#3

...Episode 3...

Kevin hanya diam dan masih menundukkan kepalanya. Setelah mengatakan itu, Aldo dan Mega keluar dari ruangan rapat dan pergi ke kursi kerjanya masing-masing. Tasya yang mendengar itu merasa geram, ingin marah.

Tasya memegang pundak Kevin dan berkata, "Sabar Vin, bukan orang mereka itu."

"Iya nggak papa kok," jawab Kevin dengan nada gemetar.

"Biar, nanti aku yang urus mereka berdua!" Tasya berkata dengan nada menahan emosi.

"Udah biarin aja, nanti malah tambah panjang masalahnya. Kita sama-sama kerja, aku maklumi mereka bersikap seperti itu." Kevin tersenyum ke arah Tasya.

"Tapi Vin, mereka udah keterlaluan," ucap Tasya.

"Udah... udah... kita kerja lagi aja, Tasya."

Kevin dan Tasya keluar dari ruangan rapat dan mulai melanjutkan pekerjaannya. Tak jarang Tasya mendengar gunjingan-gunjingan Aldo dan Mega terhadap Kevin. Lama kelamaan, Tasya risih mendengar perkataan mereka berdua.

"Kerja itu pakai otak, bukan pakai mulut!!" teriaknya Tasya ke arah Aldo dan Mega.

"Gak usah ikut campur, emang lu itu siapanya si culun? Segitunya belain dia," jawab Mega.

"Lu suka sama si culun?" tanya Aldo. Pertanyaan mengejek, Aldo tertawa.

Emosi Tasya sudah tak terbendung. Suara keras gebrakan meja terdengar. Tasya berdiri dan menantang mereka berdua.

"Nggak usah banyak omong, sini lu berdua, kalau mau ribut. Dikiranya gw takut sama lu berdua!" bentak Tasya.

Mega yang terpancing emosi langsung mendatangi Tasya, mereka mulai berkelahi. Tak di sangka, Tasya jago ilmu beladiri. Ditinju dan dibantingnya Mega sampai tidak bisa bergerak.

Kevin yang melihat hal itu malah kebingungan harus melakukan apa.

"Sini Do, biar gw hancurin sekalian tulang leher lu," ucap Tasya dengan bentaknya ke arah Aldo.

Aldo yang melihat Mega kesakitan di lantai dan lincahnya Tasya membanting temannya itu, mulai merasa takut. Padahal, Aldo laki-laki. Karyawan lain yang lewat di depan ruangan meraka, mulai berkerumun dan menonton keributan itu.

"Sekali lagi, lu berdua ngatain Kevin, gw buat nyesel lu berdua seumur hidup!" bentak Tasya.

Suara gemuruh di luar ruangan mulai terdengar, Pak Tio tiba-tiba masuk ke ruangan dan berkata, "Ada apa ini?"

"Dia duluan Pak yang buat gara-gara." Tangan Tasya menunjuk ke arah Mega.

"Kalian bertiga masuk keruangan saya!" ucap Pak Tio.

Kevin yang masih kebingungan hanya bisa diam dan menunggu di tempat duduknya. Karyawan lain yang melihat Kevin diam saja di kursinya, merasa kesal. Karena, sudah di bela tapi tidak ada pergerakan untuk gantian membela temannya di depan Pak Tio.

Untuk hal seperti ini, Kevin bukannya tidak mau membela. Tapi, memang Kevin tidak paham harus berbuat apa. Pergaulan dan lingkungan main yang sangat sempit membuat Kevin hanya tau rumah dan teknologi saja. Kevin sangat jarang berkumpul main dengan temen seusianya.

Sejak masih kecil dan sampai sudah dewasa seperti ini, Kevin tidak tau yang namanya cinta, dan dicintai oleh kekasih. Jangankan memiliki pacar, di datangi wanita cantik pun, Kevin gemetaran.

Terdengar suara dari luar, "Ngapain ya... Tasya mau belain orang gak tau diri itu."

Kevin yang sudah biasa mendengar kalimat-kalimat bully, saat mendengar perkataan barusan, membuat hatinya sedih. Merasa dirinya seperti sampah dan tak ada yang mau menemaninya.

Tak lama, Tasya, Aldo, dan Mega keluar dari ruangan Pak Tio. mereka masing-masing membawa kertas yang berisikan pernyataan perjanjian.

Tasya pergi mendekati Kevin dan berkata, "Santai aja Vin, masalahnya udah beres."

"Maaf gara-gara aku, kamu jadi dapat masalah." Kevin berkata dengan nada lirih.

"Bukan gara-gara kamu, tapi gara-gara mereka berdua!" Tasya mengacungkan jarinya ke Mega dan Aldo.

Karena Aldo dan Mega mulai merasa takut dengan Tasya, mendengar perkataan Tasya, mereka hanya menunduk dan pura-pura tidak dengar.

"Makasih Tasya," ucap Kevin.

Tasya tersenyum dan tertawa. "Kamu ini Vin... Vin... besok ikut aku latihan karate, biar perkasa dikit haha," ucap Tasya, meledek Kevin.

Kevin hanya tersenyum. Setelah kejadian itu, Mega dan Aldo tidak pernah menggunjingkan Kevin lagi di ruang kerja mereka. Rasa kesal dan marah masih menyelimuti hati Aldo dan Mega.

Saat di luar kantor, Aldo dan Mega tetap menggunjingkan Kevin. Jam istirahat, mereka berdua makan di kantin. Aldo berkata, "Kalau aja si culun itu enggak di bela Tasya, udah abis tuh culun sama gw!"

"Lu kan laki-laki, masa takut sama Tasya!" ucap Mega.

"Sapa juga yang takut, gw nggak enak aja mau mukul perempuan!" jawab Aldo.

Dari belakang tiba-tiba ada seseorang menjambak rambut Aldo. Kaget dan tak terima rambutnya di jambak, Aldo berdiri dan melihat orang yang menjambak. "Oh... lu nggak takut ya?" Mata Tasya mendelik ke arah muka Aldo.

"Adu... du... sakit... Tas, ah enggak, bercandaan aja kok..."

"Tadi gw denger lu ngomongin Kevin lagi, kan?" tanya Tasya.

Mega yang ketakutan hanya diam. "Enggak kok salah denger aja, itu... yang ngomongin Kevin!"

Aldo menunjuk orang di sebelah meja makannya.

Tasya melepaskan rambut Aldo, dengan kompak Aldo dan Mega lari, sambil berkata "Kabur...."

"Awas lu berdua, liat aja!" teriak Tasya.

Tasya kembali ke ruang kerja. Melihat Kevin yang sedang sibuk dengan layar monitor. Tasya mendekati Kevin dan berkata, "Vin, kamu enggak istirahat?"

"Udah kok, tadi aku makan bontotku di sini," jawab Kevin.

"Oiya Vin, aku kan udah mulai nyicil rangkaian jalur kelistrikan untuk desain mobil baru. Tapi, aku kesulitan. Kalau ada waktu luang, bisa bantu aku nggak?" Tasya berkata, mukanya memelas.

"Bisa, nanti aku bantu. Mungkin hari minggu aku bisanya," jawab Kevin.

"Besok berarti ya, hari ini kan hari Sabtu. Oke kita nongkrong di kafe langganan ku aja, enak tempatnya," ucap Tasya sambil tersenyum.

"Oke," kata Kevin.

Aldo dan Mega yang mendengar obrolan Tasya dan Kevin, merasa gelisah. Desain mobil baru yang dikerjakan mereka berdua, hanya Kevin yang paham. Baik tata letak mesin dan ukuran volume dalam mobil.

"Gimana ini? Jujur gw belum ada gambaran desain interior yang pas untuk desain mobil baru ini," ucap Mega kepada Aldo.

"Sama, gw juga belum ada gambaran mesin yang cocok untuk mobil ini," jawab Aldo.

Aldo dan Mega hanya bisa menggaruk kepalanya. Kebingungan, karena menurut mereka berdua, tidak mungkin meminta bantuan si culun, setelah perlakuan mereka terhadap Kevin.

Ditambah, mereka masih kesal dengan Kevin. Gengsi yang tinggi dan akhirnya membuat mereka percaya diri bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa bantuan Kevin.

"Liat mereka berdua Vin, pasti pusing bukan main, karena desain mobil baru." Tasya berbisik kepada Kevin.

Kevin kasian melihat Aldo dan Mega. Kemudian mendatanginya dan menawarkan bantuan. Bukannya menerima bantuan dari Kevin, Aldo dan Mega malah...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!