakin akrab, sementara kekasihku ia benar-benar tidak ada lagi kabarnya.
Paginya Aku sedang duduk bersama guru lain di sekolah, ketika sedang berbincang-bincang ada pesan masuk di handphoneku, aku melihatnya
Via whatsapp
Assalamualaikum
Waalsikumussalam, balasku
Lagi apa sayang, tanyanya
Lagi sampul buku ni di perpustakaan, abang sedang apa? balasku lagi
Biasa di kantor lagi piket , balasnya yang membuatku terheran
Piket apa?, tanyaku
Hehe jaga kantor, siapa yang gak masuk kerja, pokoknya gitulah, balasnya
Emang kerja abang apa sih, tanyaku yang semakin penasaran saja
Adek dimana sekarang, kita pergi sebentar boleh, pintanya
Boleh bang
Chattingan berakhir aku menunggu kedatangannya.
Tak lama kemudian ada sebuah mobil yang parkir di depan gerbang sekolah. Handphone ku kembali berdering
“Assalamualaikum”
Waalaikumsalam, abang di depan pagar ni adek keluar ya
“Iya bang sebentar ya” mematikan telponnya “ibu saya keluar sebentar ya” pintaku kepada bosku
“Iya jangan lama-lama ya sebentar lagi istirahat nanti siswa-siswa ada yang meminjam buku”
“Iya bu” keluar dari perpustakaan dan menghampiri Andi
Sesampaiku di gerbang aku tidak melihat ada orang sama sekali hanya satu mobil yang berparkir di sana. Aku menelpon Andi
“Abang dimana”
Di dalam mobil depan adek berdiri, jawabnya
Tak pikir panjang aku langsung berjalan ke arah mobilnya lalu membuka pintu, betapa terkejutnya aku ternyata Andi yang kukenal selama ini adalah seorang…….
Ternyata Andi yang kukenal adalah seorang Prajurit TNI
“Gimana sudah lihat kan apa kerjanya abang”
“Hmm iya, adek pikir apa kerja abang ini, selalu kalau ditanya ikut bang Adamlah kerjanya, jagan kantorlah, piketlah apa itu sungguh membuat penasaran”
“Tapi sekarang sudah tahukan apa kerja abang gak bikin adek penasaran lagi”
“Iya bang, by the way kita mau kemana ni bang”
“Ke acara pesta abang sebentar ya”
“Boleh bang”
Aku dan Andi pergi ke pesta temannya Andi yang tidak jauh dari tempat kerjaku. Handphoneku berdering aku melihatnya dan menjawab panggilannya yang ternyata mamaku
“Kamu dimana sayang” tanyanya
“Lagi sama bang Andi ma, temanin dia ke pesta temannya sebentar”
Panggilan itu berakhir
“Siapa dek” tanya Andi yang lagi menyetir mobilnya
“Mamanya bang, tanya adek lagi dimana”
“Jadi mau ni kenalan sama mama”
“Kenalan saja”
“Nantilah, siapin mentalnya dulu”
Aku tertawa “masak bapak tentara malu-malu sih”
“Ya kan ini beda, ini sama calon mertua jadi mesti hati-hati waspada” ikut tertawa bersamaku “oh ya mamanya abang selalu menanyakan kamu, katanya kapan kamu ke rumah, mama pengen ketemu sama kamu”
Aku terkagum mendengarnya, lelaki yang beberapan bulan kukenal ini sudah mau memperkenalkan aku dengan orang tuanya. Sedangkan pacarku dulu yang sudah bertahun-tahun bersamaku tidak pernah sama sekali mengajak ku ke rumahnya untuk memperkenalkanku dengan keluarganya, batinku
“Mamanya abang kenal sama adek”
“Iyalah abang selalu certain adek di rumah, makanya mama penasaran banget sama kamu”
Aku tersenyum malu mendengarnya bagaimana tidak belum apa-apa aku sudah dispesialkan begini
“Bahkan ya dek, setiap abang pulang ke rumah bukan abang ya ditanyakin mama, tapi kamu tahu” tertawa menceritakannya
Aku juga tertawa bahagia mendengarnya “abang gak boleh cemburu ya”
“Adek mau gak bicara sama mama sekarang”
“Abang mau ke tempat mama sekarang”
“Enggak, kita telpon saja beliau”
“Boleh bang, tapi adek takut bang, gak berani”
“Sama calon mertua gak boleh malu”
Andi pun menelpon mamanya
“Assalamualaikum ma”
Waalaikumsalam di, kenapa Andi, jawabnya suaranya begitu lembut memanggil nama putranya
“Andi lagi sama calon mantu mama ni” cengengesan sesekali melirik wajahku
Mana, tanyanya
“Ni sayang” memberikan handphonenya kepada
“Assalamualaikum tante” seruku
Waalaikumsalam kamu Kanza ya, duh mama senang banget bisa ngomong sama kamu, kamu kapan ke sini sayang, tanyanya yang sontak membuatku bahagia jantung berdegub kencang
“Iya tante nanti kapan-kapan Kanza main ke sana ya”
Iya sayang mama tunggu ya, oh ya kalian mau kemana ini, tanyanya lagi
Aku langsung memberikan handphonenya kembali ke Andi “ini bang handphonenya”
“Kenapa ma”
Itu tadi mama tanya kalian mau kemana, apa mau ke tempatnya wahyu. jelasnya
“Iya ma, ke tempat acaranya wahyu tadi Kanza gak kenal makanya dia kasih handphonenya ke Andi”
Mamanya tertawa “lucu sekali anak itu, makanya Ndi kenalan teman-teman kamu sama dia, biar dianya gak bingung” jelasnya lagi
“Iya ma”
Panggilan itu berakhir. Tak butuh waktu lama akhirnya kami sampai di tempat tujuan.
“Hai komandan selamat datang, silahkan nikmati hidangan”
“Siap-siap Dan”
“Ini siapa dan”
“Calon istri”
“Amin” Andi dan wahyu tertawa bersama.
“Dek” memanggilku “kenalin ni wahyu”
Aku mengulurkan tangan “kanza”
“Wahyu, masuk ke dalam terus ya”
Aku dan Andi masuk ke tempat acara dan menikmati hidangan, setelah mengambil beberapa makanan yang disediakan kami duduk di sebuah meja yang dekat dengan pengantin.
“Sayang, kapan ya kita gini” Andi melihat kearah pengantin lalu melihat wajahku
“Entah abang”
“Nanti ya, adek tunggu saja abang lagi usahakan ini” jawabnya yang memberiku harapan
“Sudah abang makan dulu saja, nanti keselek malu jadinya lagian abang diacara orang abang pake segala ngegombal”
“Kan sambil nyelam minum air sayang” nyehir kuda
“Awas tenggelam”
“Abang sudah tenggelam kok dek, dalam lautan cinta adek”
Aku tertawa ngakak “pandai ya abang ngegombalnya”
“Andi gitu, tapi cuma sama adek abang berani gombal kaya gini”
“Awas saja kalau berani sama yang lain”
“Kenapa kalau gombal sama yang lain, adek cemburu kah”
“Gak tuh, paling abang tinggal namanya saja nanti, abang tahukan istilah di indonesia bisa membunuh tanpa menyentuh” ancamku
“Uh sadis ya”
“Harus, oh ya abang kita balik yuk, nanti keburu pulang sekolahnya”
“Oke ayu” berdiri dan berjalan ke luar dari tempat pesta
Aku dan Andi kembali ke sekolah
“Dek gak bawa oleh-oleh” tanya salah satu guru di sana yang juga sahabatku dari kecil
“Aduh kak, cuman ke pesta tadi sebentar mana ada oleh-oleh”
“Lain kali dibawa ya oleh-olehnya ya kan bu Reza” mereka menggodaku
“Orang mana dek calonnya itu yang tadi jemput kamu” tanya bosku
“Orang indra puri bu”
“Kapan acaranya dek, nanti jangan lupa undang kami biar kami jadi bridesmaidnya ya” mereka lagi-lagi menggodaku yang membuat aku tersipu malu
“Insha allah bu doakan saja biar bisa secepatnya”
Bel pulang sekolah berbunyi semua siswa keluar kelas berhamburan.
Aku dan ibuku juga pulang ke rumah.
