Bab 16

"Mas ... Kamu sudah pu-", ucapan Vika terhenti saat melihat ibu dari suaminya turun dari mobil. Vika mendadak canggung, dia pun terdiam karena bingung harus berbuat apa.

"Lihat istri pilihanmu itu! Sudah tahu mertuanya datang, bukannya di sambut, malah diam saja seperti patung. Benar - benar bukan menantu idaman. Berbeda sekali dengan Diandra!"

Deg

Vika yang tersadar segera menghampiri mertuanya, dia berusaha tersenyum walaupun dalam hati ia tidak suka wanita itu lebih memuji mantan menantunya. "A-apa kabar, Bunda?"

Hastari hanya menatap Vika sekilas kemudian masuk ke dalam rumah. Merasa di abaikan, Vika menghampiri Saka yang sibuk mengambil barang di bagasi. "Mas, kenapa tidak memberi tahuku kalau kamu menjemput Bunda?"

"Tidak semua hal harus aku ceritakan padamu, Vik. Bukankah sudah ku katakan bahwa aku ingin menenangkan diri. Harusnya kamu tahu kalau aku pasti menemui Bunda. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu malah ke kantor Diandra dan membuat keributan! Kamu bahkan sudah mengumbar aib kita di depan publik!" jawab Saka dengan nada kesal, dia berjalan masuk ke rumah lebih dulu

Vika mengikuti suaminya, "Ya kan aku hanya menduga. Siapa tahu kamu memang pergi menemui mantan istrimu itu!"

"Jangan terlalu curigaan jadi istri! Bagaimana kalau yang kamu takutkan benar - benar terjadi? Meskipun aku memang berharap Saka bisa kembali dengan Diandra!" bukan Saka yang menjawab, melainkan Bunda.

Vika seketika diam, sungguh dia kesal pada mertuanya ini. Bisa - bisanya dia mengatakan ingin Saka kembali dengan Dian.

Saka membawa barang - barang milik Hastari ke dalam kamar. Saat Vika juga akan menyusul suaminya, ucapan Hastari membuat Vika menghentikan langkahnya. "Saya tidak tahu apa yang anak saya lihat dari kamu. Padahal menurut saya, kamu jauh jika dibandingkan dengan Diandra!"

Vika menatap mertuanya sekilas, "Tapi akulah yang dipilih Mas Saka. Dan aku pula yang Mas Saka pilih untuk mengandung benihnya. Bukan Diandra yang Bunda banggakan" berharap mertuanya kesal, Hastari malah tertawa pelan

"Jangan terlalu bangga dengan hasil dari merebut milik orang lain. Ingat ... Apapun yang di dapatkan dengan cara tidak baik, maka dia akan cepat kehilangan juga"

"Mas Saka sudah menjadi suamiku. Dan aku pastikan tidak akan ada yang mengambilnya dariku" ucap Vika dengan yakin

"Jagalah Saka sekuat yang kamu bisa. Berdoa saja takdir berpihak padamu"

Vika mengepalkan tangan, "Aku yang sekarang jadi menantu Bunda! Kenapa Bunda seolah menganggapku musuh! Membandingkan aku dengan Diandra yang jelas - jelas sudah Mas Saka campakkan! Bunda tidak lihat, aku bahkan sekarang mengandung anak Mas Saka. Seharusnya Bunda menyayangi aku dan menganggap aku seperti anak Bunda sendiri. Tapi apa yang Bunda lakukan? Bunda membenciku!"

"Vik, bersikap sopanlah pada Bunda" tegur Saka yang baru datang

"Aku akan sopan kalau Bunda juga menghargaiku"

Saka menghela nafas, sepertinya ke depan, hidupnya tidak akan setenang dulu saat masih bersama Diandra.

"Kita satu rumah. Tolong kalian jangan terus berdebat. Aku semakin pusing melihat kalian tidak akur" pinta Saka

"Semua ini karena istri pilihanku itu! Gara - gara dia semua jadi berantakan. Sikap cemburu dan cerobohnya sudah membuat kita susah!"

"Kok Bunda menyalahkan aku. Semua bukan salahku ya!" kekeh Vika

Hastari menatap Vika dengan dingin, "Karena sikap cemburumu ini, Saka harus kehilangan kerja keras yang dia bangun selama ini! Saka bangkrut semua karena kamu! Karena sikap bar - barmu itu!"

Vika terbelalak, "A-apa benar yang Bunda ucapkan Mas? K-kamu bangkrut? Bagaimana bisa?" tanya Vika terkejut

Hastari yang sudah malas segera masuk ke dalam kamar.

"Mas. Jawab! Apa benar yang Bunda katakan? Kamu bangkrut?"

"Benar! Sekarang aku tidak punya apa - apa lagi! Diandra membatalkan kerja sama kami. Selain harus membayar penalty, kamu tahu apa yang terjadi setelah itu? Semua kolega DV Grup juga membatalkan kerja sama denganku! Aku bangkrut Vik! Bangkrut!"

Deg

Vika menutup mulut tak percaya. Saka bangkrut dalam beberapa jam saja. Dan semua itu karena Diandra.

"Aku akan membuat perhitungan dengan Diandra! dia tidak bisa melakukan semua ini pada kita!"

