#8

...Episode 8...

15 menit kemudian, suara gaduh di luar tiba-tiba hening. Terdengar suara dobrakan pintu, Kevin kaget dan berkata, "Siapa di luar?"

Tak menjawab, tapi terus mendobrak pintu. Akhirnya, pintu ruangan terbuka, Kevin melihat ada banyak orang berseragam hitam dengan perlengkapan perang. Orang-orang itu mengelilinginya menodongkan senjata api.

Orang-orang yang mengelilinginya seperti tentara, salah satu orang berkata, "Raise your hands!"

Seketika Kevin langsung mengangkat tangannya. Kemudian tangan Kevin di borgol dan ia dibawa ke dalam mobil. Berjalan menyusuri tempat penyekapan, Kevin melihat para ******* tergeletak mati, badannya di penuhi bekas luka tembusan peluru.

Ternyata organisasi ini memang sudah di incar lama oleh banyak negara. Di dalam mobil, Kevin menceritakan semua yang terjadi oleh dirinya. Tetapi para tentara itu masih belum percaya, Kevin disuruh diam dan akan di interogasi di pusat pertahanan militer negara tersebut.

Sesampainya di tempat itu, Kevin di perlakukan seperti *******. Bajunya di copot, berjalan jongkok, dan diiringi todongan senjata api laras panjang.

Dimasukan lah, Kevin ke ruang interogasi, di dalam ruangan itu, Kevin banyak ditanya dan di ancam. Dengan segala ancaman Kevin tetap konsisten dengan jawabannya, ia bercerita bahwa dirinya hanya korban.

Satu per satu Kevin menyebutkan nama teman kuliahnya, dengan tujuan teman-temannya bisa bersaksi bawa dirinya sudah lama hilang dan diculik.

Benar saja, tak lama satu per satu temannya di hubungi pihak militer dan memberikan kesaksian bahwa kevin sudah lama menghilang. Di tambah rekaman sisi TV yang ada di dekat tempat kejadian dimana Kevin di culik.

Akhirnya pihak militer mempercayainya dan melepaskan Kevin. Pihak militer sebelumnya memang sudah tau mengenai penculikan Kevin, mereka menginterogasi hanya untuk memastikan bahwa Kevin tidak benar-benar masuk ke dalam jaringan ******* tersebut.

Kevin jujur bahwa dirinya di ancam disuruh membuat BOM dengan daya ledak yang luar biasa. BOM tersebut sekarang di amankan oleh pihak militer. Justru Kevin ditawari untuk bisa bekerja sama dalam pembuatan senjata.

Kevin menolak tawaran tersebut. Bagi Kevin, jika ia membuat senjata dirinya akan mendapat dosa terus menerus. Kembali kepada fungsi senjata adalah untuk membunuh seseorang, apapun alasannya, dirinya tetap menolak.

Setelah tawaran tersebut ditolak, Kevin diperbolehkan pulang ke rumah singgah. Pulang dan menenangkan diri. Hari-hari berikutnya, Kevin di sibukkan oleh tugas-tugas kuliah dan ujian akhir.

Dengan kecerdasannya, setelah kejadian itu, Kevin hanya membutuhkan waktu selama 6 bulan untuk bisa lulus dan menjadi mahasiswa terbaik, ditambah gelar Profesor penghargaan.

Setelah lulus Kevin mempunyai keinginan untuk berlibur dan menghabiskan waktunya di negara tersebut, hanya sendirian

Kevin ingin pergi ke tempat yang sangat ia ingin kunjungi. Pergi hanya seorang diri, membawa kameranya. Tempat tersebut bukan gunung, bukan pantai tapi, tempat bersejarah Tembok Besar China.

Negara tempat Kevin melanjutkan studinya adalah salah satu negara yang ada di Eropa. Ya... lumayan jauh dari Eropa pergi ke China. Bagi Kevin tak masalah seberapa jauh jarak yang harus ditempuh, yang penting bisa menggapai keinginannya.

Semua barang-barang sudah dibereskan dan Kevin sudah berpamitan dengan teman-teman yang ada di sana, karena setelah dari China, Kevin langsung pulang ke Indonesia.

Malam harinya, Kevin langsung menuju ke Bandara dan tak menunggu lama, Kevin masuk ke dalam pesawat. Selama 13 jam lebih di dalam pesawat membuat dirinya sangat bosan dan jenuh.

Rasa bosan dan jenuh itu terobati saat sampai di Shanghai, China. Senyumnya sangat lebar saat turun dari pesawat. Berteriak, "Akhirnya aku bisa pergi ke China!"

Hati sangat bahagia, masih dengan Kevin yang berpenampilan culun, berteriak seperti itu membuat orang-orang disekitarnya tiba-tiba memperhatikan dan tertawa. Padahal, mereka tidak paham dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Kevin.

Seketika Kevin diam dan menundukkan kepalanya, malu bukan main. Terus berjalan menuju pintu keluar. Saat keluar hal pertama yang dilakukan Kevin adalah mencari taksi untuk pergi ke hotel.

Menginap semalam di Shanghai dan setelahnya baru pergi ke lokasi tembok China. Bicara tentang Tembok Besar China, mengutip dari artikel "The Great Wall Of China: a Physical Barrier To Gene Flow?" dalam jurnal Heredity (2003), dirilis nature. com. Tembok Besar China dibangun dari tahun 656 SM. Tembok ini dibangun untuk pertahanan, membendung serbuan suku-suku nomaden dari utara China.

Data mengenai Tembok Besar China telah diperbarui, berdasarkan data yang dilansir oleh pemerintah Tiongkok, Xinhua. Pembangunan Tembok Besar China berawal dari periode 770-221 SM hingga masa kekuasaan dinasti Ming (1368-1644), dan panjangnya 21 ribuan kilometer.

Banyak yang ingin dilihat oleh Kevin di tempat itu. termasuk kontruksi bangunan dan keindahan formasi bangunannya. Sesampainya di hotel, Kevin langsung beristirahat agar besok memiliki banyak stamina melanjutkan perjalannya.

Singkat cerita Keesokan harinya Kevin melanjutkan perjalannya ke Tembok Besar China. Sesampainya di lokasi, mata Kevin tidak berkedip karena terpesona keindahan Tembok Besar China.

Tembok itu terlihat layaknya benteng yang sangat kokoh. Kevin naik dan sekali lagi matanya tak berkedip melihat keindahan alam yang bisa dilihat dari atas Tembok Besar China.

Kameranya tak berhenti memotret keindahan-keindahan pemandangan di sana. Berjalan menyusuri Tembok tak sengaja menabrak salah satu pengunjung di sana.

Ternyata yang ditabraknya adalah orang Indonesia, Kevin seketika berkata, "Maaf, saya tidak sengaja."

"Enggak papa," ucap pengunjung tersebut.

Pengunjung yang di tabrak oleh Kevin adalah seorang wanita cantik. Kevin yang selama ini belum tertarik dengan kecantikan wanita, sekarang jantungnya berdebar melihat senyum wanita tersebut.

"Kamu enggak papa kan?" tanya Kevin. Mukanya merah, dan salang tingkah.

Wanita ini tertawa melihat tingkah Kevin yang terlihat sangat polos. "Santai aja, enggak papa kok," ucap wanita itu.

Mereka berkenalan dan nama wanita tersebut adalah Kesya. Kebetulan Kesya juga datang sendirian. Melihat Kevin yang culun dan seorang diri, Kesya merasa kasihan, kemudian mengajak Kevin berkeliling bersama.

"Oiya... kamu tinggal di mana?" tanya Kesya.

"Ha... Apanya?" Muka Kevin kebingungan, tak mendengar apa yang di katakan Kesya.

"Di Indonesia, kamu tinggalnya di mana?" Kesya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

"Oh... aku tinggal di Ibukota, kamu tinggal di mana?" Kevin bertanya balik.

"Loh sama dong, aku juga tinggal di Ibukota!" ucap Kesya.

Di dalam hati Kesya berkata, "Kok bisa orang seperti ini sampai ke China?".

Kesya heran melihat orang culun seperti Kevin bisa-bisanya pergi sendirian ke China. Tak lama Kesya harus pergi, karena ada pekerjaan yang harus diurusnya. " Aku duluan ya, jangan nyasar loh," Kesya tertawa meledek Kevin.

Kevin hanya tersenyum dan berkata, "Iya, makasih."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!