Cinta Itu Nyata

Cinta Itu Nyata

Bab 1. Panggilan untuk wawancara.

Jakarta, Nopember 2000.

Seorang wanita berusia 21 tahun baru saja keluar dari rumahnya dengan langkah terburu-buru, karena ia mendapat panggilan untuk wawancara mendadak di sebuah perusahaan tempat ia melamar pekerjaan.

Wanita itu begitu senang dan riang gembira, karena setelah sekian lama melamar pekerjaan dimana-mana tempat, akhirnya ada juga perusahaan yang mau melirik lamaran pekerjaannya.

"Hati-hati ya sayang, Mama doakan supaya kamu diterima bekerja disana," doa sang ibu menyertai.

"Terima kasih Ma," balas si anak.

Sepanjang perjalanan menuju tempatnya melakukan interview, ia menghentikan langkahnya sejenak. Ketika melihat seorang pria tua tengah mengalami kesulitan menyeberangi sebuah ruas jalanan yang padat.

Tanpa banyak berpikir, ia bergegas menghampiri sang pria tua itu, lalu menawarkan sebuah bantuan. "Permisi Kakek, apa Kakek mau menyeberang jalan?" tanyanya dengan sopan.

Pria tua itu mengangguk. "Iya, Kakek ingin membeli sesuatu disana," ucapnya sembari menunjuk sebuah minimarket di seberang jalan.

"Baiklah, mari sini aku bantu." Lalu membantu si pria tua itu menyeberang jalan.

...***...

Setibanya di minimarket, si Kakek tua itu ingin jika si wanita muda yang membantunya menyeberang jalan tadi, agar menemani dirinya untuk berbelanja beberapa produk sebentar.

"Mau kan temani Kakek sebentar saja, sampai supir Kakek menjemput kesini?" pinta si Kakek.

"Baiklah," balas si wanita muda itu. Walau hatinya sedikit gelisah ketika melihat jam di pergelangan tangan menunjukkan waktu hampir mendekati jadwal wawancara.

"Semoga tidak terlambat," gumamnya dalam hati.

"Oiya siapa namamu, Nak. Terus mau kemana berpakaian seperti itu?" tanya si Kakek menanyainya.

"Namaku, Lovely. Kakek bisa memanggilku Lyli, aku mau interview di Perusahaan Mahesa Group." balas Lovely.

Si Pria tua lantas memandangi gadis muda cantik dihadapannya. "Oh jadi kamu melamar pekerjaan disana?" tanyanya.

Lovely mengangguk. "Benar, hari ini aku mendapat panggilan mendadak untuk interview dan semoga saja aku diterima bekerja disana."

"Pasti diterima," balas si Kakek itu yakin.

Lovely mengerjapkan kelopak matanya berkali-kali lalu menarik senyum. "Wah Kakek terima kasih banyak, karena kau telah memberiku semangat. Tapi aku tidak yakin bisa diterima atau tidak, soalnya waktu untuk interviewku sebentar lagi akan dimulai. Kalau berlari juga rasanya tidak akan bisa sampai kesana tepat waktu," ucapnya lesu.

"Jarak dari sini ke perusahaan itu kan cukup jauh, kenapa kamu tidak naik kendaraan umum biar cepat sampai?" tanya Kakek merasa heran.

Lovely si wanita irit itu hanya bisa tersenyum dan membalas tanpa malu. "Sayang uangnya Kek, lagipula aku tidak membawa uang lebih jika harus naik kendaraan umum."

"Kalau begitu pakai uang Kakek saja, itung-itung karena kamu telah membantu Kakek menyeberang jalan dan menemani Kakek belanja disini," ucap si Kakek sembari menyodorkan sejumlah uang.

Lovely menggeleng dan menolak. "Tidak perlu Kek, simpan saja uangnya buat jajan cucu kakek di rumah," balasnya.

Sang Kakek pun hanya bisa melongo dan membatin sendiri.

"Cucu? Dia sudah punya uang banyak, uang 100 ribu ini bahkan tidak ada arti baginya. Sayangnya dia belum mau menikah diumurnya yang sudah lumayan itu."

Lovely menatap wajah sang Kakek yang melamun lalu melambaikan tangan. "Kakek, apa Kakek baik-baik saja?" tanyanya cemas.

Kakek menggeleng dan tersadar. "Oh tidak apa-apa, Kakek hanya teringat sesuatu tentang cucu Kakek."

"Maaf jika ucapanku membuatmu sedih," balas Lovely ketika melihat sang Kakek tua berubah menjadi murung.

