jam pelajaran fisika yang membuat Lily sangat bosan di dalam kelas nya, apalagi suasana yang mendung membuatnya sangat mengantuk
"pak" kata Lily lantang membuat semuanya menoleh ke arah nya
"boleh ijin ke toilet sebentar, mau cuci muka" ijin Lily pada sang guru
"iya silahkan" jawab nya
setelah dapat ijin dari guru, Lily bergegas langsung keluar kelas nya, muka nya tidak bisa di bohongi dengan rasa kantuk nya
baru di persimpangan jalan, Lily di buat penasaran dengan seorang cowo yang di kenali nya yang terus di ikuti oleh seorang cowo
rasa kantuk Lily pun langsung hilang seketika, di lirik nya kanan kirinya memperhatikan keadaan sekitar nya untuk membuntuti mereka
"ka, kamu harus percaya pada ku ka" rengek melinda
"cukup Melinda"
"tapi ka, aku mohon kamu dengerin dulu alasan ku" rengek melinda kembali
"alasan apa? gak ada lagi yang harus di bicarakan" tegasnya meninggalkan Melinda sendirian
"Azka, tunggu aku" kata Melinda mengikuti Azka menaiki tangga
sedangkan Lily, terus mengendap ngendap mengikuti mereka dari belakang, dengan hati hati Lily mengikuti mereka tanpa mereka ketahui
"kamu harus tau ka, aku sangat mencintaimu mu, aku ada alasan yang tak bisa aku jelaskan kenapa aku sampai meninggalkanka mu dan mendekati Aldo" rengek melinda
seakan ada berita bagus, Lily langsung mengeluarkan ponsel nya untuk merekam percakapan mereka berdua
"maksud kamu, kamu hanya memanfaatkan Aldo dan setelah urusan kamu selesai kamu bakalan kembali lagi padaku? begitu?" tanya Azka dengan sorot mata yang tajam pada Melinda
"iya ka, aku sangat mencintaimu, setelah urusan ku selesai aku pastikan kita akan bersama ka" kata Melinda yang sudah bercucuran air mata
"kamu gila? dia sudah banyak berkorban untuk mu, bahkan Aldo selalu membela kamu dari serangan Lily" kata Azka tak habis pikir
"tapi aku cinta nya hanya sama kamu Azka, bukan Aldo, sudah ku bilang Aldo hanya jadi satu alasan yang tak bisa aku jelaskan, aku janji dalam waktu dekat urusan nya akan selesai" kata Melinda menyakinkan azka
seakan puas dengan percakapan mereka, Lily langsung mematikan ponselnya dan langsung berlalu dari tempat persembunyian nya
"kau yakin akan bersama ku?" kata Azka memastikan Melinda
"iya Azka, aku sangat mencintaimu" kata Melinda langsung memeluk Azka dengan sesenggukan
"sudah.. jangan menangis lagi" kata Azka menenangkan Melinda
"aku butuh bantuan mu Azka" rengek melinda dalam dekapan nya
"bantuan apa?" tanya Azka
"kamu tau kan, aku selalu di bully oleh Lily, bantu aku untuk membalas perbuatan nya" kata Melinda menatap mata Azka
"caranya?" tanya Azka
"gini caranya" kata Melinda langsung membisikan rencana nya
di jam istirahat pertama Lily dan teman teman nya sudah memasuki area kantin, dengan gaya angkuh nya dan sorot mata yang tajam membuat para siswa yang melihatnya seakan takut berurusan dengan Lily
"pasti hening kalo kedatangan jelmaan siren" celetuk Sheila yang di angguki Sasa
"yuhuuu ladies ... " seru Raka si manusia kepo
"Raka, Lo yang pesen makanan" titah Lily tanpa melihat wajah Raka
"buset .. neng Lily, gue baru juga datang ma-... eh iya gue pesen" kata Raka langsung ngacir setelah di beri tatapan tajam oleh Lily
keadaan kantin yang hening kembali menjadi ricuh kembali setelah kedatangan pangeran sekolah dan putri sekolah
"tumben Lo gak langsung cacing kepanasan, biasanya Lo langsung gelenjotan udah kaya monyet" cibir Sheila
