gadis bersurai hitam tengah membereskan buku dan sesekali melihat pantulan wajah nya di cermin
hingga suara notifikasi di ponsel nya, membuatnya terburu buru melihat pesan dari kekasihnya
my Aldo❤️
(aku udah ada di depan rumah kamu)
senyum yang mengembang dari sudut bibirnya dan langsung terburu buru untuk menemui kekasih nya
"gak sarapan dulu Mel" tanya Sarah mama nya Melinda
"enggak mah, Aldo sudah menunggu" jawab nya sambil bergegas menemui kekasih nya itu
jantung nya berdetak kencang, tidak di pungkiri pesona Aldo mampu memikat nya dan menggeser rasa untuk Azka sang mantan tercinta
"hai" sapa Melinda tersenyum manis
"cantik" puji Aldo langsung membuat pipi Melinda bersemu merah
"apaan sih, pagi pagi sudah mulai gombal" kata Melinda malu malu
"loh emang bener, kamu selalu cantik di mata ku" jawab Aldo membuat Melinda tak tahan untuk tidak tersenyum
"udah yuk, kita berangkat" kata Melinda
dengan perlakuan manis nya Aldo membukakan pintu mobil nya untuk Melinda, tanpa mereka sadari seseorang tengah mengintipnya di balik tirai
"bagus Melinda, kita akan hancurkan orang yang telah menghancurkan kehidupan kita" ujarnya sembari mengepalkan kedua tangan nya penuh dengan dendam kebencian
perjalanan menuju sekolah bersama Aldo sangat menyenangkan bagi Melinda, di tambah dengan perlakuan Aldo yang manis, bahkan tak henti Aldo mencium tangan nya sambil menyetir mobil dengan tangan kanan nya
"emm Aldo aku mau tanya boleh?" tanya Melinda hati hati
"tanya apa sayang?" jawab Aldo
"kamu beneran gak suka sama Lily? dia kan cantik, famous dan juga kaya" tanya Melinda
"dia cuma parasit dalam hidup aku mel, kamu tau sendiri aku suka nya sama kamu dari awal kelas X" jawab Aldo tersenyum
"aku takut nantinya kamu bakal pilih Lily untuk jadi pacar kamu" jawab Melinda menunduk
"hey liat aku sayang" kata Aldo sambil meminggirkan mobil nya
"liat mata ku? apa ada kebohongan dalam mataku? aku sangat mencintai mu, dan kamu tau sendiri gimana perlakuan aku sama Lily, beda banget kalo sama kamu, karena aku sangat mencintaimu" kata Aldo meyakinkan Melinda
Melinda tersenyum senang, karena kini Aldo ada di genggaman nya, bahkan Melinda melihat cinta untuk nya dari mata Aldo
cup
tanpa malu Melinda mengecup bibir Aldo dengan lembut, bahkan Aldo dengan senang hati menerima serangan yang di lakukan oleh kekasih nya
mereka langsung menyudahi ciuman nya dan langsung menuju sekolah nya, rasa senang dalam diri Melinda tak bisa di pungkiri
begitupun Aldo yang sedari tadi tersenyum ke arah nya
Lily yang baru sampai ke sekolah dengan menggunakan mobilnya, bertepatan dengan turun nya Melinda di mobil Aldo
"hai Lily" sapa Melinda
Lily yang di sapa hanya melirik sinis dan melanjutkan langkah nya
"sampai kapan pun Upik abu tidak akan menjadi Cinderella" gumam Lily meninggal kan Aldo dan Melinda
"nyesel gue berangkat sendiri, tau gini tadi berangkat sama Abang" lanjutnya
Aldo bersorak senang dalam hatinya, melihat wajah Lily yang tersirat penuh dengan kecemburuan
"udah lah Mel, cewek parasit kaya dia gak usah kamu baikin" kata Aldo sambil mengelus rambut indah milik Melinda
Melinda tersenyum menunduk dengan berseringai penuh arti
jam pelajaran pertama di kelas IPA 2 tengah di isi dengan pelajaran kimia, Lily hanya mendengarkan tanpa menghiraukan bisik bisik teman nya yang tengah kejenuhan
