hari ini pelajaran olahraga di kelas IPA 3, tidak seperti yang lain nya bersemangat, sedangkan Lily menyenderkan tubuhnya ke kursi sembari menutup matanya
"Lo mau absen lagi dari pelajaran olahraga?" tanya Sheila memastikan
pasalnya setiap giliran olahraga, Lily malah bolos atau kadang berpura pura sakit dan malah asik berkeluyuran di roof top atau pun di UKS
"yakin Lo mau bolos lagi? kali ini olahraga nya di gabung sama kelas XII IPA 1" goda Raka
"wah serius? itu artinya kita bakal di gabung sama kelas nya Aldo dan si Medusa" timpal Sasa
tanpa banyak tanya, Lily langsung beranjak dari duduknya menuju loker dan mengganti pakaian nya
"di pancing nama si kutu kupret aja langsung mau, dasar hahaha" kata Sheila tertawa bersama Sasa dan Raka
dan benar saja, di lapangan sudah ada siswa kelas IPA 1 dan sebagian kelas IPA 3 itu, mereka berempat melangkah dengan formasi Sasa bersama Sheila dan yang di belakang Raka bersama Lily
bagaikan model profesional mereka berjalan dengan anggun nya, dan tak lupa tatapan tajam dari Lily membuat mereka terhipnotis sekalian bergidik ngeri saat mata mereka tak sengaja bersibobrok dengan si jelmaan siren
"gue selalu PD kalo jalan sama Lily" celetuk Raka dengan mengelus rambut nya ke belakang
"PD tapi giliran Lily liat langsung kicep Lo" ejek Sheila yang di tertawa kan kecil oleh Sasa
"rese kalian" kesal Raka menggeplak kepala belakang Sasa dan Sheila
"pagi ini kita akan melakukan pertandingan antar kelas ya, ketua kelas harap tentukan siapa para pemain untuk tim putra dan putri nya" titah pak boy yang di angguki kepala oleh Raka dan Aldo
Raka selaku ketua kelas XII IPA 3, dan Aldo selaku ketua kelas dari XII IPA 1, lihat lah wajah tampan Aldo yang terpampang indah saat terkena matahari
Lily langsung menggelengkan kepalanya karena langsung terpesona dengan sosok Aldo yang sedari dulu ia kejar, Lily harus memantapkan hati nya saat ini, karena tujuan nya itu untuk menjauhi dari cowo yang membuat kita gila
sedangkan Raka dan Aldo masih terus berdebat dengan masing masing teman kelas nya, karena kebanyakan perempuan sudah enggak untuk mengikuti pertandingan basket
"gue ikut ka" kata Lily membuat mereka teman sekelasnya terbengong
karena biasanya Lily tak pernah ikut dalam permainan olahraga, dan kali ini Lily mengajukan dirinya untuk ikut dalam bagian pemain basket, sungguh membuat mereka terbengong
"serius Lo ikut?" kata Sheila yang langsung di angguki kepala oleh Lily
"Lo juga ikut, sama si Sasa juga harus ikut" kata Lily dengan mata yang menatap tajam di sebrang sana dengan senyum smirk nya
"Lo kenapa? malah repot repot ikut dalam permainan ini?" tanya Sasa bingung
Sedangkan sheila melihat arah yang di tatap oleh Lily, dan sedetik kemudian dia paham akan rencana Lily
"let's play this game" lirih Sheila berseringai
di pinggir lapangan sudah ramai dengan para siswa yang sedang jamkos, pasalnya mereka sudah tau sang primadona jelmaan siren itu ikut dalam permainan bola basket kali ini
"gila ini mah men, bagaimana bisa Melinda bisa satu lapangan dengan Lily?" celoteh Bimo
"Lily lincah banget anjir, speechless gue liat dia" kagum siswa di samping Aldo
"gila men, Lily berkeringat malah terlihat cantik"
"iya anjir.. jago banget Lily maen nya" timpal kagum
"masih jago cewek gue" elak Aldo tapi hati nya merasa kagum pada gadis menyebalkan yang selalu mengganggu nya dan selalu membully Melinda
Duk Duk Duk
Sheila mendribble bola basket nya dan melemparkan nya pada Lily
dan hap!
Lily melompat dan memasukan bola dengan mudahnya
sorak sorak langsung menggema di lapangan basket, dengan tim kelas Lily tidak memberi kesempatan pada tim lawan nya untuk memasuki bola ke dalam ring milik nya
Melinda yang melihat itu mengepalkan tangan nya, otak nya berpikir untuk berbuat curang
tim kelas IPA 1 yang mencoba untuk menyerang tim lawan langsung di block oleh Lily dengan mudah nya, dan Melinda yang melihat itu mengulurkan kakinya untuk menjegal kaki Lily namun dengan seringainya Lily menghindar dari jegalan tersebut dan langsung menabrak bahu Melinda dengan senatural mungkin
brugh
Melinda terjatuh terduduk dengan kerasnya ke lantai
Aldo yang melihat itu langsung menghampiri Melinda ke arah lapang
"Mel kamu gak papa?" kata Aldo membantu Melinda berdiri, di tatapnya Melinda yang sudah berkaca kaca
"a-aku gak papa aldo" jawab nya sambil mengiris bahu yang tadi di tabrak Lily
Aldo yang tak percaya dengan omongan Melinda langsung menghampiri Lily yang sedang bersedekap dada
"LO SENGAJA KAN ANJING" kata Aldo menggelegar mendorong bahu Lily dengan kasar
sontak langkah Lily mundur beberapa langkah dari tempat tadi berdiri
"loh kok aku?" jawab Lily menunjuk dirinya sendiri, "aku sedih Lo Aldo kamu tuduh aku segitu nya, terus emang kamu punya bukti?" tanya Lily
"gue gak buta ya sialan, jelas jelas Lo tadi sengaja menabrak Melinda" sentak Aldo
"hah" kaget Lily, entah itu murni ataupun akting tapi wajah kaget Lily terlihat sangat natural memainkan peran nya
"CK, terserah kamu saja Aldo, lagian jadi cewe Lo hobi banget jatuh, kurang bagus lagi akting nya" kata Lily dengan memainkan kuku jari tangan nya
"Lo yang akting anjing" bentak nya "awas aja kalo ada apa apa sama Melinda, gue gak segan buat ngasih perhitungan sama Lo" ancam nya
Lily malah tersenyum manis dengan ancaman Aldo barusan " aku tunggu balasan kamu Aldo sayang, udah dulu ya, bye" kata Lily menoel dagu Aldo sekilas dan mengedipkan matanya
Aldo menegang dengan sentuhan Lily barusan, jantung nya berdetak kencang merasakan hangat nya di sentuh oleh Lily, namun detik berikutnya Aldo menepis rasa itu yang menjalar di hati nya mengingat Melinda selaku pacarnya tengah kesakitan
Melinda yang melihat itu mengepalkan tangan nya, dia sadar bahwa Lily bukan tandingan nya, dia mencari cara bagaimana untuk menghancurkan seorang Lily
"akting nya kurang bagus" cibir Sheila yang langsung pergi mengikuti Lily
namun langkah nya terhenti saat di depan Aldo, dengan seringainya Sheila menyempatkan dulu menatap sang pangeran sekolah yang di gilai oleh teman nya itu
"BODOH" tekan Sheila dan langsung meninggalkan Aldo dan Melinda di tengah lapang
sedangkan di lantai atas, tepat nya di depan kelas XII IPS 5, inti Arion menyaksikan drama sedari tadi, bahkan kali ini Azka hanya terdiam menatap datar pada adik nya itu
"Lily damage nya bukan maen woy, Aldo yang di kedipin gue yang baper" kata beni memegang jantung nya
" itu mah Lo nya aja yang murahan" cibir Jo
tanpa menghiraukan ocehan teman teman nya, Samuel menatap kemana Lily berada
"gadis nakal" gumam Samuel dengan tersenyum smikr
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments