azka mengendarai motor nya dengan begitu banyak pikiran, hal yang baru ia ketahui tentang kehidupan adik nya membuat terus terus kepikiran
rasa sayang yang menjalar dalam hatinya buat Lily, membuat tekad nya kuat untuk melindungi adik nya sebagaimana Lily berusaha melindungi nya
tapi teka teki yang belum Azka ketahui membuat Azka berpikir, apa yang membuat papi kenan dan Lily untuk melindunginya?
sehabis sekolah tadi, papi kenan ingin berbicara berdua terkait masalah kemarin yang menimpa lily, kehidupan keluarga Collins yang belum ia ketahui, dan juga tentang pernikahan mama nya
flashback on
"kamu pasti bertanya tanya kan, kenapa Lily bisa seperti itu?" kata papi kenan memulai pembicaraan
Azka hanya mengangguk, karena memang benar dia sangat ingin tahu tentang adik nya, walaupun waktu dekat dengan Lily itu sangat singkat tapi mampu membuat Azka timbul rasa ingin melindunginya, menyayangi nya sebagai adik nya sendiri, apalagi dengan sikap manja Lily padanya membuat Azka gemas seketika
"dulu saat kecil Lily pernah di culik, dan di saat itu alter ego Lily muncul, bahkan dulu emosi Lily belum bisa mengatur emosi nya sampai sampai papi minta bantuan pada Dave, pamannya lily, kakak kandung dari mendiang mami nya lily" jeda papi kenan
Azka hanya diam dan menyimak cerita masa lalu calon papi sambung nya, bagaimana pun ia perlu tau tentang masa lalu Lily dan masa lalu calon papi nya itu
"papi saat itu sangat frustasi dengan keadaan Lily, bahkan sampai sampai papi bangun gedung ini, tempat bela diri dan sebagai nya dan membentuk anak buah papi yang sangat cerdas dan kuat" jedanya lagi
"disini bara anak nya paman Dave membantu sedikit demi sedikit pertumbuhan Lily, sampai masuk SMP Lily di perbolehkan untuk masuk ke dunia luar yang selama itu hanya home schooling"
"tunggu papi, bara yang di bilang pelatih Lily itu bukan?" tanya Azka
"iya nak, dia kuliah tentang psikologi dan membantu Lily supaya sembuh, tapi kemarin kata bara dan dokter Terawan emosi Lily sangat memuncak sampai sampai warna Lily yang menghitam berubah menjadi merah, dan kamu tau nak apa kata dokter Terawan?" tanya nya yang di jawab gelengan kepala oleh Azka
"akibat Lily yang selalu menyimpan emosi akan membuat Lily semakin kehilangan kendali dirinya, dia bisa menyakiti dirinya ataupun orang lain di sekitar nya, buktinya kemarin bara sampai terluka " jedanya
"apa papi gak tanya sama Lily kenapa sampai dia seperti itu?" tanya Azka penasaran
"tanpa bertanya, papi sudah tau nak, tentang seorang cowo yang di gilai Lily dan seorang gadis yang berbahaya yang sedang mengincar Lily" kata papi kenan sengaja tidak melanjutkan ucapan nya
"kalo yang cowo Azka pasti tau, tapi yang gadis, siapa pi?" tanya Azka
"papi belum bisa memberi tau mu nak, semua nya ada sangkut pautnya sama kamu, tapi papi tau kamu akan selalu melindungi Lily" kata papi kenan membuat Azka berfikir siapa yang di maksud papi nya itu
flashback off
Azka masih melamun dengan banyak nya pikiran membuat nya tak sadar saat ini masih dalam mengendarai motornya
"astagfirullah" kaget Azka
gara gara melamun Azka hampir saja menggeleng seekor kucing yang melintas di jalan
"gue gak bisa gini, gue pasti bisa jaga Lily" gumam nya mengusap wajah nya kasar
setelah merasa tenang, Azka mulai mengendarai motor nya ke rumah nya
rumah minimalis peninggalan papanya yang kini ia tinggali, tapi nanti setelah mama nya menikah, sesuai kesepakatan dengan papi nya ia akan tinggal di rumah Lily demi keselamatan dirinya dan mamanya
ia tidak tau apa rencana papi kenan terhadap mama dan dirinya, tapi entah kenapa Azka selalu percaya dengan keputusan papi kenan
"assalamualaikum"
"waalaikum salam" jawab mama Ambar di ruang keluarga
"bang baru pulang? habis ketemu papi?" tanya mama Ambar
"iya ma, Lily mana ma?" tanya Azka melihat ke arah lantai atas dimana kamar nya dan kamar Lily bersebelahan
"tidur bang di kamar nya" jawab mama Ambar
"Abang ke kamar dulu ma" pamitnya namun tangan nya langsung di cekal oleh mama Ambar
"kamu pasti sudah tau tentang Lily dan kita bang?" tanya mama Ambar yang di angguki kepala oleh Azka
"kamu percaya papi?" tanya nya lagi
"entah kenapa Azka percaya papi dari pada Azka percaya pada papa Azka sendiri ma, mungkin papi terlalu menyayangi mamah sampai sampai Abang mudah sekali percaya papi" jawab nya
mama Ambar tersenyum dengan jawaban anak nya itu "mama harap kamu bisa bantu jaga Lily adik kamu nak" kata mama Ambar
"pasti ma, Abang sangat menyayangi Lily, bahkan bahkan Lily tidak malu bermanja pada Abang" jawabnya
"itu berarti Lily sudah percaya sama kamu bang" kata mama Ambar tersenyum dan di jawab anggukan kepala senang dari Azka
"kamu janji kan benar akan jaga Lily?" tanya lagi
"janji ma" jawab Azka pasti
"walaupun dari Melinda?" tanya mama Ambar hati hati
deg
Melinda, entah apa yang papi kenan dan Lily sembunyikan, namun pirasat nya mengatakan ada kaitan nya dengan Melinda
"ya ma, walupun Melinda sekalipun Abang akan jaga Lily adik Abang" jawab Azka dengan mata tajam nya
"makasih bang" kata mama Ambar tersenyum
sedangkan Azka langsung pergi melangkahkan kaki nya setelah tidak ada lagi pembicaraan dengan mama nya
langkah nya malah tertahan di daun pintu kamar yang sekarang di tempati adik nya
tanpa ragu, Azka membuka handle pintu dengan hati hati, di lihatnya sosok gadis cantik yang sedang menyelami alam mimpi dengan imut nya
di elusnya kepala sang adik dengan sayang, dengan tersenyum Azka baru pertama kali nya mengelus sang adik dengan sang sayang
hal yang sangat dia harapkan sat dahulu tau sang mama tengah mengandung, namun harapan nya hancur saat mama nya keguguran akibat stess kebanyakan pikiran akibat ulah papanya yang malah memperlihatkan dengan terang terangan video bercinta nya dengan selingkuhannya dan sayang nya dia adalah mama dari Melinda
dan sekarang, dengan hadir nya Lily memberikan harapan lagi pada Azka yang selalu menginginkan seorang adik dalam hidupnya
"Abang akan selalu jaga kamu dari siapapun, meskipun itu dari Melinda" gumam nya sambil mencium kening Lily dengan sayang
setelah puas melihat wajah Lily, Azka langsung pergi meninggalkan kamar Lily dengan perlahan supaya tidak membangunkan adik nya itu
"semoga kita selalu mendapat kebahagian" gumam Azka setelah menutup pintu kamar adik nya
di dalam kamar Lily menahan tangisnya setelah Azka pergi dari kamar nya
Lily sangat terharu dengan gumaman Azka yang dia dengar sebelum mengecup kening nya dengan sayang, sebenarnya dia sudah bangun saat Azka membuka pintu kamarnya
namun Lily ingin tau apa yang di lakukan Azka saat dirinya tengah tertidur, dan perkataan Azka tadi membuat Lily benar benar sangat sayang pada Azka dan mama Ambar
"Lily juga janji akan jaga Abang walaupun dari Argantara papanya Abang sekalipun" gumam nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments