Saat melihat jam yang ada didinding Pria dengan sejuta pesona itu berdiri dari kursi kebesarannya . Dia memandang keluar dari jendela yang besar yang menghadap kearah luar nan jauh .
Drrttt....
Drrrtt....
Telfon yang ada dimeja kerja itu bergetar dengan nyaring memecah keheningan .Membuat pemilik benda itu menoleh dan kembali ke mejanya untuk melihat siapa yang sedang menghubunginya .
" Katakan...." Ucapannya dingin .
" Bos .... orang itu kembali menawarkan nilai fantastis untuk misi ini ." Jawab Orang dari seberang sana .
" Katakan saja.....jika saat ini aku sedang sibuk .Dan tidak ada disana jika dia masih memerlukan jasa kita maka suruh menunggu ." Jawab Zero dengan tenang .Dia juga penasaran siapa targetnya saat ini ,kenapa orang itu sampai berani mengeluarkan uang dengan jumlah banyak .Hanya untuk membunuh seorang gadis .
" Baik bos .... dan Minggu depan dan pertemuan bisnis disalah satu hotel Xx ." Lapor Zus dari seberang telfon .
" Baik lah aku akan kembali ..... Dan juga dapatkan info tentang perempuan itu ." Sahut Zero dengan nada kesal waktunya bersama dengan kedua ponakannya terganggu .
" Baik bos ....semau akan aku siap kan dalam waktu satu Minggu ." Jawab Zus .
Zero beranjak dari ruangan kantor nya pria itu , menuju ruangan Radit yang terlihat masih fokus dengan leptop yang ada didepannya .
" Kau masih disini aku pikir sudah pulang ..?" Zero bertanya sambil meletakan beberapa map yang sudah dia periksa tadi .
" Iya ini sebentar lagi akan beras ... aku juga sudah merindukan istri ku ." Jawabnya dengan mencibir Zero .
" CK ..terserah kau saja ... aku akan pergi lebih dulu ." Sahutnya berlalu pergi dari ruangan Radit .
" Dasar jika saja bukan bos sudah ku timpuk kepala nya ." Gerutu Radit pria itu masih kesal dengan sang bos yang seenaknya sendiri seperti Zero .
Zero kini berdiri didepan lift , disana juga terlihat seorang wanita dengan pakaian yang seksi yang membuat Zero mengerutkan kening .
" Kau pegawai disini ...?" Zero bertanya dengan sinis.
" Aahh ..iya tuan saya sekertaris baru dan hari ini saya baru saja mulai bekerja ." Jawab Wanita itu dengan senyum menggoda .
" Ooo... Tolong ini perusahan bukan club' malam jadi berpakaian yang sopan meski kau salah satu penghuni club' ." Ucap Zero dengan sarkas .Membuat wanita itu semakin meradang dia masih marah karena ucapan Radit dan saat ini bertambah lagi ada yang sedang menghina dirinya .
Dengan penuh percaya diri wanita itu berjalan kearah Zero . Dengan memperlihatkan bongkahan dadanya yang ikut bergerak .
" Tuan .... saya minta maaf jika cara berpakaian saya salah saya sudah lama kerja diluar negeri jadi cara berpakaian saya masih mengikuti dari sana ."Ucap nya dengan bangga seakan dia kah wanita paling cantik .
" Oohh jadi...." Sahut Zero dengan melirik sinis . Pria itu tidak menyangka akan bertemu dengan wanita yang tidak tahu malu .
" Jadi mulai besok saya kan melakukan yang terbaik ." Jawabnya dengan senyum yang mengembang dia berpikir jika pria didepannya akan tertarik dengan dirinya .
Tanpa menjawab lagi Zero pergi dengan memasuki lift begitu saja tanpa menoleh kepada wanita yang masih bengong didepan lift yang sudah mulai tertutup itu .
" Sialan .... kenapa meraka semua tidak melihat aku dengan nafsu seperti yang biasa mereka lakukan . Dan hari ini aku harus dihina untuk 2 kalinya .Akan ku buat mereka semau bersujud kepada ku memohon untuk berada dibawah kaki ku ." Ucap Sinta dengan penuh percaya diri jika dirinya bisa mendapatkan pria seperti mereka .
Sedangkan Zero yang saat ini telah tiba di parkiran khusus untuk petinggi perusahaan . Pria itu berjalan menuju dimana mobil sport yang terparkir rapi .
Dengan cepat pria itu mengemudikan mobil mewah itu .yang menjadi tujuan nya kali ini sebuah kontrakan sederhana yang terlihat asri . Sampai disana pria tampan itu memarkir mobilnya dihalaman yang cukup luas .
" Anda datang tuan .... mari silahkan masuk " Sambut seroang wanita tua yang dari tadi sibuk dengan kain yang ada ditangannya .
" Iya ... aku mencari Erik apa Anak itu ada .?" Tanya Zero dengan sopan .
"Ada Erik baru saja kembali dari rumah Alden ... " Jawab nenek Elma dengan senyum yang mengembang ."Masuk lah sepertinya Anak itu sedang berada dikamarnya ."Lanjutnya sambil tersenyum .
" Eemm .... " Jawab Zero sambil duduk dikursi yang terlihat rapi itu .
Tak lama Erik datang membawa sebuah kotak yang entah apa isinya .Pria kecil itu menyerahkan kotak itu kepada Zero dan terlihat jika pria itu tersenyum puas .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Sarie Hendrarta
ceritanya sih bagus cuman typo nya bikin ga nyaman baca.
2024-08-30
0
Tri Yoga Pratiwi
typo nya Masih banyak kak, jadi bingung kadang bacanya krn harus susun kalimatnya dengan benar
2023-06-16
0
Nila
👍💪
2023-03-28
0