Dian, Saka dan beberapa staf perwakilan cabang DV hotel baru saja selesai meninjau lokasi pembangunan. Perkiraan, pembangunan hotel akan rampung awal tahun baru.
"Aku mau sebelum tahun baru, pembangunan sudah selesai"
"Akan saya usahakan" jawab Saka
"Aku mau kepastian! Ya ... Atau tidak!" ucap Dian tegas
"Baik. Saya pastikan pembangunan akan selesai sebelum tahun baru!" jawab Saka tak kalah tegas
"Okey" Dian berjalan lebih dulu ke arah mobilnya. Rencananya petang ini mereka akan langsung pulang.
"Sayang ... kamu sudah selesai?" Rey berjalan dengan gagah ke arah Diandra. Pria itu terlihat tampan dengan setelan jas yang terpasang pas di tubuhnya. Senyum manis tak lupa menghiasai wajah Rey. Kedatangan Rey yang tiba - tiba tentu membuat Dian cukup terkejut.
"Kak Rey? Sedang apa kamu disini?"
"Hallo sweety. Tentu saja untuk menjemputmu, kaku lupa?"
"Ta-"
Cup
"I miss you",
Satu kecupan Rey daratkan di bibir merona milik Diandra. Dian membeku karena terkejut sementara Saka, jelas sekali ia terlihat tak suka. Tanpa di sadari, tangannya terkepal dengan sendirinya.
"Sudah selesai kan? Ayo ... Aku akan mengajakmu ke suatu tempat" ucap Rey lembut
Dian melirik Saka yang terlihat masam,
Mungkin memanfaatkan Kak Rey tidak ada salahnya. Jika sekali tepuk dua lalat mati, bukankah akan lebih bagus? Ucap Dian dalam hati
"Baiklah. Ayo kita pulang. Terima kasih sudah menjemputku. Maaf kalau aku sempat lupa." Dian tersenyum manis pada Rey, lalu menatap Saka "Anda bisa pulang dengan Pak Harto, Tuan Saka"
"Tentu. Anda bisa pulang bersama kekasih Anda" jawab Saka datar
"Ayo", Rey merengkuh pinggang Dian dengan posesif. Persis seperti yang Saka lihat di pesta beberapa hari yang lalu.
"Mari kita pulang, Tuan" ajak Pak Harto
Saka memasuki mobil. Tak lama kemudian, mobil Rey pergi lebih dulu meninggalkan hotel.
Siapa sebenarnya pria itu? mereka terlihat akrab. Apa mungkin, Dian sudah mengenal pria itu sebelumnya? Aku harus mencari tahu.
🍀🍀🍀
"Hahahahah. Lihatlah wajah pecundang itu! Jelas sekali kalau dia cemburu. Dasar pria bodoh! Masih mencintaimu tapi malah memilih wanita lain" ejek Rey sambil terus tertawa
Dian menatap pria itu kesal. "Apa bedanya Saka denganmu?! Kalian sama saja!"
"Jelas beda lah! Aku bukan pecundang seperti dia!"
"Oh ya? Benarkah? Lalu apa sebutan yang pantas untukmu? Pengkhianat?!" sindir wanita cantik itu
Rey menatap Dian dengan lembut. "Kamu tidak mau mendengar penjelasanku?"
Dian diam tak menjawab "Menjelaskannya saat kamu marah dan benci padaku akan percuma. Yang bisa aku lakukan hanya membuktikan padamu kalau aku serius!"
Dian memutar bola mata malas, "Kamu mau aku jadi pelakor? Oh tidak terima kasih! lagipula aku sudah mati rasa pada makhluk lawan jenis!"
Tiba - tiba Rey menepikan mobilnya. Tanpa aba - aba pria itu kembali mengecup bibir Dian. Tapi kali ini lebih lama dan di sertai dengan gigitan kecil.
"Masih mau menyangkal kalau kamu sudah tidak memiliki rasa pasa lawan jenis? Bagaimana rasanya berciuman denganku? Hm?"
"K-kamu brensek Kak Rey!"
Rey terkekeh, "Kamu salting, Di. Sekarang jantungmu pasti berdebar kencang. Aku benar kan?"
"Jangan ngarang! Aku sama sekali tidak merasakan apa - apa!" sangkal Dian
Rey kembali mencondongkan badannya, "Kamu mau mengulang yang barusan untuk membuktikannya?" tantang Rey
"Menjauh! Jangan dekat- dekat!" Dian mendorong tubuh Rey ke posisi semula.
"Kamu semakin menggemaskan kalau malu, Di"
Dian tidak merespon, dia menatap ke arah jalanan yang mulai gelap.
Kenapa perasaanku seperti ini? Apa yang terjadi padaku? Apa aku mulai luluh pada Kak Rey? Tidak! Kamu harus ingat, Di. Kak Rey adalah salah satu pria yang kamu benci. Lagipula dia sudah punya istri. Ingat misimu! Gumam Dian dalam hati
"Kamu pasti bertanya dalam hati kan?" tebak Rey
"Sok tahu!"
Rey tersenyum, "Kita mengenal lama, Di. Sebelum pria pecundang itu, akulah yang paling memahami kamu. Aku tahu kamu seperti apa"
Dian menatap Rey, "Apa gunanya mengenal lama kalau pada akhirnya berkhianat?"
"Ya ... Kamu benar. Kenal lama tidak menjamin akan bersama selamanya. Tapi satu hal yang perlu kamu ingat, Di. Kalau kita di takdirkan berjodoh, bagaimanapun perjalanan hidup kita sebelumnya, pada akhirnya kita akan bersama"
"Aku tidak percaya hal seperti itu! Yang aku tahu, semua pria yang dekat denganku tega menyakiti aku!"
Mobil Rey berbelok memasuki halaman sebuah restoran. Suasana tampak sedikit ramai.
"Aku sudah kenyang" ucap Dian santai
Rey menatap wanita di sampingnya sekilas, "Biar aku yang makan kalau kamu kenyang. Temani aku saja"
Dian berdecak malas, "Jangan membantah. Kalau tidak, maka aku akan menggendongmu masuk ke dalam!" peringat Rey
Mau tidak mau Dian turun dari mobil, dengan wajah kesal dia berjalan mendahului pria tampan tersebut.
"Selamat datang" sapa pelayan ramah
"Atas nama Reynald"
"Baik, mari saya antar"
Rey sengaja menggandeng tangan Dian. Meski tahu wanita itu kesal padanya, namun Rey cuek saja. Sedangkan para pelanggan banyak yang mengagumi keduanya. Rey yang tampan tampak sangat serasi bersanding dengan Diandra yang begitu cantik.
"Kita ke rooftop?" bisik Dian
"Hm"
Deheman Rey membuat Dian kesal, dengan sengaja dia mencubit perut Rey dan membuat empunya meringis kesakitan.
"Tunggu halal kalau mau menggoda!"
Dian memutar mata malas, "Dasar tidak jel-" kalimat Dian terpotong saat melihat dekorasi menawan di depan mata. Hiasan bertabur bunga mawar merah kesukaannya tampak mendominasi. Lilin berjejer rapi memenuhi seluruh halaman rooftop. Satu set meja kursi berada di tengah - tengah dengan berbagai makanan yang tersaji di atasnya.
"Silahkan" ucap pelayan kemudian pergi
"Ayo", Rey mengajak Diandra duduk. "Silahkan duduk"
"Terima kasih"
Dian menatap semua makanan yang tersaji. Semua adalah makanan kesukaannya. "Kenapa kamu menyiapkan semua ini?" tanya Dian pelan
Rey berdiri dari kursinya, bersamaan dengan datangnya beberapa orang yang membawa gitar dan biola, dia bersimpuh di depan wanita itu.
Iringan musik romantis mulai mengalun, membuat suasana semakin terasa romantis.
"Di ... Aku bukanlah pria sempurna. Dan aku tahu, kamu masih trauma dengan yang namanya sebuah hubungan. Tapi disini, aku hanya ingin membuktikan bahwa aku serius denganmu. Aku ingin membahagiakanmu. Aku ingin menjadi tempatmu berkeluh kesah. Menjadi tempatmu bersandar. Menjadi tempatmu pulang dan menjadi rumah yang selalu membuatmu nyaman"
"Kak Rey-"
"Diandra Veronica Abraham, maukah kamu menikah denganku?"
Deg
🍀🍀🍀
"Sudah bersenang - senangnya, Mas?"
Saka menghela nafas berat. Ia baru saja tiba, bukannya disambut dengan kehangatan, Vika justru membuatnya semakin terasa lelah.
"Vik, bisa kan kamu tidak bertanya sesuatu yang bisa memicu pertengkaran? Aku baru saja sampai. Aku lelah" keluh Saka
Vika bersedekap dada, "Bagaimana aku bisa bersikap biasa saja saat kamu baru saja pergi dengan mantan istrimu itu! Apa yang kalian berdua lakukan di hotel? Kamu tidur dengannya? Kalian-"
"CUKUP VIK! Jangan menuduhkan sesuatu yang tidak benar! Kami tidak berbuat apa - apa. Dian bukan perempuan gampangan seperti yang kamu tuduhkan!"
Vika tertawa masam, "Jadi maksud kamu, aku yang gampangan?"
"Bukan begitu-"
"Memang begitu maksudmu, Mas! Kamu mau membandingkan aku dengan Diandra kan? Kamu mau mengingatkan semua kesalahan yang kita lakukan?"
Saka mengusap rambutnya frustasi, rasa lelah yang ia rasakan semakin menumpuk. Kepalanya semakin pusing saja rasanya.
"Vik, aku tidak mau berdebat! Tolong! Aku sudah memilihmu, jadi sekarang jangan berfikir yang macam - macam. Tidak baik juga untuk kandunganmu" suara Saka semakin lirih
"Aku hanya takut kehilangan kamu, Mas"
Saka memeluk tubuh istrinya, mengusap pelan kepala Vika dengan lembut. "Jangan terhasut pikiran negatifmu sendiri. Aku berjanji akan selalu menemani kamu apapun yang terjadi"
"Kamu sungguh - sungguh kan?" tanya Vika sambil menatap suaminya
"Tentu. Jangan pernah ragukan aku. Kalau memang aku masih mencintai Diandra, aku tidak akan memilihmu"
Maafkan aku sudah membohongimu, Vik. Aku hanya tidak mau nantinya menyesal karena menelantatkan anakku sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
linay
keren thor. .di tunggu up nya.....
2022-12-01
0
Yunie
serius anak ny Saka ?
2022-12-01
0
Yolan
mudah2an itu bukan anaknya saka 😛😛😛
2022-12-01
0