pagi ini Lily sudah menampakan wajah seperti biasa nya saat masuk kedalam kelas, tak ada senyum ramah dari wajah cantik itu
"selamat pagi cantik" sapa Raka dengan muka tengil nya
"bacot" sentak Lily membuat Raka kicep seketika
teman sekelas nya langsung tertawa dengan Raka yang langsung dapat amukan dari Lily
pemuda itu tak ada kapok nya meski setiap pagi selalu mendapat amukan dari jelmaan siren itu
"udah tau galak, masih aja di godain" kata Sasa terkekeh
"gue kira bakalan luluh kalo setiap hari gue godain" jawab Raka dengan muka memelas nya
Lily hanya menatap nya dengan tajam, membuat Raka tak mampu lagi untuk bersuara
aura dari jelmaan siren itu selalu membuat lawan nya bergidik ketakutan
tak lama kemudian seorang guru pun datang, menyelamatkan Raka dari tatapan tajam sang antagonis
"setidaknya gue masih bisa bernafas lega" gumam Raka mengelus dadanya
meski seorang antagonis, Lily merupakan anak yang tak berani berkutik saat sedang belajar, apalagi Lily menghormati guru yang sudah berumur
krring
krring
akhirnya, waktu istirahat pun tiba, hal sangat di tunggu oleh Lily di saat istirahat ada kebebasan
"oke semuanya, yang belum selesai, selesaikan di rumah"
"siap pak"
pak alka yang mengajar pun melangkah keluar kelas nya
"kantin yuk" ajak Sasa berbalik badan Sheila dan Lily
"kalian duluan aja, nanti gue nyusul" kata Lily yang di angguki oleh Sheila dan Sasa
mereka pun keluar dari kelas nya, sedangkan Lily langsung mencari seseorang yang membuatnya dari kemarin murka, siapa lagi kalo bukan sang putri sekolah Melinda
seakan Dewi Fortuna memihak nya, Lily melihat sang rival memasuki toilet
tak ingin membuang waktu, Lily langsung mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk membalas semua perbuatan si Medusa
hatinya tak bisa menerima tampang wajah so baik nya untuk mengelabui lelaki yang sempat mengisi hatinya
mata nya berbinar saat melihat ember yang masih berisi air bekas mengepel
dengan lincah nya, kaki nya menaiki closet di bilik sebelah nya dan menenteng ember yang penuh dengan air bekas mengepel
byur
sontak jeritan dalam bilik toilet itu membuat sudut bibirnya terangkat sebelah
"yang Lo terima gak sebanding dengan apa yang gue dapat, gue pastikan Lo akan menderita karena berani banget mengusik seorang Lily" gumam Lily
dengan tanpa dosanya Lily langsung melenggang pergi meninggalkan Melinda yang tengah menangis terisak di bilik toilet nya
dengan santainya Lily berjalan dengan angkuhnya melewati para siswa yang menatap nya kagum
"gila pesona Lily sangat bukan main"
"makin cantik aja tuh cewe"
"calon masa depan gue"
bisik bisik para siswa pun tak sedikit pun ia gubris, sampai kaki nya melangkah ke arah kantin
"dari mana aja lo? tuh gue udah pesenin" kata Sasa melihatkan seporsi mie ayam yang belum tersentuh
"mau gue suapin cantik" kata Raka yang langsung mendapat kan pelototan dari Lily
"gak ada kapok nya Lo" sewot sheila
Lily tak menggubris nya lagi dan langsung fokus pada makanan nya, otak nya masih bekerja mencari cara selanjutnya untuk memberikan perhitungan pada mahkluk jelmaan Medusa
"kenapa Lo diam terus?" tanya Sheila pada Lily
Lily hanya menghendikan bahunya sebagai jawaban tak tau
bisik bisik mulai terdengar saat kedatangan paga geng inti Arion
"Samuel ganteng banget"
"gue lebih suka Azka tapi sayang doi sangat dingin"
"udah cakep, kaya duhh idaman banget"
pekikan para siswa pun mulai histeris saat beni dan Jo sang Playboy memberikan playing kiss untuk para cewe
hanya empat orang yang menghiraukan kedatangan geng berandalan sekolah, siapa lagi kalo bukan Lily and the Genk