"seharusnya kita syukuran la, akhirnya mata teman kita terbuka" kata Sasa yang langsung di sambut tawa oleh Sheila
tawa mereka menjadi pusat perhatian para siswa, seakan penuh dengan bahagia tawa yang di layangkan oleh teman temannya Lily
Lily hanya berseringai saat matanya memperhatikan keadaan di depan nya
"kali ini gue bikin drama yang spesial, selama gue beraksi, kalian liat muka si Medusa" titah Lily langsung beranjak dari duduk nya
sedangkan Sheila dan Sasa hanya bengong tak mengerti maksud ucapan yang di maksud Lily, tapi sedetik kemudian langsung memfokuskan penglihatan nya pada Lily dan si Medusa
"ladiesss, eh jelmaan siren kemana?" kata Raka langsung duduk di depan Sasa
"tuh" tunjuk Sheila dengan dagunya
pandangan Raka langsung mengikuti arah yang di tunjukan oleh Sheila
"buset, itu anak berandalan sekolah, ngapain tuh jelmaan siren kesana?" kata Raka penasaran
"kita liat aja, apa yang dia lakukan" kata Sasa mengintupsikan
sedangkan di tempat para berandalan, mereka terkejut dengan kedatangan sang primadona ke arah bangku mereka, tepatnya di sebelah sang ketua dan didepan nya sang wakil
"ada apa?" kata Azka to the poin setelah Lily duduk di depan nya
"pembohong" kata Lily dengan sorot mata yang tajam
gleuk
beni dan Jo sudah menegak ludahnya kasar, Azka yang mendapat tatapan tajam dari jelmaan siren tapi mereka yang ketakutan
sedangkan Samuel yang berada di samping Lily, hanya mengernyitkan keningnya tanda tidak mengerti
" udah tau?" tanya Azka dengan wajah datar nya
"apa yang gue gak tau ?" tanya balik Lily, "karena Lo tidak menepati janji Lo, jangan salahkan gue untuk mendekatinya" desis Lily dengan nada rendah namun mampu di dengar oleh mereka berempat
"itu hanya obsesi" tekan Azka
"tak peduli, apapun yang gue mau, harus gue dapat, atau setidaknya gue bisa bermain main sebentar" tekan Lily sembari mengelus ujung bibir Azka
sontak semua orang kaget dengan perilaku Lily, bahkan seseorang sampai mengepalkan tangan nya di balik meja
"anjir... gue meleleh" kata beni berseru heboh
"Azka yang di manisin, gue yang baper, gila" timpal Jo heboh
seperti tak memusingkan pekikan dari kedua cowo tersebut, Lily langsung beranjak dari duduk nya
baru juga melangkah kakinya oleng ke kiri dan jatuh di pangkuan orang sebelahnya
brak
seperti ada gerakan slow motion, lily terjatuh di pangkuan sang ketua geng Arion, dengan tangan nya yang melingkar tepat di lehernya
seakan terhipnotis oleh wajah tampan dan tatapan tajam sang ketua, tidak jauh dengan apa yang di rasakan lily, cowok tersebut menikmati pahatan sempurna di depan matanya
"udah puas liatin nya?" tanya cowok tersebut berseringai
"ahh sial" gumam Lily langsung beranjak dari pangkuan cowok tersebut
dengan wajah memerah menahan marah, Lily langsung melenggang pergi menuju teman teman nya
"anjirrr... adegan apa barusan? setelah azka, langsung Samuel, kenapa gak gue aja" jerit beni merasa iri kepada Azka dan Samuel
"gimana rasa nya sedeket itu sama primadona sekolah bos?" tanya Jo penasaran
"gak ... ini gak bisa di biarkan, mana Lily wangi banget anjir... " pekikan beni tertahan
seluruh siswa yang melihatnya pasti merasa iri, apalagi yang di pangku adalah sang primadona, siswi tercantik di sekolah ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments