" Bos hari ini ada ... wawancara untuk sekertaris mu yang baru ..apa kau ingin melihat langsung prosesnya .?" Tanya Zus saat melihat Zero sudah rapi dengan jas mahal yang melekat ditubuh atletis pria itu .
"Emmm aku akan melihatnya ... aku ingin melihat yang mana untuk kerja atau hanya untuk merayu ku saja ." Ucap Zero datar pria itu segera menuju meja makan . Yang sudah ada sederet pelayan yang akan melayaninya dengan benar .Dan itu juga sering digunakan untuk para wanita yang datang kesana untuk menunjukkan keahlian mereka .
" Silahkan tuan..... " Ucap Kepala pelayan sambil memberi isyarat kepada mereka untuk segera menyajikan makanan .
" Eemm .... "Jawab Zero dengan malas .Sedangkan Zus hanya terkekeh kecil ,saat melihat itu pasti setiap jam makan para pelayan akan melakukan yang terbaik untuk membuat bosnya terkesan .Dan akan dipilih untuk menemani malam sang bos .
" Kau terlihat malas .... bos biasa nya aku akan mengatakan yang mana yang akan menemani mu ."Ucap Zus dengan nada mengejek .
" Tidak perlu mengejek ku Zus .... kau tahu kan nanti malam kita harus pergi jadi aku tidak butuh mereka ." Jawabnya sambil makan dengan tenang .Tanpa perduli dengan para wanita yang sedang menanti kehangatan tubuh pria itu .
" Ha ha ha ..... aku sampai lupa itu bos mereka terlalu baik jika diabaikan ..." Ucap Zus sambil tertawa .Sangat jarang bisa menggoda bosnya itu .
" Diam lah Zus ...aku sedang bosan dengan mereka , Aku ingin sesuatu yang baru ." sahut Zero dengan malas .Entah kenapa dirinya tidak bisa marah kepada asisten sekaligus temanya itu .
" Jika ku mau kau bisa bermain dengan mereka ." Lanjutnya sambil menyeka mulutnya dengan tissue yang sudah disediakan .
" Kau yakin bos ...?" Tanya Zus dengan memicing kan mata .
" Aku tidak becanda Zus bukan kah itu sudah biasa ..dari dulu juga aku sudah memberikan kebebasan itu untuk mu . Jika hanya menjadi pelayan untuk apa aku repot . Dan katakan kepada mereka jika ada yang mau mereka bisa mengguna kan nya .." Sahut Zero dengan kesal .
"Bos .... tidak terkecuali kan bos ..?" Tanya Zus dengan senyum yang mengembang . Selama ini Zero tidak pernah melarang itu . Hanya saja Zus enggan kepada bosnya itu tapi sekarang bosnya sudah memberi ultimatum jadi tidak masalah jika nanti para penjaga juga kan menikmati mereka .
Mendengar itu membuat para pelayan menjadi kaku . mereka tidak menyangka jika pria yang mereka idamkan itu malah akan menyerahkan mereka kepada anak buahnya .Apa lagi ada beberapa dari mereka yang pernah dipakai Zero merasa pahit .
"Aku selesai bereskan semuanya .... jika kalian ini makan lakukan .Aku tidak ingin ada kesalahan lagi seperti tadi pagi ." Ucap Zero kepada kepala pelayan itu .
" Baik tuan ...saya kan mengatur mereka . Maaf untuk tadi pagi saya kecolongan .Hukuman sudah dilaksanakan dengan sesuai aturan ." Jawab Pria itu dengan membungkuk hormat .
" Eemm ..." Jawab Zero meninggalkan mereka semua .Yang diikuti Zus dari belakang keduanya memasuki mobil yang sudah tersedia didepan pintu .Mobil itu terlihat sederhana dari luar tapi didalam mobil itu terlihat mewah dan berkelas . Dan juga mobil Baguti berwarna silver itu sudah dimodifikasi . Sehingga kebal terhadap peluru yang membuat mobil itu semakin luar biasa .
Setalah menempuh perjalanan hampir Satu jam, mereka sampai disebuah gudang yang mencakar langit .Keduanya turun dari mobil dengan angkuh dan juga arogan . Meski begitu masih ada banyak wanita yang bersedia menyerahkan tubuh mereka dengan percuma .
" Tuan ...hari ini jadwal anda pada jam 10 akan ada wawancara kepada calon sekertaris baru .setalah itu ada rapat dengan klien dari AJ gruop dilanjutkan makan siang bersama dengan mereka .Setelah itu anda free sampai nanti malam ada undangan dari mereka di hotel Xy .." Ucap sekertaris itu dengan senyum mengembang saat melihat sang Presdir sudah kembali .
"Eemm .... pergi lah .. Minta Zus kesini ." Jawab Zero sambil mengibaskan tangannya .Melihat itu sekertaris seksi itu beringsut pergi dengan masam .Baru kali ini Zero tidak memandang nya biasa bosnya itu akan memandangnya dengan tatapan mempesona .
Setalah wanita itu pergi Zus datang keruangan Zero dengan setumpuk dokumen yang harus bosnya itu kerjakan .
Brakk....
Zus membanting dokumen itu sedikit keras membuat Zero berjingkat melihat apa yang dilakukan sang asisten itu .
" Kau ini minta potong gaji zus ... ?" Tanya Zero memiringkan kepala .
" Tidak aku hanya jengkel dengan wanita wanita itu apa semurah itukah mereka sampai setiap hari mereka menawarkan tubuh mereka ." Ucap Zus dengan kesal terlihat jika raut wajah pria itu sedang marah .
Yang membaut Zero terkekeh pelan saat melihat wajah kesal dari asisten sekaligus temanya itu .
" Bukan kah aku sudah tahu itu ... Zus kenapa harus kesal jika kau mau kau bisa bermain dulu dengan mereka ." Ucap Zero sambil terkekeh .
"Dan jika aku bermain dengan mereka kau akan marah marah karena banyaknya dokumen yang tidak selsai ." Jawab Zus semakin kesal .
" Sudah lah .... bagaimana apa ada info terbaru dari target .?" Tanya Zero yang sudah dalam mode serius .
" Belum .... semuanya masih gelap . Sepertinya ada yang sengaja menutupi data diri target ." Jawab Zus sambil menggelengkan kepala." Tapi .... dia termasuk salah satu dari calon sekertaris mu .." Lanjut Zus dengan nada yang berbeda .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Dyah Oktina
haduh... thor...bahasamu hancur... sampai bingung bacanya ..pdhal ceritanya bagus2
2024-08-21
0
Tri Yoga Pratiwi
gedung pencakar langit
2023-06-16
0
Tri Yoga Pratiwi
Bugatti
2023-06-16
0