...Episode 7...
Keesokan harinya setelah semua siap, Kevin bergegas pamit dengan sahabat-sahabatnya.
"Aku berangkat dulu, kalian baik-disini. Jangan berantem mulu haha," ucap Kevin.
"Vin, kalau sudah sampai di sana janganlah lupa sama kita, kasih-kasih kabar," ucap sahabatnya.
"Siap," jawab Kevin.
Sebelum berpamitan dengan sahabat-sahabatnya, Kevin sudah menelpon kedua orang tuanya. Kevin berjalan menuju gang depan, dan sudah ada ojek Online yang menunggunya.
Sabat-sabatnya sedih melihat teman terdekatnya pergi jauh dalam waktu yang lama. Biasanya Kevin selalu membantu mereka mengerjakan tugas kuliah, sekarang mereka harus mengerjakan tugas sendiri.
Kevin mulai berjalan pergi menuju Bandara dan setelah sampai di sana sudah ada orang yang menyambutnya. Orang tersebut mengantarkan Kevin menuju pesawat yang akan mengantarkannya ke lokasi tujuan.
Berbeda dengan penumpang-penumpang lainnya, Kevin sedikit di istimewa kan di dalam pesawat, selama perjalan diberikan pelayanan terbaik, apa saja yang diminta Kevin selalu tersedia.
Tapi, Kevin tak banyak mau, ia hanya duduk diam dan membaca banyak buku. Buku yang dibacanya membahas tentang segala masalah-masalah terkait Pemerintahan dan Politik.
Sungguh aneh, Kevin yang tadinya hanya suka membaca novel dan belajar tentang teknologi, sekarang tertarik dengan dunia Politik.
Sesampainya di negara tujuan, Kevin di antar ke rumah singgah yang sudah disediakan dan di rumah itu ada banyak mahasiswa yang sama dengan Kevin.
Kevin berkenalan dengan yang lainnya, dan orang yang ada di sana menyambut dengan baik. Sesama perantauan, mereka mendukung satu sama lain.
Waktu terus berlalu sudah hampir 1 tahun Kevin kuliah di luar negeri. Prestasinya sangat baik sampai-sampai karyanya digunakan oleh salah satu perusahaan pesawat.
Waktu itu Kevin mencoba mendesain pesawat terbang kapsul dalam anti ledak. Jadi, dari desainnya itu bisa membuat penumpang pesawat aman ketika meledak di udara.
Ide yang gila, itulah Kevin idenya gila tapi, masuk akal. Dari karyanya, Kevin mendapat gelar Profesor penghargaan, padahal Kevin belum menyelesaikan kuliahnya.
Kevin menjadi sangat terkenal di sana. Karena, banyak orang yang mengenal Kevin ahli di bidang teknologi, ia menjadi incaran banyak perusahaan asing.
Ketika sedang memuncak dan melambungnya nama Kevin, ada sekelompok organisasi yang ingin merekrutnya menjadi salah satu anggota. Organisasi ini bisa dibilang *******.
Kevin akan di manfaatkan sebagai perancang dan pengembang BOM. Pagi hari saat Kevin akan berangkat kuliah tiba-tiba ada segerombolan orang menggunakan baju hitam menghampiri dan langsung menarik Kevin.
"Come with us! (ikut kami!)," kata ******* itu.
"Who are you? (kamu siapa?)," jawab Kevin, badannya gemetaran karena takut.
Kevin tak bisa melawan dan langsung dimasukan ke mobil, karena Kevin memberontak, tak lama salah satu ******* itu membiusnya. Kevin tak sadarkan diri.
5 jam kemudian, Kevin mulai sadar, membuka matanya, tangan dan kaki di ikat. Melihat sekeliling, Kevin bingung ada dimana. Datanglah seseorang tak dikenal berkata, "Kevin sang cerdas dalam hal teknologi, anda harus ikut dengan kami dan membantu kamu, kalau tidak nyawa anda jadi taruhannya."
"Siapa kamu?" tanya Kevin.
"Enggak penting siapa saya, kita berasal dari negara yang sama dan tinggal di negeri orang. Jadi, kita harus saling membantu hahaha," ucap ******* itu.
"Saya tidak mau!" Kevin masih memberontak dan bicara dengan lantangnya.
******* itu mendekati Kevin dan berbisik di telinganya, "Hus... jangan berisik, anda hanya tinggal pilih jika tidak mau, nyawa keluarga anda atau nyawa anda sendiri?" ******* tersenyum mengerikan dengan Kevin.
Kevin merasa takut dan bingung, diam sejenak ******* itu berkata lagi, "Saya tunggu jawabannya sampai besok, Kalau tidak anda akan melihat nyawa kelurga anda melayang," ucap ******* dan meninggalkan Kevin.
Lama... Kevin duduk sendirian di ruangan itu. Terdengar ada 2 orang yang menjaga di depan pintu. Berfikir dan terus berfikir agar bisa kabur tetapi, Kevin tidak menemukan acara bagaimana untuk bisa kabur.
Kevin hanya pasrah dan berdoa supaya ada yang menolongnya. Keesokan harinya ******* itu masuk dan menanyakan jawaban Kevin.
"Bagaimana tawaran saya, apa jawaban anda?" tanya ******* itu.
Hanya ada satu jalan agar keluarga Kevin tidak di bunuh, mau tidak mau Kevin menerima tawaran itu.
"Baik saya terima, tapi jangan pernah menyentuh keluargaku!," ucap Kevin dengan nada suara yang tegas.
"Nah... kan enak, oke tugasmu membuat BOM dengan radius 30 Km." ******* itu melotot ke arah Kevin.
Kevin kaget dan langsung menjawab, "Saya tidak bisa membuatnya, karena ilmu saya terbatas dan saya tidak pernah mempelajari tentang BOM."
"Jangan bohong!" ******* mendekat ke arah Kevin dan memamerkan foto kedua orang tuanya.
Melihat foto itu, Kevin semakin panik dan sekali lagi mau tidak mau menyanggupinya.
"Oke, tapi berikan saya waktu dan referensi untuk membuatnya," ucap Kevin.
"Oke, jangan sekali-kali mencoba untuk kabur. Kami punya ruangan khusus di sana ada banyak buku mengenai BOM. Silahkan pelajari dan secepatnya buat," jawab ******* itu.
Ikatan kaki dan tangan Kevin di lepas, kemudian di antar ke ruangan tersebut. Sebenarnya Kevin sudah sangat paham tentang BOM, Kevin hanya mengulur waktu dan berharap ada yang menolongnya.
Hari pertama tak ada masalah, Kevin dilayani dengan baik layaknya raja. Pura-pura membaca buku, Kevin minta agar tidak ada orang selain dirinya di ruangan tersebut.
Berjalan 2 minggu, berita Kevin hilang tersebar sampai ke kampusnya. Banyak orang yang mencarinya, bahkan pihak kepolisian setempat ikut menyelidiki dan mencarinya.
Di ruangan itu Kevin banyak mendengar orang berbicara di luar. Nama-nama tiap ******* itu mulai di ingatnya. Waktu terus berlalu akhirnya Kevin di paksa untuk membuat rancangan dan BOM nya.
Pistol di todong di kepala Kevin, "Cepat buat, saya kasih waktu satu minggu untuk menyelesaikannya. Tulis semua keperluan dan bahan yang akan digunakan, kami akan sediakan semuanya. Dalam waktu 1 minggu tidak selesai, kedua orang tuamu kami pastikan mati!" ucap *******.
Kevin benar-benar kebingungan bagaimana caranya mengundur waktu, dan akhirnya Kevin mulai merancang BOM yang diminta. Dihabiskannya waktu 1 minggu itu akhirnya, Kevin hampir menyelesaikan BOM tersebut.
BOM selesai di buat oleh Kevin. Semua anggota organisasi itu teriak-teriak kegirangan. "Sampai BOM ini gagal meledak, kepala kamu dan keluargamu yang akan menjadi gantinya," ucap salah satu ******* itu.
Kevin tidak bodoh, ia tau seandainya BOM itu dibuat asal-asalan, nyawa keluarganya yang akan jadi taruhan. BOM itu dirancang dan dibuat sedetail mungkin, dan di pastikan dapat meledak sesuai permintaan.
"Saya pastikan BOM itu pasti meledak. Keluarkan saya dari sini, tugas saya sudah selesai!" ucap Kevin.
******* itu tersenyum dan berkata, "Kamu tidak akan bisa keluar dari sini, karena kami masih membutuhkan jasamu," jawab ******* itu.
"Picik!" bentak Kevin.
"Hahaha...." ******* tertawa dengan kerasnya.
Kevin dimasukan keruangan sekap, bukannya memberontak Kevin malah mengunci pintu dari dalam. Tawa para ******* seketika diam, dan suara tembakan berbunyi sangat gaduh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments