malam ini Lily berada di rumah mama Ambar atau mama nya Azka, selama seminggu ini Lily di titipkan di rumah Ambar karena kenan sang papi, tengah melakukan perjalanan bisnis nya
di balkon kamar yang di tepati Lily, yang bersebelahan dengan azka, Lily tengah menengadahkan wajah nya ke langit
rasa rindu yang menyelimuti hatinya, membuat dada nya bergetar menahan Isak tangis
"mami.. Lily rindu...hiks hiks hiks" racau Lily, sekuat apapun Lily menahan tangis nya, tapi tetap Lily tidak bisa menahan rasa rindu pada sang mami
meskipun belum pernah melihat secara langsung mami nya, Lily sangat yakin mami nya sangat menyayangi nya terlebih maminya mengorbankan nyawanya hanya untuk melahirkan dirinya
"mami.. sekarang Lily sudah menemukan orang yang tulus sama Lily dan papi, mami setujukan dengan pilihan Lily sama papi? dia wanita hebat mi, dan lemah lembut, mama Ambar akan jadi ibu sambung nya Lily bukan berarti posisi mami di hati Lily dan papi tergeser, mama Ambar menjadi pelengkap hidup Lily dan papi" kata Lily curhat pada bintang yang bertabur di langit
Azka yang sedari tadi mendengar curhatan Lily yang menangis akan kerinduan sang mami, langsung masuk ke dalam kamar nya, Azka merasakan sesak saat melihat sisi rapuh nya Lily
hal baru ia ketahui di balik sifat antagonis sang jelmaan siren yang selalu membuat orang takut akan sorot matanya yang tajam
sedangkan lily yang masih di balkon, terus bercerita seolah olah ada bayangan yang menemaninya bercerita
mama Ambar yang tadinya sedang beristirat, langsung melihat keadaan Lily di kamarnya setelah di beri tahu keadaan Lily oleh putra nya
mereka menyaksikan kerapuhan seorang gadis, yang tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu
"mama gak kuat sayang liat Lily serapuh ini" kata mama nya hendak berbalik lagi ke arah kamarnya
"Azka izin ma, bawa Lily keluar keliling jalan dulu" kata Azka menghentikan langkah sang mama
"ini udah malam nak, apa gak papa Lily di ajak main malam malam? nanti papi nya marah gimana?" kata mama Ambar
"mama tinggal bicara yang sebenarnya pada papi, dan Azka hanya ingin menghibur nya ma" kata Azka
terdengar helaan nafas dari mama Ambar "baiklah, hati hati nak, nanti biar mama yanv urus papi nya Lily" kata mama Ambar mengalah
Azka langsung masuk ke dalam kamar yang di tepati Lily, gadis yang dulu pernah ia benci karena sering membuat melinda menangis, kini akan menjadi adik nya, dan entah perasaan yang Azka alami, berawal dari benci dan sekarang ingin menjaga nya
Azka yang pernah kehilangan calon adik nya, membuat hatinya mudah menerima calon adik seperti Lily, apalagi sifat Lily yang baru baru ini di ketahui nya membuat nya gemas
"dek" panggilnya pada Lily yang tengah bercerita pada bintang
"Abang" kaget Lily dan langsung menghapus air matanya
"Abang mau ke jalan melati, kamu mau ikut? ada balapan di sana" kata Azka
mendengar kata balapan, membuat mata Lily berbinar, kapan lagi dia bisa melihat balapan motor secara langsung kalo bukan sama Abang nya ini
melihat perubahan yang singkat pada Lily membuat Azka kagum pada Lily, dia mudah sekali untuk menyembunyikan kerapuhan nya
"Lily ikut bang" seru Lily
"ya udah, ayok" ajak nya sambil berjalan keluar kamar Lily
"jangan lupa pake jaket yang tebal" titah Azka saat dirinya sudah di ambang pintu
sesuai janji azka, kini mereka sudah ada di arena balapan liar yang selalu di gunakan para geng motor
Samuel yang pertama kali melihat Azka turun dari motor bersama seorang gadis, langsung bisa menebak siapa yang dia bawa malam ini
jantung nya berdetak saat melihat sang pujaan hatinya berada dekat dengan nya malam ini
"pake maskernya dek" titah azka sebelum dia membawa Lily pada segerombolan anak laki-laki
"woy ka" seru Jo saat Azka datang bersama seorang gadis yang bermasker hitam itu
Samuel menatap bangga pada Azka, sebegitu posesif nya pada calon adik nya sampai menutup wajah nya tapi yang membuat Samuel bingung, kenapa Azka berani bawa dia ke tempat balapan
"siapa ka" bisik beni tapi tak di gubris oleh Azka
beni hanya mencebikan bibirnya kesal, seakan percuma ngomong sama tembok
"kenapa Lo bawa dia ke sini? ini bukan daerah nya, bisa bisa dia dalam bahaya" kata Samuel yang kini angkat bicara
"bantu jaga adek gue" kata Azka singkat
Jo dan beni saling pandang, dan ingin berteriak saking terkejut nya, tapi mulut mereka mendadak terkunci saat mendapatkan tatapan tajam dari Azka dan Samuel
"Abang kenapa sih?" tanya Lily menarik ujung Hoodie Abang nya itu
"tidak kenapa Napa" jawab Azka tersenyum
lagi lagi mereka di buat terkejut, dan kali ini dengan senyuman Azka, senyuman Azka yang mahal sekali menurut mereka kini kembali terlihat
"pesona ratu sekolah bukan maen" kata Jo menatap berbinar pada Lily
"siapa yang mau maen kali ini?" tanya Adit salah satu anggota Arion yang bertugas di bagian kepengurusan balapan
"giliran Azka kan sekarang?" celetuk Mahesa salah satu anggota Arion
azka tak mungkin meninggalkan Lily sama mereka, dirinya merutuki dirinya kali ini yang lupa giliran dia yang maju ke arena balap
"gue aja" kata Samuel yang dapat melihat kegusaran Azka
"lawan nya Alex anak Dragon" kata Mahesa
Azka memejamkan mata nya sejenak setelah tau siapa lawan nya, ada dendam tersendiri pada anak dragon yang bernama Alex, tapi di sini dia membawa sang adek yang tak mungkin dia tinggalkan
Samuel menepuk bahunya "Lo kalo mau turun, silahkan.. biar Adek Lo kita jaga" kata Samuel yang tau gimana persis perasaan Azka
"gue turun" final Azka
"oke, biar gue yang daftar" kata Mahesa langsung turun ke arena balap bersama Adit
"dek, Abang ikut balap dulu sebentar, kamu disini sama teman teman Abang, mereka gak bakalan nyakitin kamu" kata Azka berkata panjang pada Lily
"hadiah nya apa bang?" respon pertama Lily yang membuat Samuel dan Azka tercengang
Azka kira, Lily gak bakalan mau untuk di tinggal oleh, Azka baru sadar bahwa adiknya ini jelmaan siren yang tak pernah takut pada siapapun
"motor yang sama seperti Abang Lo" kata Samuel yang angkat bicara
"wah.. kalo Abang menang, hadiah nya buat Lily ya bang" seru Lily dengan mata berbinar
Samuel tercengang dengan jawaban Lily, anak dari konglomerat tak mungkin kan, tak bisa membeli motor sport pikirnya
Azka hanya mengacak rambut adeknya dengan gemas, dia bisa lihat senyum adek nya yang menggemaskan meskipun tertutup masker
"jaga adek gue" kata Azka menepuk bahu Samuel sebelum turun ke arena balap
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Hermalinda Nova
cerita y seru ditunggu kelanjutannya thor
2022-11-24
0