episode 5

pagi menyapa, di kediaman mewah kenan Collins, seorang gadis menunggu jemputan nya di teras depan

dengan senyum yang riang gembira, gadis itu terus menerus melihat ke arah gerbang menunggu jemputan nya

"beneran gak mau bareng sama papi?" tanya papi kenan

"enggak Pi" jawab cepat sang papi

"yah... ternyata papi bakalan cepat terlupakan" gurau nya

"papi ..." rengek sang gadis memeluk papinya

tin tin ...

interaksi mereka berhenti saat seorang jemputan yang di tunggu Lily tengah datang dengan motor sport nya

"pagi Pi, dek" sapa Azka setelah turun dari motor nya

"pagi boy"

"pagi Abang"

setelah semalam Azka mengijinkan mama nya untuk menikah lagi, Azka mulai terbiasa dengan panggilan papi seperti yang di inginkan Lily

ya, Lily yang menginginkan Azka untuk memanggil papi nya sama seperti nya, begitu pun pada dokter amber tanpa di minta pun langsung memanggil mama

"kalian hati hati ke sekolahnya, boy tolong jaga princess papi ini" kata papi kenan

"siap Pi" kata Azka

"udah siap?" kata Azka pada Lily yang di jawab anggukan semangat oleh Lily

"ayo naik" titah nya menepuk bahu nya memberi tahu Lily untuk memegang bahu nya

"hati hati naik nya princess" kata papi kenan agak ragu melihat putri nya baru pertama kali menaiki motor sport itu

"papi tenang aja, Azka bawa nya pelan kok" kata Azka menenangkan calon papi nya itu

"papi itu ya, bawel banget" kata Lily dengan sembari memperbaiki jaket yang menutupi pahanya

"kamu itu ya, papi cuma khawatir sama kamu, apalagi ini pertama kalinya kamu naik motor" kata papi kenan menjawir hidung mancung putrinya itu

"udah ya papi, kita berangkat dulu" pamit Lily menyalimi papinya di ikuti dengan Azka

"hati hati kalian" kata papi

"iya Pi" teriak Lily langsung memeluk calon Abang nya itu

dengan senyum lebar nya Lily merasakan pertama kalinya menaiki motor, bahkan Lily memejam kan matanya menikmati terpaan angin yang menerpa wajah nya

Azka terkekeh melihat wajah menggemaskan Lily, pernah kehilangan calon adik membuat nya terobati dengan hadir nya Lily yang menggemaskan itu ada yang akan menjadi anggota keluarga nya

sepanjang jalan Lily terus berceloteh, sisi manja nya keluar bersama Azka begitupun Azka mengeluarkan sisi hangat nya

kedatangan Azka yang datang bersama Lily di belakang motor, membuat para siswa berhenti sejenak melihat interaksi sang siren yang tengah datang bersama pangeran es

"ahahaha.. seru Abang" kata Lily setelah motor yang di tumpangi nya berhenti

"lain kali Abang akan bawa lebih cepat lagi" jawab Azka terkekeh

interaksi Azka dan Lily membuat mereka yang melihat menganga tak percaya, baru kali ini mereka melihat sang siren menampakan wajah menggemaskan seperti itu

sadar akan sikap nya, Lily langsung memasang wajah angkuh nya kembali, begitupun dengan Azka langsung dingin kembali

"ayo Abang antar ke kelas" kata Azka dengan wajah dingin nya

Lily hanya mengangguk kan kepala nya dan berjalan berdampingan bersama Azka

"mereka melihat ke arah kita bang" kata Lily

"biarkan saja" kata Azka

"Abang ingat perjanjian kita" kata Lily mengingatkan Abang nya

"kamu juga ingat pesan Abang" titah nya

seseorang di sana mengepalkan tangan nya saat melihat Azka dan Lily datang bersama

...****************...

di kelas IPS Azka langsung di tatap tajam oleh ketua geng Arion, beni, dan jo pun sampai merinding melihat tatapan Samuel yang di layangkan pada Azka

