"Lo apaan sih ?" bentak Aldo pada Lily, karena kotak makan yang akan di terima Melinda kini berhamburan ke lantai
"kamu yang apaan? aku kasih bekal itu untuk kamu, kenapa malah di kasih ke Medusa ini?" kata Lily
"Lo ngasih buat gue kan? berarti bekal itu milik gue, jadi terserah gue dong mau gue kasih ke siapa, bukan urusan Lo" tegas Aldo
malas berdebat Lily langsung keluar dari kelas itu, dengan mulut komat Kamit nya Lily mengumpat di sepanjang jalan, dia gak sadar tingkah nya itu membuat seseorang di seberang sana menyunggingkan senyum tipis nya
"gemes, pengen banget di cium" katanya dalam hati
sedangkan muka masam Lily membuat teman sekelasnya takut walaupun sudah tak aneh setiap habis dari kelas aldo, Lily langsung memasang wajah masam
"aaarrrghhh setan.. emang bangsat tuh si ular, gue balas nanti lebih dari kemarin" teriak nya kesal
teman sekelas nya sampai bergidik ngeri dengan amukan jelmaan siren itu
kecuali kedua sahabatnya yang tampak seperti biasa dengan amukan Lily, karena mereka sudah menebak apa yang sudah membuat seorang Lily Collins jelmaan siren mengamuk
"kenapa lagi Lo?" tanya Sheila dengan wajah tak santai nya
"bekal Lo di buang lagi? atau di kasih ke Bimo?" tebak Sasa
ya, karena sebelumnya, Aldo selalu ngasih bekal dari Lily ke Bimo atau berakhir di tempat sampah
"gue juga bilang apa? stop kejar tuh cowo, kaya gak ada yang lebih ganteng, tuh anak Arion pada ganteng banget, malah lebih dari seorang Aldo Butragueno anak pemilik sekolah ini" kata Sheila
"what... geng Arion itu anak berandalan sekolah, Lo gila " bentak Lily yang masih dengan suasana amarah nya
jika orang lain pasti sudah ngacir ketakutan dengan bentakan jelmaan siren itu, tapi beda dengan kedua teman nya itu yang nampak biasa dengan amukan Lily
bahkan Raka yang sebangku dengan Sasa pun, ketakutan dan malah memilih diam
"terus Lo kenapa lagi?" tanya Sasa
"bekal gue di kasih ke Medusa" kesal Lily
"whattt.." kompak teriak Sasa dan Sheila membuat Raka langsung menutup telinganya karena pengang dengan teriakan kedua cewe cantik itu
"gue harus apa coba? supaya Aldo gak merhatiin terus si Medusa? keluh Lily
"buka mata Lo lebar lebar, Lo itu cantik, kaya, Lo bisa gaet cowo yang mana aja, kenapa harus si aldo terus sih otak Lo?" kata Sheila dengan gemas, kalo berani mungkin sudah di tampol nih jelmaan siren
"cowo yang suka Lo banyak ly,stop ngejar si aldo yang gak pernah menghargai Lo, yang gak suka sama lo" timpal Sasa
"kalo mau sama gue juga boleh" timpal Raka yang langsung di tatap tajam oleh mereka bertiga
Raka langsung kicep di tatap oleh mereka bertiga, apalagi dengan sorot mata Lily yang tajam yang membuat nya tak bisa berkutik
sahabat sahabatnya itu sudah lelah menasehati Lily, dasar Lily nya saja yang bego nya kebangetan jadi susah untuk di nasehatin ya, tunggu saja sampai mana kebodohan dan kebegoan sahabat nya itu sadar
kring
kring
bel berbunyi menandakan waktu istirahat untuk para siswa
"kantin kuy, gue laper" kata Sasa
"Lo harus ke kantin ly, jangan sampai gara gara kesel sama si aldo Lo gak mau makan" kata Sheila dengan sorot mata yang tajam
"oke, karena kalian gue mau ke kantin" putus Lily dengan kesal nya
kedatangan Lily dan Teman temannya membuat suasana hening, bahkan siswa siswi yang semula sedang bergosip ria pun langsung terhenti karena kedatangan siswa populer itu
"lanjut makan woy, gak usah liat kita, kita bukan artis sialan" teriak Sheila
"wow... amazing.. langsung nurut mereka" kagum Sasa melihat semua orang menuruti ucapan Sheila
Sheila dan Lily melanjutkan langkah nya menuju meja yang selalu dia duduki saat makan di kantin
kantin yang semula hening kini mendadak ricuh saat kedatangan sang pangeran sekolah bersama kedua teman nya dan seorang gadis yang telah di rangkul oleh sang pangeran
bagaikan putri dan pangeran mereka menjadi tatapan kagum siswa siswi yang membuat mereka iri
"wahh kak Aldo ganteng banget"
"senyum nya Bimo bikin meleleh"
"pengen deh jadi Melinda, di Pepet cogan"
berbeda dengan kedua cewe yang memutar bola matanya malas mendengar celotehan murid yang mengagumi cogan, tapi jelmaan siren itu seperti terhipnotis dengan adanya Aldo di gerombolan para cogan
seperti menemukan oase di Padang pasir, mata Lily langsung bersinar melihat Aldo namun sejenak kemudian mata nya langsung menyorot tajam saat melihat tangan Aldo merangkul si Medusa
"berisik deh kalian, kaya gak pernah melihat orang ganteng aja" bentak Sheila membuat semua nya terkaget
Aldo melihat ke wajah Lily yang sekaan penuh dengan kekesalan namun tak di hiraukan nya, sedangkan Melinda tersenyum manis dan ramah saat mereka menyapa nya
"ly, gak lo samperin tuh" kata Sasa
"gak, lagi males" jawab Lily dengan muka kesal nya
"sumpah demi apa? Lo bilang males ketemu aldo Butragueno, Lo gak kesurupan kan?" tanya Sheila antusias, karena Sheila orang pertama yang akan sujud syukur jika seorang Lily bisa berpaling pada seorang Aldo Butragueno
belum sempat Lily menjawab, tiba tiba...
byur
bruk
"ahhh maaf ly, gue gak sengaja" kata seseorang gadis yang tengah terduduk di lantai
"anjirrrr! Lo sengaja ya? buta mata Lo" bentak lily yang langsung berdiri karena seragam nya terkena siraman air jus jeruk
"sumpah ly, gue beneran gak sengaja jatuh tadi" kata Melinda ketakutan dengan bentakan Lily
"Lo kira kita bodoh, gue tau dan liat dengan mata gue sendiri, kalo Lo sengaja jalan mepetin ke arah Lily, dan kaki Lo pura pura kesandung" bentak Sheila pada Melinda
ya Melinda, yang kini sedang menangis di hadapan ketiga cewe penguasa sekolah
"beneran tadi gak sengaja kesandung" jawab Melinda menangis
"bangun Lo, gak usah drama Lo di depan gue" bentak Lily sambil menarik nya dengan kasar
"sshhh,, sakit ly, lirih nya
yang lainnya bergidik ngeri saat melihat Melinda yang di tarik kasar oleh Lily
"LILY COLLIN S" teriak seseorang membuat semua mata menuju pada seorang pemuda yang tak jauh dari meja Lily
"Aldo .. hiks aku gak sengaja tumpahin jus itu tadi" rengek nya meminta pertolongan
melihat Melinda menangis membuat rahang Aldo mengeras dengan sorot mata yang sudah tajam melotot pada Lily
"heh, cewe gila, jelas jelas Lo dengan sengaja tumpahin jus itu ke badan gue, teman teman gue sakti nya, dasar gila" bentak Lily mendorong Melinda ke lantai
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments