"Memangnya siapa yang selalu membuat keributan di kelas itu biar saya panggil nanti" tanya bu Susi yang merupakan guru BK
"Banyak bu ada lima orang" jawab bu Fizza
"Nanti kita panggilkan saja ya bu Dewi"
"Iya boleh"
"Ah aku lapar" seru bu Riza
"Kita makan mie" jawabku
"Dimana" tanya bu Riza lagi
"Tempat biasa kita saja" jawab bu Fizza
"Boleh" jawab bu Juli "tapi habis jam istirahat sama masih ada jam"
"Saya gak ada jam lagi" jawabku
"Gak ada jam terakhir hari ini" tanya bu Fizza kepadaku " biasa jam terakhir"
"Tadi sudah tukaran sama bu Siska"
Bel berbunyi.
Semua siswa dan siswi masuk kembali ke kelasnya masing - masing menunngu guru yang akan masuk ke kelas mereka.
Bu Dewi dan bu Susi berjalan ke kelas VIII A mereka langsung bertindak setelah mendengar keluhan dari guru yang mengajar di kelas tersebut.
"Rafi, Devan, Ardi, Kiki dan Indra ikut ibu sebentar" panggil bu Susi.
Kelima siswa itu dipanggil keluar kelas menuju lapangan.
"Ibu dengar kalian selalu membuat keributan di kelas apa benar" tanya bu Susi dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi.
Tidak ada satu pun dari mereka yang menjawabnya mereka hanya menundukkan kepalanya.
"Apa benar ibu tanya" tanya bu Susi sekali lagi
Tetap saja tidak ada dari mereka yang membuka mulut.
"Apa kalian gak punya mulut untuk menjawab pertanyaan dari bu Susi" tanya bu Dewi yang dari tadi menatap mereka.
"Kalau kalian tidak mau menjawab tidak apa - apa, kalian boleh memilih membersihkan toilet atau berdiri di lapangan ini dan hormat bendera" jelas bu Dewi dengan tegas.
Lagi - lagi mereka diam saja, tidak ada yang berani menatap bu Dewi dan Bu Susi.
"Baiklah saya peringatkan kepada kalian berlima ini saya tidak mau mendengar lagi kalau kalian membuat keributan di dalam kelas, paham kalian" tegas bu Susi
"Jawab" bentak bu Dewi
"Iya bu" jawab mereka dengan suara terbata - bata.
"Sekarang kalian berdiri di sini sambil hormat bendera sampai bel berbunyi, sekali lagi kalian membuat keributan di kelas toilet menunggu kalian"
Ardi, Kiki, Devan, Indra dan Rafi mengiyakan perintah bu Susi, mereka membuat barisan dan mengangkat tangan kanan menghormati bendera.
"Mari bu Susi" ajak bu Dewi kembali ke kantor.
Setelah bu Susi dan bu Dewi kembali ke kantor.
"Gara - gara kamu Raf kita dihukun kaya gini" Indra yang tidak terima mendapat hukuman dari guru BK menyalahkan Rafi.
"Kok saya yang disalahkan" tidak terima disalahkan Rafi memegang kerah baju Indra
"Apa kamu" Indra menonjok wajah Rafi.
"Bu ibu" teriak Devan
Tidak terima ditonjok oleh Indra, Rafi membalasnya dengan menonjok kembali Indra. Perkelahian antara Rafi dan Indra semakin memanas.
"Bu.... Rafi dan Indra berkelahi" teriak Devan dengan keras.
Suara Devan yang terlalu keras membuat siswa yang ada di kelas berlarian keluar lapangan melihat apa yang terjadi.
Bu Susi dan Bu Dewi berlari ke lapangan setelah mendengar teriakan Devan dan memisahkan keduanya. Karena sama - sama kuat Bu Dewi dan Bu Susi tidak sanggup melerainya. Akhirnya datanglah pak Jamal yang memisahkan mereka dengan pak Rendi. Pak Jamal memegang Rafi sedangkan pak Rendi memegang Indra. Perkelahian itu terleraikan.
Wajah Rafi dan Indra terlihat membiru akibat terkena pukulan. Mereka berdua dibawakan ke ruang BK.
"Yang lain silahkan masuk ke kelas" pak Jamal memerintahkan siswa - siswi untuk kembali ke dalam kelas.
Semua siswa dan siswi kembali ke dalam kelas sementara Rafi dan Indra berjalan ke ruang BK bersama pak Jamal, pak Rendi, bu Dewi dan bu Susi.
****
Di ruang BK
"Kenapa kalian berkelahi" tanya bu Susi "apa ibu menyuruhkan kalian untuk berkelahi" tanya bu Susi yang melotot ke arah mereka.
"Kalau ditanya dijawab jangan diam saja" seru pak Jamal yang ikut memarahi mereka.
"Dia pak" Rafi menunjuk ke arah Indra yang duduk di hadapannya "dia menuduh saya bu, gara - gara saya kami dihukum"
"Dia bu, dia yang menonjok saya duluan, saya balas lah bu" Indra membuat pengakuan yang tak sebenarnya.
"Dia duluan bu yang menonjok saya" bela Rafi untuk dirinya "saya cuma memegang kerah bajunya tapi dia langsung menonjok saya"
"Sudah diam" seru pak Rendi dengan suara lantangnya yang membuat Rafi dan Indra menundukkan kepalanya " kalian berdua salah sudah berkelahi di sekolah"
"Ibu hukum kalian berdua kalian diskors, kalian tidak boleh sekolah selama 3 hari ke depan" jelas bu Susi
"Ini surat panggilan untuk orang tua kalian, besok suruh orang tua kalian datang ke sekolah, ini ambil suratnya" bu Dewi memberikan keduanya masing - masing 1 surat panggilan.
Bel pulang berbunyi.
Semua siswa berlarian keluar kelas membawakan tas mereka masing - masing.
"Bu gimana jadi kita makan mienya" tanya ku yang menemui mereka.
"Jadi dong" jawab bu Fizza dengan cepat.
"Ayo"
Dua puluh menit kemudian aku dan guru - guru lainnya sampai di tempat bakso.
"Mau pesan apa bu" tanya penjaga warung.
"Mie bakso telurnya 2, bakso jumbonya 3 minumnya es jeruk 5" jawab bu Juli .
"Baik. Silahkan ditunggu sebentar ya" penjaga warung pergi membuatkan pesanan.
Selagi menunggu pesanan kami berfoto selfie.
"Kita foto dulu yuk" ajak ku
"Ayo dong" jawab bu Riza yang paling bersemangat kalau masalah selfie.
"Oke 1.. 2.. 3.. ciss" kami membuat gaya andalan masing - masing.
"Tadi kenapa sih di lapangan ramai - ramai" tanya bu Juli
"Iya sampai semua siswa keluar"
"Itu tadi kan saya dan bu Susi memanggil Indra, Rafi, Kiki, Devan dan Ardi ke lapangan saya suruh mereka hormat bendera sampai bel ganti pelajaran gak tahunya setelah saya dan bu Susi ninggalin mereka, Indra dan Rafi berkelahi saling tonjok - tonjokkan gitu"
"Jadi bagaimana akhirnya mereka"
"Datang pak Jamal dan pak Rendi tadi leraiin baru selesai" jawab bu Susi
"Iya tadi mereka berdua diskors selama tiga hari dan pemanggilan orang" tambah bu Dewi.
"Memangnya gara - gara apa mereka sampai berkelahi" tanya bu Riza.
"Katanya sih si Indra nyalahin Rafi karena kami hukum tadi maka dari itu Rafi gak menerimanya tapi kata Rafi yang menonjok duluan si Indra" jelas bu Susi sedetailnya.
"Iya tapi kata Indra, Rafi duluan yang menonjoknya"Tanbah bu Dewi lagi.
"Anak - anak ya maklumlah kalau sampai begitu gak usah diherankan lagi" tambah bu Juli.
Pesanan akhirnya datang. Kami semua menyantapnya selagi hangat.
Setelah selesai aku dan guru lainnya pulang ke rumah masing - masing.
****
Di rumah
Sampai di rumah aku mengganti pakain kerja dengan pakaian rumah, menghapus riasan wajah, mengambil wudhu lalu melaksanakan shalat dhuhur.
Selesai shalat aku melipatkan kembali mukena dan sajadah dan meletakkan kembali di tempatnya. Aku mengambil handphone mengecek notifikasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments