suasana kantin yang tenang membuat Lily menikmati makanan nya dengan tenang, beda hal nya dengan Raka yang terus senyam senyum tak jelas seperti orang kesetanan
hanya Raka laki laki pertama yang bisa masuk pada circle pertemanan Lily sang gadis primadona itu, meskipun Lily selalu sewot pada Raka tapi Lily tidak pernah melarang Raka yang selalu mengikuti mereka
bagi Raka Lily dan teman teman nya itu gadis yang sangat berbeda, kebanyakan para cewe akan melihatkan sisi baik nya dan menutupi kekurangan nya, berbeda dengan mereka yang malah memperlihatkan kekurangan nya
"kenapa tuh bocah?" tanya Sheila pada Sasa
Sasa menghendikan bahunya tanda tidak tau apa yang terjadi pada teman sebangkunya itu
mata Sasa mengikuti arah mata Raka yang di tuju
gadis cantik yang berjilbab, dengan senyum polos nya yang membuat Raka senyam senyum seperti orang gila
Sasa menggulung beberapa lembar tisu dan melemparkan nya pada Raka
"anjing" kata Raka spontan terkaget
"kenapa Lo?" kata Sasa saat mata Raka menatanya dengan sebal
"ganggu gue aja deh Lo" kesal Raka
"emang Lo ngapain?" tanya Sheila
"liatin bidadari gue, tuh" kata Raka sambil menopang dagu nya dan menatap gadis yang berhijab itu dengan senyum
Lily hanya melirik gadis yang di maksud Raka dan langsung kembali fokus pada makanannya
"astaga Raka" kata Sheila geleng geleng kepala
"kenapa ?" tanya Raka menaikkan satu alisnya
"yang Lo maksud itu si Aisyah bukan?" tanya Sasa dan di angguki Raka dengan senyum yang terus memperhatikan gadis cantik itu
"dia itu terlalu masya Alloh bagi Lo astagfirullah, nyebut ka" kata Sheila mengguncang bahu Sheila dan Sasa
"sialan kalian" dengus Raka melemparkan kerupuk pada Sheila dan Sasa
derrrrttt
perkelahian mereka terhenti karena kedatangan seorang cowo yang langsung duduk di depan Lily
"kamu gak papa dek?" tanya Azka penasaran
"gak" jawab singkat Lily
"kenapa?" tanya Azka singkat
Lily meletakkan sendok nya, dan langsung menatap Azka sang calon Abang nya itu dengan tajam
"aldo begitu karena gue yang nyiram Melinda kemarin dengan air bekas pel" kata Lily membuat Azka mematung
Azka tak menyangka Lily masih saja berani membully Melinda mantan terindah nya
"kenapa? apa Abang juga akan memukul ku setelah tau, gadis yang selalu Abang cintai itu ternyata jadi korban pembullyan adik nya" kata Lily tersenyum miring
mata azka terpejam, menahan emosinya oleh adiknya yang dengan tega menyiram mantan nya itu, meski Melinda meninggalkan nya tanpa penjelasan waktu itu tapi rasa cinta itu masih ada dalam hatinya
"whaaat... Lo kemarin nyiram si Medusa?" kata Sheila kaget "kenapa gak ajak gue anjir" lanjut nya
"kalo gue ada di sana, sekalian gue lelepin tuh muka sok polos nya di closet" timpal Sasa
sedangkan Raka hanya menelan ludahnya kasar, teman teman cewek nya itu bener bener bar bar, ada rasa bangga di hati Raka namun hati nya sedikit gelisah saat melihat Azka menatap tajam pada kedua gadis itu
tanpa kata lagi Azka langsung meninggalkan Lily yang tersenyum miring pada Abang nya
"gue emang bodo bisa mencintai dia bang, tapi gue gak yakin Lo bakalan masih cinta sama tuh ****** kalo Lo tau siapa dia sebenarnya" kata Lily dalam hati
sedangkan Azka berjalan ke arah roof top, kali ini dia sangat kesal pada Lily, dengan tega nya Lily menyiram Melinda tanpa alasan
matanya terus memandang jauh ke depan, pikiran nya melayang saat dimana Melinda menjelaskan kenapa dia meninggal kan nya tanpa penjelasan
tapi Melinda tak menjelaskan, apa sesuatu yang tidak bisa jelaskan itu?
tepukan di bahunya membuat azka tersadar dari lamunannya
"apa Lo mau kita cari sesuatu?"
Azka terdiam sesaat, setelah menghilang nya Melinda waktu itu, dia dan teman nya mencari informasi tentang gadis itu, dan satu fakta saat itu ternyata ayah nya berselingkuh dengan ibu dari gadis yang dia cintai
hingga sang ayah yang tega memperlihatkan video mesum nya dengan selingkuhannya sampai ibu nya kehilangan bayi yang di kandung
tidak, Azka belum siap untuk itu, katakanlah Azka pengecut, Azka belum siap untuk menerima kenyataan yang mungkin bisa lebih menyakitkan dari waktu itu
"apapun yang terjadi, Lo harus inget, ada gue dan anak anak Arion di sisi Lo, Lo juga harus inget ada mama Lo yang selalu menunggu kedatangan Lo" kata Samuel menepuk bahu Azka
Samuel sangat tahu kondisi hati Azka sekarang, Samuel berharap berada nya Lily di dalam hidup Azka, bisa menyadarkan Azka sedikit demi sedikit hati dan pikiran Azka
sebenarnya Samuel sudah tau kenapa Melinda meninggalkan azka, tapi untuk saat ini Samuel belum berani untuk memberi tahukan kepada Azka
bel pulang sekolah telah berbunyi dengan di sertai keluarnya para siswa dalam sekolah
begitu pun Lily keluar dari kelas nya, berjalan dengan angkuh itulah ciri Lily
hingga netra nya bertemu dengan sang Abang di parkiran nya
"gue pulang sendiri" kata Lily dingin melewati geng Arion di parkiran
"Weh gila dingin dingin tapi cantik" celetuk beni
"Lily damage nya gak ketulungan" timpal Jo
sedangkan Azka dan Samuel hanya melihat apa yang akan Lily lakukan saat ini
sebuah mobil sport berhenti di depan Lily, dengan sang sopir keluar dan membungkuk kan dengan hormat kepada Lily
"mana kunci mobilnya?" pinta Lily
"biar saya yang menyetir nona"
"mana kunci mobilnya" kata Lily dengan nada yang tinggi
"in ni nona" jawab sang supir tadi ketakutan
Lily tak membuang waktu, di beri nya uang dua lembar berwarna merah kepada sang supir tadi
"buat ongkos Lo pulang" kata Lily melenggang pergi menuju mobilnya
tanpa pamit, Lily langsung mengendarai mobilnya dengan keluar dari kawasan sekolah
"non .. non Lily" teriak supir tadi panik
Azka dan yang lain nya yang melihat begitu panik nya sang supir tadi, langsung menghampirinya
"kenapa pak?" tanya Azka
"non Lily lagi kalap" jawab nya langsung setelah tau siapa yang sedang bertanya, calon tuan muda dari keluarga Collins
"shiit" umpat Samuel yang langsung mengejar Lily
"naik" kata Azka pada sang supir dan langsung bergegas mencari Lily
Jo dan beni yang tidak mengerti pun hanya mengikuti mereka dari belakang
Samuel yang lebih dulu melihat mobil Lily, mencoba membunyikan klakson nya supaya Lily bisa berhenti
tapi sayang Lily malah menambahkan kecepatan nya saat mengetahui dirinya di ikuti
Lily sangat yakin Abang nya akan mengikutinya, dengan kecepatan penuh Lily berupaya Abang nya akan kehilangan jejak nya
Lily tersenyum miring di depan sana ada lampu hijau dan dalam beberapa detik akan berubah menjadi merah
dengan seringainya Lily menambahkan lagi kecepatan nya supaya dapat mendahului sebelum lampu menjadi merah
blussshh
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments