...Episode 13...
Kesya kemudian tersenyum dan semua orang di ruangan rapat mulai fokus memperhatikan Aldo presentasi. Aldo memulai presentasinya, semua di jelaskan dengan sangat berantakan.
Kesya yang sebagai petinggi perusahaan juga bingung, desain yang di buat Aldo sangat tidak cocok dengan desain yang di buat Kevin.
"Mesin yang kamu rancang di desain ini, menurut saya sangat tidak cocok," ucap Tasya.
Aldo hanya diam, semakin kesal dengan Kevin. desain ini dibuat Aldo tidak sama sekali merujuk pada desain yang dibuat Kevin. Bahkan dari letak mesin dan kecepatan sangat tidak sesuai.
Body mobil, Kelistrikan, dan interior dibuat dengan sangat pas. Body di buat untuk kecepatan yang luar biasa, kelistrikan yang di rancang besar tujuannya menunjang kinerja mesin.
Interior sangat mewah. "Kinerja mesin yang kamu rancang sangat lemah tidak pantas di pasang mobil sport," ucap Kesya.
Mendengar perkataan Kesya, Pak Tio melotot ke arah Aldo. Kesya melanjutkan perkataannya, "Perbaiki mesinnya! Kemudian coba rakit semua desain yang sudah di buat."
"Tunggu sebentar Bu, Aldo memiliki desain 1 lagi," ucap Kevin.
Semua mata melihat Kevin, dan bingung. Akhirnya Kesya mau menunggu. Kevin mengajak keluar Aldo, "Aku punya desain mesin yang cocok, kamu pakai aja Do," ucap Kevin.
Situasi yang mendesak akhirnya Aldo menerima desain yang di buat Kevin. Sedikit demi sedikit Kevin menjelaskan tentang desain yang di ia berikan.
Aldo sedikit paham, mereka berdua masuk ke ruangan. Ternyata Kevin sudah mempersiapkan semuanya, seperti memprediksi akan ada kejadian tersebut.
Aldo mulai mempresentasikan desain yang diberikan Kevin. Aldo berbicara terbata-bata, sedikit-sedikit berhenti. Walaupun penjelasannya sedikit sulit dipahami, tapi Kesya paham maksudnya.
"Nah, ini baru cocok!" Kesya mengucapkannya secara lantang. Kesya tersenyum.
Kesya paham bahwa desain yang baru di presentasikan oleh Aldo adalah buatan Kevin. Di ruang rapat itu Kesya berkata dengan Aldo, "Perbaiki kerjamu, jika masih ingin di perusahaan ini! Saya terima desain ini dan segera rancang mobilnya."
Pak Tio mengacungkan jempolnya ke arah Kevin. Kevin hanya tersenyum. "Sebentar!" ucap Tasya, untuk kedua kalinya Kesya memperhatikan muka Kevin.
Kesya tersenyum melihat muka Kevin. Kevin salah tingkah. Kesya mengarahkan tangannya ke arah Kevin, meminta berjabat tangan. Kevin merespon, mereka saling berjabat tangan.
"Terimakasih, Kevin," kata Kesya. Muka Kesya mendekat dan mulutnya mendekat ke telinga Kevin, kemudian berbisik, "Tembok China." Senyum dan mengedipkan mata, Kesya pergi keluar ruangan.
Kevin yang terkejut, ternyata Kesya mengenalinya. Ekspresinya seperti orang aneh, melongo matanya tak berkedip. Aldo berjalan keluar ruangan, berpapasan dengan Kevin, berkata, "Jangan sombong lu, culun."
Sudah dibantu, tapi perlakuannya masih saja buruk. Kevin hanya tersenyum, tak peduli dengan sikap Aldo. Setelah selesai rapat, Aldo langsung di panggil ke ruangan pak Tio.
Saat di ruangan, Aldo langsung kena semprot, dimarah-marah. "Untung ada Kevin! 1 kali lagi kamu buat kesalahan, perusahaan tidak bisa mempertahankan, mu!" Pak Tio menggebrak mejanya.
Aldo hanya menundukkan kepalanya, di dalam hati berkata, "Lagi-lagi karena si culun."
"Sudah, Keluar!" bentak Pak Tio.
Kevin duduk di kursinya, masih terngiang-ngiang suara Kesya di telinganya. Melihat ke arah depan ruangan, tiba-tiba Kesya lewat dengan beberapa anak buahnya. Kesya tidak memperhatikan kanan kiri, karena sedang berjalan sembari berdiskusi.
