#20

...Episode 20...

Kevin tiba-tiba muncul masuk keruangan, "Kevin ikut saya keruangan ada yang mau saya bicarakan," ucap Kesya.

Kevin berjalan mengikuti Kesya. Sesampainya di ruangan, Kesya langsung mengatakan, "Mukamu kenapa?" Wajah Kesya terlihat sangat khawatir.

"Enggak papa, Bu. Hanya terbentur tembok kemarin."

"Jangan bohong, ayo kita pergi ke rumah sakit," ucap Kesya.

"Beneran enggak papa. Oiya saya dengar ada karyawan yang punya tato dipunggung, Bu." Kevin mulai mengadu.

"Kata siapa? Semua masuk di perusahaan ini sudah melalui pemeriksaan yang ketat."

"Bisa saja, karyawan ini mentato tubuhnya setelah diterima di perusahaan ini," ucap Kevin.

Kesya seketika diam dan berfikir. "Apa harus di cek satu-satu lagi?"

"Sepertinya memang harus seperti itu," kata Kevin.

"Yasudah biar nanti saya datangkan tim untuk pemeriksaan menyeluruh," Kesya tersenyum dengan Kevin.

Kevin membalas senyumnya dengan senyum yang sangat manis. Sebenarnya Kevin tersenyum karena rencananya berhasil. Hanya tinggal menunggu hasil pemeriksaan dan tugasnya selesai.

"Oiya Vin, Kakek sepertinya setuju dengan hubungan kita, kita lanjut sesuai rencana," ucap Kesya.

Kevin terdiam, bingung tapi senang. Kemudian Kevin menjawab, "Iya, Bu. Saya ikut perintah Ibu aja."

"Oke, yasudah lanjut kerja."

Kevin keluar dari ruangan, sedangkan Kesya malah kesal dengan sikap Kevin yang barusan. Kevin seperti masa bodoh, padahal rencana dari awal hanya berpura-pura. Sepertinya Kesya benar-benar jatuh cinta dengan Kevin.

Dipikiran Kevin sekarang hanya terfokus pada tugasnya sebagai intelejen. Nyawanya sudah beberapa kali dipertaruhkan demi keberhasilan misi.

Kevin sedikit khawatir seandainya ada target yang tau indentitasnya, karena semua akan berdampak. Disisi lain Kevin tidak bisa melindungi satu per satu orang terdekatnya.

Targetnya kali ini benar-benar berbahaya, salah bertindak nyawanya bisa langsung hilang. Target Kevin satu ini memiliki jaringan yang sangat luas, anak buah yang banyak dan bersenjata lengkap.

Tapi, jika tertangkap, jaringannya benar-benar bisa di tangkap semua bahkan dibersihkan. Demi orang ini Kevin siap melakukan apapun asalkan tertangkap.

Kevin kembali ke mejanya, memikirkan semua gerak-gerik orang-orang yang ada di perusahaan ini. Sebenarnya ada 1 orang yang sangat dicurigai Kevin, orang tersebut adalah OB lantai paling ujung.

Gerak-geriknya sangat mencurigakan, jalan penuh dengan tatapan seperti penjahat, jika melihat seseorang tatapannya sangat sangar. Tadi saat Kevin berkeliling, OB ini selalu menghindar dari orang-orang.

Kevin tampak bersabar untuk mengambil langkah selanjutnya, sambil terus mengamati gerak-gerik OB tersebut. Tasya menepuk pundak Kevin dan berkata, "Ngelamun aja, apa yang kamu pikirkan, Vin? Tadi kena marah apa sama Bu Kesya?"

"Enggak kok, masih terasa nyeri aja wajah yang luka ini hehe," jawab Kevin sambil cengar-cengir.

"Udahlah kita makan siang dulu, santai di kantin yuk," Tangan Kevin ditarik pergi ke kantin.

Mereka makan bersama di kantin, mata Kevin terkadang melihat kanan dan kiri, memperhatikan semua orang yang ada disitu. Setelah makan siang, Kevin dan Tasya kembali ke meja kerjanya masing-masing.

Merasa belum puas, Kevin kembali ke lantai paling atas. Ingin mengamati gerak-gerik OB yang sedang ia curigai. Naik menggunakan lift, saat lift terbuka ternyata OB itu ada di dalamnya. Menggunakan masker dan menatap Kevin dengan tatapan tajam.

Kevin masuk ke dalam, di dalam lift hanya ada Kevin dan OB itu. Kevin berdiri di samping OB tersebut, sambil was-was takut OB itu mendadak menyerang. Sesampainya di lantai atas, Kevin pergi berlawanan arah seolah-olah menghindari OB tersebut.

Saat si OB sudah tidak memperhatikan Kevin, Kevin kembali dan mengintip semua kegiatan OB tersebut. Kevin melihat si OB masuk kedalam gudang, tempat yang sangat mencurigakan. Setau Kevin gudang itu adalah ruangan yang tidak pernah dibuka, karena di ruangan itu pernah ada orang bunuh diri.

Masih bersembunyi, menunggu OB tersebut keluar dari ruangan. Ditunggu lama tidak keluar-keluar, karena bosan menunggu Kevin berjalan mendekati ruangan itu. Pintu ruangan itu ada kaca kecilnya. Niat Kevin ingin mengintip lewat kaca pintu, tapi saat baru keluar dari persembunyiannya terlihat petugas OB keluar dari ruangan.

Kevin kaget kemudian langsung kembali ke persembunyiannya. OB keluar membawa karung besar yang di seret. Sepertinya isi karung tersebut sangatlah berat. Kevin sangat penasaran, sebenarnya apa yang ada di dalam karung tersebut.

Saat OB itu sudah pergi dan tak terlihat lagi, Kevin mulai keluar, berjalan menuju ruangan misterius. Masuk dengan sangat hati-hati, mengamati semua penjuru lorong, saat sudah aman barulah Kevin masuk.

Di dalam ruangan itu banyak sekali barang tidak dipakai, banyak sarang laba-laba dan sangat gelap. Saat sedang melihat ke depan, Kevin melihat ada ruang kecil yang ditutup rapat.

Kevin mendekati ruangan itu, kagetnya Kevin di dalam ruangan itu ada beberapa bercak merah, seperti darah yang masih baru. Di otak Kevin langsung terpikirkan, apa yang ada di ruangan itu apa mayat seseorang.

Sebelum keluar dari ruangan itu, Kevin menemukan ada surat tergeletak di lantai. Kevin mengambilnya dan membaca surat itu. "Saya sudah tau kamu bakal masuk ke ruangan ini, ayo kita bermain, yang kalah akan kehilangan nyawa."

Sialnya Kevin semua gerak-geriknya ternyata sudah diawasi oleh targetnya, semua identitasnya ternyata sudah diketahui. Kevin langsung berlari keluar, mengejar OB yang barusan masuk.

Terlihat OB itu sedang menuju tempat pembuangan sampah, Kevin langsung menarik bajunya, membuka apa yang ada di dalam karung tersebut.

Melihat isinya ternya banyak sekali sampah, "Ada apa, Pak?" tanya OB.

Kevin bertingkah biasa seperti tidak terjadi apa-apa, dan mengatakan, "Enggak papa, tadi saya kira barang saya ada di karung ini."

Kevin pergi meninggalkan OB itu. Melihat Kevin berjalan OB itu tersenyum, senyumnya seperti ada makna jahat di dalamnya. Kevin berhenti, menghadap ke belakang melihat si OB. OB itu menundukkan kepalanya, Kevin masih mencurigai si OB.

Seandainya OB itu juga terlibat bersekongkol dengan target yang dicari Kevin, alangkah sangat berbahayanya. Identitas yang sudah terbongkar ditambah Kevin yang justru sekarang menjadi mainan penjahat.

Kata-kata yang belum bisa dipahami dari surat itu, permainan yang seperti apa yang dimaksud. Dari hari itu Kevin sangat membatasi pergerakan, takut pergerakannya justru membuat si target menjadi marah dan bertindak semaunya.

Keesokan harinya, tim yang akan memeriksa semua karyawan datang. Semua karyawan kaget, tiba-tiba ada sidak dadakan. Satu persatu karyawan dimasukkan ke dalam ruangan khusus. Diperiksa bagian punggung, baik pria maupun wanita.

Ada 2 ruangan yang dipakai, untuk yang pria, petugasnya pria sedangkan wanita petugasnya juga wanita.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!