Dor ....
Tembakan menggema digelapnya malam . Saat mereka ingin maju kedepan ,dari depan mereka sudah dihadang oleh motor .Mau mundur juga tidak bisa .Zero hati hati melirik Luwina yang meremas ujung gaun yang digunakan .
Terlihat jelas adanya kilatan amarah dari mata wanita itu .Tapi juga ada rasa ketakutan membuat Zero merasa khawatir .
" Apa kau tidak apa apa ....?" Zero bertanya dengan cemas .Zus yang melihat itu hanya bisa tersenyum.
" Tidak sir .... tapi siapa mereka kenapa mereka menyerang kita .?" Tanya Luwina dengan bibir bergetar .Meski dia sudah berusaha untuk membuang rasa takutnya selama ini .Sungguh wanita itu merasa trauma dengan suara tembakan yang menggema mengingatkan nya pada malam itu .
" Tenang lah .... mereka tidak akan bisa menyakitimu selama aku masih hidup ." Ucap Zero lirih ." Kau tunggu disini jangan keluar dari mobil .Mobil ini anti peluru jadi tidak perlu takut kau aman selama berada didalam.Zus ayo bereskan mereka dengan cepat ." Ucap Zero keluar dari mobil dengan membawa pistol yang telah siap begitu pula dengan zus .
Luwina masih didalam mobil kini ekspresi wajah nya berubah menjadi dingin tidak ada lagi wajah ketakutan itu .Wanita itu tersenyum sambil melipat tangan .
Diluar Zero dan Zus menembaki musuh dengan cepat dan tepat sasaran .Didalam hati siapa mereka yang telah berani menyerang dirinya .
" Selesai kan dengan cepat Zus ....aku merasa ada yang salah dengan ini ." Seru Zero dengan melirik Luwina yang masih didalam mobil .
" Mereka akan segera datang bos ... " Jawab Zus memberitahu Zero jika anak buah mereka telah datang .
Tembakan terus bergema semkin intens apa lagi setelah anak buah Zero datang sehingga para penyerang pergi begitu saja .
" Bereskan mereka dengan cepat yang masih selamat bawa kemarkas .Dan yang tidak makam kan mereka dengan layak ." Ucap Zero kepada anak buahnya dengan tegas dan dingin .Dengan cepat mereka melakukan perintah dari Zero .
" Kau tak apa ...." Tanya Zero saat Luwina menghampiri mereka dengan tubuh bergetar .
" Tidak ...apa mereka semua mati ." Tanya Luwina dengan wajah pucat .
" Tidak mereka hanya pingsan saja .Ayo kembali disini masih tidak aman ." Ucap Zero sambil merangkul Luwina untuk masuk kedalam mobil .Entah bagaimana Luwina merasa aman dan juga nyaman saat bersama dengan pria ini .
" Perasaan apa ini kenapa aku merasakan nyaman dan hangat aku merasa familiar dengan ini .Rasa ini menghilang kan perasaan rindu ku selama ini yang entah kepada siapa ." Ucap Luwina didalam hati .
" Zus ...ayo biarkan mereka yang mengurus ini ." Seru Zero melihat Zus yang masih bersama dengan anak buah mereka .
"Oke...bos " Teriak Zus berlari kecil ke mobil yang sudah ada zero dan Luwina .
Mobil itu melaju dengan cepat dengan keheningan tanpa ada yang berbicara .Luwina yang merasakan kehangatan dari pelukan Zero akhir nya tertidur .
" Bos .... kita apa kan mengantar nya ke apartemen atau ke masion bos ...?" Zus bertanya dengan lirih saat Zero sudah memberi kode untuk tidak berisik .
" Masion ..." Jawab Zero tak kalah lirih .Dia tidak ingin Luwina terbangun dari tidur nya .
Zus hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban mobil itu melaju ke masion Oliver .
" Aku akan menjaga mu.... aku tidak akan pergi lagi kemana pun aku pergi aku akan membawa mu meski harus ke neraka ." Batin Zero saat memandangi wanita yang tengah terlelap didekapan nya itu .
Mobil berhenti disebuah masion yang mewah yang keadannya mulai sepi karena memang sudah larut malam .Hanya kepala pelayan lah yang masih menyambut mereka saat ini .
Zero hanya melangkah pergi sambil membawa Luwina didalam pelukannya .
" Pergilah .... jangan bertanya apa pun aku juga tidak tahu pasti ." Ucap Zus dengan pelan sambil melirik Hendri kepala pelayan di masion itu .
" Semoga saja taun muda ....bisa menemukan wanita uang tepat ." Jawab Hendri dengan lirih . Hendri sudah berkerja untuk Oliver dari sekian tahun sejak orang tua Zero masih ada dia sudah berkerja untuk mereka .
" Aku akan pergi untuk istirahat .Kau juga Hendri pergi lah tidur ini sudah malam . Saya tahan tubuh mu tidak sebaik dulu ." Ucap Zus berlalu pergi .Hendri hanya terkekeh pelan saat mendengar ucapan Zus .
Yah mau bagaimana lagi umur tidak bisa dibohongi lagi .Pria paruh baya itu pergi setelah memastikan semua nya aman .
Tanpa mereka sadari jika ada mata yang kini tengah menetap tajam kearah lantai 3 dimana lantai itu hanya bisa diakses oleh Zus dan juga Hendri .
Wanita dengan pakaian minim itu mengepalkan tangan nya sampai terlihat urat tangan .
" Aku bersumpah akan menyingkirkan mu jika kau berani merebut tuan ." Batin wanita itu dengan keserakahan .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Guys .... Jagan lupa like comen nya jangan lupa ya ....
Aku menanti kalian guys ....
🌺🌺🌺🌺🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Tri Yoga Pratiwi
Mansion
2023-06-16
0
Nila
seolah Zero suaminy
2023-03-29
1