#12

...Episode 12...

Sesampainya di rumah, "Vin, kenapa bajumu berlumuran darah?" ucap ibunya, terlihat panik dikira Kevin terluka.

"Enggak papa, Bu. Temen Kevin tadi ada yang kecelakaan, Kevin tolongin," jawab Kevin.

"Siapa?" tanya ibunya.

Kevin menjawab, "Mega, temen sekantor Kevin. Udah enggak papa kok, udah di operasi tadi. Tinggal pemulihan aja."

"Yasudah sana mandi!"

Kevin kemudian bergegas mandi dan meminta ibunya menyiapkan air panas untuk di bawa ke RS. Setelah mandi dan semua barang-barang yang akan dibawa sudah siap, Kevin tak langsung pergi.

Di kamarnya, Kevin malah membuka komputer, mulai menyelesaikan pekerjaan Mega. Tidak perlu waktu yang lama, Kevin sudah menyelesaikannya. "Sudah selesai, besok hanya tinggal laporan," ucap Kevin.

Setelah menyelesaikan pekerjaan Mega, Kevin bergegas pergi ke RS. Sesampainya di RS, Kevin melihat ada beberapa orang menjenguk Mega. Orang-orang itu adalah teman kantor termasuk ada Pak Tio.

Tak lama rombongan teman-teman kantor kemudian pergi. Di ruangan itu hanya ada aku, Tasya, dan Mega. Tangan Mega bergerak, isyarat menyuruh Kevin mendekat.

Suaranya lirih, berkata dengan Kevin, "Aku minta maaf Vin, sudah banyak salah denganmu."

"Iya enggak papa, sudah ku maafkan sebelum kamu berbuat salah denganku," jawab Kevin. Kevin tersenyum.

Mendengar perkataan Kevin, seketika Mega meneteskan air matanya. Merasa sangat menyesal pernah mengolok-olok Kevin, menghina, dan membencinya.

Orang yang Mega benci sekarang menjadi penyelamat hidupnya. Mega mendengar perjuangan Kevin menolongnya dari Tasya. Air mata Mega tak berhenti menetes.

Mengingat begitu jahat perlakuan dirinya terhadap Kevin. Maaf dan kata maaf yang bisa Mega ucapkan. "Oiya untuk pekerjaan besok, sudah aku selesaikan semua. Nanti biar aku yang presentasi tugas Mega," ucap Kevin.

Tangan Mega menutup mukanya, menahan tangis dan berkata, "Ya Allah... Vin... aku enggak tau harus ngomong apalagi, makasih banyak."

"Kita ini tim, kan? Jadi harus saling membantu," ucap Kevin, matanya menunduk dan dengan gaya culunnya.

Tasya tertawa melihat tingkah Kevin, seperti orang salah tingkah. Tasya berkata, "Memang hebat teman kita satu ini," sambil menepuk pundak Kevin.

"Mega, kamu istirahat aja. Biar kita tunggu disini." lanjut kata Tasya.

"Makasih ya... kalian udah baik banget sama aku. Aku enggak ngantuk kok," ucap Mega. Matanya padahal dari tadi merem-merem.

"Udah enggak usah bohong, kamu pasti lemas dan ngantuk karena pengaruh obat. Udah enggak usah bantah kamu tidur aja!" Bentak Tasya. Bentaknya wujud perhatian Tasya.

Mega hanya diam dan perlahan memejamkan matanya. Kevin dan Tasya menunggu di ruangan itu. "Kamu lapar enggak, Vin?" tanya Mega.

"Lapar," jawab Kevin sambil memegang perutnya.

"Aku juga lapar, yasudah kamu tunggu disini sebentar biar aku beli makan," ucap Tasya.

Kevin hanya mengangguk. Tasya keluar dan Kevin menunggu. Suara telpon terdengar, Kevin melihat Hp. Ternyata telpon dari pak Tio.

"Halo Pak," jawab Kevin.

Pak Tio berkata, "Kevin, jangan lupa siapkan semua untuk desain mobil terbaru kita. Saya tau kamu sibuk ngurus Mega tapi, atasan pusat minta besok di presentasikan."

"Siap Pak." Kevin berkata dengan spontan singkat padat dan jelas.

"Sip, yasudah saya matikan telponnya." Telpon dimatikan Pak Tio.

Melihat Mega yang berbaring lemas, Kevin tak sampai hati jika harus pulang ke rumah. Hari itu sebenarnya badan Kevin kurang sehat, Kevin sedang flu.