“Kakak tadi pergi sama Andi kemana” tanya mamaku yang penasaran dengan kepergianku dengan Andi tadi
“Gak ma, cuma nemanin dia ke acaranya temannya”
“Terus sama yang dulu gimana”
“Dia sudah gak ngehubungi kakak lagi ma, lagian bang Andi ini juga baik orangnya ma”jelasku pada mama
“Alhamdulillah kalau orangnya baik mama setuju, dia orang mana kak kok jemput kamu tadi”
“Dia asli indrapuri ma, ternyata dia tentara sama kaya bang Adam”
“Terus kok bisa kenal sama dia”
“Itu ma yang kemaren kakak diajak pergi sama kak yuni, ternyata ada bang Andi di sana jadi mereka kenalin aku sama dia”
Perbincangan itu semakin seru sehingga kami pun sampai ke rumah
Malamnya ketika kami semua sedang duduk bersama
“Kak mama mau tanya lagi tentang Andi” mamaku memulai perbincangan dia masih sangat penasaran dengan sosok Andi yang tadi siang aku ceritakan.
“Kenapa ma”
“Coba mama mau lihat fotonya yang mana sih orangnya”
“Ini ma” memperlihatkan foto Andi yang ada dihandphone ku
“Oh ganteng ya, gak kalah sama yang dulu”
“Iya ma, udah ganteng baik lagi orangnya. Tau gak ma kakak sudah dikenalin sama orang tuanya”
“Oh ya, alhamdulillah kak, terus gimana respon mamanya sama kamu”
“Alhamdulillah ma mamanya suka sama kakak walaupun belum ketemu, ini ya ma setiap hari pas Andi pulang ke rumah mamanya selalu tanyain kakak”
“Iya sayang kita kalau bisa dekat sama mertua ada poin plus dalam hidup kita sayang”
“Mama nanti kakak kenalin sama Andi ya ma, mama harus dekat juga sama dia”
“Iya kan calon anak laki-laki mama, tapi jujur kemaren mama sudah berharap dia yang menjadi anak laki-laki mama” mamaku masih mengenang baiknya mantan ku yang pergi begitu saja meninggalkan ku padahal sebelumnya kebaikannya begitu luar bisa sampai mamaku sangat menyayanginya.
“Iya, tapi gimana ma dia sudah gak mau dekat lagi sama Kanza, kan kita gak boleh maksa kan ma buat orang terus suka sama kita”
“Iya sayang, sabar saja semua akan indah pada waktunya”
Seminggu kemudian aku berencana jalan-jalan bersama 3 sahabatku Dewi, Laras dan Lia. Sebelum menjembut Dewi aku menelpon Andi
“Assalamualaikum bang”
Waalaikumsalam, jawabnya
“Abang kanza mau jalan-jalan sebentar ya sama kawan-kawannya kanza”
Kemana, tanyanya
“Biasa bang ke tempat bakso” bakso adalah makanan favoritku apa pun keadaannya tetpo bakso yang terngiang-ngiang di otakku.
Kamu selalu bakso ya, ledeknya
“Enak tahu bang, apalagi cuaca seperti hari ini, sangat mendukung kita kalau makan bakso”
Iya pergi terus, oh ya adek boleh mampir sebentar ke koramil mama ada nitip sesuatu buat adek
“Boleh bang, sebentar lagi adek ke sana ya”
Panggilan itu berakhir, aku menjemput Dewi. Setelah menjemput Dewi aku pergi ke koramil untuk menemuin Andi
Andi telah menungguku di sana. Betapa gantengnya dia ketika memakai seragam TNI sampai membuat kedua mataku tidak bisa berkedip, hatiku berdegub kencang
“Jadi dimana kalian mau makan baksonya”
“Di bakso cita rasa bang”
“Oh ya sebentar lagi abang harus berangkat ke medan untuk ikut seleksi”
“Kok abang ngasih tahunya mendadak”
“Iya soalnya abang juga baru tadi dikasih tahu komandan, jadi dari tadi abang siapin berkasnya bentar lagi abang pulang ke rumah buat packing”
“Iya bang hati-hati ya nanti di sana”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Re Studio
lanjut kak🙏
2022-12-13
1