"Kamu mau apa lagi? Membuat perhitungan dan berakhir mempermalukan diri sendiri? Kamu masih punya muka menghadapi semua orang? Kamu tahu, saat ini kamu sedang menjadi buah bibir. Masyarakat ramai membicarakanmu!" kesal Saka

"Tapi aku tidak bisa diam saja! Aku harus melakukan sesuatu, Mas!"

"Kalau pun ada yang bisa kamu lakukan, hal itu hanya meminta maaf pada Diandra!" Hastari kembali menghampiri Saka dan Vika

Vika menatap Bunda tak percaya, "Meminta maaf pada Diandra? Tidak akan pernah! Sampai kapanpun aku tidak akan minta maaf padanya! Aku tidak melakukan kesalahan apapun padanya. Kenapa aku harus meminta maaf!"

"Kalau begitu, kamu harus bekerja keras membantu Saka membangun semuanya lagi dari nol. Sama seperti yang Dian lakukan dulu! Kamu bisa? Kamu sanggup hidup miskin?" tantang Hastari

Melihat Vika yang tak kunjung menjawab, Hastari yakin Vika tak akan mampu. Wanita itu berbeda dengan mantan menantunya. "Kamu lihat, Ka? Dia tidak akan sanggup hidup miskin! Satu - satunya cara untuk mengembalikan semuanya adalah menemui Diandra! Kamu harus meminta maaf padanya. Bunda akan menemanimu menemui Dian"

"Tidak! Mas Saka tidak boleh menemui Dian. Aku yakin banyak cara untuk mengembalikan kondisi perusahaan. Mas, kamu punya banyak kolega selain Dian. Kamu pasti bisa bangkit tanpa Dian!"

Saka menghela nafas, "Terlepas dari semua yang terjadi. Dan bagaimana pun akhirnya nanti, aku tetap harus meminta maaf pada Dian"

"MAS!!" teriak Vika

"Vik, tolong kali ini kamu nurut sama aku. Aku lelah. Aku juga pusing. Mungkin dengan maaf dari Dian, hidup kita selanjutnya akan jauh lebih damai. Kalau bisa, kamu juga ikut minta maaf pada Dian"

"SUDAH AKU KATAKAN AKU TIDAK MAU!" Vika pergi meninggalkan Saka dan Hastari.

"Kamu benar - benar salah mencari istri, Ka. Entah bagaimana jadinya anakmu nanti memiliki ibu sepertinya"

"Bunda mau ikut menemui Dian kan? Ayo berangkat sekarang"

🍀🍀🍀

"Kamu yakin mau berlibur?" tanya Rani tak percaya

"Tentu saja. Aku akan ke Pulau Bali. Mungkin seminggu atau dua minggu" jawab Dian santai

"Pekerjaan sedang padat - padatnya. Dan kamu mau kabur begitu saja? Sungguh atasan yang patut di tiru!"

Dian melirik Rani lalu tersenyum manis. Ia merangkul pundak sahabatnya itu, "Semua pekerjaan akan beres di tanganmu dan suami tercintamu, bestie. Boleh kan aku menikmati waktu santai sejenak?"

Rani memeluk balik tangan sahabatnya, "Anything for you, bestie. Nikmati waktu sepuasmu. Aku doakan kamu akan segera bertemu dengan jodoh sejatimu"

Dian terkekeh, "Perjaka tua itu? Semoga saja"

"Ish ... Aku doakan kamu beneran ketemu jodoh perjaka tua!"

"Amin!"

Rani berdecak kesal, "Pergilah ... have fun Diandra!"

"Thank you! Nanti kalau aku sudah pulang, aku mau ada kabar baik ya"

"Doakan saja. Kamu sedang berusaha"

Rani mengantar kepergian Dian sampai ke teras. Setelah mobil yang di kendarai sopir hilang tak terlihat. Rani bersiap pergi ke kantor.

Perjalanan memakan waktu setengah jam lebih. Begitu sampai di kantor, Rani langsung di sambut dengan keberadaan Hastari dan Saka.

"Jadi ini alasan Dian pergi tiba - tiba. Bagus, Di. Buat mereka menunggu dan memohon padamu" ucap Rani dalam hati

"Bu Rani, ada tamu yang mencari Bu Diandra" lapor resepsionis

"Ok. Terima kasih"

Sebelum Rani menghampiri mereka, Saka dan Hastari lebih dulu menghampirinya. "Selamat pagi, Bu Rani"

"Oh ... Selamat pagi, Pak Saka"

"Kami datang untuk menemui Diandra" ucap Hastari to the point

Rani tersenyum pada Hastari, "Maksud Ibu, Bu Diandra pimpinan DV Grup?"

"Eh ... I-iya" jawab Hastari canggung

Saka bisa melihat jika Rani tak terlalu menyukai kedatangan mereka, "Apa bisa kami menemui Bu Diandra?" tanya Saka

"Maaf. Hari ini Bu Diandra tidak ke kantor. Beliau sedang keluar kota"

"Kemana?" tanya Hastari penasaran

"Dia sedang menemui calon suaminya!"

Deg

Terpopuler

Comments

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

tp q kasihan dgn ibu hastari yg ikut kena dampaknya

2023-08-08

0

Soleha Ela

Soleha Ela

lanjut Thor baca ini tuh seru ...
dag Dig dug penasaran kejutan apa lagi yang di buat Diandra

2022-12-08

0

Gadis Manggar

Gadis Manggar

lanjut...semoga diandra bahagia dg perjaka tua yg dingin tapi mencintai dg tulus.

2022-12-08

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!