Tak lama kemudian Tasya kembali membawa banyak makanan. Kevin dan Tasya makan bersama. Di sela-sela mereka makan, Tasya berkata, "Vin, nanti kamu pulang aja untuk persiapan besok presentasi. Aku tunggu disini, kebetulan aku masih males pulang ke rumah."

"Serius Tas, enggak papa aku tinggal pulang?" tanya Kevin.

Tasya menjawab, "Iya enggak papa, besok mungkin aku enggak bisa ke kantor. Kamu enggak papa kan Vin, presentasi tugas Mega sekaligus tugasku?"

"Enggak papa... toh memang sudah aku siapkan semua kecuali tugasnya Aldo," kata Kevin.

Mendengar nama Aldo wajah Tasya terlihat kesal, dan berkata, "Biarin Aldo presentasi dengan hasil kerjanya sendiri!"

"Oiya Tas, kenapa kok kamu males pulang?" tanya Kevin. Kevin penasaran, karena ia sering melihat Tasya melamun.

Tasya tersenyum tipis, berkata, "Enggak papa kok Vin, bosen aja di rumah hehe."

"Kamu bohong ya?" Kevin berbicara sambil jarinya menunjuk ke arah Tasya.

Tasya langsung merespon dengan galaknya berkata, "Enggak bohong! Cari masalah kamu Vin?"

Kevin langsung ampun-ampun melihat ekspresi Tasya. Tasya tertawa-tawa, "Makasih ya, Vin." ucap Tasya dengan tulus.

"Makasih untuk apa?" tanya Kevin.

"Makasih udah jadi temenku dan banyak membantu." Tasya untuk sekali lagi tersenyum dengan manisnya.

Melihat Tasya tersenyum, Kevin malah salah tingkah. Kebingungan dan akhirnya hanya menundukkan kepalanya. Tak terasa sudah larut malam. "Vin, sana kamu pulang!" ucap Tasya.

Kevin melihat jam tangannya, ternyata sudah pukul 22.00 WIB. "Yasudah aku pulang," jawab Kevin.

Tak banyak basa-basi, Kevin langsung keluar dari ruangan itu. Mencari ojek dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Kevin langsung tidur.

Keesokan harinya, Kevin berangkat pagi-pagi ke kantor dan langsung menuju ruangan rapat. Menyiapkan semua bahan presentasi di setiap meja. Tak lama kemudian Aldo datang.

"Jangan sombong lu culun, liat kerjaan gw bakal jauh lebih baik dari pada kerjaan lu!"ucap Aldo. Aldo duduk di kursi yang sudah di sediakan.

Setelah semua perlengkapan untuk presentasi siap, tak lama datang seorang petinggi perusahaan dan di temani Pak Tio. Kagetnya Kevin saat melihat petinggi tersebut.

Petinggi perusahaan itu ternyata wanita yang pernah ditemuinya di China. Wanita itu bernama Kesya. Kesya masih belum paham dengan Kevin. Kevin yang paham merasa sedikit malu dan sedikit-sedikit menundukkan kepalanya.

Rapat akhirnya dimulai, Kevin berdiri dan maju ke depan, mulai mempresentasikan hasil kerjanya. Bukan hanya hasil kerjanya, tapi hasil kerja Tasya, dan Mega.

Semua dijelaskan dengan rinci dan sangat jelas. Kesya merasa sangat kagum dengan Kevin. "Baru kali ini saya memiliki karyawan yang sangat luar biasa," ucap Kesya.

Aldo yang mendengar pujian itu merasa kebakaran jenggot. Hatinya panas, dipenuhi rasa iri dan benci. Aldo langsung maju ke depan dan meminta Kevin duduk.

Kebetulan kursi di sebelah Kesya ini kosong, Saat Kevin berjalan menuju kursinya, Kesya berkata, "Kevin duduk di sebelah saya, saya ingin bertanya tentang desain ini lebih lanjut."

Kevin merasa kebingungan, tapi perlahan jalan menuju kursi di sebelah Kesya. Kecanggungan dan terlihat tingkah Kevin yang aneh, seperti orang menghindar, Tasya malah memperhatikannya.

Memperhatikan muka Kevin, "Sepertinya kita pernah ketemu, tapi dimana ya," ucap Kesya. Tatapannya tajam memperhatikan muka Kevin.

Kevin langsung menjawab, "Sepertinya hanya perasaan Ibu saja, saya merasa belum pernah bertemu dengan Ibu."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!