...Episode 18...
...~Identitas Asli Kevin~...
Berlari dengan cepatnya, tangannya seperti memegang sesuatu di pinggang. Barang yang di pedang Kevin tersembunyi tertutup kaosnya. Sampailah Kevin di gedung tua yang sudah tak dihuni. Kevin mulai menarik tangan dari dalam kaos.
Hal yang sangat mengejutkan, barang yang dari tadi dipegangnya adalah senjata api. Melihat kanan kiri, depan belakang, seperti seorang tentara yang sedang berperang. Mencari dan mencari akhirnya keluar seseorang dari arah depan tembok yang gelap.
"Santai Bro... santai... turunkan senjatamu," ucap pria misterius yang muncul itu.
"Dimana Ibuku!" dengan lantangnya Kevin berteriak.
"Ibumu ada di tempat yang aman, kalau ingin ia selamat turunkan dulu senjatamu, kita ngobrol, oke?" Setelah mengatakan itu pria tersebut tertawa.
Kevin menurunkan senjatanya, "Nah... kan enak," lanjut kata pria itu.
"Masalah kita enggak ada hubungannya dengan keluar gw!" Mata Kevin melotot, emosinya sangat memuncak.
"Lu ingat Vin, waktu kita pendidikan militer selama 2 tahun, lu selalu dapet penghargaan nomer 1, dan gara-gara lu, gw harus dikeluarin dari militer, INGAT ENGGAK LU, HAA!" bentak pria itu.
"Bukan gara-gara gw, tapi gara-gara ambisi lu!" jawab Kevin.
"Gw cuma salah tembak, itupun kesalahan informasi dari lu mangkanya gw bisa salah sasaran,"
"Informasi yang gw kasih semuanya sudah benar, lu kurang teliti dan asal ambil keputusan," kata Kevin.
"Udah mending lu diem, hari ini gw ada topik obrolan baru hahaha...."
"Lepasin dulu ibu gw!" bentak Kevin.
"Nanti gw lepasin setelah gw selesai cerita."
Kevin diam dan mencoba menenangkan diri, mencoba untuk mendengarkan semua perkataan pria itu.
Pria itu mulai bercerita, "Vin, gw tau lu masih jadi yang nomer 1, meski ada kabar bahwa lu sudah dikeluarkan dari tim intelijen negara. Sebenernya gw gak percaya seorang Kevin yang memiliki kemampuan luar biasa dipecat dengan alasan sepele, mustahil." Pria itu berbicara sambil merokok.
Pria itu berkata lagi, "Kevin, seorang intelijen ranking 1, Kevin yang memiliki kemampuan tembak di atas rata-rata, IQ di atas rata-rata, sekarang harus mengemis meminta kepada intelijen gagal sepertiku hahahaha."
"Sekarang gw udah enggak ada sangkut pautnya sama intelijen, jadi tolong lepasin ibu gw," ucap Kevin.
"Sabar dulu Vin, Gw ini masih ngomong. Lu ingat, waktu di Eropa menjadi mata-mata negara untuk organisasi terlarang. Prestasi yang luar biasa, sekelas organisasi besar lu habisin semuanya enggak sisa sama sekali," Pria itu tepuk tangan.
"Menyamar sebagai mahasiswa culun, bahkan mendapat prestasi di bidang akademik. Padahal tujuan lu ke sana cuma mau mencari keberadaan organisasi tersebut. Setelah itu lu berangkat ke China, bukan untuk liburan tapi untuk memastikan keberadaan gw di bukan?" tanya pria itu.
Kevin hanya diam tak menjawab sedikitpun pertanyaan dari pria tersebut.
"Sayang Vin, Gw udah enggak ada di China waktu itu, tapi enggak sia-sia hari ini lu bisa ketemu gw, sahabat lama lu di badan intelejen. Salah enggak kalau gw bilang, sekarang lu ditugaskan untuk menghabisi gw?" tanya pria itu lagi.
Kevin menjawab, "Gw kan udah bilang gw udah dipecat."
"Udah jangan bohong Vin, kita selesaikan masalah kita hari ini, siapa yang akan hilang, gw apa lu, bahkan sekarang lu masih aja nyamar menjadi pria culun di salah satu perusahaan. Lu kenal yang namanya Kesya?" Pria itu terlihat seperti mengancam Kevin.
"Mau apa lu sama dia, dia lebih enggak ada hubungannya dengan masalah kita!" ucap Kevin.
"Gw denger salah satu karyawannya malam ini di tangkap kepolisian terduga sebagai anggota organisasi terlarang juga, pasti dong polisi tau dari siapa lagi kalau bukan intelijen. Orang yang ditangkap itu adalah ketua organisasi tersebut, lu pasti taulah, lu kan intelijennya."
"Udah enggak usah banyak omong, langsung intinya aja, lu maunya apa?!"
"Woi! denger dulu! Hari ini gw udah capek lari terus, kita duel tangan kosong sampai salah satu dari kita hilang, kita buktikan lu apa gw yang hebat! sekarang buang semu senjata lu," ucap pria itu sambil membuang senjatanya juga.
Kevin membuang senjatanya juga, dan pertarungan mereka mulai terjadi. Singkat cerita Kevin kembali bersama ibunya. Kesimpulannya Kevin yang menang dalam pertarungan itu.
Semua rahasia Kevin mulai sedikit demi sedikit terbongkar, Kevin ternyata adalah seorang intelijen negara. Kembali diwaktu Kevin dipanggil tentara saat sedang kuliah, duduk di dalam ruangan tertutup dan dijaga pengawal.
Negara yang mengetahui potensi kecerdasan Kevin waktu itu, mulai merekrutnya untuk bekerja dan mengabdi untuk negara. Dulu Kevin mengatakan kepada teman-temannya saat malam iya bekerja, sebenarnya Kevin tidak bekerja tapi melakukan pelatihan militer. Selama 2 tahun Kevin ditempa menjadi tentara yang kuat.
Bukan hanya kuat fisik, tetapi juga mempelajari semua keilmuan tentang intelijen. Setelah matang Kevin dikirim ke banyak negara untuk memata-matai organisasi terlarang yang sangat berbahaya.
Sebelum direkrut sebagai intelijen, Kevin hanyalah pria culun, setelah mendapat pelatihan militer Kevin menjadi sangat perkasa. Misi yang sedang di jalaninya sekarang adalah memata-matai jaringan bandar narkoba besar.
Yang sudah dijelaskan pria misterius itu bos bandar narkoba itu bekerja di perusahaan tempat Kevin bekerja sekarang. Saat menyusuri lorong kantor waktu itu sebenarnya Kevin sedang mencari informasi lebih lanjut dan memastikan targetnya.
Kevin yang menulis surat dan dimasukkan amplop sebenarnya yang ditulis itu adalah informasi dan data-data terkait dengan bandar tersebut. Surat itupun ditulis dengan kode bukan dengan huruf alfabet, tujuannya agar tidak diketahui oleh orang lain atau menghindari kebocoran informasi.
Kevin yang waktu itu duduk di atas rumah, berbicara seolah-olah sedang memecahkan masalahnya dengan Aldo dan Mega sebenarnya sedang mengelabui pembaca novel ini hehe.
Sebenarnya pria misterius itu namanya adalah Alex. Sudah lama Kevin mencari Alex, Kevin ditugaskan untuk menghabisi Alex. Alex pergi dari intelejen setelah mendapat hukuman sebagai pembunuh. Waktu itu Alex yang kurang fokus dalam bekerja salah menembak salah satu tawanan pelaku kejahatan, dan di anggap sebagai suatu tindakan kejahatan.
Alex tak terima dipenjara, sampai pada akhirnya terpikirkan olehnya untuk kabur dari penjara. Seorang intelijen yang berhianat akan sangat berbahaya untuk keamanan negara dan identitas rekan-rekannya. Itulah alasan negara mencari Alex dan mau tidak mau harus dihabisi.
Dengan luka lumayan parah, Kevin menggendong ibunya keluar dari gudang itu. Ibunya masih tidak sadarkan diri, Kevin berharap ibunya jangan terbangun saat Kevin masih dalam kondisi seperti ini. Berbahaya jika ibunya tau kalau anaknya adalah intelijen negara. Masih ada tugas yang harus Kevin selesaikan di tempat kerjanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments