Bab 10

"Diandra Veronica Abraham, maukah kamu menikah denganku?"

Deg

Jujur ... Diandra merasa terharu. Jika saja hal ini Rey lakukan beberapa tahun lalu, mungkin Dian akan menangis sambil berkata, Ya aku mau. Sayangnya hal itu terjadi sekarang. Masa di mana Dian sedang mengalami trauma dan krisis kepercayaan pada seorang pria.

Dian tersenyum manis, dan itu membuat Rey juga tersenyum. "Kak Rey ..." Dian menatap lekat pria yang dulu pernah ia cintai. "Hal konyol apa yang sedang kamu lakukan?"

Senyuman Rey luntur seketika, "Di ..."

"Kamu melamarku?" suara Dian terdengar dingin. Kini tatapannya berubah tajam dan sinis. "Kamu sedang mengajakku membuat lelucon?"

"Di ... Aku serius ingin menjadikanmu istriku"

"Menjadi istri kedua maksudmu? Membuatku menjadi wanita jahat karena menikah dengan suami orang? Aku tidak sudi!!"

Dian mengambil tas miliknya kemudian segera pergi, namun Rey lebih dulu menyusulnya.

"Di ... Aku tahu aku salah. Tapi kamu tidak tahu yang sebenarnya terjadi. Tolong dengarkan penjelasanku dulu"

"Penjelasan apa? Penjelasan bahwa aku hanyalah wanita bodoh yang percaya begitu saja padamu? Aku menunggu dan berharap banyak. Tapi apa yang aku dapat? hanya pengkhianatan!!"

"Di ... " Rey memegang tangan Dian

"Lepaskan!! Berulang kali aku katakan, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerimamu! Tidak sekarang, esok dan di masa depan!!"

Dian benar - benar meninggalkan Rey disana. Perempuan segera memasuki mobil milik Rani yang sudah terparkir di depan restoran.

"Jalan Bang" pinta Dian pada Triyoga

Tri dan Rani saling memandang. Kemudian mobil mulai melaju meninggalkan restoran. Mereka tidak bertanya apapun karena tahu jika Dian sedang tidak mood.

Rey menatap kepergian mobil sahabat Dian dengan tatapan nanar. Rey pikir, dengan memberikan kejutan romantis, Dian akan luluh. Rupanya semua salah.

Entah seperti apa luka yang pernah kamu rasakan sampai kamu jadi seperti ini, Di. Tapi aku janji, aku akan menyembuhkan luka itu perlahan dan mengembalikan Dianku yang dulu. Janji Rey dalam hati

Sementara di dalam mobil, Dian sudah mulai menguasai emosinya. Dia tampak terlihat lebih tenang.

"Apa yang terjadi? Aku kira kamu pulang dengan Saka" ucap Rani

"Tiba - tiba Kak Rey datang"

"Kalian makan malam? Lalu bertengkar?" tebak Tri

Dian menatap suami dari sahabatnya itu, "Kalau hanya makan malam, aku tidak akan sekesal ini, Bang. Aku sudah curiga saat dia mengajakku pergi. Makanya aku meminta kalian juga kesini"

"Memang apa yang Kak Rey lakukan sampai membuatmu marah seperti ini?"

"Dia melamarku!"

Rani menatap suaminya lalu beralih pada Dian, "Lalu kamu terima?"

Dian berdecak kesal, "Tentu saja tidak! Jangan konyol! Siapa juga yang mau jadi istri kedua!"

"Mungkin saja Kak Rey tidak pernah mencintai istrinya. Makanya sekarang setelah tahu kamu jomblo, dia melamarmu"

"Lalu aku harus bilang wow, begitu? Huh ... cinta? Semua hanya bullshit! Tidak ada cinta yang benar - benar tulus di dunia ini!"

"Kita akan pulang kemana?" tanya Tri menyela

"Kerumah lah, Bang. Memangnya aku akan pulang kemana? Kerumah Saka?" jawab Dian kesal

Tri tidak berkata lagi. Dia fokus menyetir mobil. Sisa perjalanan di warnai keheningan. Suasana malam hari membuat jalanan cukup lenggang. Membuat mobil Tri melaju cukup kencang.

Pukul setengah sebelas malam, mobil yang Tri kendarai memasuki halaman rumah Abraham.

"Terima kasih, Ran. Bang"

"Sama - sama"

Dian segera memasuki rumah. Ia menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Suasana hati dan tubuhnya terasa lelah. Mungkin beristirahat bisa memulihkan kondisinya.

Setelah mencuci muka, gosok gigi dan berganti pakaian tidur serta memakai skincare malam, Dian mulai merebahkan diri di atas ranjang. Ia membuka ponsel dan terlihat beberapa pesan dari Rey. Ada pula satu pesan dari nomor tak di kenal.

[Di. Ini nomor baruku. Saka]

"Dasar buaya! Dia masih berani mengirimiku pesan" Dian tersenyum manis, "Bermain - main sebentar sepertinya menyenangkan. Aku tidak sabar untuk hari esok"

Dian menaruh ponselnya di atas nakas dan mulai memejamkan mata.

🍀🍀🍀

"Mas, hari ini aku ada arisan dengan teman - teman" ucap Vika pada suaminya.

"Iya. Tapi ingat, jangan terlalu lelah. Kamu harus menjaga kandunganmu"

"Tentu. Jangan khawatir" Vika tersenyum, "Oh ya, Mas. Kamu tidak pulang telat kan malam ini?"

"Sepertinya tidak"

"Kalau bisa kamu jangan pulang telat ya"

"Aku usahakan"

Vika mengantar Saka sampai di teras. "Hati - hati di jalan, Mas"

"Kamu juga hati - hati"

Saka mencium kening Vika dengan lembut. "Aku jalan"

Setelah mobil Saka meninggalkan halaman rumah, Vika segera memasuki kamar untuk bersiap - siap pergi arisan. Dia sudah terbiasa mengikuti kumpulan wanita sosialita. Mendiang suami Vika dulu merupakan salah satu direktur di perusahaan yang cukup besar. Jadi hidup mewah sudah menjadi kebiasaan Vika sehari - hari.

Dengan mengenakan dress selutut warna ungu muda, Vika terlihat menawan. Apalagi dengan perut yang mulai membuncit, membuatnya terlihat menggemaskan. Heels hitam sangat cocok dengan kulitnya yang kuning langsat. Tak lupa tas channel semakin melengkapi penampilannya.

Mengendarai mobil kesayangannya, Vika mulai membelah jalanan menuju salah satu cafe terkenal yang ada di ibu kota.

Begitu tiba di cafe, Vika segera menuju ke ruangan yang sudah di pesan oleh ketua arisan. Dengan langkah percaya diri, Vika menapakkan kakinya ke VVIP room.

Sekumpulan ibu - ibu muda terlihat berkumpul dan bercerita dengan seru.

"Eh ... Vika? Sudah lama tidak berjumpa. Loh ... Kamu hamil? Memangnya sudah menikah lagi? Tapi kok udah besar? Anak mendiang suami atau suami baru?" tanya salah satu teman arisannya.

Vika tersenyum manis, ini memang pertama kalinya dia kembali bergabung dengan teman - teman sosialitanya. Alasannya karena ia menjaga pernikahannya dengan Saka sampai keadaan aman. Sekarang Saka dan Dian sudah bercerai, jadi Vika sudah mulai berani go public.

"Saya sudah menikah lagi. Dan ini akan saya dengan suami baru saya" jawab Vika percaya diri

"Wah ... Nggak nyangka ya. Padahal sepertinya belum setahun loh, Kamil meninggal. Kamu sudah menikah lagi aja. Mana hamil lagi. Jangan - jangan nyicil dulu"

Meski kesal, namun Vika berusaha menahan emosinya. "Mana mungkin. Saya ini wanita terhormat. Ya kalau masalah menikah lagi terus hamilnya cepat itu namanya takdir"

"Suami kamu bukan suami orang kan?"

Vika sempat terkejut mendengar pertanyaan itu, "Tentu saja bukan, lah. Sudah saya katakan ya jeng, saya wanita baik - baik dan terhormat. Tidak mungkin menggoda suami orang!"

"Sudah - sudah, sebaiknya kita duduk dulu. Acaranya akan segera di mulai"

Semua anggota mulai menempati kursi bundar yang di sediakan. Beberapa makanan ringan tersaji di atas meja.

"Minum dulu, jeng. Kasihan anaknya"

"Terima kasih" sahut Vika, ia mengambil minum lalu meneguknya

"Eh ... Hari ini kita kedatangan anggota baru loh. Grup kita beruntung karena new mamber kita owner DV jawelry. Itu loh perhiasan yang biasa kita beli"

"Oh ya. Hebat dong klub kita. Jadi nggak sabar pengen ketemu ya kan? Siapa tahu dapet diskon"

Vika hanya menyimak tanpa ikut bicara. Hingga suara heels yang beradu dengan lantai membuat perhatian mereka teralihkan.

"Hai jeng Dian, selamat datang di klub kita"

"Terima kasih"

Tubuh Vika membeku, wajahnya mulai pucat.

Dian yang melihat Vika segera menyapanya. "Hallo, jeng Vika. Senang bertemu denganmu" sapa Dian dengan senyuman manisnya.

"Loh, jeng Dian sudah kenal jeng Vika? Kok jeng Vika nggak ngasih tahu kita?" ucap salah satu peserta arisan

Vika terlihat gugup

"Tentu saja saya kenal dengan Jeng Vika" Dian menatap Vika dengan tatapan dinginnya. "Dia ini pelakor yang sudah merusak rumah tangga saya!"

Deg

Terpopuler

Comments

linay

linay

next thor

2022-12-02

0

Gadis Manggar

Gadis Manggar

lanjut..semoga diandra mendapatkan suami yg lebih baik dari rey dan saka

2022-12-01

0

Mami Vanya Kaban

Mami Vanya Kaban

lanjut thor

2022-12-01

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!