"maksud Lo apa ka" kata Samuel setelah Azka duduk di kursi nya

"maksud Lo?" tanya Azka bingung

"Lo tau gue incer tuh cewe, terus maksud Lo apaan datang sama inceran gue? mau berkhianat?" cecar Sam dengan penuh emosi

gleuk

Sam yang di cecar, tapi beni dan Jo yang ketakutan

"maksud Lo Lily?" tanya Azka

"emang siapa yang gue incer dari awal, bahkan Lo sampai tau gue bikin nama dia di punggung gue" kata Samuel menggebu

"tenang lah Sam" kata Azka dengan tenang

beni sampai geleng geleng kepala melihat tenang nya Azka menghadapi Samuel yang sedang emosi

"Lo pikir gue bisa tenang setelah Lo dengan mudahnya menikung gue?" kata Samuel berteriak di depan muka Azka

Azka masih tenang dengan kemurkaan Samuel, sedangkan banyak siswa yang langsung berhambur keluar kelas nya takut akan menjadi sasaran amukan dari sang ketua geng itu

"santai bos, kita bicara baik baik" lerai Jo mencoba memedamkan emosi Samuel

"Lo pikir gue bisa baik baik aja? setelah apa yang di lakukan sama dia" kata Samuel berteriak pada Jo sambil menunjuk Azka

"iya, tapi kita itu sahabatan bos, masa gara gara cewe kalian jadi berantem" kata beni menimpali karena Jo sudah ketar ketir muka nya setelah di amuk Samuel

"sahabat?" kata Samuel terkekeh, "dia nganggap gue sahabat nya setelah apa yang dia perbuat" lanjut Samuel dengan penuh tekanan langsung melenggang pergi

"bos mau kemana? woy... bentar lagi masuk" cegah beni tapi tak di hiraukan Samuel

"gue ijinin Lo deketin Lily, tapi kalo Lo sampai nyakitin adek gue, jangan harap Lo bisa Deket lagi sama adek gue" kata Azka dengan lantang

Samuel membeku dengan ucapan Azka barusan, bahkan Jo dan beni pun langsung bersorak

"APA?" teriak Jo dan beni

"Lily adek Lo?" tanya Jo dan Samuel masih berdiam demi ingin mendengar jawaban dari Azka

"iya, Lily calon adek gue" jawab Azka langsung membuat Samuel berlari ke arah nya

"maksud Lo apaan ka?" tanya Samuel penuh penekanan

" Lily bakal jadi adik gue, nyokap gue dan bokap nya bakal menikah Minggu depan, jadi kalo Lo nyakitin Lily, detik itu juga Lo berurusan sama gue" kata Azka juga dengan penuh penekanan

Sedetik

dua detik

Samuel terpaku dengan perkataan Azka barusan, bahkan jiwa nya entah kemana saat ini

"bos"

"woy bos" seru beni menyadarkan Samuel

"eh" kata Samuel tersadar

"ye si bos malah bengong" kata Jo langsung mendapatkan tatapan tajam dari Samuel

"gimana cerita nya Lo nerima dia jadi adek Lo?" kata Samuel penasaran karena dia tau sebenci apa Azka pada makhluk jelmaan siren itu, tapi sayang sangat di cintai oleh Samuel

"lo juga bakal tau nanti" kata Azka singkat

"ap-

perkataan Samuel terpotong dengan kedatangan para siswa ke dalam kelas, rupanya bel masuk tengah berbunyi, dan para siswa sudah masuk ke dalam kelas nya

di kelas Lily pun, Lily tengah di interogasi oleh Sasa Sheila dan Raka si ketua kelas tapi tukang kepo

"oke, sebenarnya gue sama bang Azka itu mau jadi saudaraan" kata Lily berbisik pada teman nya

"Whaaat" teriak Sasa dan Sheila kompak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!