"Ah kau tidak berkata salah, jadi jangan meminta maaf kepadaku." Pria tua itu menghela nafas, sembari melihat jam di pergelangan tangannya lalu menatap Lovely.

"Begitukah?" tanyanya ragu.

"Iya ... Kalau begitu pergilah sekarang, tidak usah lama-lama menemani Kakek disini. Karena jemputan Kakek sebentar lagi akan sampai," balas si Pria tua itu lalu mendorong Lovely agar segera pergi.

Lovely membungkuk berkali-kali dan meminta maaf karena akhirnya ia tidak bisa menemani si Kakek hingga jemputannya datang menghampiri.

"Baiklah kalau begitu Kek, aku akan segera pergi dan maaf jika aku hanya bisa menemani Kakek sampai disini," ucap Lovely.

"Ya tidak apa-apa," balas si Kakek dan mengangguk.

Lovely segera berlari, namun karena saking tergesanya. Dia menabrak seorang pria asing yang baru saja masuk ke minimarket, hingga tas jinjing berisi lamaran pekerjaan yang dia bawa terhempas dan berhamburan ke mana-mana.

"Aduh!"

"Maaf," ucap Lovely lalu bergegas mengutip isi dari dalam tasnya yang tercecer.

"Tidak apa-apa," balas si pria asing yang ternyata supir pribadi dari si Kakek tadi dan membantu Lovely mengutip barang.

"Terima kasih," ucap Lovely.

"Sama-sama," balas si supir pribadi Kakek.

Lovely berlari mengejar waktu, namun sayangnya ada sesuatu dokumen penting yang tertinggal di lantai minimarket saat tasnya terhempas tadi.

Sang Kakek yang melihat segera mengambil dan melihat dokumen tersebut, yang ternyata adalah kartu indentitas diri dari Lovely.

"Tuan besar Mahesa, setelah ini anda mau pergi kemana lagi?" tanya si supir Tuan Mahesa.

"Antar aku ke perusahaan," titah sang Kakek alias Tuan besar Mahesa.

...----------------...

Perusahaan Mahesa Group.

Suasana tegang sedang terjadi di dalam sebuah gedung perusahaan Mahesa Group, yang bukan hanya terbesar namun juga ternama di negara ini.

Tepatnya di dalam sebuah ruangan sang bos, dimana ia tengah memarahi habis-habisan salah satu karyawannya, karena telah melakukan pelanggaran sebagaimana telah diatur di dalam perusahaan tersebut.

Walau pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan itu terbilang sepele, namun hasilnya ternyata berdampak buruk bagi si bos sendiri.

Pasalnya si bos merasa gatal-gatal disekujur tubuhnya, akibat si karyawan prianya itu tidak sengaja merayu karyawan wanita dan mengucapkan kata-kata cinta manis, lalu terdengar di telinga bosnya sendiri.

"Maaf Pak, saya tidak sengaja. Lagipula saya tidak tahu kalau ada Bapak di belakang saja," tunduk sang bawahan meminta maaf.

"Potong gajinya!" titah sang bos tegas kepada kepala HRD di dalam ruangan itu juga.

"T-tapi saya tidak sengaja Pak, tolong jangan potong gaji saya. Saya punya dua istri yang harus saya hidupi, bagaimana jika jatah belanja bulanan mereka berkurang nanti," ucapnya memelas.

Namun sang bos nampaknya tidak peduli, malah gatalnya semakin bertambah ketika mengetahui jika anak buahnya memiliki dua istri.

"Menjijikkan, itu deritamu sendiri. Cepat keluar dari sini!" decak sang bos tampan memberi perintah, lalu menatap kepala HRD. "Mana orang yang katanya mau datang wawancara hari ini?" tanyanya.

"Maaf, Pak Putera Mahesa. Sepertinya yang mau interview sedikit terlambat datang," balas Pak HRD.

"Belum bekerja saja sudah terlambat, jika orang itu datang kesini, langsung tolak saja lamarannya. Perusahaan ini tidak butuh karyawan yang tidak disiplin waktu!" titahnya lagi.

"Baik Pak Putera," patuh si kepala HRD lalu kembali ke dalam ruangannya dan segera melaksanakan tugas.

Belum lama setelah itu, Lovely baru saja tiba di perusahaan Mahesa Group. Gadis itu menarik udara sejenak dan mengisi oksigen pada paru-parunya yang kempis karena berlari agar tidak terlambat datang ke perusahaan.

Namun saat Lovely ingin masuk ke dalam, dia tidak diperbolehkan masuk karena jadwal interviewnya telah terlewat.

"Maaf Pak, saya akui kalau saya salah karena terlambat datang kesini. Tapi percayalah, dijalan tadi saya bertemu dengan seorang kakek yang membutuhkan bantuan. Jadi mau tidak mau saya harus membantunya terlebih dahulu," tutur Lovely menjelaskan alasan keterlambatannya.

Akan tetapi kepala HRD perusahaan tersebut tetap tidak mengijinkan Lovely mengikuti wawancara. "Maaf Nak Lovely, tapi peraturan tetaplah peraturan. Saya harap kamu mengerti," ucapnya.

Lovely tertunduk lesu. "Baiklah," ucapnya.

Dengan berat hati wanita itu keluar dari perusahaan Mahesa Group dan menyayangkan sikap sang bos yang memerintahkan anak buahnya untuk menolak dirinya mentah-mentah.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Dinskyta_

Dinskyta_

kk ,saling mendukung ya kk
aku udh mampir cerita kk bags
aku baru penulis pemula hhe
maksih,

2023-02-08

1

auliasiamatir

auliasiamatir

tenang aja lovely kamu pasti di terima.

trus alerhinya kok aneh sih , sibos,

alergi gatal gatal karena dengr orang menggobal... beuh....

2023-01-07

1

Authophille09

Authophille09

holla kak, Niscala dari "Cinta karena Perjodohan" mampir bawa paket lengkap nya loh, yuk mampir balik🤗

2022-12-18

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Panggilan untuk wawancara.
2 Bab 2. Permintaan Opa Mahes.
3 Bab 3. Tidak ingin menikah.
4 Bab 4. Toko Bunga.
5 Bab 5. Awal Bertemu.
6 Bab 6. Diterima bekerja.
7 Bab 7. Lulus ujian.
8 Bab 8. Beradu argumen.
9 Bab 9. Menolak mentah mentah.
10 Bab 10. Bertemu
11 Bab 11. Permintaan Tuan Dira.
12 Bab 12. Pria Parasit.
13 Bab 13. Sebuah kesepakatan.
14 Bab 14. Di tangkap.
15 Bab 15. Hukuman.
16 Bab 16. Mengobati.
17 Bab 17. Sedikit demi sedikit.
18 Bab 18. Termakan ucapan.
19 Bab 19. Mencoba mendekati
20 Bab 20. Mengajak makan malam
21 Bab 21. Kedatangan Leo ke toko bunga
22 Bab 22. Mencari butik
23 Bab 23. Menembak langsung.
24 Bab 24. Berkelahi.
25 Bab 25. Menerima.
26 Bab 26. Menikah.
27 Bab 27. Tinggal serumah.
28 Bab 28. Pergi berbulan madu.
29 Bab 29. Mau tidak mau.
30 Bab 30. Tidur seranjang.
31 Bab 31. Merampas ciuman.
32 Bab 32. Undangan makan bersama.
33 Bab 33. Bahan Praktek
34 Bab 34. Acuh.
35 Bab 35. Kembali gatal.
36 Bab 36. Permohonan Tuan Dira.
37 Bab 37. Tertangkap basah.
38 Bab 38. Berusaha menahan.
39 Bab 39. Datang ke toko bunga.
40 Bab 40. Pelanggan baru yang misterius.
41 Bab 41. Memohon.
42 Bab 42. Kebebasan Leo
43 Bab 43. Saudara satu ibu.
44 Bab 44. Sifat asli Alex
45 Bab 45. Peringatan dari Marsan.
46 Bab 46. Menyuapi makan siang.
47 Bab 47. Perkelahian.
48 Bab 48. Kematian Pak Marsan.
49 Bab 49. Cinta itu nyata!
50 Bab 50. Hanya mimpi.
51 Bab 51. Harapan Opa Mahes.
52 Bab 52. Menitipkan Ron.
53 Bab 53. Menerima.
54 Bab 54. Belut listrik.
55 Bab 55. Penangkapan Alex.
56 Bab 56. Meminta bantuan Tuan Dira.
57 Bab 57. Cemburu.
58 Bab 58. Akan bersatu.
59 Bab 59. Penyatuan (21++)
60 Bab 60. Bermain kembali.
61 Bab 61. Suster Vany.
62 Bab 62. Tamu larut malam.
63 Bab 63. Penjelasan.
64 Bab 64. Sarapan pagi.
65 Bab 65. Ikut ke toko bunga.
66 Bab 66. Gagal terbang.
67 Bab 67. Pergilah dari sini!
68 Bab 68. Mencabut tuntutan.
69 Bab 69. Raja Drama.
70 Bab 70. Kehamilan
71 Bab 71. Pamali.
72 Iklan sejenak.
73 Bab 72. Rujak buah.
74 Bab 73. Mengambil inisiatif.
75 Bab 74. Pertunangan Alex.
76 Bab 75. Kelahiran Baby Marcell
77 Bab 76. Membesuk.
78 Bab 77. Dendam lama
79 Bab 78. Malam pertama Alex.
80 Bab 79. Bahasa anak-anak.
81 Bab 80. Rasa rindu.
82 Bab 81. Nama-nama ikan.
83 Bab 82. Cinta itu nyata (End)
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Panggilan untuk wawancara.
2
Bab 2. Permintaan Opa Mahes.
3
Bab 3. Tidak ingin menikah.
4
Bab 4. Toko Bunga.
5
Bab 5. Awal Bertemu.
6
Bab 6. Diterima bekerja.
7
Bab 7. Lulus ujian.
8
Bab 8. Beradu argumen.
9
Bab 9. Menolak mentah mentah.
10
Bab 10. Bertemu
11
Bab 11. Permintaan Tuan Dira.
12
Bab 12. Pria Parasit.
13
Bab 13. Sebuah kesepakatan.
14
Bab 14. Di tangkap.
15
Bab 15. Hukuman.
16
Bab 16. Mengobati.
17
Bab 17. Sedikit demi sedikit.
18
Bab 18. Termakan ucapan.
19
Bab 19. Mencoba mendekati
20
Bab 20. Mengajak makan malam
21
Bab 21. Kedatangan Leo ke toko bunga
22
Bab 22. Mencari butik
23
Bab 23. Menembak langsung.
24
Bab 24. Berkelahi.
25
Bab 25. Menerima.
26
Bab 26. Menikah.
27
Bab 27. Tinggal serumah.
28
Bab 28. Pergi berbulan madu.
29
Bab 29. Mau tidak mau.
30
Bab 30. Tidur seranjang.
31
Bab 31. Merampas ciuman.
32
Bab 32. Undangan makan bersama.
33
Bab 33. Bahan Praktek
34
Bab 34. Acuh.
35
Bab 35. Kembali gatal.
36
Bab 36. Permohonan Tuan Dira.
37
Bab 37. Tertangkap basah.
38
Bab 38. Berusaha menahan.
39
Bab 39. Datang ke toko bunga.
40
Bab 40. Pelanggan baru yang misterius.
41
Bab 41. Memohon.
42
Bab 42. Kebebasan Leo
43
Bab 43. Saudara satu ibu.
44
Bab 44. Sifat asli Alex
45
Bab 45. Peringatan dari Marsan.
46
Bab 46. Menyuapi makan siang.
47
Bab 47. Perkelahian.
48
Bab 48. Kematian Pak Marsan.
49
Bab 49. Cinta itu nyata!
50
Bab 50. Hanya mimpi.
51
Bab 51. Harapan Opa Mahes.
52
Bab 52. Menitipkan Ron.
53
Bab 53. Menerima.
54
Bab 54. Belut listrik.
55
Bab 55. Penangkapan Alex.
56
Bab 56. Meminta bantuan Tuan Dira.
57
Bab 57. Cemburu.
58
Bab 58. Akan bersatu.
59
Bab 59. Penyatuan (21++)
60
Bab 60. Bermain kembali.
61
Bab 61. Suster Vany.
62
Bab 62. Tamu larut malam.
63
Bab 63. Penjelasan.
64
Bab 64. Sarapan pagi.
65
Bab 65. Ikut ke toko bunga.
66
Bab 66. Gagal terbang.
67
Bab 67. Pergilah dari sini!
68
Bab 68. Mencabut tuntutan.
69
Bab 69. Raja Drama.
70
Bab 70. Kehamilan
71
Bab 71. Pamali.
72
Iklan sejenak.
73
Bab 72. Rujak buah.
74
Bab 73. Mengambil inisiatif.
75
Bab 74. Pertunangan Alex.
76
Bab 75. Kelahiran Baby Marcell
77
Bab 76. Membesuk.
78
Bab 77. Dendam lama
79
Bab 78. Malam pertama Alex.
80
Bab 79. Bahasa anak-anak.
81
Bab 80. Rasa rindu.
82
Bab 81. Nama-nama ikan.
83
Bab 82. Cinta itu nyata (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!