Kevin hanya memandanginya berjalan, hatinya berbunga-bunga. "Apa ini yang dinamakan jatuh cinta?" Kevin berbicara sendiri. Wajahnya memerah, dan senyum-senyum sendiri.
Suara telpon berbunyi, Kevin mengangkat telpon tersebut. Tasya menelpon menanyakan hasil rapat. "Vin, gimana rapatnya?" tanya Tasya.
"Aman Tas, semuanya lancar terkendali haha," Kevin menjawab dengan santainya sambil tertawa-tawa.
"Sahabat kita Mega memang hebat, gimana kerjaan Aldo?"
"Nanti aku ceritakan langsung aja, gimana keadaan Mega?" tanya Kevin.
"AMAN VIN... kondisiku sudah baikan," ucap Mega.
Tasya tertawa, mendengar suara mega yang keras tapi ekspresi mukanya seperti menahan rasa sakit. "Yasudah aku matikan telponnya, sepulang kerja aku ke sana. Kita gantian Tas, kamu pulang dulu," ucap Kevin.
Tasya belum menjawab, tapi Kevin langsung mematikan telponnya. "Dasar, enggak sopan!" ucap Tasya.
Kevin melanjutkan pekerjaannya, menyelesaikan semuanya tentang desain mobil itu, supaya bisa langsung di rakit dan di uji coba.
Saat jam istirahat, tumbennya Kevin keliling setiap lorong kantor. Berjalan sendirian melihat setiap orang yang lewat. Kadang matanya memperhatikan karyawan lain sibuk bekerja.
Kevin seperti sedang mencari seseorang. Tak sengaja, Kevin bertemu dengan Kesya bersama rombongan. Kesya yang menjaga wibawanya sebagai bos, hanya tersenyum dengan Kevin.
Begitu pula dengan Kevin membalas dengan senyumnya, meski tertarik dengan Tasya, tapi Kevin sadar diri bahwa dirinya hanya karyawan di perusahaan itu.
Setelah Kesya dan rombongannya pergi, Kevin melanjutkan berkeliling kantor. Semua sudut kantor sudah ia lihat. Setelah berkeliling, Kevin kembali ke ruang kerjanya.
Duduk dan mengeluarkan selembar kertas, kemudian menulis sesuatu di kertas tersebut. Selesai menulis, Kevin melipat kertas itu dan di masukkan ke dalam amplop.
Di simpannya amplop itu di tas. Kevin mengambil bekalnya kemudian makan siang. Tidak tau apa yang sedang dicari Kevin, tingkahnya mencurigakan.
Pak Tio melihat Kevin yang berkeliling, mendatanginya, dan bertanya, "Vin, ngapain kamu jalan setiap sudut kantor?"
"Enggak papa Pak, saya cuma ingin lihat-lihat," jawab Kevin.
"Oh... yasudah," ucap Pak Tio. Setelah itu, Pak Tio pergi masuk ke ruangannya.
Sepulang kerja, Kevin tak langsung ke rumah sakit. Pulang dan membereskan semua barang-barangnya. Kemudian berbaring di tempat tidurnya, masih membayangkan senyumnya Kesya.
Senyumnya sangat manis. Kevin membayangkan bisa jalan berdua bersamanya, bergandengan tangan, dan menikah dengan bos nya itu. Sungguh keinginan yang sangat sulit diwujudkan.
Kesya adalah CEO perusahaan tempat ia bekerja, mana mau dengan Kevin yang hanya karyawan biasa, ditambah gayanya yang culun. Membayangkan sambil senyum dan tertawa sendiri.
Cerita beralih ke Kesya yang baru saja pulang ke apartemennya. Kesya pun sama masih memikirkan Kevin. Kesya tak menyangka orang yang dulu pernah ditemuinya saat berada di China, sekarang adalah karyawannya sendiri.
"Kevin, walaupun culun ternyata otaknya luar biasa, dan pekerjaannya sangat bagus," ucap Kesya.
Terdengar suara telpon berdering, Kesya melihat Hp. Ternyata kakeknya yang menelpon. "Iya Kek, kenapa?" ucap Kesya.
"Kesya, nanti malam ikut kakek, makan bersama dengan keluarga teman kakek," jawab Kakek Kesya.
Kesya tau, maksud makan malam bersama itu adalah ia akan di jodohkan. "Kek... Aku enggak bisa, ada pertemuan dengan Klien," jawab Kesya.
Kesya adalah wanita yatim piatu, ibu dan ayahnya meninggal saat usianya 7 tahun. Sejak kecil Kesya dirawat oleh kakeknya. Akhir-akhir ini Kesya sedang di tekan oleh kakeknya untuk cepat-cepat menikah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments