" CK .....sialan kau pasti bisa menaklukan pria arogan itu .Aku yakin itu bukan kah kau sudah terbiasa dengan ************ wanita ." Ucapnya dengan geram wanita itu pergi dari gedung itu dengan perasaan berkecamuk antara marah benci dan juga kesal ,karena penolakan yang dilakukan oleh Zero.
Sedangkan diruangan sekertaris Luwina terlihat sangat marah. Dia tidak akan menyangka jika akan bertemu dengan saudara tirinya itu .
" CK .... lihat saja wajah itu akan ku cabik cabik cepat atau lambat ." Gumam Luwina didalam hati .Seakan dia masih mengingat kejadian dimana saat dua berusia 10 tahun .
Noela bisa melihat adanya kemarahan dan juga dendam .yang menggelora dari tatapan mata wanita berkaca mata itu .
" Luwina kau tak apa kan ...?" Tanya Noela dengan cemas saat melihat raut wajah luwina yang berubah ." Apa kopi yang kamu buat tidak cocok dengan bos .?" Lanjutnya dengan penasaran saat Luwina tidak menjawab pertanyaan nya .
" Bukan kak ..kopinya cocok hanya saja tadi bertemu dengan orang yang membuat ku kesal ." Jawabnya kesal yang bisa dilihat Noela .
"Oohh ...ya sudah sebaiknya kita terus kan berkerja sebentar lagi jam istirahat ." Sahut Noela dengan tenang dia kembali ketempat duduk dan mengeluarkan ponsel entah siapa yang dihubungi .
Mereka melanjutkan pekerjaan mereka dengan tenang . Meski perasan Luwina masih bergejolak saat bertemu dengan wanita tadi .
Diruangan Zero pria itu tengah duduk dikursi kebesarannya dengan ,senyum yang tersungging dibibir nya . Membuat kesan semakin seksi,jika ada wanita yang mengetahui nya pasti akan terpesona .
" Aku tahu aku ... kau pasti punya hubungan dengan keluarga itu ." Ucapnya dengan intens memandang keluar pintu .
Dering ponsel membuat pria itu tersadar dari lamunannya .Tertera sebuah nama diponselnya .Yang membuat senyum itu semakin lebar saja .
" Hay ... girl merindukan papi kah ...?" Tanya Zero setelah sambungan telfon terhubung yang memperlihatkan ,Wajah mungil dan imut yang tengah kesal.
"Papi ... Xera kesal sama akak dan Abang mereka tidak mau bermain dengan Xera ." Ucap Gadis kecil itu dengan cemberut yang membuat Zero tergelak .
" Ha ha ha ... apa yang membuat mu kesal begitu baby girl .Kau tahukan mereka sedang berlatih untuk menjaga baby girl dan juga adik Eros ." Sahut Zero disela tawa yang keluar dari bibir pria itu .
" Papi ...jangan tertawa itu membuat ku semakin kesal ." Teriakan dengan lucu terdengar lagi dari ponsel pria itu .
" Oke .. oke ... papi tidak akan tertawa lagi girl ...Jadi kenapa baby girl papi ini kesal ?." Tanya Zero sambil menahan tawa .
" Itu karena mom dan dad tidak ada .... terus papi, akak dan Abang sedang berlatih Xera hanya main sendiri .Lihat kulkas satu itu malah sibuk dengan puzzle nya ." Jawab Xaviera dengan cemberut .
" Berikan telfonnya kepada Eros ..." Pinta Zero kepada Xera .Pria itu lebih suka memanggil Xaviero dengan nama Eros .
" Eemm...tunggu aku panggil dulu ." Sahut Xaviera dengan lantang .
" Eros .... papi ingin bicara jadi berhenti lah bermain itu .Kau ini masih kecil jika menyusun puzzle itu sendiri akan kesusahan ." Terdengar suara Xera yang sedang memangil adiknya .
" Emm ... " Jawab Eros sambil meletakkan mainan nya ." Papi ...." Ucap pria kecil itu dengan polosnya .
" Jagoan jangan main puzzle lagi temani Kakak .Dan juga segara tidur ini sudah malam jangan bermain lagi oke .... papi sayang kalian ." Ucap Zero dengan lembut .
" Emm... papi Eros kan tidur ." Jawab nya dengan pelan . Zero bisa melihat mata balita itu sudah merah .
" Baby girl cepat tidur ... lihat baby boy sudah mengantuk . Ayo cepat berikan ponselnya kepada suster dan segera tidur ." Ucap Zero kepada Xera dengan senyum lembut .
" Eemm .... papi kami akan tidur Adek juga sudah mengantuk aku pergi dulu papi , Aku sayang papi cepat kesini lagi papi ." Ucapnya dengan engan jika bukan karena Zero yang memintanya untuk cepat tidur .Mungkin gadis kecil itu juga tidak kan tidur sebelum orang tuanya Kemabli dari perjamuan bisnis .
Sambungan telfon dimatikan pria itu kembali merasa kan hampa . Entah sampai kapan dia akan terus seperti itu .Diambang pintu berdiri seroang pria dengan melipat tangan didadanya.
" Kau sudah lama Zus ..?" Tanya Zero yang menyadari kedatangan Zus .
" Baru saja saat ada orang yang sedang meminta kedua balita itu untuk tidur ." Jawabnya dengan santai .
" Aku mendapatkan kabar jika ... nona Scotly yang sekarang bukan pewaris mereka .Dan hanya ada satu pewaris mereka yang telah hilang entah kemana ." Jawab Zus dengan mengetuk meja yang ada didepannya .
" Jadi .... kemungkinan dia masih hidup .Lalu apa hubungan nya dengan Luwina atau .....?" Zero bertanya dengan menompang dagu nya dengan tangan .
" Iya ... hanya itu yang sekarang jadi pertimbangan yang cukup realistis saat ini ." Jawab Zus . Mata pria itu menelisik wajah sang bos yang duduk dengan angkuh itu .
" Bos ... kau tertarik dengan nya .?" Zus bertanya sambil menaikkan alis nya .
" Tidak aku hanya penasaran saja ." Jawab Zero dengan tenang .Dia tidak pernah berfikir bisa tertarik dengan wanita .
" Oohh .... " Sahut Zus dengan sedikit mengejek Zero yang nasib berfikir .
" Jangan mengejek ku Zus ..." Ucap Zero sambil mencibir asisten yang ada didepannya itu .
" Tidak bos .... aku hanya berfikir bagaimana wajah asli nya ya saat melepas kaca mata itu terus mengunakan sebuah baju tipis yang menggoda ." Ungkap Zus dengan senyum mengembang .Membuat Zero mendengus kesal dengan tingkah Zus .
" Pergi Zus kau membuta ku muak ..." Seru Zero dengan melemparkan bolpoin kepada Zus .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Martha Bangi Lang
soo much typo.. so sad. ☹️
2024-09-08
0
Ay
kok aku risih ketikan aku jadi kau dan semakin berulang" gak hanya di satu novel saja
2023-06-17
0
Nila
kata katanya banyak yg salah. 🙏🙏💪💪
2023-03-29
0