episode 8

Azka sudah stand by di atas motor nya, sudah ada 4 motor lain nya di samping nya, kali ini misinya hanya menang untuk memberikan hadiah nya untuk sang adek

mata Lily berbinar bangga melihat sang Abang dengan gagahnya berada di arena balap

"jangan teriak, musuh kita bisa mengincar Lo" bisik Samuel pada Lily

Lily hanya mengangguk kan kepala nya patuh, dia tidak tau dengan dunia Abang nya, tapi setidaknya dia berusaha tidak membuat Abang nya dalam bahaya

1

2

3

kain yang jatuh di susul dengan suara motor yang langsung melaju kencang

Lily menahan bibirnya berusaha untuk tidak berteriak melihat kelihaian sang Abang

jantung Lily berdetak semakin kencang saat motor Azka berhasil menyalip motor yang lain

"satu motor lagi bang" desis Lily menahan euforia nya

Samuel hanya terkekeh dengan ekspresi Lily saat ini, Samuel yakin baru pertama kali nya dia melihat balapan

di tengah tengah keramaian yang di ciptakan para pembalap, suara sirine mobil polisi membuat mereka kalang kabut

Lily kebingungan dengan semua orang yang tengah kalang kabut, matanya dengan liar mencari dimana keberadaan sang Abang

"ayo pergi"

Lily hanya shock dengan keadaan ini, matanya masih mencari keberadaan dimana sang Abang

"Abang Lo pasti bisa lolos dari kejaran polisi, sekarang Lo juga harus keluar dari tempat ini, sebelum polisi nangkep kita" kata Samuel menggendong Lily, mendudukan nya di motor milik Samuel

"pegangan" titah Samuel yang langsung menancap gas motor nya

dengan reflek Lily memeluk erat tubuh samuel, tanpa kata Lily hanya merapalkan doa yang ia bisa sembari memejamkan matanya takut

sedangkan jantung Samuel sudah berdetak kencang, meskipun angin malam yang menerpa dirinya sangat kencang, tapi hawa panas dari dalam tubuh nya membuat nya berkeringat saat tangan mulus Lily memeluk erat tubuhnya

di rumah milik azka, Samuel menghentikan motor nya di depan gerbang yang menjulang tinggi

tubuh Lily bergetar ketakutan, sedangkan Samuel tersenyum di balik helm nya merasakan pelukan dari Lily

ingin rasa nya Samuel menahan lama pelukan dari Lily, tapi Samuel sadar kali ini Lily tengah ketakutan

"hey udah sampai, mau sampai kapan meluk nya" kata Samuel menyadarkan Lily

Lily membuka matanya, dan liriknya sudah sampai di rumah milik azka

dengan kesal Lily turun dari motor Samuel, sembari mendorong bahu Samuel dengan kesal

"Lo" sentak Lily dengan amarah nya

ingin rasanya Lily menabok muka sok kecakepan dari sang ketua Arion itu, tapi sayang nya Samuel sudah menolongnya kali ini, Lily bukan orang yang tidak tau terima kasih

tin tin

suara klakson menyadarkan Lily dari amarah dan kekesalan pada Samuel

"thank Sam sudah anter adek gue" kata Azka pada Samuel

Samuel hanya mengangguk kan kepala dengan mata nya yang terus mencuri pandang pada gadis yang dia suka

"gue balik dulu" kata Samuel yang di angguki oleh azka

"udah malem, ayo masuk" kata Azka setelah Samuel meninggal kan rumah nya

"Abang.. Abang tadi keren banget, apalagi pas nyalip motor lawan.. wuuus Lily sampai tahan tahan supaya tidak berteriak meneriaki Abang tadi" kata Lily berceloteh pada Azka

"Abang tau? Lily baru kali merasakan seru nya liat balapan, apalagi pas tadi Abang hampir menang" lanjut nya

Azka hanya terkekeh mendengar celotehan adik nya itu, sampai sampai jalan dari gerbang ke kamarnya saja hanya di hiasi dengan celotehan Lily

Azka hanya terheran, ada saja kosa kata dari Lily, gak cape apa sedari tadi berceloteh? kata Azka dalam hati

"dek ini kamar Abang, balik sana ke kamar kamu" kata Azka pada Lily

Lily mengedarkan pandangan nya, dan benar saja ruangan yang di dominasi warna abu melekat dengan kepribadian Azka

"Lily tidur di sini aja bang" kata Lily sambil berlari ke ranjang milik Azka

"jangan gila dek, kita itu sudah dewasa, kamu balik ke kamar kamu atau tidur sama mama sana" titah Azka menarik lengan Lily

"gak mau" kata Lily memeluk erat guling milik Azka

Azka hanya mendesah panjang, akan sia sia membujuk Lily dengan kemauan yang harus di turuti

akhirnya Azka memilih tidur di sofa, sembari melihat cara tidur Lily di seberang sofa

sedangkan papi kenan yang sudah mendapat laporan dari orang suruhan nya tentang anak nya, hanya tersenyum tanpa menyalahkan Azka

sebelum pergi, mama Ambar sudah memberi tahukan dengan kondisi anak nya yang tengah merindukan maminya

dan papi kenan merasa bersyukur mempunyai anak sambung seperti Azka, meski caranya kurang baik membawa anak nya ke arena balap, tapi Azka mampu membuat anak nya tersenyum dan menjaga nya

"papi merasa mempunyai anak kembar saja" gumam papi kenan melihat foto Lily dan Azka

pagi hari menyapa, Ambar memasuki kamar putranya, mama Ambar hanya tersenyum melihat Lily yang masih meringkuk di ranjang milik Azka, sedangkan Azka tertidur di sofa

"sayang, bangun" kata mama Ambar membangunkan Azka

"hoam... jam berapa mah" kata Azka pada mama nya

"sudah jam setengah enam, mandi dulu sana, bunda bangunin dulu Lily" titah bunda nya

Azka hanya menurut dengan meregangkan otot otot nya, tidur di sofa membuatnya merasakan pegal di bagian pundak nya

sedangkan Ambar mencoba membangunkan anak sambung nya itu

"Lily sayang, bangun sayang" kata mama ambar mengelus pipi Lily

Lily menggeliat dari tidur nya, mata nya mengerjap menyesuaikan penglihatan nya

matanya langsung berkaca kaca melihat mama Ambar dengan senyum tulus nya berada di depan nya membangunkan tidur pagi

hal yang belum pernah Lily rasakan, kali ini ia merasakan di bangunkan oleh sang mama

"loh kamu kenapa sayang?" kata mama Ambar panik setelah melihat mata Lily berkaca kaca

"mama ada salah sama kamu?" tanya mama Ambar tambah panik karena Lily langsung menangis

"Lily bahagia ma" kata Lily menangis

"kamu kenapa sayang?" kata mama Ambar langsung memeluk Lily mencoba untuk menenangkan nya

siapa yang percaya, melihat orang menangis tapi jawaban nya bahagia, itu yang kini di rasakan mama Ambar pada Lily

"Lily baru kali ini merasakan di bangunkan tidur pagi oleh seorang ibu" aku Lily jujur

Ambar menghela nafas nya dengan jawaban Lily, tadinya dia pikir dia membuat kesalahan membuat Lily menangis

"sekarang bunda akan bangunin Lily tiap hari, jadi sekarang bangun udah siang sayang" kata mama Ambar pada Lily

"Abang mana?" tanya Lily melihat sekeliling kamar milik Azka

"Abang lagi mandi, sekarang kamu cepat mandi dulu" titah mama Ambar

"siap kapten" kata Lily menghormat membuat Lily dan mama Ambar tertawa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!