"gue juga gak kalah cakep, tapi kenapa para cewe gak ada yang lirik gue" keluh Raka sembari melihat dirinya di pantulan cermin kecil milik Sasa
"Lo juga gak kalah ganteng" bisik Lily membuat Raka histeris
"yes yes yes" teriak Raka heboh membuat semua orang menatap Raka keheranan
Sheila dan Sasa sudah di buat malu dengan pekikan Raka yang masih joget joget gak jelas
"Lo bisikin apa sih? sampe tu orang kesurupan?" tanya Sheila bingung
"Lo mau shel, apa yang di katakan Lily buat gue?" tanya Raka pada Sheila
"apa?" tanya Sheila penasaran
"Lily bilang gue ganteng" pekik nya masih dengan gembira
geng Arion langsung melotot mendengar pekikan dari Raka, sedangkan sang tersangka yang membuat Raka seperti kesurupan hanya acuh dan tetap terus melanjutkan makanan nya
tangan Samuel sudah terkepal di bawah meja, wajah nya sudah merah padam menahan amarah nya
sedangkan Azka terus memperhatikan calon adek nya itu, yang masih fokus pada makanannya
"gue iri anjir sama si Raka, kenapa gak gue aja yang di bilang Lily ganteng" dumel beni
"baru di bilang ganteng aja udah kesurupan tuh bocah, gimana kalo Lily bilang suka sama tuh bocah, udah gila kali ya" kata Jo yang langsung di sambut tawa oleh anak anak Arion yang lain kecuali Samuel dan Azka
Samuel menatap tidak suka pada Jo dan beni, dan sialnya lagi memang pesona Lily memang luar biasa, sampai sampai sang begundal seperti Samuel terpikat saat pertama kali melihat nya
Lily menyudahi acara makan nya,di lihatnya Raka yang sudah seperti orang gila didepan nya
"Lo emang ganteng, namun sayang" kata Lily menghentikan kehebohan Raka kali ini
"sayang kenapa?" tanya Raka penasaran
"kurang waras" sarkas Lily langsung melenggang pergi meninggalkan kantin
Sasa dan Sheila sudah ngakak, begitupun orang lain sudah tertawa dengan terbahak bahak nya
beda dengan Azka yang masih menatap datar kepergian Lily, sedangkan Samuel hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Lily yang sangat begitu tega pada Raka
"udah di ajak terbang tinggi terus di hempaskan dengan keras" kata Sheila masih ngakak
"anjir.. sakit hati gue" keluh Raka
"udah tau tuh nyai gimana, masih coba berharap" kata Sasa terkekeh
sedangkan Lily menghentikan langkah kaki nya saat melihat di seberang sana sang pujaan hati tengah memapah kekasih nya yang sudah basah kuyup ke dalam ruangan UKS
tangan nya sudah terkepal melihat drama Medusa yang seolah kesakitan di hadapan Aldo
sedangkan Aldo langsung menyuruh Melinda mengganti bajunya di UKS, dengan dia yang menjaga di pintu UKS
Aldo merasa parno jika Melinda mengganti baju nya di toilet
dengan wajah penuh tangis dan ketakutan nya, Melinda langsung memeluk Aldo saat Aldo sudah kembali ke dalam UKS
"siapa yang membuat mu begini?" tanya Aldo dengan lembut
"aku gak tau do, yang penting sekarang aku butuh kamu " kata Melinda terisak di dekapan Aldo
"sudah, sekarang ada aku, kamu gak usah takut akan aku balas orang yang sudah membuat kamu menangis" kata Aldo menenangkan Melinda dengan menghapuskan air mata nya di pipi Melinda
"aku tenang jika ada kamu" kata Melinda menatap dalam mata Melinda
Aldo tersenyum manis dengan perkataan Melinda, entah siapa yang memulai bibir Aldo sudah menyesap bibir Melinda
bahkan dengan berani Melinda sudah duduk di pangkuan Aldo dengan terus saling mengecap
Lily yang mendengar di balik pintu UKS merasakan hatinya sangat sakit dengan tangan yang sudah mengepalkan tangan nya
"cinta ini rumit, gue cinta Lo, tapi Lo cinta dia dan dia mencintai orang lain" gumam seseorang yang melihat lily sedari tadi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Miyura Rajati
lanjut masih menunggu....
2022-11-25
0