Bab 8

[D-diandra!. Dimana Mas Saka? Kenapa ponselnya ada padamu?!!]

[Kamu tentu tidak tuli kan? Bukankah sudah kubilang, dia tidur di sebelahku. Apa perlu aku bangunkan?]

[Apa yang sudah kamu lakukan pada suamiku?! Kamu pasti menjebaknya kan? Jangan macam - macam Di!!]

[Hahaha. Kamu pikir aku sepertimu yang rela melakukan trik murahan untuk memikat suami orang? Jangan lupa Vika, sebelum kamu merebut Saka dariku, dia adalah suamiku. Milikku. Kami bersama selama tiga tahun. Tidak mudah melupakan kenangan yang terjadi di antara kami. Banyak hal romantis yang kami lakukan dulu. Kami pernah saling mencintai. Satu hal yang harus kamu tahu, sangat mudah bagiku membuat Saka mabuk kepayang. Dan jika aku melakukannya, aku tidak bisa menjamin Saka akan tetap bersamamu]

[Kamu pikir aku akan membiarkan hal itu terjadi? Jangan mimpi, Diandra! Mas Saka suamiku. Milikku. Kamu memang pernah memilikinya, tapi itu dulu! Sekarang hanya aku wanita yang dia cintai. Terbukti kan, dia menceraikanmu dan memilih aku!]

[Kamu benar! Saka memang memilihmu. Tapi pernahkah kamu berfikir bahwa Saka memilihmu karena dia hanya ingin bertanggung jawab atas bayi yang kamu kandung? Kamu pasti tahu betul kelemahan Saka makanya kamu memanfaatkannya. Aku benar kan?]

[Aku tidak seperti itu! Aku dan Mas Saka masih saling mencintai. Makanya kami kembali bersama]

[Ah ... Begitu ya? Kamu masih mencintai mantan kekasihmu yang saat itu berstatus suami orang? Bukankah itu tidak tahu malu namanya?!]

[Apa yang salah kalau aku dan Mas Saka masih saling mencintai? Aku tidak pernah merebutnya darimu! Kamu saja yang tidak bisa menjaganya. Jangan salahkan aku jika Mas Saka lebih memilihku apalagi aku bisa memberikannya seorang anak!]

[Anak yang lahir di luar pernikahan hanya memiliki hubungan hukum dengan ibu kandungnya. Dia tidak berhak menerima warisan dari Ayahnya sekalipun Ayah kandungnya. Nasabnya juga pada ibunya. Jadi apa yang kamu banggakan dari anakmu itu?]

[Aku tidak peduli apapun yang kamu katakan! Yang jelas aku pastikan Mas Saka tidak akan pernah kembali padamu!]

[Mau bertaruh? Aku bisa membuktikan padamu kalau suami tercintamu itu masih mencintaiku]

[Tidak mungkin! Kamu jangan terlalu percaya diri. Kamu pikir Mas Saka mau kembali padamu? Tentu saja tidak] nada suara Vika terdengar begitu emosi.

Diandra tidak berkata apapun, dia sengaja membuat Vika semakin emosi.

[Diandra!! Aku peringatkan padamu jangan macam - macam denganku!!] bentak Vika

[Ini baru permulaan tapi kamu sudah semarah ini? Apa kabar denganmu yang dulu terang - terangan selingkuh dengan suamiku? Kalian menjalin hubungan terlarang di belakangku. Bahkan kamu sampai mengandung loh, Vik. Dan Saka menceraikan aku gara - gara kamu. Kamu tentu tidak amnesia kan?]

[Apa yang kamu inginkan sebenarnya, wanita murahan!!]

[Ck... Berhenti mengatai diri sendiri, Vika!]

[Cepat katakan apa maumu?], teriak Vika semakin emosi

[Rupanya kamu wanita yang tidak sabaran ya? Baiklah, aku akan memberitahumu sekarang. Jadi ... yang aku inginkan adalah mari kita mengulang masa lalu]

[A-apa maksudmu?] tanya Vika gugup

[Aku mau kita mengulang kejadian beberapa bulan yang lalu. Tapi bedanya, jika dulu kamu yang berselingkuh dengan suamiku, sekarang aku yang akan berselingkuh dengan suamimu. Adil kan?]

[Jangan macam - mac-]

Tut

Wanita cantik itu mengirim sebuah video dengan nomor tidak di kenal pada Vika. Diandra menyeringai, dia yakin Vika akan membanting semua barang - barangnya sekarang.

"Ok. Misi selesai"

Dian melempar ponsel milik Saka ke tempat sampah. Kemudian ia berjalan keluar kamar lalu mengetuk pintu kamar Saka. Tak lama pintu terbuka dan wajah Saka terlihat disana.

"Kalau sudah siap. Kita berangkat sekarang!" Dian berjalan meninggalkan Saka

"Di ... Apa ponselku ketinggalan di kamarmu?" tanya Saka pelan

"Kamu pikir aku menyembunyikan ponselmu?" jawab Dian tidak suka

"B-bukan begitu. Ponselku tidak ada-"

"Bukankah kamu memang pelupa?! Jangan menuduh orang tanpa bukti! Cari saja di kamar kalau tidak percaya! Lagipula apa untungnya aku mengambil ponselmu? Untuk melihat chat mesramu dengan mantan selingkuhanmu itu?"

"Bukan maksudku-" Saka melihat Dian tampak kesal, ia menghela nafas "Aku akan mencarinya sekali lagi di kamar"

"Kamu mengulur waktu, Tuan Saka. Cepatlah! Kalau memang hilang, beli saja yang baru apa susahnya!" Dian meninggalkan Saka dengan senyum seringainya.

Kejadian Beberapa Menit Yang Lalu

"Masuklah"

Saka memasuki kamar mantan istrinya. Wanita itu duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya. Tentu saja sebagai pria normal, Saka tergoda. Paha mulus Dian terpampang nyata. Apalagi pakaian yang Dian kenakan membuatnya terlihat begitu seksi. Namun ia berusaha mewaraskan pikirannya. Sekarang istirnya sedang hamil dan Saka tidak boleh mengulang kesalahan yang sama.

"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Dian santai

Saka menatap Dian, seolah ragu akan mengatakan apa yang ingin dia sampaikan. "Aku minta maaf"

Kata yang keluar dari mulut Saka membuat Dian menaikkan alisnya sebelah. "Maaf untuk apa?"

"Maaf karena sudah melukaimu sampai seperti ini"

Dian tertawa lirih, "Maaf tidak bisa mengubah semuanya, Ka. Kesalahan yang kamu torehkan terlanjur membuat luka yang sulit di sembuhkan"

"Maka dari itu aku dengan tulus meminta maaf"

Dian menghela nafas, "Aku tidak mau membahas hal ini. Bukankah kita sudah pernah membahasnya? Aku sangat malas jika harus membahas hal yang sama berulang - ulang"

"Di ..."

"Kamu pikir aku tidak sakit setiap mengingat pengkhianatanmu? Aku bertanya - tanya, apa yang salah denganku sampai kamu mendua! bagaimana kamu memulai pengkhianatan itu. Sejak kapan kamu berselingkuh dan kenapa kamu selingkuh! Pertanyaan itu terus berputar - putar di kepalanya bahkan sampai sekarang! aku bahkan belum mendapat jawaban, tapi kamu sudah lebih dulu membuangku layaknya sampah! Tidakkah kamu merasa bahwa itu sangat keterlaluan? Dan sekarang dengan gampangnya kamu mengucap kata maaf! Bagaimana kalau kamu yang berada di posisiku? Kamu akan memaafkanku begitu saja?"

Saka bungkam, dia hanya menatap Dian dalam diam. Tatapan yang sangat Dian benci sekarang. Tatapan teduh yang menenangkan dan penuh cinta. Cinta? Saka bahkan dengan mudah mengobral cintanya pada wanita lain. Tidak mungkin ia masih mencintainya. Bathin Dian

"Aku khilaf" lirih Saka

Dian tertawa kecut, "Semua pria akan mengatakan hal yang sama jika sudah ketahuan bersalah. Sikap yang menunjukkan betapa pengecutnya dia!"

"Aku memang pengecut. Aku memang bersalah dan aku menerima apapun yang kamu katakan!"

"Kamu benar - benar tidak tahu malu, Ka! Hanya demi kenikmatan sesaat kamu berubah menjadi manusia tak berperasaan. Bukannya menyelesaikan masalah, kamu justru lari seperti pecundang!"

"Makanya aku ingin menebus semua kesalahanku padamu, Di. Aku ingin hidup dengan damai"

"Damai?!!" tanya Dian emosi, "Maksudmu damai dan bahagia di atas penderitaan orang lain? Dasar sinting!" maki Dian

Melihat Dian begitu emosi, Saka berpindah tempat duduk. Dia bersimpuh di depan Dian. "Aku mohon maafkan aku, Di"

Dian menatap Saka dengan mata berkaca - kaca. "Apa yang kurang dariku, Ka? Kenapa kamu menyakiti aku sampai seperti ini? Aku hancur, Ka. Hancur! Bahkan rasanya untuk bernafaspun begitu sulit. Duniaku kelam! Semuanya gelap! Dan itu karenamu!"

Saka merengkuh tubuh mantan istrinya ketika Dian mulai menitikkan air mata. Hati Saka ikut perih melihat Dian mengutarakan semua perasaannya. Dan semua karena dirinya. Saka tidak menyangka keputusannya menceraikan Dian akan membuat wanita itu hancur.

"Katakan, Ka? Katakan alasannya? Kenapa kamu diam saja? Kamu tidak mau memberikan penjelasan padaku?"

Saka mengusap air mata yang menetes di pipi mantan istrinya. Lalu memeluk Dian erat. Jujur ... Saka merindukan wanita itu. Wangi tubuh Dian membuatnya tenang. Sekelebat ingatan romantis mereka melintas begitu saja. Dian itu cantik, bahkan sangat cantik. Entah kenapa bisa Saka malah menduakannya dulu. Jika di bandingkan dengan Vika, istrinya itu kalah cantik dengan mantan istirnya itu.

"Semua janji yang kamu ucapkan nyatanya hanya bualan semata, Ka! Semuanya palsu!"

"Aku minta maaf, Di. Aku sungguh - sungguh minta maaf"

"Pergilah, Ka. Tinggalkan aku sendiri"

Saka menatap manik mata milik Dian dengan tatapan kerinduan. Akhirnya, tangan pria itu merengkuh pinggang ramping Dian. Membuat jarak di antara mereka semakin terkikis. "Aku merindukanmu, Di. Maafkan aku karena telah menyakitimu. Sungguh, aku tidak berniat membuatmu terluka. Aku tidak punya pilihan. Aku berada dalam posisi dimana aku tidak bisa memilih"

"*Pergi, Ka. Pergi!!"

Cup

Satu kecupan dari bibir Saka membuat Dian terdiam. Tatapan keduanya bertemu. Saka kembali mendekatkan bibirnya, namun Dian segera menolak. "Aku bukan Vika yang dengan mudah mengobral diri! Tolong jangan kurang ajar, Ka. Kita tidak punya hubungan apapun lagi sekarang*!"

"Maafkan aku, Di. Aku menyesal. Aku bahkan tidak pernah semenyesal ini" bisik Saka. Pria itu akan menyandarkan kepalanya di bahu Dian, namun segera Dian tahan.

"Kenapa?" tanya Saka dengan nada kecewa.

"*Dengarkan aku baik - baik, Ka. Setelah semua yang terjadi. Hubungan kita sekarang hanya sebatas rekan kerja. Luka yang kamu berikan tidak akan pernah aku lupakan sampai mati sekalipun. Dan satu hal yang harus kamu ingat, aku tidak murahan seperti istrimu! Jika kamu beranggapan bisa menyamakan aku dengan Vika, kamu salah besar. Karena apa? Aku tidak akan sudi memungut sampah yang sudah aku buang!!"

Dian beranjak kemudian berdiri di depan jendela. Menyadari telah berbuat salah, Saka merasa canggung sekaligus malu. "Aku akan kembali ke kamar" ucap Saka kemudian pergi.

Keberuntungan sepertinya sedang berpihak pada Dian. Ponsel Saka ketinggalan dan kebetulan sekali ada panggilan masuk bertulisan istriku disana. Dian tentu tak akan menyia- nyiakan kesempatan.

"Ayo kita bermain - main, Vika sayang!"

Flash Back Of*

Terpopuler

Comments

Diana Santi

Diana Santi

jangan bodoh dan jangan mau di kelabui dengan penyesalan saka Dian,biarkan dia menyesal seumur hidupnya carilah kebahagiaanmu sendiri Dian ,,,semoga anak yg di kandung Vika itu bukan anak saka gmn ya perasaan saka 🤔😂😂🤣🤣

2022-11-28

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!