bel pulang berbunyi membuat Lily menghela nafas nya, kepala nya serasa mau pecah setelah mengikuti pelajaran sejarah Indonesia, meskipun Lily anak nya di takuti oleh para murid namun Lily tergolong orang yang takut bolos
takut bolos bukan berarti tidak pernah bolos, orang suruhan papi nya selalu mengawasi setiap detik, itu yang membuat nya susah untuk bergerak bebas
"Lo yakin gak bareng aja sama gue?" ajak Sheila
"nggak, bang Azka sudah berpesan untuk tungguin di halte, dia ada urusan bentar katanya" jawab Lily
"dari pada Lo sendiri mending kita aja yang anterin, Lagian kasian kan Abang Lo harus harus bolak balik" timpal Raka
"ye modus Lo" sela Sasa menimpuk kepala nya
"kalian duluan aja deh, gue nunggu Abang gue di halte" jawab Lily
"yakin?" tanya Raka
"Lo gak nyerah nyerah ya" kesal Sheila
raka hanya cengengesan, tau aja bagi mereka dirinya itu modus supaya bisa deketin dengan jelmaan siren itu, tapi Raka juga serius buat memberi tumpangan pada teman nya itu
"kita duluan ya" kata Sasa dan di ikuti Sheila
"eh monyet, cepetan Lo balik" kesal Sheila sembari narik kerah baju Raka
"eh sialan Lo, awas lepas"
"cepet balik sana, gak tau aja tuh si siren dari tadi nahan emosi " kata Sasa
iya sedari tadi pagi Lily sudah menahan emosi nya karena beredar nya gosip yang menimpali dirinya, namun Lily sadar dirinya juga yang membuat mereka menjadi salah sangka
gimana gak sangka? orang Lily yang mengatakan dirinya mencintai Aldo tapi Lily malah Deket sama Azka dan sekarang di anterin sama bang bara
dan untuk mengklarifikasi pada semua orang itu bagi Lily sangat membuang buang waktu, karena apa? sedikit yang percaya pada Lily
langkah Lily menyusuri jalan yang menuju halte, Abang nya menyuruh untuk menunggu di halte depan
langkah nya terhenti saat segerombolan anak laki laki menghampiri nya, di lihat dari seragam nya merupakan anak sekolah sebelah
"Lily Collins" gumam seorang cowok bertindak hitam melihat nama name tage pada seragam Lily
"bening banget bos, cocok lah sama Lo"
"gue denger cewek ini yang menjadi primadona di sekolah ini bos"
"wajah nya jutek, tapi cantik banget"
Lily hanya memutar bola matanya malas meladeni orang orang yang ada di depan nya, tidak tau apa? Lily sangat lelah hari ini
"MINGGIR KALIAN" teriakan dari belakang nya membuat segerombolan anak laki laki tadi memundurkan langkah nya
"gak usah nyari masalah sama anak sini, masalah Lo cuma bersama anak Arion" bentak Samuel yang langsung menarik Lily ke belakang tubuh nya
Lily terkejut dengan tingkah laki laki yang menjadi tameng nya itu, dan apa ini? baru kali ini Lily mau mau aja berada di belakang tubuh laki laki ini
pengen nya Lily menjorokan tubuh di depan nya, tapi entah kenapa tubuh nya melarang nya untuk diam menurut pada laki laki di depan nya itu
"tadi nya kita kesini mau ngajak kalian balapan, tapi ternyata kita di suguhi pemandangan yang sangat indah" kata cowok yang beranting hitam itu sembari mencuri pandang pada tubuh Lily yang sudah ada di belakang tubuh Samuel
"bacot Lo, waktu itu Lo juga yang ngajak tapi Lo juga yang mangkir" ejek Jo
"pergi di sini atau gue habisi di sini" kata Samuel dengan sorot tajam nya
kali ini merasa takut dengan suara berat yang di lontarkan oleh cowok di depan nya yang penuh dengan ancaman
"gue tunggu kalian di tempat biasa jam 10 malam" ucap nya sambil berlalu dari hadapa. mereka
Lily yang melihat itu merasa tak habis pikir dengan kedua geng itu, namun dirinya acuh tak perlu memikirkan nya
"ayo pulang" kata Samuel menarik tas Lily yang akan melangkah pergi
"awas gue mau pulang" jawab Lily ketus
"Abang Lo yang nyuruh gue buat anterin gue" kata Samuel membuat Lily melirik nya
"Lo yakin mau pulang sendiri? setelah Lo menjadi inceran para cowok tadi?" lanjut Samuel bertanya
Lily sebenarnya mampu kalo saja segerombolan laki laki tadi mencegatnya dengan alter ego yang dia punya, namun Lily tidak pernah menampakkan alter ego nya pada orang lain, dan itu sangat di hindari oleh Lily
mau tak mau Lily langsung mengikuti Samuel, menaiki motor sport milik Samuel
"kita duluan bos" kata Jo dan beni yang di jawab anggukan kepala oleh Samuel
ada rasa iri dari Jo maupun beni saat Samuel bisa membuat Lily menaiki motor nya, namun mereka sadar diri tampang dan dompet mereka tak seperti Samuel sang pewaris tunggal keluarga Andersson
di pertengahan jalan mereka di kejutkan dengan rintik hujan yang mulai banyak yang turun
shiit
dengan kecepatan tingginya Samuel membelokan ke arah basecamp nya, ya hanya itu tempat yang dekat mereka saat ini
"ngapain ajak gue kesini? gue mau balik" kata Lily kesal
"Lo gak liat hujan? dan liat tubuh Lo itu" kata Samuel membuat Lily tersadar dan langsung menutupi bagian dadanya
"masuk ke dalam, ganti baju" ajak Samuel
tangan Samuel langsung di cekal oleh Lily, Samuel hanya menaikan alisnya seolah bertanya karena tangan nya dia cekal
"gue gak bawa baju ganti El" cicit Lily
"El?" tanya Samuel
"nama Lo kan Samuel, gue panggil El saja gak boleh?" tanya Lily bingung
Samuel hanya diam, padahal dalam hatinya sudah berdisko ria hanya gara gara panggilan dari Lily
"ayok" ajak Samuel dengan tampang cool nya
kedatangan Lily ke dalam ruangan Arion di sambut hangat oleh para anak Arion, mata Lily beredar banyak sekali para cowok yang tidak dia kenali
dan yang paling menonjol ada seorang cowo yang tingkah nya seperti anak kecil, lihat aja dengan gaya baju nya
"Samuel dia siapa?" tanya laki laki yang seperti anak kecil itu menghampiri Samuel
"dia teman gue, otomatis jadi teman Lo juga, jangan repotkan dia ya" kata Samuel lembut sembari mengelus kepala laki laki tadi
Lily menatap tak percaya pada Samuel, perlakuan nya pada laki laki di depan nya yang seumuran dengan nya
"nanti gue ceritain tentang dia, tapi gue mohon sama Lo perlakukan gio seperti anak kecil pada umum nya" bisik Samuel yang di angguki kepala oleh Lily
"kenalin dong, nama gue Giovano Tobing tapi kalo kepanjangan panggil nya gio saja"
matanya mengerjap lucu pemuda di depan Lily, membuat Lily gemas dan menampilkan senyum nya
"panggil gue Lily " jawab Lily menjabat tangan gio
"Lily cantik deh, mau jadi pacar nya gio?" tanya gio
"tau dari mana Lo kata pacar?" kata Samuel yang sudah menahan emosinya
"tuh dari Alvin, kata Alvin enak kalo punya pacar bisa di cium dan ada teman bobonya juga" jawab gio dengan polosnya
"ALVIN" teriak Samuel
anggota Arion sudah meringis ketakutan dengan sorot mata Samuel, sedangkan Alvin hanya cengengesan di tempat nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments