episode 13

"PANGGIL DOKTER TERAWAN CEPAT" teriakan yang sangat keras membuat inti Arion langsung menoleh ke sumber suara

asisten tadi langsung panik setelah mendengar teriakan dari dalam ruangan itu

Azka dan Samuel saling lirik sejenak dan langsung berlari mendekati nya

"luka Lo harus di obati bara" kata asisten itu

"ini hanya luka kecil, yang penting sekarang keadaan nona" jawab bara

"maaf, dokter Terawan akan datang sekitar 5 menitan lagi" jawab salah seorang pengawal

"sialan" kesal bara

Azka langsung menerobos masuk pada segerombolan pengawal itu, netra nya langsung menangkap sosok gadis yang terkulai tak sadarkan diri

"Lily" gumam Azka langsung menghampiri nya

Samuel terkejut dengan keadaan Lily dan lebih terkejut melihat seseorang yang kini mengalami luka di pelipis nya

"kenapa nona bisa sampai pingsan? kalo sampai terluka kita yang bakalan kena akibatnya" tanya asisten itu pada cowo yang sedang berdarah yang bernama bara

"gak ada pilihan lain, mata Lily berubah menjadi hitam pekat, maka sebelum ada yang akan lebih mengerikan lagi, saya langsung memukul tengkuk nya sampai pingsan" jelas nya sambil meringis saat luka nya terasa perih karena sedang di obati oleh seorang pengawal di sana

"dek.. hey bangun" kata Azka berusaha membangunkan Lily

"tenang lah tuan muda, lebih baik nona untuk tidak sadar dulu kali ini" jawab sang asisten

"maksud Lo" geram Azka

"nona tidak apa apa tuan, dokter juga akan segera tiba" jelas nya

"kamar nona sudah siap" kata salah satu pengawal

"tuan, lebih baik anda yang gendong nona ke kamar nya"

tanpa bicara lagi, Azka langsung menggendong Lily menuju kamar milik Lily

sedangkan di tempat lain seorang paruh baya tengah frustasi setelah mendengar surat wasiat dari mendiang ayah nya

"kenapa harus anak sialan itu" teriak nya mengacak rambutnya

"mas tenang mas"

"tenang kata mu? dari dulu mas menuruti perkataan tua Bangka itu, bahkan mas rela di jodohkan sama wanita yang sama sekali tidak mas cinta, lalu sekarang perusahaan itu malah jatuh ke anak wanita sialan itu" teriak nya frustasi

"tenang mas, kita cari cara supaya perusahaan itu kembali untuk mas" kata seorang wanita di samping nya

"caranya?" katanya penuh harap

"lenyap kan anak itu mas" jawab nya berseringai

deg

jantung Argantara ayah dari Azka Argantara itu berdecak dengan cepat, meskipun azka terlahir dari wanita yang bukan di cintainya, tapi mau bagaimana pun Azka adalah anak kandung nya

tidak mungkin baginya untuk membunuh anak kandung nya, kesalahan yang lalu saat dirinya tak sengaja memberi tahu Ambar video mesum nya bersama selingkuhan nya yang menyebabkan anak kedua nya tiada, masih membekas di hatinya

dan sekarang perusahaan yang harus menjadi milik nya, ayah nya malah mewariskan untuk putranya

hatinya merasakan gusar, jika ingin menguasai perusahaan itu, Azka harus di lenyap kan tapi hati kecilnya mengatakan jangan sampai membunuh anak ke dua kalinya

"apa ada cara lain?" tanya nya

"tidak ada mas, mas kamu harus kuat dong, masa gara gara anak kamu saja, kamu bisa melepaskan perusahaan yang harusnya menjadi milik kamu"

"tapi Azka anak ku Sarah"

"waktu itu kamu bahkan dengan sengaja memberikan video kita sama Ambar sehingga Ambar terkena stress dan keguguran, lalu apa bedanya sekarang?"

