Tak terasa hari berganti dengan cepat ,Setalah satu Minggu berkerja membuat Zero semakin memperhatikan Luwina . Dari kegiatan yang dilakukan Luwina selama ini tidak ada yang perlu dicurigai .
"Bos ....apa yang sedang aku pikirkan ,kenapa kau terlihat melamun.?" Zus bertanya saat melihat melamun .
"Eemm...kenapa aku berfikir sesuatu yang hampir mirip dengan Ay .Coba kau fikirkan kenapa orang itu rela mengeluarkan uang . yang begitu besar hanya untuk berurusan dengan wanita culun seperti Luwina .Kecuali ..."Jawab Zero dengan menggantung .
" Eemm benar juga bos ...dan menurut informasi kita yang terbaru yang menelfon anggota kita itu wanita ."Sahut Zus sambil mengusap dagunya .
" Eemm ....jika orang itu menghubungi lagi biar aku sendiri yang menjawab nya .aku ingin mendengarkan suara wanita itu .Jika mereka ada ada disalah satu wanita Scotly maka pada hari perayaan kita bisa mengetahuinya ." Jelas Zero panjang lebar membaut Zus tersenyum sendiri .
" Kau kenapa Zus malah tersenyum , Kau pastikan semua berjalan lancar .?" Tanya Zero dengan heran saat melihat Zus tersenyum dengan aneh .
" Bos ...kau sadar tidak ini pertama kalinya kau memperhatikan masalah ini .Dan juga ini kau bicara dengan panjang lebar ." Seru Zus dengan mata berbinar .
" CK ...diam kau ."Sentak Zero dengan keras yang membuat Zus terkekeh pelan dan meninggalkan Zero sendiri .
"Hah....dia menjengkelkan membuat ku kesal saja ." Ucap Zero saat Zus sudah pergi dari ruangan nya .
" Aku hanya tidak ingin ada yang mengalami nasib yang sama denganmu Ay . Aku tidak tega untung saja kau masih punya Xavier yang selalu melindungi mu ." Batin Zero sambil menerawang jauh .
Pria itu menoleh kearah undangan yang pernah dikrim oleh nona Scotly satu Minggu lalu .Entah apa yang sedang direncanakan oleh pria itu .
Sampai ketukan pintu terdengar dari luar ruangan .yang membuat pria itu membuyarkan lamuanannya .
" Masuk .... " Jawab Zero . Saat pintu terbuka terlihat seorang wanita dengan baju yang cukup seksi Namum masih tergolong sopan . Masuk dengan berjalan berlengak lengok .
" Zero.... aku datang membawa berkas yang membutuhkan kamu " ." Ucapnya dengan nada menggoda .Zero hanya tersenyum remeh saat melihat wanita itu datang .
" Heh .... apa kau belum tahu batas mu Brigita .Setelah aku berhasil naik keranjang ku , kau pikir aku akan memberi mu hak istimewa setiap saat .Kau itu hanya terlalu naif ada banyak wanita yang rela naik keranjang ku ." Ucap Zero dengan sarkas . Brigita wanita itu terpaku saat mendengar perkataan Zero .
" Saya ....tidak seperti itu Sir " Jawab Brigita dengan gemetar saat Zero menetap nya dengan tajam .
" Lalu berapa hari kau tidak datang dan sekarang kau kembali seakan perusahaan ini milik mu .Aku tidak ingin terjadi lagi ." Ucap Zero dengan keras .
"Sir ....jangan marah bagaimana pun aku disini karena Dad ,Yang masih punya hak untuk bersuara di sini ." Jawab Brigita dengan berani sambil mencoba untuk menyentuh dada bidang milik Zero .
" Cih ...jal4ng ini membuat ku muak saja ." Batin Zero berteriak murka dengan kelakuan Brigita .
" Bawa kemari .... dan pergi lah " Jawab Zero dengan kasar sambil menarik map yang ada didepan dada Brigita .
" Jangan kasar ..... " Ucapnya dengan sedikit mendesah karena tangan Zero tidak sengaja menyentuh dada nya .
" Cih ..... pergi sekarang juga sebelum aku lemparkan kau dari jendela kaca itu ." Sahut Zero sambil menunjuk kearah kaca besar dari ruangannya .
" Oke ..aku keluar dan ingat aku akan mendapatkan apa yang aku ingin kan termasuk kamu ." Ucapnya sebelum keluar dari ruangan Zero .Terlihat jelas jika wanita itu sangat ambisius untuk mendapatkan apa yang dia inginkan .
" Wah ....apa kau baru saja ditolak sungguh ironis ." Ejek Jeselyn saat berpapasan dengan Brigita ." Iya ...mungkin Bos sudah bosan dengan mu dan ingin mencoba yang baru ." Lanjutnya dengan menabrakkan badannya kepada Brigita .Yang membuat wanita itu semakin murka .Dengan cepat melayangkan sebuah tamparan keras .
Plak ....
"Kau gila hah..... ini perusahaan dan kau berani menampar ku ." Teriak Jeselyn dengan penuh amarah .
" Kau pikir kau siapa hah...kau hanya jal4ng rendahan yang berani mengusik ku ." Tekan Brigita dengan keras membuat Jeselyn terpojok ." Akan ku pastikan kau akan menyesal jika terus berani menentang ku ." Ucapnya lagi dengan sebuah tamparan Kembali menggema .
Plak .....plak ..
" Agrrrhhh.... sialan kau Brigita ." Teriak Jeselyn semakin murka .Sedangkan Noela dan Luwina hanya bisa tersenyum melihat itu .
" Apa mereka berdua selalu begitu selama.ini .?" Tanya Luwina dengan heran .kenapa sampai sekarang Zero hanya membiarkan keduanya .
" Iya ... biarkan saja ayo kita kembali kerja ." Jawab Noela dengan senyum sinis melirik kedua wanita itu bertengkar .
Sedangkan kedua wanita yang bertengkar itu masih terlihat sengit .Keduanya tidak mau ada yang mengalah ,Sehingga mereka semakin beringas.Tak lama datang para penjaga dengan seragam hitam membawa keduanya keluar dari gedung .
" Aahh ...sial ini semau karena mu ...lihat saja aku akan membuat mu menyesal ." Ancam Jeselyn .yang ditanggapi dengan kekehan dari Brigita .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Nila
kerja apa jual diri ya
2023-03-29
0