"Kamu dengar baik - baik, Ka. Sampai kapanpun, Bunda tidak akan pernah menganggap Vika sebagai menantu Bunda!! Tidak akan pernah!!"
Deg
Hati Saka mencelos mendengar ucapan Bunda. Tapi apa mau di kata, kali ini kesalahan yang Vika buat sudah sangat fatal. Tidak hanya mempermalukan diri sendiri, Vika juga mempermalukan Saka dan Bunda. Saka ingat betul bagaimana Bunda pulang dengan wajah memerah saat orang - orang kampungnya mulai mencibirnya.
"Aku akan pulang, Bun. Aku akan menyelesaikan semuanya"
"Bunda akan ikut denganmu ke Jakarta!"
"M-maksud Bunda?"
Hastari menatap putranya, "Bunda akan tinggal denganmu mulai sekarang! Kamu pikir Bunda masih punya muka tinggal di kampung ini? Semua orang mencibir dan menyindir Bunda! Jika saja kamu berpikir waras! Semua tidak akan seperti ini!!"
Saka menghela nafas, "Maafkan aku, Bun. Aku akan segera menyelesaikan masalah ini. Sekarang sebaiknya Bunda berkemas, kita berangkat hari ini juga"
Hastari segera mengemasi barang - barangnya. Tidak banyak, hanya baju - baju dan beberapa barang berharga lainnya.
Setelah semuanya siap, Saka dan Hastari meninggalkan rumah tersebut. Di depan rumah sudah banyak berkumpul warga yang melihat kepergian mereka.
"Sudah punya istri cantik dan kaya, masih saja nyari yang lain. Memang ya, buah jatuh tidak jauh pohonnya"
"Bener tuh. Itu yang di namakan tidak bersyukur. Terlalu serakah! Begini kan jadinya. Membuang berlian eh ... Dapatnya batu bata!"
"Mananya juga pria, Bu. Godaannya kalau sudah kaya ya wanita. Padahal tahu betul siapa yang menemani berjuang dari nol. Tapi yang di ajak bersenang - senang malah yang lainnya!"
Hastari berusaha menulikan terlinganya. Setelah Saka memasukkan barang - barangnya ke dalam mobil, mereka segera meninggalkan kampung halaman.
Sepanjang perjalanan, Bunda lebih memilih menatap jalanan. Tidak ada obrolan antara ibu dan anak tersebut. Saka yang paham betul bagaimana sifat Bundanya lebih memilih mendiamkan wanita itu. Jika suasana hati Bunda sudah lebih baik, dia akan bicara dengan sendirinya.
🍀🍀🍀
Vika semakin dibuat kesal dan marah. Setelah melarikan diri dari kantor Diandra. Perempuan itu memutuskan pulang. Sepanjang jalan, ponselnya tak henti berdering. Puluhan pesan masuk. Tidak hanya orang yang di kenal yang memberikan kritikan pedas untuknya. Para haters mulai membanjiri sosial media dan hujatan pun ramai di tujukan untuknya.
"Semua ini gara - gara Diandra!! Awas saja kamu, Di. Aku akan membalas semuanya!!" geram Vika
Wanita hamil itu mengabaikan puluhan pesan yang masuk dan langsung menghapus semuanya. Tidak hanya itu, Vika juga menutup kolom komentar di akun sosial medianya.
Ting
[Kamu resmi kami keluarkan dari klub! Kami tidak mau menerima pelakor di klub kami!]
[Mengaku wanita terhormat, nyatanya mencuri suami orang. Tidak tahu malu]
[Pelakor teriak pelakor. Dasar tidak tahu diri! Enyah dari hidup kami!]
[Jangan lupa kembalikan uang kami! Transfer balik uang arisan yang kemarin kami kirimkan!]
"Ah sial!! Semua orang kini menghinaku!! Semua ini gara - gara Diandra! Wanita itu sudah mengusik kehidupanku! Dia membuat hidupku kacau! Aku benci kamu, Diandra!! Tunggu saja pembalasanku!!"
Berbeda dengan Vika, Diandra justru mendapat simpati yang luar biasa dari masyarakat. Perjalanan hidupnya seketika viral. Bahkan ada beberapa akun gosip yang mulai memberitakan masa lalunya. Beberapa fotonya dengan Saka beredar di sosial media. Entah mereka mendapatkannya dari mana. Yang jelas, komentar dan dukungan terus mengalir untuk dirinya.
"Semua berita dan media sosial memberitakanmu. Kamu jadi viral, Di" ucap Rani terkekeh
"Kamu sekarang jadi terkenal. Apa kamu mau beralih profesi jadi artis?" tanya Tri bercanda
Dian menatap pasangan bucin yang ada di hadapannya. "Aku justru semakin malas, Bang. Mau kemana - mana, ada saja orang yang mengasihaniku! Memberiku semangat bahkan ada ibu - ibu yang sampai menangisi kisahku. Aku justru merasa risih sekarang. Memangnya aku semenyedihkan itu?"
