...Episode 19...
Melihat kondisi ibunya yang tidak terluka sama sekali, tidak sadar karena obat bius, Kevin tak membawanya ke rumah sakit. Sampailah Kevin di rumahnya, membaringkan ibunya di kamar, kemudian Kevin bergegas membersihkan semua badannya.
Keluar dari kamar mandi, Kevin melihat ibunya sudah sadarkan diri. Kevin bergegas mendatangi ibunya, "Bu, Ibu enggak papa?" tanya Kevin.
"Enggak papa, memang ibu kenapa?"
Mendengar perkataan ibunya, Kevin merasa lega karena ibunya tidak ingat kejadian itu. "Enggak papa Bu, aku khawatir aja sama ibu soalnya tidurnya pulas banget," jawab Kevin.
"Vin tadi ibu mimpi, ada pria misterius yang menculik ibu, serem banget."
"Ibu, kelamaan tidurnya mangkanya Ibu mimpi yang enggak-enggak haha...."
"Iya kali ya, kepala ibu juga pusing banget, mukamu kenapa banyak luka gitu?"
"Jatuh di kamar mandi barusan, yasudah Bu istirahat saja," ucap Kevin.
"Ibu mau kebelakang sebentar, Ayah belum pulang ya?" tanya ibunya sambil berjalan ke belakang rumah.
"Belum Bu," jawab Kevin kemudian masuk ke kamarnya.
Kevin masih memikirkan Alex. Alex yang sudah sekian lama bersembunyi tiba-tiba berani muncul dan menantang Kevin. Lama memikirkan alasan kenapa Alex berani muncul, akhirnya sedikit demi sedikit Kevin mengerti. Kesimpulan Kevin bahwa Alex sudah lelah bersembunyi, ingin mengakhiri ini semua.
Sebelum kematiannya, Alex justru memberikan sedikit petunjuk terkait dengan orang yang dicari oleh Kevin. Saat sedang sekarat Alex mengatakan, orang yang Kevin cari adalah orang yang dekat dengan Kevin.
Tugas terakhir di perusahaan Kevin kerja adalah menangkap salah satu bos pengedar narkoba jaringan internasional, orang ini sangat berbahaya dan sangat sulit dicari. Anak buahnya sangat banyak, salah bertidak sedikit nyawa yang jadi taruhannya.
Kevin terus berfikir, berfikir jika orang itu adalah Aldo sepertinya tidak mungkin Karena Kevin sudah mengetahui semua informasi tentang Aldo. Kondisi Kevin sekarang yang masih lemah dan lelah membuat otaknya sulit berfikir, Akhirnya Kevin memutuskan untuk tidur dan memikirkannya besok lagi.
Sedangkan ibunya terlihat sedang duduk sendirian di belakang rumah menunggu ayah Kevin pulang. Mata yang baru terpejam dikagetkan oleh suara telpon yang berdering, diangkatnya telpon itu oleh Kevin, "Siapa?" tanya Kevin.
"Kesya, Vin kamu belum mau tidur kan?" Kesya bertanya balik.
"Oh Ibu, maaf Bu barusan saya mau tidur, ada yang bisa saya bantu Bu?"
"Maaf ganggu ya Vin, saya cuma mau ngobrol aja, yasudah tidur aja."
"Oke Bu," jawab Kevin dengan datarnya.
Telpon langsung di matikan oleh Kevin, sedangkan Kesya terlihat sangat kesal. Kesya menggerutu, "Dasar enggak sopan masa dia yang matiin."
Kesya yang sedang tidak bisa tidur, otaknya selalu memikirkan Kevin, malah di tanggapi dingin. Kesya yang merasa gerah kemudian mengganti bajunya, badan yang mulus, kulitnya sangat putih dan terawat, malam itu rambutnya di ikat, Kesya terlihat sangat cantik.
Seandainya Kesya tau Kevin adalah pria yang sangat maco dan keren pasti rasa ketertarikannya semakin bertambah. Kesya saat berbaring untuk tidur memandangi foto Kevin yang ada di HPnya.
"Imut," ucap Kesya. Setelah itu Kesya tertidur pulas.
Keesokan harinya, Kevin kembali kepada penyamarannya, menjadi pria culun. Berangkat kerja dengan muka yang lebam. Sesampainya di kantor, sudah ada Tasya, Aldo. Pak Tio sudah ada di ruangannya.
Tasya mendatangi Kevin, menanyakan luka-luka yang ada di wajah Kevin. Kevin hanya menjawab luka itu karena jatuh. Tasya berkata, "Vin... Vin, bisanya jatuh sampai lebam-lebam gini."
"Iya, tapi udah enggak papa kok," ucap Kevin.
"Vin, kamu udah denger belum, ada karyawan yang ditangkap polisi. Katanya salah satu bos bandar narkoba," ucap Tasya.
"Siap Tas? Aku malah baru denger."
"Aku lupa namanya, serem banget ya masa di kantor ada mafia."
"Iya serem banget, pasti nanti ada pemeriksaan menyeluruh di kantor, kerjaan kita kan jadi terhambat," ucap Kevin.
"Pastilah, tapi santai kita kan udah semua, tinggal tunggu acc pusat terus mulai perancangan produk baru kita. Oiya besok kita rapat akhir untuk desain ini."
"Akhirnya... kita bakal liat mobil tercanggih dan tercepat yang kita desain," ucap Kevin sambil tersenyum lebar.
"Yoi... tos dulu." Mereka saling tos.
Aldo yang melihat mereka berdua merasa kesepian dan sudah tak ada karyawan yang mau menemaninya. Aldo hanya diam, dan merenung. Suasana yang santai berubah menjadi tegang saat Kesya masuk.
Tasya berlari kembali ke mejanya dan Kevin langsung berpura-pura kerja memandangi monitornya. "Selamat pagi," ucap Kesya kepada semua orang yang ada di ruangan.
"Pagi Bu..." jawab Tasya dan Aldo.
Kevin hanya diam tak berkata apapun. Kesya melirik kearah Kevin, Kevin seperti sangat sibuk. Merasa kesal karena diabaikan, Kesya berkata, "Kevin!"
"Iya Bu," jawab Kevin tapi wajahnya tetap fokus memandangi monitor.
Emosi Kesya memuncak, berjalan mendekati Kevin dan berkata, "Kalau dipanggil tatap wajah orang yang manggil itu namanya sopan!"
Aldo dan Tasya melihat Kesya marah merasa heran, kemarin-kemarin Kesya ini sangat baik dengan Kevin sekarang galak sekali.
"Maaf, Bu," ucap Kevin malah menunduk.
"Lihat saya!"
Kevin melihat wajah Kesya, Kevin melongo melihat wajah cantik Kesya. Kesya yang merubah penampilannya terlihat sangat cantik. Sedangkan Kevin wajahnya lebam-lebam, Kesya yang melihat wajah Kevin merasa sangat khawatir.
Ingin memegang wajah Kevin tapi takut dicurigai karyawan lain, jadi hanya berkata, "Wajahmu kenapa?"
"Jatuh, Bu."
"Nanti temui saya di ruangan sebelah," ucap Kesya.
"Baik, Bu."
Kesya kemudian masuk ke ruangan Pak Tio untuk membahas masalah karyawan yang tertangkap polis. "Vin!" Tasya memanggil Kevin.
"Apa Tas?"
"Gila... cantik banget Bos kita haha...."
"Kirain ngapa, udah kerja lagi." ucap Kevin.
Sambil mengetik, Kevin berfikir dan mengamati orang-orang disekitarnya, masih mencari petunjuk dan informasi orang yang ia cari. Kevin merasa orang yang ada di ruangan itu sangat tidak mencurigakan.
Informasi yang Kevin dapat bahwa orang tersebut memiliki tato kecil gambar katak yang ada di punggungnya, alangkah sangat sulit melihat punggung seseorang.
Kevin berdiri dan pergi dari ruangan, berjalan menyusuri kantor lagi. Selama pengamatannya tak ada orang yang bertingkah aneh dan mencurigakan. Nama julukan orang yang dicari Kevin adalah Jack.
Kevin mempunyai ide gila, dimana ia akan memprovokasi Kesya agar pengecekan bagi karyawan yang memiliki tato, karena di perusahaan itu tidak boleh memiliki tato.
Rencananya Kevin akan memberikan informasi kepada Kesya bahwa salah satu karyawan memiliki tato. Tetapi, jangan sampai ada yang tau kalau informasi itu berasal dari Kevin.
Tidak lama kemudian Kesya keluar dari ruangan Pak Tio. Melihat Kevin yang sudah tidak ada di mejanya bertanya kepada Tasya, "Tasya, dimana Kevin?"
"Tadi sepertinya sedang keluar Bu, mungkin ke toilet," jawab Tasya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments