Bab 20

Setelah pergi dari kantornya, Diandra memilih pergi ke restoran Karena sudah waktunya jam makan siang. Iya pergi ke salah satu restoran masakan Korea. Siapa sangka Saat memasuki restoran Dian melihat Vika.

Perempuan cantik itu tersenyum menyeringai. Ia berjalan ke arah meja Vika lalu duduk dan tentunya membuat istri Saka itu cukup terkejut.

"Halo Nyonya Saka. Lama tidak bertemu denganmu? Bagaimana kabarmu? Kamu baik - baik saja?"

Vika menatap Diandra, "Wah ... Lihat siapa yang datang? rupanya wanita pendendam" cibirnya

Dian tertawa pelan, "Terima kasih. Aku anggap itu sebuah pujian"

Vika tidak menjawab. Dia asyik mengunyah makanannya. "Kamu tidak mau mendengar gosip baru?" tanya Dian

Vika berdecih, "Seorang pewaris DV Grup rupanya tak lebih dari seorang biang gosip!"

Dian mengeluarkan ponselnya. Lalu membuka sebuah rekaman suara.

[Kedatanganku kemari bermaksud untuk meminta maaf, Di. Kesalahan yang sudah ku perbuat memang tidak akan pernah bisa kamu lupakan sampai kapanpun. Tapi jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku masih mencintai kamu. Aku ingin kita kembali bersama seperti dulu. Aku baru menyadari jika hanya kamu wanita yang benar - benar aku cintai]

Dian mematikan rekamannya lalu melihat ekspreai Vika.

"Itu bukan suara Mas Saka!"

"Kami tentu tidak lupa apa yang aku katakan dulu. Jika kamu merebut suamiku dan menjadikanku janda, maka akan ku lakukan hal yang sama padamu. Dan aku ... Mulai melakukannya!"

Brak

Vika menggebrak meja, membuat beberapa pengunjung menoleh ke arah mereka.

"Aku bukan kamu yang lemah, Diandra! Aku akan menjaga suamiku sepenuh jiwa. Dan aku pastikan, kamu tidak akan bisa menyentuhnya seujung kuku pun!"

"Hahahaha. Aku percaya kamu akan menjaga Saka sepenuh jiwa. Tapi aku tidak percaya jika Saka tidak akan tergoda padaku!"

Tangan Vika terkepal, "Kamu jangan macam - macam padaku! Aku bisa melakukan apapun padamu!"

"Tidak ada asap kalau tidak ada api, Vik. Kamu yang lebih dulu menyalakan apinya. Dan sekarang, giliranku yang akan melakukannya"

[Bagaimana dengan istrimu, Ka. Aku tidak mau di madu]

[Aku akan menceraikan Vika setelah dia melahirkan anak itu]

"Itu bukan suara Mas Saka, itu bukan suara suamiku!" sangkal Vika

"Lalu kamu pikir aku merekam suara orang lain? dan aku mengarang cerita? untuk apa? tidak ada gunanya juga untukku! Ini benar-benar suara Saka. Dia memintaku kembali dan dia akan menceraikanmu setelah anak itu lahir"

"Tidak mungkin! kamu hanya mengada-ngada. Kamu hanya berusaha merebut suamiku! Mas Saka mencintaiku. Dia tidak akan pernah mengkhianati aku apalagi kembali padamu yang jelas-jelas sudah dia campakkan"

"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Baiklah kalau kamu tidak percaya. Mari kita buktikan saja. Kita tunggu sampai anak itu lahir dan kamu akan tahu sendiri siapa yang akan Saka pilih. Kamu! Atau aku"

Dian pergi meninggalkan Resto. Dia yakin sebentar lagi pasti akan ada perang ketiga antara Saka dan istrinya. Wanita itu rupanya mudah dibodohi dan mudah dikelabuhi.

Diam tertawa pelan. Jika kalian bertanya apakah benar Saka mengatakan itu atau tidak? Maka jawabannya tidak. Suara itu adalah suara salah satu teman Diandra yang memang sangat mirip dengan Saka. Kenapa dia melakukannya? tentu saja untuk membalas Vika. Jika Vika menggunakan cara kotor untuk mendapatkan suaminya dulu. Maka Dian akan menggunakan cara halus untuk membuat Vika cemburu. Tidak perlu melakukan hal-hal menjijikan untuk membalas wanita seperti Vika. Cukup dengan mengadu domba keduanya saja sudah membuat emosi wanita itu meledak.

Berbeda dengan Diandra yang merasa senang, Vika langsung meninggalkan restoran untuk menemui suaminya. Dia akan bertanya langsung pada Saka dan memastikan bahwa apa yang Diandra Katakan tidak benar.

Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sesekali Vika mengumpat saat kendaraannya terjebak lampu merah.

Setelah mengemudi hampir tiga puluh menit, akhirnya Vika sampai di rumah. Perempuan itu segera turun dari mobil lalu melangkah cepat memasuki rumahnya. Dia bahkan mengabaikan mertuanya yang sedang duduk di ruang tamu.

"Di mana Mas Saka? Dia belum pulang" tanya Vika pada mertuanya.

"Kamu melihat mobil Saka di luar atau tidak? Kenapa hal seperti itu saja kamu tanyakan?" jawab Hastari.

"Ini semua salah Bunda! Bunda yang telah memaksa Mas Saka untuk menemui Diandra. Bunda tahu? Mas Saka kesana bukan untuk meminta maaf. Mas Saka justru meminta Diandra kembali padanya. Dan yang lebih membuatku kesal, dia akan menceraikan aku setelah anak ini lahir. Pasti semua ini ulah Bunda! Bunda yang telah mencuci otak Mas Saka agar meninggalkan aku!"

Hastari tertawa pelan. "Aku memang tidak menyukaimu sebagai menantuku. Tapi aku tidak pernah memikirkan hal licik seperti yang kamu tuduhkan"

"Mas Saka selalu menuruti apa yang Bunda katakan! Pasti semua karena Bunda!"

"Sejak tadi kamu terus saja menuduhku! Memang apa bukti yang kamu punya? Tapi bagus juga jika Saka meminta Diandra kembali. Dia jauh lebih baik daripada kamu. Dan dia adalah menantu idamanku"

"Diandra Diandra Diandra! Selalu saja Diandra@ Aku muak, aku bosan. Aku jauh lebih baik daripada wanita itu! Tapi kenapa hanya Diandra yang Bunda banggakan!!"

"Karena Diandra memang sebaik itu. Dia tidak pernah merebut milik orang lain seperti yang kamu lakukan!"

"Aku baru saja tiba, kenapa langsung kalian sambut dengan sebuah perdebatan" ucap Saka

Vika segera menghampiri suaminya. Dia menatap Saka penuh selidik. "Kamu menemui Diandra bukan untuk meminta maaf kan, Mas? Tapi kamu meminta dia untuk kembali bersama!"

"Apa maksud ucapanmu?"

"Hahaha. Kamu jangan pura-pura bodoh, Mas! Aku tahu semuanya! Kamu meminta Diandra kembali, kan? Kamu ingin menjadikan dia istrimu lagi dan kamu akan menceraikan aku setelah bayi kita lahir! Benar kan?"

"Jangan mengarang cerita yang tidak-tidak Vik!"

"Aku tidak mengarang cerita Mas! Aku mendengarnya sendiri! Kamu memintanya kembali lalu kamu akan menceraikan aku setelah anak kita lahir! Hebat kamu Mas!"

Saka menghela nafas dia menatap Bunda yang tampak acuh padanya.

"Dengarkan aku Vik, aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu pada Diandra. Kalau kamu tidak percaya, ayo kita temui Diandra sekarang!"

Vika tertawa masam, "Menenui mantan istrimu untuk membenarkan semuanya? Kamu gila, Mas!!"

"Berapa kali harus aku katakan jika aku tidak pernah mengatakannya!!" ucap Saka emosi

"Kamu mengatakannya Mas! Kamu mengatakan hal itu pada Diandra! Dia yang memberikan rekaman suara itu padaku. Kamu masih mau menyangkalnya? semua bukti sudah jelas!" kekeh Vika

"Aku tidak tahu lagi harus bicara seperti apa padamu. Jika kamu memang menginginkan aku kembali pada Diandra, baik! akan aku lakukan! Aku akan kembali pada di Diandra seperti yang kamu tuduhkan!"

"Benarkah itu Saka?" tanya Hastari. "Bunda senang sekali, Ka kalau kamu mau kembali pada Diandra. Bunda akan mendukungmu seratus persen"

Vika menatap sengit mertuanya, "Kalau kamu mau kembali pada mantan istrimu, itu langkahi dulu mayatku, Mas!"

Saka semakin dibuat bingung dengan sikap Vika. "Kamu yang menuduhku mau kembali pada Diandra, Vik! Aku sudah menjelaskan bahwa aku tidak pernah mengatakan hal itu! Tapi kamu selalu menuduhku yang tidak tidak! Aku muak! Aku lelah! Dan aku mulai bosan dengan sikapmu yang selalu berlebihan!"

Seketika Vika merasa takut saat Saka mengatakan bosan padanya, "Aku melakukan semua itu karena aku tidak mau kehilangan kamu Mas! Kenapa kamu tidak mengerti!"

"Aku selalu berusaha mengerti kamu! Tapi kenapa kamu tidak pernah mau mengerti aku? Kamu tidak pernah percaya pada semua hal yang aku katakan. Kalau kamu seperti ini terus maka aku akan benar-benar kembali pada Diandra dan meninggalkan kamu!"

Deg

🍀🍀🍀

Maaf baru up. kemarin ada acara di luar kota. Sebagai gantinya hari ini aku up 2 bab. Selamat membaca 😊

Terpopuler

Comments

N Wage

N Wage

jangan kejam2 banget dian,vika lg hamil loh,terlepas gimana proses bikinnya.kasihan.anaknya gak bersalah,kalau kamu terus2an bikin dia emosi lalu stres yg mempengaruhi kandungannya trus dia keguguran.secara tidak langsung kamu sdh jadi pembunuh.
akhiri sj dendammu.Lupakan para pengkhianat itu.Tatap masa depan,jadikan semua masa lalu itu sbg pelajaran utk spy kamu lebih kuat.

2024-03-06

0

Rabiatul Addawiyah

Rabiatul Addawiyah

Lanjut thor

2022-12-12

0

Hernanta Ginting

Hernanta Ginting

keren mbak,,aku suka,,heheee

2022-12-12

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!