episode 17

pagi ini Lily berangkat bersama bara sepupunya sekaligus pelatih nya, sudah lama bagi bara tidak memanjakan gadis yang kini tengah duduk di samping nya, jika dengan Azka, Lily selalu memakai motor lain hal nya dengan bara yang menggunakan mobil nya untuk mengantar princess Collin

"sudah lama Abang gak keliatan, untung kemarin pas Lily dalam emosi Abang ada" kata Lily dengan cengiran khas nya

bara hanya tersenyum dengan tingkah Lily bersama nya, tingkah Lily yang tidak di tunjukan kepada orang lain kecuali Azka yang akan menyandang status Abang untuk Lily

"kamu tau kan, perusahaan papi kamu itu semakin melejit, karena itu pula Abang sebagai tim keamanan untuk perusahan papi dan sekaligus keselamatan papi kamu itu tidak gampang, banyak orang yang mencoba menjatuhkan papi kamu ataupun perusahaan papi kamu" jelas bara

terdengar helaan nafas dari Lily, Lily sangat paham dengan kinerja Abang sepupunya itu, mengabdikan diri pada keluarga Collins

meskipun sang papi selalu menunjuk bara untuk menjadi salah satu pemegang saham milik nya namun bara kekeh untuk mengabadikan diri pada keluarga Collins

"tapi mama sama papa kak bara gimana? mereka pasti khawatir akan kak bara karena bang bara menjadi tameng untuk keluarga Collins" tanya Lily

"itu tak seberapa, lagian papa dan mama bang bara selalu mengsuport Abang untuk selalu melindungi keluarga Collins" jawab bang bara

ingatan nya muncul di saat papa dan mama nya terpuruk, apalagi saat itu kondisi mama nya yang harus menjalani operasi karena penyakit ginjal yang di alaminya

ya saat itu kenan selaku papi nya Lily pun memberikan fasilitas dengan tulusnya untuk mamanya, kenan masih menganggap keluarga mendiang istrinya itu bagian dari keluarga nya

karena itu keluarga bara saat itu bertekad untuk mengabdikan diri nya untuk keluarga Collins, terlebih saat itu ada lily kecil juga yang merupakan bagian dari keluarganya

"Abang jangan melamun" sentak Lily membuat bara menyadarkan dari lamunan nya

"kenapa ly?" tanya bara yang langsung memfokuskan kembali pada mengemudinya

"Abang yang kenapa?" tanya Lily dengan muka marah nya

bara hanya terkekeh dengan muka marah yang di tujukan Lily, bukan nya kelihatan seram tapi kelihatan sangat lucu bagi bara

emang gak ada takut nya bara sama Lily sang jelmaan siren itu, bahkan dengan gemas bara langsung mengacak rambut Lily dengan sebelah tangan nya

"Abang" teriak Lily yang kesal

gimana tidak kesal, dari tadi di panggil Abang nya itu malah melamun, padahal dirinya itu lagi menyetir, dan sekarang tatanan rambutnya jadi berantakan akibat ulah Abang nya itu

"udah gak usah marah marah, udah sampai" ucap bang bara membuat Lily menggembungkan pipi nya sembari memperbaiki tatanan rambutnya

"Lily sekolah dulu ya bang" pamit nya sambil keluar dari mobil milik bara

Lily keluar dari mobil bara bertepatan dengan datang nya anak Arion ke sekolah, dan di sana juga ada Azka selaku Abang tirinya

mata tajam itu memperhatikan Lily sekilas,dan Lily menyadarinya dengan menatap nya kembali tak kalah tajam

"Lily"

tepukan di bahunya memutuskan tatapan tajam Lily pada salah satu anak Arion itu

"eh kenapa bang?" tanya Lily melihat wajah bara yang kini ada di sampingnya

"nanti siang pulangnya sama Azka aja, Abang ada urusan lagi" pamit nya sambil mengelus rambut Lily

Lily tak sadar saat ini dirinya menjadi tontonan gratis bagi para siswa siswi, apalagi dari tadi salah satu geng Arion mengepalkan tangannya dengan menahan emosi saat kepala Lily di sentuh nya

cup

dengan tulus, ciuman hangat dari bang bara mengecup kening Lily sekilas

mungkin bagi Lily hal itu di anggap wajar karena bara merupakan Abang sepupunya, tapi tidak dengan Samuel yang sedari tadi menahan emosinya

ya, Samuel langsung menatap Lily tajam saat tau Lily di antarkan oleh laki laki lain, meskipun Azka sudah memberi tahukan tentang bara tapi bagi Samuel, bara menjadi salah satu pesaing nya kini karena menurut Samuel meskipun seorang sepupu bisa menjadi pasangan jika mereka saling mencinta

tepukan di bahu Samuel membuat nya meredakan emosi, ya . Azka yang menepuk bahu menguatkan hati sahabat sekaligus ketuanya

Azka sangat tau dengan sikap pencemburu sahabat nya itu, sifat Samuel tuturan dari ayah nya yang sama sama pencemburu pada istrinya meskipun itu pada dirinya selaku anak kandungan nya

"Lily" teriak Azka sembari melambaikan tangan nya menyuruh adik nya untuk menghampiri nya

Jo dan beni langsung salah tingkah saat Lily menghampiri mereka, lebih tepatnya menghampiri Azka yang memanggil nya, tapi Jo dan beni seperti cacing kepanasan melihat Lily menuju mereka

Samuel hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah kedua teman nya, sedangkan Azka hanya menghela nafas nya, seperti nya memanggil Lily menyuruh menghampiri nya salah besar pikirnya

"Lily muka judes tapi cantik" celetuk Jo saat Lily sudah di hadapan Azka

"yang galak lebih rawww" timpal beni dengan memperagakan tangan nya seolah mencakar Jo

"damage nya bukan main Lily" lirih Jo

"diam" sentak Lily pada Jo dan beni dengan tatapan tajam nya

seketika Jo dan beni langsung terdiam, namun mata nya terus memperhatikan wajah cantik sang primadona namun sayang ternyata seperti jelmaan siren

"ada apa bang?" tanya Lily

"kenapa bang bara?" tanya Azka to the poin

"dapet tugas lagi dari papi" jawab Lily singkat

"ouh, ya udah cepet ke kelas" titah Azka

sontak Lily menajamkan matanya menatap tak percaya pada Abang nya, dan bego nya Lily saat ini mau saja di suruh oleh Azka untuk menemui nya

"kesel gue bang" dengus Lily kesal sambil berlalu dari hadapan Azka

Azka hanya tersenyum tipis dengan tingkah adik nya itu, raut wajah kesel nya membuat hati Azka menghangat, ini yang Azka tunggu selama ini, menjaili adik nya sampai kesal padanya selain menyayanginya dan melindungi adik nya itu

sepanjang perjalanan menuju kelas nya, Lily merasa tak enak dengan para siswa yang bisik bisik, namun tak ada yang berani bisik bisik di depan nya

feeling nya saat ini mengatakan ada yang tidak beres atau sekarang dirinya di jadikan bahan gosip oleh para semua siswa

"sialan.. ada apa ini ?" gumam Lily dalam hatinya

tadi dirinya berpapasan dengan siswi perempuan, namun muka nya langsung memalingkan wajahnya yang biasa mereka akan menunduk atau sekedar menyapa singkat meski di acuhkan oleh Lily

bahkan sorak ramai di dalam kelasnya pun langsung terhenti saat dirinya menginjakan kaki nya di dalam kelas

"Lily sayang" seru Raka membuat Lily langsung menatap nya tajam

"hehe sorry babe, mulut nya keceplosan" cengir Raka dan langsung menutup mulutnya

"kebiasaan Lo" sentak Sheila membuat Raka meringis

"Lo jadi bahan gosip " sela Sasa yang baru datang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!