episode 4

bel sekolah berbunyi menandakan waktu belajar telah selesai, seluruh siswa sekolah berbondong bondong keluar kelasnya masing masing, kecuali dengan ketiga siswi populer di sekolah ini, alasan nya mereka tak suka berdesak desakan di tangga

melihat keadaan yang sudah sepi, ketiga populer itu yang tak lain Lily dan kedua teman nya langsung berjalan ke luar ke arah parkiran

dahi mereka mengernyit saat sekumpulan anak IPS itu tengah bermain basket dengan lihai nya

sadar akan kehadiran ketiga cewe populer itu,para anggota Arion langsung tebar pesona menggoda mereka

"ekhemmm ada neng Lily nih" seru Jo dengan mengulas rambut nya ke belakang

memang hanya mereka yang berani menggoda Lily, seolah olah bagi mereka, Lily adalah makhluk Tuhan yang patut di sayangi, bukan di takuti

"berisik" sentak Lily terus berjalan

"pppthhh mampus Lo buaya" tawa mereka pecah melihat muka masam nya Jo yang di cuekin oleh sang primadona

dengan masih dengan gaya angkuh nya Lily langsung masuk kedalam rumah nya setelah memberikan kunci mobil nya pada satpam rumah

"papi" teriak Lily senang saat melihat sang papi ada di rumah nya

"jangan lari princes" teriak nya langsung berlari ke arah anak kesayangan nya

grep

di peluk nya sang papi dengan erat, seolah tak mau untuk berpisah

"Miss you papi" kata Lily mendusel di dada bidang papi nya

di rumah nya Lily akan berubah menjadi kucing yang sangat lucu di hadapan papi nya, seakan mempunyai kepribadian ganda, Lily sangat mudah untuk mengubah mimik muka nya

"Miss you too princess" jawab sang papi

"ouh ya, papi punya sesuatu untuk kamu" kata sang papi melerai pelukan nya

"apa papi?" tanya nya dengan senyum yang mengembang

"tadaaaa" kata sang papi menyodorkan sebuah paper bag pada Lily

"gaun" kata Lily bingung

"nanti malam, kamu pake itu ya, untuk acara papi" kata sang papi

mendengar suara papi nya yang menjadi serius, membuat Lily bertanya penasaran "ada apa pi?" tanya Lily penasaran

"emmm... princess" jeda papi nya hati hati "papi minta ijin untuk menikah laki" lanjut nya

deg

"dengan siapa Pi?" tanya Lily dengan suara serak nya seakan menahan tangis nya

"princess maaf, papi mencintainya, tapi papi gak bakalan mami kamu sayang" kata papi nya langsung setelah melihat ekspresi Lily langsung murung

"siapa pi?" tanya Lily penasaran

"princess, dengar .. kalo papi menikah pun kamu bakalan no satu untuk papi" kata papi nya hati hati, takut menyakiti hati anak kesayangan nya itu

"papi dengan siapa?" teriak nya tak sabaran

"dokter Ambar sayang, yang pernah merawat mu saat sakit" jawab sang papi pada anak nya

"papi serius" sentak Lily tak percaya

"iy- ya sayang" jawab nya menundukan kepalanya " tapi dia sangat baik sayang, bahkan saat kamu terluka juga dia sangat mencemaskan mu" tambah nya

"papi benar benar serius?" tanya dengan muka ceria

papi kenan hanya mengangguk kan kepala nya dan langsung menunduk, kali ini dia pasrah kalo putri nya tak setuju, hidupnya akan dia habiskan dengan putri nya saja pikirnya

"Lily sangat senang"teriak Lily membuat kepala papi kenan langsung mendongak melihat ekspresi putri nya

"maksudnya?" tanya papi nya karena kebingungan dengan tingkah anak nya itu

"kalo sama Tante dokter itu, Lily sangat senang, justru akan memintanya untuk menjadi istrinya papi" kata Lily bersorak kesenangan

ya saat Lily sakit, Lily melihat dan merasakan ketulusan dokter cantik itu, membuat nya sangat senang jika beliau menjadi ibu sambung nya

"kenapa sayang?" tanya papinya seakan tak percaya dengan keputusan putrinya itu

"dokter amber itu sangat tulus sama Lily, di belakang papi maupun Lily pun dia sangat tulus" kata Lily dengan senyum gembiranya

papi kenan pun tersenyum dengan pengakuan Lily, semenjak meninggalnya mami nya Lily, papi kenan belum pernah dekat dengan seorang wanita, tapi dengan dokter Ambar terasa ada yang berbeda dan membuatnya untuk terus melihat ke arah nya

"Lily mau siap siap dari sekarang Pi" kata Lily berseru senang dan langsung berlari menuju kamarnya

papi kenan hanya tersenyum dengan keantusian anak itu, dirinya lega jika sang anak menyetujui nya untuk menikah lagi

malam harinya, Lily sudah terlihat cantik dengan balutan gaun berwarna navy yang di berikan papi nya

di restoran mewah yang di janjikan oleh dokter Ambar, untuk mengadakan pertemuan nya bersama anak anak nya

"papi.. kenapa mereka lama sekali" kata Lily mulai cemberut

"bentar lagi sayang" kata papi nya mengulas kepalanya

atensi nya kini mengarah kepada seorang dokter cantik yang di susul oleh seorang pria di belakang nya

"mama..." teriak Lily langsung berhambur ke pelukan dokter cantik

grep

dengan erat Lily memeluknya dengan tulus, dokter Ambar pun langsung membalas pelukan nya

"ini nyokap gue" kata seseorang di belakang mereka dengan kesal karena mama nya di panggil mama oleh orang lain

mendengar suara itu pun membuat mereka melerai pelukan nya

"sayang, kenalkan ini anak Tante, nama nya Azka" kata dokter Ambar mengenalkan putranya

"Lo" teriak mereka barengan

"kalian sudah kenal? kita sembari duduk bicaranya nya" kata papi kenan yang sudah berada di belakang Lily

dengan patuh mereka langsung duduk, dengan Lily duduk di samping Azka seorang wakil Arion yang tadi siang menatapnya dengan sinis

"jadi Lily bakalan jadi adiknya Azka?" tanya Azka pada sang mama

karena tau Azka tak menyukainya, Lily langsung menarik nya untuk bicara berdua saja di meja yang lain tanpa di dengar oleh kedua orang dewasa

"Lily bicara dulu sama Abang ya" pamit Lily membawa Azka ke meja pojokan

"bang Azka harus restuin mama ya? kan kasian kalo gak di restuin bang Azka" kata Lily dengan mode manja nya

"kenapa harus di restuin?" tanya Azka

"bang Azka , Lily janji deh bakalan jadi adik yang baik buat bang Azka, bakalan bantuin bang Azka, bang Azka mantan nya si Medusa kan? Lily bantuin buat balikan deh, eh.. tapi jangan bang, Abang gak tau sebenarnya si Medusa itu gimana? harusnya bang Azka bersyukur putus sama si Medusa itu" kata Lily langsung berceloteh

sedangkan Azka langsung terhenyak dengan sikap lain Lily yang tak pernah di lihatnya di sekolah, celotehan nya membuat Azka langsung menopang dagu nya untuk mendengar Lily berbicara

"Abang tau, Lily itu dari lahir sudah tidak punya mama, saat sakit papi selalu bawa ke rumah sakit, ketemu sama mama nya Abang yang selalu rawat Lily saat sakit, Lily langsung seneng saat mama bang Azka mengurus Lily dengan tulus, apalagi sekarang papi bakalan nikahin mamanya bang Azka, bang Azka restuin ya" kata Lily

bulu mata Lily yang mengerjap ngerjap itu membuat Azka gemas sekali, pantas sahabatnya menyukai gadis di depan nya itu dari lama

"Abang.. Abang setuju kan kalo papi sama mama nya bang Azka menikah" kata Lily dengan muka serius nya

Azka tak tahan untuk tak mengulas rambut cantik wanita di depan nya

"mau nya?" tanya Azka dengan senyum yang baru di lihat pertama kali oleh lily

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!