hari ini dimana papi kenan melangsungkan pernikahan nya di hotel mewah
pernikahan nya bersifat privasi dan hanya mengundang teman dan rekan bisnis penting nya
anak arion di undang oleh Azka dan sebagian di mintai membantu pengamanan
setelan jas hitam yang di pake Azka membuat nya terlihat sangat dewasa, apalagi dengan pembawaan nya yang kalem
sedangkan Lily yang memakai gaun berwarna coklat muda, serasi dengan keluarga nya dari mendiang almarhum mami nya
sedangkan papi kenan yang merupakan anak tunggal tak ada yang menghadirinya apalagi kedua orang tuanya juga sudah lama tiada sebelum bertemu dengan mami nya Lily
"putri papa cantik sekali" puji nya pada Lily
Lily hanya tersenyum merona, karena baru kali ini Lily memakai gaun karena sebelum nya Lily paling tidak mau di ajak acara di keluarga ataupun bisnis papa nya
"papi juga ganteng, gak salah lah mama Ambar langsung terima lamaran papi" jawab Lily tersenyum
"semoga setelah ini kamu selalu bahagia nak, maaf baru kali ini papi mengabulkan keinginan mu untuk mempunyai keluarga yang utuh" kata papi nya memeluk erat putri kesayangannya itu
"papi juga, kita bukan menyingkirkan kenangan mami tapi kita menambahkan mama Ambar untuk pelengkap hidup kita" jawab Lily sesenggukan
suasana nya menjadi sedih, Lily yang sangat bahagia dan sekaligus sedih di hari ini, sedih karena belum pernah melihat mami nya secara langsung
bahagianya karena sebentar lagi dia mempunyai mama yang menyayangi nya dan bahkan di kasih bonus sang Abang yang juga menyayanginya
ceklek
"om tamu sudah- " perkataan bara mengambang karena melihat pemandangan yang mengharukan
"mana om kamu bara" celetuk mama nya bara bernama intan bersama sang suami
mereka mematung melihat suasana terharu dari dalam kamar nya
"mas, tahan dulu sedih nya, penghulu sudah datang" kata Dave
"ouh iya Dave" jawab papi kenan menghapus air mata nya
niat papi kenan akan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya langsung tertahan akan teringat akan sesuatu
"Dave, meskipun saya kakak ipar kamu dulu, tapi saya harap kalian tidak sungkan terhadap kita meskipun saya sudah menikah, kalian sudah menjadi bagian keluarga" kata kenan membuat suasana kembali hari kembali
"pastinya mas, apalagi ada Lily anak dari kak melan" jawab Dave menahan sesak nya
"sudah lah om, timing nya gak tepat, cepat sekarang om cepat ke bawah" titah bara mencair ka suasana nya
"kalian cepatan ke bawah, biar Lily aku yang temani" kata mama intan
dalam satu tarikan nafas, papi kenan lancar mengucapkan ijab kabul dengan tegas nya
dan saat ini giliran sang pengantin wanita memasuki acara nya, dengan di apit oleh Azka dan Lily dan di ikuti dengan beberapa Bridesmaids
senyum Lily mengembang bersama Azka saat telah mengantarkan mama nya ke depan panggung
sontak Lily yang sangat menggemaskan itu menjadi bahan kaguman para lelaki, bahkan laki laki paruh baya pun banyak yang mengagumi gadis manis yang menggemaskan itu
Samuel terpaku dengan sosok Lily yang mungkin baru kali ini dia lihat, tersenyum senang bersama Azka saat mereka menghampiri nya
"apapun masalah Lo masa lalu, gue harap selepas ini kebahagiaan menyertai Lo" batin Samuel dengan menatap kagum pada gadis itu
"lily cantik banget" kata Jo saat Lily dan Azka sudah berada di hadapan mereka
"ini mah bidadari guys" timpal Alvin
"mau dong jadi suami nya" celetuk beni yang langsung di hadiahi geplakan dari Azka
"gue gak mau punya ipar kaya Lo" kata Azka tajam
sontak Lily tertawa dengan tingkah mereka yang menurut nya sangat lucu, terlebih ada gio yang di jadikan anak bungsu Arion yang sedang anteng memakan ice cream
sedikit banyak tau Lily tentang gio dari Azka dan Samuel, ternyata gio bisa sembuh apabila dia ada kemauan dalam dirinya
namun gio terlalu nyaman di saat masa kecil nya di banding masa sekarang, dan ayah nya selaku dokter teman nya mama Ambar selalu berusaha untuk kesembuhan putra satu satunya
menjadi korban keegoisan mama nya, gio menghalangi papanya yang hampir tertimpa vas bunga besar dari atas
namun sayang nya gio yang saat itu masih berusia 11 tahun mengorbankan dirinya untuk melindungi papanya
dan saat itu Azka selaku teman dekat nya selalu menemaninya kemana pun tapi tidak ke sekolah, karena gio yang seperti anak kecil sering di anjurkan untuk memasuki sekolah bagi anak yang spesial
"gio makan ice cream nya jangan banyak banyak ya" kata Lily menasehati gio yang anteng makan ice cream
"kenapa?" tanya gio mendongak sembari mengerjapkan bulu matanya lucu
"nanti perut kamu bisa sakit, makan yang lain aja ya" pinta Lily lembut sembari mengelap bibir gio yang belepotan ice cream dan tersenyum manis pada gio
"akhh gue mau kayang".
"anjir gue yang baper"
Samuel bahkan sudah melotot mata nya yang sama terpesona nya dengan tingkah Lily saat ini, namun yang dia tidak rela tingkah Lily yang menurutnya sangat menggemaskan itu di nikmati oleh laki laki laki lain
jiwa Anderson nya keluar yang tak mau berbagi tentang wanita yang di cintainya, sifat pencemburu seperti papanya yang bahkan cemburu pada anak nya sendiri
"ikut gue" kata samuel menarik tangan Lily
Azka hanya melongo dengan sikap sahabat nya itu, namun dari sorot matanya Azka tau seolah Samuel meminta ijin padanya
"awss sakit" kata Lily saat Samuel menarik nya agak kencang
"maaf kelepasan, makan nya gak usah berontak ikutin saja" kata Samuel yang kini menarik nya dengan lembut
Lily hanya terdiam dan malah seakan menuruti perkataan dari Samuel, entah apa yang terjadi pada dirinya, bahkan kali ini Lily terhipnotis dengan wajah tegas milik Samuel
Duk
di hempasnya tubuh Lily ke dinding dengan di apit nya dengan satu lengan milik Samuel
"ada apa?" tanya Lily setelah tersadar
"Lo harus di hukum" kata Samuel
cup
tanpa aba aba bibir Lily langsung di sumpal oleh bibir milik Samuel, bahkan Samuel dengan lembut **********
Lily yang menegang dengan perlakuan dai samuel, namun kesadaran nya masih ada tanpa basa basi langsung mendorong tubuh Samuel
"Lo apa apaan?" sentak Lily
"jangan tebar pesona sama orang lain" kata Samuel membuat Lily mengernyitkan dahi nya bingung
"siapa yang tebar pesona?" kata Lily
"gak usah ganjen pada cowok lain" kata Samuel lagi
"Lo apa apaan sih? kita gak sedekat itu ya" sentak Lily kesal
"begini kurang dekat?" kata Samuel merapatkan tubuh nya pada Lily
dengan keras Lily memberontak dalam Kungkungan Samuel, Lily teringat dengan cctv di hotel ini
"El ada cctv" kata Lily lirih menyadarkan Samuel yang tengah memeluk nya erat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments