" Nyonya Scotly dimana taun Scotly, aku tidak melihat ..?" Tanya Zero dengan sedikit mencibir .
"Aahh...itu suami ku tadi masih ada urusan .." Jawab nyonya Scotly dengan wajah yang memerah menahan marah melihat wanita yang berdiri disamping Zero .
" Oo..." Hanya itu yang keluar dari bibir tebal nan seksi itu .
Sedangkan disebuah ruangan di masion yang mewah tengah duduk ,Seroang pria paruh baya dengan mata tajam . Memandangi sebuah foto keluarga yang sudah tergantung disana bertahun tahun lalu .
" Dimana kau berada saat ini ...nak Dad merindukan mu .Ini salah dad kenapa dulu dad percaya kepada wanita ular itu ." Gumam pria itu dengan sedih .
"Dad merindukan mu ...tolong kembali lah jika kau meminta nyawa ini maka ambilah nak tapi biarkan Dad memeluk mu untuk terakhir kalinya ." Ucap Tuan Scotly dengan lirih .Air mata telah membanjiri pelupuk mata tau itu .
Sampai terdengar suara ketukan pintu yang membuatnya menghapus air mata itu .Dan Kemabli lagi sebagai tuan arogan yang tidak tersentuh .
" Masuk ..." Jawabnya dengan dingin .Hanya ada satu orang yang akan berani mengetuk pintu kamar itu .
" Tuan ....ada foto seorang wanita yang datang bersama dengan tuan muda Oliver ke acara ulang tahun Nona Margaretha saat ini ." Ucap pria yang baru saja masuk .Pria itu menyerahkan tablet itu kepada tuan Scotly melihatnya sekilas .
Deg.....
Apa yang dia lihat itu sosok istri yang dicintainya seumur hidupnya .Yah dengan kombinasi mata yang identik dengan matanya .itu saja sudah membuat pria paruh baya itu bergetar dengan hebat .
" Delova Amaura...." Ucap nya lirih .
" Taun ...." Panggilan itu menyadarkan tuan Scotly dari lamunannya ." Apa anda akan kesana sekarang tuan ...?" Tanya Asistennya dengan ragu .
" Iya aku ingin melihatnya meski hanya dari jauh ." Jawab tuan Scotly dengan bibir bergetar .Dia tidak menyangka bisa melihat wajah itu lagi disisa hidupnya .Putrinya anak yang dia puja dari kecil, yang diberikan kasih sayang dari sang istri tercinta .
Dengan sigap asisten itu segera menyiapkan mobil untuk tuan nya .Setalah berkendara setengah jam mobil itu berhenti di sebuah hotel bintang 5 .Pria itu memasuki ruangan dimana pesta itu diselenggarakan dengan mewah .
" Aahh ....akhirnya tuan Scotly datang juga aku pikir dia tidak akan datang seperti tahun tahun lalu ." Ucap salah satu orang yang datang .
"Yah ... sepertinya hari ini kita beruntung bukan hanya bisa bertemu langsung dengan tuan muda Oliver tapi juga bisa bertemu dengan tuan Scotly."Jawab yang lain .Dan Masih ada banyak lagi argumen tentang itu .
Sedangkan banyak argumen yang bertebaran membaut seorang wanita yang hanya diam saja untuk mendampingi bosnya itu tersenyum mencibir .
" Cih .... dasar tua Bangka sialan jika bukan kau malam itu memerintahakan orang itu untuk membunuh ku dan mom .Aku tidak akan hidup dengan bayang bayang kematian mom setiap saat ." Batin Luwina menjerit saat melihat pria paruh baya itu datang . Dia ingin membunuh pria itu dengan tangan nya sendiri .Saat dia mengingat malam kelam belasan tahun lalu .Demi kau menghidupi keluarga mu itu dengan layak aku pria itu tega menyingkirkan nya dan juga mommy nya .
" Selamat malam semuanya maaf saya terlambat .." Ucap tuan Scotly dengan senyum ramah ." Silahkan nikmati hidangan di pesta ini ." Lanjutnya dengan berusaha untuk tenang .Terlihat jelas mata pria paruh baya itu sedang mengawasi seorang wanita muda dengan kaca mata itu .
" Amaura ....." Ucap nya dengan pelan yang masih didengar oleh Zero .
"Maaf tuan Scotly dia sekertaris saya dan juga pendamping saya. Dia bernama Luwina Hadwin .Mungkin anda salah mengenali orang ." Jawab Zero dengan senyum sinis saat pria paruh baya itu menyapa Luwina dengan nama Amaura .Yang Zero tahu itu adalah nama Putri dari Tuan Scotly itu sendiri .
" Maafkan mata tua ...ini anak muda mungkin karena dia terlalu mirip dengan Amaura jadi aku memanggil nama yang salah ."Jawab tuan Scotly dengan canggung.
Sedangkan Luwina hanya tersenyum sinis saat mendengar tuan Scotly memanggil nama itu .
"15 tahun ..... ternyata masih ingat nama itu bahkan aku sudah lupa jika punya nama itu ." Batin Luwina dengan miris dia tertawa sendiri saat mengingat bagaimana kejam nya pria yang ada dihadapannya ini .
" Ha ha ...mungkin itu efek make up yang bagus saja tuan .Seharusnya jika dia masih ada mungkin sekarang kami sudah punya anak ." Jawab Zero dengan tenang sambil menggoyangkan gelas nya .
" Iya ...kau benar jika saja dia masih ada sekarang kalian sudah menikah ." Jawab Tuan Scotly membaut banyak orang terkejut .Tidak ada yang tahu jika akan ada dimana berita ini kan menyebar .Begitu juga dengan Zus dia tidak pernah tahu tentang itu .Selama ini dia mengira jika Bos nya engan menikah karena penghianatan wanita itu .Yang mungkin kini tengah berada disekitar mereka .
Yang lebih tercengang ada lah Nyonya Scotly dan Margaretha saat ini ingin sekali mendekati mereka . Dan bergabung agar meraka bisa melancarkan aksinya lagi .Tapi tatapan tajam tuan Scotly sudah membuat keduanya menciut .
" Aku harap kau bisa menemukan wanita uang tepat untuk mu nak ... " Ucapnya lirih sambil melirik Luwina yang masih berdiam diri .Dari raut wajah nya wanita itu tidak terkejut sama sekali .
" Eemm .... " Jawab Zero dengan anggukan kepala nya .Dia masih mengingat jelas gadis kecil itu dulu selalu mendatanginya dengan sebuah makan saat dia sedang kelaparan di jalanan .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Nila
cinta masa kecil
2023-03-29
0