"oke, akan aku coba" final tuan Arga membuat wanita yang di sampingnya menyeringai

kembali pada Lily yang masih tak sadarkan diri di tempat latihan nya, kini Azka tengah frustasi karena mendapat kan telpon dari Melinda

di satu sisi dia ingin menemui perempuan yang di cintai nya tapi di satu sisi calon adik nya masih belum sadarkan diri

"eungggh" lenguhan dari sang gadis menyadarkan Azka dan Samuel yang sedang berada di sofa tak jauh dari ranjang

"dek, kamu sudah sadar?" tanya Azka pada sang adik

"abang,... Lily dimana?" tanya nya

"harusnya Abang yang tanya, dimana kita sekarang" bales Azka dengan nada dingin nya

Lily memperhatikan sekeliling kamar yang dia tempati, "oh God, jangan bilang Abang tau tempat ini" kata Lily dalam hati

"kamu sudah tau kita dimana?" tanya Azka

Lily hanya cengengesan di tanya seperti itu oleh Azka, lidahnya terasa Kelu untuk menjawab, toh Azka sebenarnya pasti sudah tau tempat apa ini

mata Lily bersitubruk dengan seseorang yang dekat dengan ranjang nya

rasanya Lily pengen menghilang saja di dunia ini, apalagi Lily sadar saat lelaki itu yang tadi mengejar nya

drtt drrt

"bentar Abang angkat dulu telpon" ijin nya meninggalkan Lily dan Samuel

sedangkan Lily di buat kikuk dengan adanya laki laki yang membuat nya malu, pertemuan pertamanya yang terjatuh di pangkuan nya, lalu saat dia menolong dari cengkraman Aldo

dan dari kedua kejadian itu, Lily belum pernah mengatakan maaf atau pun terimakasih atas pertolongan nya

"ly, Abang pergi dulu ya" kata Azka membawa tas sekolah nya

"Abang mau kemana?" tanya nya heran

"Abang ada perlu, kamu gak boleh bawa mobil lagi, kamu pulang di antar Samuel saja" kata Azka

"bang" protesnya

"gak ada tapi tapian, kita ketemu di rumah, papi sebentar lagi datang, jangan bikin papi marah karena kamu susah di atur" kata Azka dengan tegas

"a..bang" lirih nya dengan bibirnya yang mengerucut

dan sumpah demi apa, saat ini Samuel sedang menahan gejolak dalam hati nya hanya dengan melihat tingkah menggemaskan dari Lily

"benar kata Azka, tak perlu waktu lama buat menerima Lily dalam hidup nya, Azka aja yang dari dulu benci Lily langsung goyah hatinya, apalagi gue yang sudah dari dulu cinta sama nih cewe" monolog Samuel dalam hati

"Sam, jagain adek gue" kata Azka menepuk bahu Sam yang hanya di bales anggukan kepala oleh Sam, sontak hatinya ingin bersorak ingin sekali dirinya jingkrak jingkrak karena bisa berdekatan dengan gadis yang dia suka

"kita ketemu di rumah, inget jangan kemana mana lagi" pamit nya pada Lily

"ayo cepat pulang" ajak Samuel yang di angguki Lily

dan saat ini Samuel rasanya ingin sekali menautkan jari jarinya pada jari perempuan di samping nya

bahkan sedari tadi Samuel mencari cara supaya tangan nya bisa bersentuhan dengan tangan cewe di sebelah nya

"ayo naik" titah Samuel dengan wajah datar

"nih cowo gak ada manis manis nya nyuruh naik, lebih dingin dari si Abang" gerutu Lily dalam hati

"kenapa diem aja? mau naik atau gue gendong?" kata Samuel

"iy ya" jawab Lily cepat, dan langsung menaiki motor dari cowok teman Abang nya

"nih cewe ternyata harus di ancam dulu" kata Samuel menyeringai di balik helm nya

Terpopuler

Comments

Miyura Rajati

Miyura Rajati

lanjut othor...

2022-12-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!