Bab 14

"Biarkan aku masuk! Aku ingin bertemu dengan Diandra! Jangan halangi aku!" teriak Vika

"Diandra!! Keluar kamu!! Jangan bersembunyi!! Cepat keluar!!"

Dian yang mendengar kegaduhan di luar ruangannya segera berdiri dan melihat apa yang terjadi. Dia berdecak saat tahu siapa biang onar yang mengganggu pekerjaannya.

"Biarkan dia masuk!" titah Dian pada dua security yang sejak tadi menghalangi Vika.

Dian berjalan lalu duduk kembali ke kursinya. Memeriksa kembali berkas - berkas yang tadi sempat tertunda karena kegaduhan yang Vika ciptakan. Sementara Vika langsung masuk begitu saja ke ruangan Diandra. Ia terlihat begitu marah terhadap mantan istri suaminya itu.

"Dimana suamiku?!" tanya Vika sengit

"Kamu kan istrinya. Kenapa menanyakan suamimu padaku?" jawab Dian santai. Wanita itu masih fokus dengan berkas yang ada di mejanya tanpa menatap Vika sama sekali.

"Kamu sengaja kan, menjebakku agar aku terlihat buruk di mata Mas Saka! Kamu puas, sekarang Mas Saka pergi meninggalkan aku!!"

Dian melirik sekilas, "Kalau kamu pikir Saka itu satu - satunya pria yang membuatku tertarik, kamu salah besar Vika! Apa untungnya mengambil sampah yang sudah aku buang!"

"Kalau kamu memang tidak tertarik pada suamiku, kenapa kamu masih berhubungan dengannya? Kamu tahu betul kalau Mas Saka itu suamiku. Dia pria beristri. Apa pantas kamu mengajaknya ke hotel. Merayu dan menghasutnya agar aku terlihat buruk di matanya! Kalau kamu punya malu, kamu tidak akan mau berhubungan dengan suami orang!" ucap Vika menggebu

Dian menutup berkas yang dia baca. Kemudian berdiri lalu menghampiri Vika. "Kalau kamu kekurangan cermin, aku bisa mengirimkan cermin yang besar ke rumahmu! Sepertinya kamu perlu berkaca sebelum berbicara dan menuduh orang lain!" sindir Dian

Vika terlihat semakin marah, "Aku tidak peduli apapun yang kamu katakan sekarang. Yang jelas, sekarang Mas Saka suamiku! Milikku. Dan aku tidak mau ada orang lain yang mengusik milikku!!"

Dian bersedekap dada, "Benar - benar tidak tahu malu!"

Vika menatap Dian tajam, "Aku tanya sekali lagi, Diandra! Dimana suamiku! Kamu pasti tahu dimana dia! Atau kamu yang menyembunyikannya!"

Dian tertawa, "Saka itu orang dewasa. Bukan anak kecil atau barang yang bisa di sembunyikan! Lagipula apa untungnya aku menyembunyikan Saka? Dia bukan tuyul yang bisa menghasilkan uang untukku! Kurang kerjaan sekali! Kalau Saka memang hilang, ya cari di tempat lain. Kalau perlu buat pengumaman kehilangan di surat kabar"

"Kamu benar - benar menguji kesabaranku, Diandra!!" Vika menunjuk muka Dian

"Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan! Silahkan pergi dari sini!" usir Dian

"Aku tidak akan pergi sebelum kamu mengatakan dimana suamiku berada!" kekeh Vika

Dian berdecak kesal, "Selain tidak tahu malu, kamu juga bebal! Sudah aku katakan kalau aku tidak tahu dimana Saka!"

"Aku tidak percaya padamu!!"

Kesabaran Dian sudah habis, dia segera menghubungi security untuk datang ke ruangannya.

"Usir wanita itu dari sini!" perintah Dian

Dua security tadi segera membawa Vika keluar. Wanita hamil itu meronta, berteriak dan memberikan umpatan kepada Diandra. "Kamu akan menyesal sudah melakukan hal ini padaku, Diandra!!"