Lily bukan nya tidak jenuh, diri nya juga sama malas mengikuti pelajaran kimia yang mungkin dia tidak mengerti sama sekali
tapi janji nya pada sang papi dan Abang nya tak mungkin dia langgar dan membuat onar lagi
bel berbunyi tanda istirahat tiba, akhirnya semua yang berada di kelas IPA 2 langsung menghela nafas nya lega
"kantin kuy" ajak Sheila
"bentar babe, kepala gue pengen di rebahan sebentar" jawab Raka
"emang tadi Lo mikir?" tanya Sasa
"mikir lah" jawab Raka langsung
"mikir apaan?" tanya Sheila
"mikir gimana caranya Lily mau jadi pacar gue" jawab Raka
"bacot" jawab Sheila kesal sedangkan raka sudah tertawa lepas
entah lah, bikin Sheila dan Sasa kesal itu sangat menyenangkan tapi kalo Lily yang kesal dirinya ketar ketir, karena saking takut nya pada jelmaan siren itu
"gue ke toilet dulu ya" kata Lily
"mau di antar sayang" kata Raka yang langsung di tatap tajam oleh Lily
"modus wae Lo kang, ayo" seret Sasa
ya begitulah Raka, senang sekali menggoda lily, walaupun selalu takut dengan tatapan tajam Lily tapi bukan Raka namanya kalo berhenti menggoda Lily, memang tak ada kapok nya
"kita pesan makanan buat Lo" teriak Sheila, entah Lily mendengar nya atau enggak karena Lily sudah terlihat jauh dari mereka
Lily hanya mencuci muka nya, muka yang tadi terlihat kusam kini terlihat fres kembali
dengan langkah gontai Lily melangkahkan kaki nya menuju kantin sesuai permintaan teman nya
saat akan berbelok, dirinya di kejut
kan dengan seseorang yang tergesa gesa dan berakhir menabrak dirinya
bruk
kedua nya jatuh di lantai dengan posisi Lily terjatuh di badan pemuda yang menabraknya
wajah nya mendongak melihat siapa yang tengah berani menabrak nya, matanya melotot saat melihat wajah pemuda tampan yang sering ia puja itu
hal yang sama pun pada pemuda yang tengah melihat wajah cantik yang sering membuat nya kesal itu
pemuda itu menatap setiap inci wajah yang ada di atasnya itu, tak bisa di pungkiri wajah milik Lily itu memang sangat cantik dengan alis yang rapi, hidung mancung dan terakhir di bibir mungil nya
bibir tipis berwarna pink itu membuat nya meneguk Saliva nya, rasanya ia ingin sekali mengecup bibir tipis itu
dengan perlahan ia majukan wajah nya kepada perempuan yang ada di atasnya
sedangkan Lily yang masih sadar langsung menyeringai dan melihat sejauh mana pemuda itu bertindak
netra nya menangkap seseorang yang tak jauh dari dirinya berada
gotcha!
Lily seolah terhipnotis dengan wajah di bawah nya, bahkan Lily mengikuti memiringkan kepalanya
dengan perlahan pemuda itu memajukan wajahnya dan menutup matanya saat bibirnya hampir menyentuh bibir pink alami milik jelmaan siren itu
belum sempat menyentuh bibir tipis itu suara teriakan menyadarkan nya, padahal hanya tinggal satu cm lagi dirinya bisa merasakan bibir tipis itu
"ALDO"
DEG
Aldo tau suara siapa itu, tapi badan nya seolah terdiam ingin berlama lama merasakan tubuh Lily yang tengah menimpanya
"kenapa gak di lanjut?" tanya Lily membuat Aldo tersadar dan langsung mendorong Lily supaya bangun dari tubuhnya
jantungnya berdetak saat netra nya langsung bertemu dengan netra milik kekasih nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Norwina Azman
buat lily ngak murahan thor mals aku
2022-12-13
0