" Duduk lah dan baca ini , semau yang kau tanyakan tentang belati kecil dileher mu itu ." Ucap Zero sambil mengeluarkan sebuah map coklat kepada Erik .Bocah berusia sepuluh tahun itu menerima nya dengan wajah masam .
" Eemm ...akan aku lakukan ." Sahutnya sambil duduk dan mulai membuka map yang baru saja Zero berikan .Dimana ada beberapa lembar kertas yang mencakup dari informasi yang dia ingin kan .
Erik membaca kertas kertas itu dengan teliti dia tidak ingin ada yang terlewatkan .Disana tertulis jika keturunan asli dari mereka akan memiliki kalung yang sama dengan milik nya saat ini .
Dan juga tercatat jika terjadi penyerangan yang menewaskan pemimpin klan dengan usia muda . Serta istri yang baru saja melahirkan juga ikut tiada tapi tidak ada yang atau dimana putra yang dilahirkannya itu .
" Apa hanya ini yang bisa kau dapatkan .?" Erik bertanya saat sudah selesai membaca kertas itu .
" Iya ... hanya itu saja jika kau mau aku bisa membawamu kesana . Dengan begitu aku bisa tahu jika aku menang pewaris klan itu ." Sahut Zero sambil menyilangkan kaki nya .
" Tidak ... aku akan berada disini aku sudah berjanji kepada nyonya bawa aku akan menjaga nona dan tuan kecil ." Jawab Erik dengan mantap tidak ada keraguan dari mata tajam itu .
" Kalau begitu aku kan menghapus jejak mu selama disini . Dan juga jangan ada orang yang melihat kalung mu itu , Karena sesuai dengan yang ada kau adalah pewaris mereka satu satunya . Dan pasti mereka akan terus memburu mu ." Ucap menatap Erik dengan tajam ." Dan juga aku tahu ini bukan mata dan wajah asli mu , aku rasa nenek mu itu juga ahli dalam menyamar jadi aku tidak perlu khawatir soal rupa mu yah akan berubah suatu saat ." Sambungnya sambil menyalakan rokok .
" Eemm .... aku tahu ini bukan wajah asli ku .Aku sempat bertanya kepada nya tapi dia hanya menjawab belum waktunya ." Sahut Erik sambil menatap keluar yang langsung mengarah kehutan .
"Bagus lah .... aku akan selalu mengawasi jika ada orang yang masuk kesini ." sambung Zero .
Setelah itu hanya keheningan yang terjadi, kedua pria dengan beda usia itu tengelam dalam pemikiran mereka .Terdengar ketukan pintu dari luar membuat lamunan keduanya buyar .
" Masuk ..." Ucap Zero dengan dingin .
" Bos ... kami ada permintaan job untuk membereskan salah satu pengusaha ." Lapor anak buah Zero yang beru saja masuk .
" Berikan datanya kepada ku ..." Sahut Zero dengan nada rendah .Dia ingin tahu siapa target mereka .Dan juga ada konflik apa diantara mereka Zero tidak ingin gegabah dalam mengambil tindakan .
" Ini bos ... semua datanya ada disana ." Ucap orang itu sambil mengulurkan map kepada Zero .Semau anak buahnya selalu melakukan hal itu saat ada job untuk mereka .Karena tidak ingin menyingung musuh .
Zero membaca nya dengan teliti terlihat pria itu mengerutkan keningnya saat sudah membaca nya .
" Kau tidak salah ... orang itu menargetkan Radit ..?" Zero bertanya dengan teriak dia sungguh tidak menyangka jika ada orang yang menargetkan orang itu .Sedangkan anak buah Zero yang mengantar berkas hanya tersenyum kecut .
" Iya bos .... kamu juga terkejut saat orang itu menyerahkan data itu kepada kami ." Jawabnya dengan muram .
" Heh ... orang ini mencari mati sendiri ." Ucap Zero sambil terkekeh pelan dia tidak menyangka akan hal ini .
Zero dengan cepat menghubungi Radit supaya segera datang kemarkas dia ingin tahu ada masalah apa orang itu dengan Radit .
Erik yang menyadari jika ada yang tidak beres akhirnya bocah itu keluar dari ruangan zero .
" Aku akan keluar ... aku ingin berlatih menembak aku masih punya waktu 1 jam disini sebelum kembali aku tidak ingin nenek cemas ." Ucap Erik sambil keluar .Zero hanya meminta anak buahnya yang masuk untuk mengikuti Erik keruang latihan .
" Pergi lah ...dia kan mengantar kan mu dan juga akan menemani mu untuk berlatih jika kau tidak tahu ." Sahut Zero dia mengizinkan Erik pergi .
Pria itu kembali menekan tombol yang ada dimeja ,tak lama masuk lah wanita dengan baju seksi memasuki ruangan itu .
" Bos ....butuh service hari ini ." Ucap wanita itu dengan sensual .Dia tahu apa yang di ingin kan oleh bosnya itu .
" Hemm... lakukan dengan cepat gunakan mulut mu saja ." Sahut Zero dengan dingin dia tidak pernah berkata lembut jika bukan kepada adik dan keponakannya .
Wanita itu mulai melakukan apa yang diminta oleh Zero . Segara berlutut didepan pria itu dengan wajah penuh gairah .Dengan cepat wanita itu memulai semuanya dengan pelan dan semakin cepat membuat pria itu mengerang .
Dalam waktu setengah jam mulut wanita itu kini sudah penuh dengan cairan dari pria itu .
Dengan terenggah enggah wanita itu membersihkan cairan itu dengan lidahnya .
" Pergilah ..." Ucap Zero kepada wanita itu saat dirinya sudah merasa cukup , Pria itu mengeluarkan beberapa lembar uang dolar yang dilemparkan kepada wanita itu .
" Bos. .. aku juga ingin..." Ucap wanita itu sambil membelai tubuhnya sendiri .Dengan kesal Zero melemparkan sebuah alat kepada wanita itu .
" Bermain lah sendiri aku masih punya urusan." Ucapnya dingin membaut wanita itu mengurungkan niatnya untuk mendapatkan kepuasan dari bosnya itu .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Nila
👍💪
2023-03-28
0