Dian tidak peduli, dia kembali memeriksa pekerjaannya. Sungguh hari yang menyebalkan, bathinnya.

"Di ... Banyak wartawan di luar. Wanita ular itu ternyata sudah mengundang wartawan kemari" lapor Rani yang baru saja memasuki ruangan atasannya.

Dian tersenyum sinis, "Dia sudah salah mencari lawan. Baiklah, mari kita ikuti permainan wanita ular itu!"

Dian merapikan penampilannya. Lalu berjalan keluar ruangan dengan langkah anggun. Saat ini dirinya telah menjadi pusat perhatian. Apalagi memang banyak yang penasaran dengan kehidupan pribadinya selama ini. Bisik - bisik dan gosip karyawan pun tak terelakkan lagi.

"Itu Nona Diandra!"

Para wartawan pun penyerbu Diandra.

"Nona Diandra, apa benar pengakuan wanita bernama Vika tadi kalau anda adalah wanita ketiga dalam rumah tangganya?"

"Benarkah anda seorang pelakor seperti yang Nona Vika tuduhkan?"

"Apa benar anda sedang menyembunyikan suami Nona Vika sekarang?"

"Nona Diandra, tolong di jawab. Selama ini anda sudah membuat publik penasaran dengan kehidupan pribadi anda. Benarkah bahwa anda menyukai suami orang?"

Berbagai pertanyaan muncul mencerca Dian. Vika yang melihat wartawan mulai menyudutkan Dian pun mulai berdrama dengan tangis palsunya. "Kamu cantik. Wanita berkelas. Kenapa kamu malah menyukai suami orang. Kita sama - sama perempuan. Tidakkah kamu merasa iba. Aku sedang hamil. Tolong kembalikan suamiku"

Bisik - bisik semakin terdengar menggelitik. Tidak sedikit yang mulai mencibir dan mengeluarkan kata - kata kasar untuk Dian.

"Tolong kembalikan suamiku. Aku bisa memberikan apapun yang kamu mau asal kamu mengembalikan suamiku" tangis Vika semakin terdengar pilu, membuat siapa saja yang melihat dan mendengarnya merasa kasihan.

"Di ... Kenapa kamu diam saja. Katakan sesuatu atau aku yang akan maju!" ucap Rani kesal.

"Biar ini menjadi urusanku" bisik Diandra

"Sudah dramanya, Nona Avika Saraswati?" tanya Dian dengan nada remehnya

Banyak yang beranggapan Dian tidak punya hati. Padahal mereka tidak tahu yang sebenarnya.

"Kalian butuh penjelasan dariku, bukan? Baiklah, aku akan memberikan penjelasan seperti yang kalian inginkan. Sebenarnya aku bukan tipe orang yang suka mengumbar masalah pribadi, tapi aku rasa, semua harus di luruskan agar tidak menjadi sebuah kesalahpahaman"

Dian membuka ponselnya dan mengarahkannya pada camera milik wartawan yang sejak tadi menyorotnya. "Kalian lihat, ini adalah foto pernikahanku dengan mantan suamiku, tiga tahun lima bulan yang lalu. Pria ini adalah Saka Ari Prasetya, seorang kontraktor muda berbakat yang mungkin kalian kenal. Rumah tangga kami jauh dari gosip. Bahkan terkesan sangat harmonis karena kami saling mencintai dan menyayangi" Dian tersenyum ketika menceritakan tentang pernikahannya dulu.

"Tapi perlahan semuanya berubah. Tepatnya delapan bulan yang lalu. Dua bulan menjelang hari jadi pernikahan kami yang ketiga. Pulang terlambat, alasan keluar kota. Dan banyak lagi alasan lain yang dia katakan untuk menutupi hubungan gelapnya. Dan kalian tahu, siapa wanita yang menjadi selingkuhan itu?" Dian menatap Vika yang mulai terlihat gusar

"Dia adalah Avika Saraswati. Wanita yang sejak tadi menuduhku menyembunyikan suaminya. Wanita hamil yang sejak tadi tak henti menangis seolah akulah orang jahatnya disini! Wanita yang kalian percaya dengan semua drama yang dia ceritakan! Dialah orangnya!"

"Bohong! Itu semua tidak benar! Kamu hanya ingin memutar balikkan fakta, Diandra. Itulah kenyataan yang sebenarnya!" sangkal Vika

"Kalian lihat ini?" Dian memberikan bukti video yang berisi pertemuan Vika dengan Saka lengkap dengan tanggalnya. Terlihat jelas bahwa Vika yang lebih agresif pada Saka. "Tepat di hari jadi pernikahan kami yang ketiga, aku di hadiahi sebuah perceraian oleh suamiku sendiri. Aku di campakkan seperti sampah oleh orang yang paling aku percaya. Kalian tahu karena apa? Itu karena perempuan ini telah mengandung anak hasil hubungan gelapnya dengan suamiku!" tunjuk Dian pada Vika

Wajah Vika mulai pucat, niat hati ingin mempermalukan Dian malah dirinya sendiri yang malu. "Tidak! Semua tidak benar. Semua hanya rekayasa Diandra!"

"Benar - benar tidak tahu diri!" geram Rani

"Kamu masih mau menyangkal setelah melihat ini?" Dian membuka satu video lagi yang membuat mata Vika terbelalak

"*Kamu harus bertanggung jawab, Ka. Aku hamil anak kamu" ucap Vika pada Saka

Saka terlihat frustasi, "Kamu tahu kalau aku pria beristri, Vik. Aku sudah menikah. Apa yang harus aku katakan pada Diandra kalau aku bertanggung jawab padamu"

"Aku tidak mau tahu! Kamu harus menikahiku. Aku mengandung anak kamu, Ka. Kamu mau lebih berdosa lagi dengan menelantarkan anak kandungmu sendiri?"

"Aku akan bicara pelan - pelan pada Diandra" lirih Saka

"Aku tidak mau di madu, Ka. Aku mau kamu menceraikan Diandra*!"

"Masih mau menyangkal?" tanya Dian tersenyum sinis, "Selama ini aku diam bukan berarti aku takut! Aku hanya tidak mau membuang - buang waktu untuk masalah receh seperti ini!"

Wajah Vika terlihat pias apalagi kini cacian dan makian berbalik padanya.

"Kalian sudah tahu yang sebenarnya sekarang. Aku minta tidak ada lagi pemberitaan miring tentang masalah ini!" Dian pergi meninggalkan para wartawan

"Huh ... Pelakor teriak pelakor! Dasar wanita bermuka dua!! Tidak tahu diri!!"

"Sok teraniaya padahal wanita ular. Bawa - bawa anak segala sebagai alasan. Dasar licik!"

Vika yang tidak tahan di serang pun memilih melarikan diri.

Berita tentangnya langsung viral dan menjadi trending topik. Hujatan dan makian netizen lontarkan pada Vika dan dukungan mengalir deras untuk Diandra.

Dirumah Bunda, wanita yang melahirkan Saka itu mengepalkan tangan melihat pemberitaan yang membuat kampungnya gempar. "Kamu lihat, Ka? Wanita yang kamu pilih sebagai istrimu itu sudah mencoreng muka Bunda. Selain tidak punya malu, dia juga tidak tahu diri! Lihat apa yang dia lakukan? Dia mempermalukan kamu!"

Saka hanya terdiam tanpa memberikan tanggapan apapun.

"Kamu dengar baik - baik, Ka. Sampai kapanpun, Bunda tidak akan pernah menganggap Vika sebagai menantu Bunda!! Tidak akan pernah!!"

Deg

Terpopuler

Comments

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

setuju Bun q mendukung mu

2023-08-08

0

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

itukan kamu dlu. kenapa jd menuduh Dian yg merebut suami orang.

2023-08-08

0

Rabiatul Addawiyah

Rabiatul Addawiyah

bagus Bunda... jgn mau punya menantu minim akhlak seperti Vika.

2022-12-06

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!