Rani dan Tri tertawa, "Itu karena mereka bersimpati padamu, Di. Mereka baper dengan kisah hidupmu. Kamu baru saja muncul sebagai pewaris DV Grup. Tidak hanya kemunculanmu yang membuat publik heboh. Mereka juga pasti penasaran dengan kehidupan pribadimu. Dan sekarang kisah hidupmu viral di media. Tentu banyak simpati yang mengalir untukmu"
"Warga enam dua memang hebat. Mereka sibuk mengurusi hidup orang dan abai dengan hidupnya sendiri. Amazing sekali"
"Sudah. Nikmati saja prosesnya" ucap Tri santai
Rani tertawa, "Aku yakin, wanita ular itu akan mencari cara untuk membalasmu, Di. Dia tidak mungkin membiarkanmu hidup tenang setelah membuatnya menjadi bahan bullyan netizen"
"Kamu benar, Ran. Biarkan saja. Aku tidak peduli apapun yang akan dia lakukan. Kalau sudah mengganggu privasiku, baru aku akan bertindak seperti kemarin"
"Menurutku, Vika termasuk wanita yang ambisius. Dia tidak akan berhenti sebelum mencapai tujuannya"
"Kamu benar juga. Mungkin bersenang - senang sedikit boleh juga" Dian tertawa menyeringai
"Dia sudah menjadikanmu janda. Mungkin tidak masalah kalau kamu menjandakannya juga"
"Maksudmu aku harus kembali pada Saka? Oh tidak terima kasih!" tolak Dian mentah - mentah
"Ya nggak sampai jadi juga. Kamu kan pintar, menarik tanpa mendekap kan bisa" sahut Rani dengan santainya
"Jangan dengarkan ide konyolnya, Di. Balas dendam hanya akan menyakiti diri sendiri" ucap Tri menengahi
"Tapi ide Rani nggak buruk juga loh, Bang. Pria seperti Saka mungkin perlu di beri sedikit pelajaran"
Mereka saling pandang kemudian saling terdiam
"Menurutmu, apa benar anak yang di kandung Vika memang anak Saka?" pertanyaan Rani sontak membuat mereka kembali saling tatap
"Mana aku tahu! Kalaupun benar, biarkan saja! Apa peduliku!"
"Ya siapa tahu kan, cerita Saka seperti di sinetron. Meninggalkan istri demi selingkuhan yang hamil. Eh ... Tahunya bukan anaknya. Bisa jadi kan?"
"Kamu terlalu banyak nonton drama ku menangis" cibir Tri
"Ya kan semua bisa terjadi, Yank. Lagian sinetron itu kebanyakan ceritanya memang dari kisah nyata kok"
"Kok jadi kalian yang debat. Orang yang di debatin pasti lagi asyik kelonan" ucap Dian
"Saka ilang, kalau kamu lupa!" sahut Rani
"Sekarang kamu di kelilingi dua pria dari masa lalumu, Di. Aku yakin, baik Saka maupun Rey, mereka tidak akan berhenti mengejarmu setelah ini!" kali ini Tri berucap dengan nada serius
"Iya juga ya, Yank. Ada Saka sama Rey yang pastinya akan merecoki kehidupan Dian kedepannya" Rani membenarkan apa yang di katakan suaminya. "Eh tapi, status Rey itu apa sekarang? Duda atau masih suami orang?"
Dian bedecak malas, "Mau duda atau suami orang, aku nggak peduli. Dan kalau pun aku akan berhubungan lagi dengan mereka, aku hanya ingin memberi mereka sedikit kenang - kenangan. Mereka harus tahu bagaimana sakitnya ketika orang yang paling kita percaya berkhianat!"
"Di ... Terlepas dari rasa sakit dan masa lalu kamu yang selalu berakhir menyakitkan, Abang yakin Allah sudah menyiapkan seseorang yang akan membantu kamu melupakan semua kenangan pahit itu"
"Aku sudah tidak percaya lagi pada cinta dan juga pria, Bang. Tiga kali" Dian menatap Tri, "Bukankah kalau sudah tiga kali, artinya sudah tidak ada kesempatan lagi?"
"Mau selusinpun kalau takdir sudah menggariskanmu dengan seseorang, kamu menolak dan bersembunyi di kolong tikus pun pasti akan bertemu. Saka dan Rey memang bukan pria yang tepat untukmu. Tapi di luar sana, pasti! Pasti ada pria yang akan menyayangi dan mencintaimu dengan tulus. Kamu orang baik, pasti akan bertemu dengan orang yang baik pula. Dan aku berdoa, semoga dia segera datang" ucap Rani dengan tulus
Dian tertawa, "Ya ... Semoga saja apa yang kamu katakan benar. Akan datang perjaka tua keras kepala yang bersikap dingin tapi romantis yang nanti akan menjadi jodohku!" Dian kembali tertawa
"Di ... Ucapan itu doa. Bagaimana kalau apa yang baru saja kamu katakan ternyata benar?"
"Kalau itu benar" Dian lagi - lagi tertawa sambil menatap Rani dan Tri bergantian "Aku akan membelikan kalian rumah tiga lantai lengkap dengan isinya!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
N Wage
aku dong mau rumah ,cukupn1 lantai aja.gak kuat bersihinnya.jg lutut emak sdh kuat utk naik turun tangga.eh!? NGAREP😁
2024-03-06
0
Siti Nurjanah
amin semoga saja cepat launching biar dapat rumah 🏠 tiga lantai
2023-08-08
0
Nana
catat nazarnya Dian!!! 😂
2023-07-20
0